Share

Bab 508

Penulis: Fitri
Ekspresi Alfie dan Martin berubah-ubah dalam sekejap. Mereka benar-benar tidak paham apa maksud ucapan Silvar barusan.

Dia bilang Elina pacarnya? Sejak kapan? Kenapa Elina tidak pernah bilang?

Alfie langsung senang. Siapa yang tidak tahu hubungan Silvar dan Kayden sangat dekat? Ibarat tulang patah pun uratnya masih tersambung.

Ditambah lagi Keluarga Rasputi punya kekuasaan besar baik di Kota Andara maupun ibu kota. Hanya dari jaringan lama peninggalan keluarga kakek Silvar saja sudah cukup membu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 788

    Saat fajar baru saja menyingsing, kabar dari tepi pantai akhirnya datang.Kayden menepuk pelan Lunara yang tertidur dalam pelukannya, lalu berbisik, "Dia sudah ditemukan."Lunara langsung mencengkeram lengan Kayden dan membuka matanya lebar-lebar. Ada banyak pertanyaan yang ingin dia ajukan, tetapi dia tidak berani mengucapkannya.Kayden langsung mengerti. "Masih hidup. Dia ada di kamar sebelah."Kayden menggendong Lunara menuju kamar mandi. "Kamu bersih-bersih dulu. Nanti baru kita ke sana menemuinya."Kayden telah mengatur semuanya dengan rapi. Dia sendiri yang membantu Lunara mencuci muka dan bersiap, lalu mengantarnya ke kamar sebelah.Casya sudah sadar. Tubuhnya terbungkus selimut, sementara dia menyeruput air hangat sedikit demi sedikit.Eston yang baru tiba setelah menempuh perjalanan jauh sedang berjongkok di depannya. Dengan hati-hati, dia menggosok kedua tangan Casya, lalu memeriksa suhu tubuhnya. Setelah itu, dia berbalik dan menaikkan suhu pendingin ruangan.Suara Casya ter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 787

    Dokumen-dokumen perwalian yang berserakan di tanah itu juga memang asli. Batas waktu pengajuan untuk satu gelombang dana perwalian memang berakhir tepat pukul 12 malam ini.Kalau melewatkannya, pembukaan berikutnya memang harus melalui prosedur yang sangat panjang. Itu juga fakta. Kebetulan semuanya seolah terjadi bersamaan.Kayden mengernyit. Wajahnya benar-benar muram. Tatapannya kepada Frans juga dipenuhi kecurigaan dan ketidakpercayaan.Saat itu, Eirene memanjat tebing batu dengan tangan kosong hingga berhasil naik ke daratan. Dia menggeleng kepada Lunara. "Aku nggak menemukannya. Tapi melihat kondisi arus laut sekarang, sepertinya dia bukan terseret arus.""Bisa saja Bu Casya bisa berenang dan sudah berenang ke tempat lain."Gaia hampir mati ketakutan. Dia buru-buru berlari menghampiri Eirene dan menyelimuti tubuhnya dengan handuk. "Kak Eirene, kenapa tadi langsung lompat begitu saja?"Eirene menggeleng. "Nggak apa-apa. Menyelamatkan orang lebih penting. Kasus orang tenggelam berb

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 786

    Suara Lunara tiba-tiba menyadarkan Casya.Kabut mulai turun di atas laut. Di bawah cahaya matahari terbenam, dari gardu pandang ke jalan di depan masih terbentang jarak yang cukup jauh. Sisi seberang pun sudah tidak terlihat jelas.Jantung Casya berdetak makin kencang. "Kak Frans, sepertinya aku nggak jadi tanda tangan. Kalau Ayah dan Ibu benar-benar meninggalkan sesuatu untukku, aku akan mengurusnya bersama Kak Alden."Frans menghela napas panjang. Dia menatap Casya yang kini penuh kewaspadaan terhadapnya. Seketika, niat jahat muncul di dalam benaknya. Dia merebut paksa dokumen yang ada di tangan Casya."Sudahlah. Mau dibujuk seperti apa pun kamu tetap nggak percaya padaku ...." Amarah terdengar jelas dalam suaranya.Casya refleks melepaskan dokumen itu. Namun, Frans tiba-tiba mencengkeram lengannya, lalu mendorongnya sekuat tenaga ke arah pagar pembatas!Brak! Pagar kayu itu ambruk seketika! Casya menjerit singkat dan nyaring!Di bawah sana hanya ada tebing batu yang curam. Meski men

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 785

    Lunara melihat ke sekeliling, lalu bertanya kepada Gaia, "Kak Gaia, kamu lihat Casya nggak?""Nggak. Tadi sepertinya dia dipanggil Pak Frans ke gardu pandang."Kelopak mata Lunara berkedut. Entah kenapa, dia tiba-tiba merasa tidak tenang. Meski pantai di sini termasuk kawasan wisata, ada sebagian area yang merupakan zona terlarang dan tidak boleh dimasuki pejalan kaki. Lokasinya tepat berada di bawah gardu pandang.Lunara mengeluarkan ponselnya untuk melihat peta. Jaraknya sekitar satu kilometer dari tempat mereka berada sekarang."Aku ada urusan dengan Casya. Aku mau ke sana mencarinya.""Mau aku temani?"Lunara menggeleng. "Nggak usah. Janice dan suamimu masih di sini. Nggak enak kalau kamu juga pergi. Cuma gardu pandang kok. Nggak jauh."Eirene berdiri sambil menepuk-nepuk pasir yang menempel di pakaiannya. "Kalau begitu, aku ikut saja."Belakangan ini putranya sedang berada di ibu kota, sementara suaminya sedang bertugas sehingga tidak ikut datang. Mereka berdua sama-sama tidak ten

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 784

    Frans tidak ingin memedulikan pihak dewan direksi. Orang-orang tua itu hanya pintar mengkritik setelah semuanya terjadi. Sekarang mereka menyalahkannya pun tidak akan ada gunanya.Casya masih terlalu muda. Selain memiliki bakat dalam desain, di mata Frans, dia tidak punya kemampuan lain.Bahkan negosiasi bisnis yang sederhana pun bisa gagal hanya karena sifatnya yang manja sebagai putri keluarga kaya.Sedangkan bakat desain ... di mata Frans itu adalah sesuatu yang terlalu abstrak.Dia menyalakan sebatang rokok, lalu menginstruksi dengan suara berat, "Keluarkan uang lagi untuk pemasaran. Aku nggak percaya ada emas yang nggak bisa laku kalau dipromosikan dengan benar."Masalahnya hanya karena promosi mereka belum cukup gencar.Asistennya berkata dengan hati-hati, "Kita sudah mengeluarkan dana pemasaran yang sangat besar. Jumlahnya bahkan sudah melampaui anggaran proyek yang direncanakan. Takutnya orang di kantor pusat akan marah ...."Sebagai kapal raksasa, keuntungan tahunan Grup Naras

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 783

    Casya sedang memilih dengan berani untuk melangkah ke dalam pernikahan. Itu bukan karena gegabah sesaat.Casya pun mencari alasan. "Ibunya bilang kondisi kakeknya sudah kritis dan nggak ingin kakeknya meninggalkan dunia dengan penyesalan.""Aku berpikir, kalau ibuku sakit parah dan ingin melihatku menikah, aku juga pasti akan memenuhi keinginannya."Dengan menempatkan dirinya di posisi orang lain, Casya bisa memahami perasaan seperti itu.Namun, Lunara tidak bersimpati soal itu. Dia langsung membongkar isi hati Casya. "Kamu ini nggak ingin kakeknya menyesal atau nggak tega lihat Eston hidup dalam penyesalan?"Casya langsung terbata-bata. Bahkan puzzle yang sedang dipegangnya pun dipasang di tempat yang salah.Daisy segera mengoreksinya. "Tante, salah. Potongan puzzle ini bukan di sini!"Casya menunduk melihatnya. Ternyata dia memang memaksa memasukkan kepingan puzzle yang bentuknya tidak cocok ke tempat yang salah.Dia mengeluarkannya lagi, lalu mencari cukup lama sebelum akhirnya mene

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status