Share

Bab 587

Author: Fitri
Jumlah yang ditulis Elina bukan hanya enam miliar. Dia juga memasukkan nilai hadiah-hadiah yang diberikan Silvar selama ini, lalu menambahkan angka yang dianggap membawa keberuntungan sebelum menghitung totalnya.

Silvar seketika kehilangan fokus.

Saat dia membelikan hadiah untuk pacarnya dan Elina menerimanya, Silvar sebenarnya merasa senang. Dia menyukai keterusterangan Elina. Namun, dia tidak pernah menyangka bahwa setiap kali menerima hadiah, Elina diam-diam menghitung nilainya di dalam hati.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 593

    Beberapa hari kemudian, di vila keluarga kedua Narasoma, Frans akhirnya pulang setelah perjalanan panjang. Raut wajahnya dipenuhi kelelahan yang tidak bisa disembunyikan.Eden masih dirawat di rumah sakit.Di vila itu hanya ada beberapa pelayan. Di salah satu kamar lantai dua masih tersisa barang-barang milik seorang wanita yang belum diambil. Frans meliriknya sekilas lalu berkata dengan nada jijik, "Barang siapa itu?""Itu milik Nona Hilda sebelumnya. Karena Tuan Eden tidak mengatakan apa-apa, kami juga tidak berani membereskannya."Pertunangan Eden dan Hilda sudah dibatalkan. Keluarga Handoko juga sudah berada di ujung tanduk. Setelah bangkrut, mereka kehilangan seluruh momentum dan tidak lagi mampu bangkit.Frans mendengus dingin. "Buang semuanya.""Baik, Tuan."Menurut Frans, Keluarga Handoko benar-benar tidak berguna. Hal sesederhana itu saja bisa mereka hancurkan sendiri. Padahal sejak bertunangan dengan Eden, saham Keluarga Handoko terus naik dan reputasi mereka di industri juga

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 592

    Casya memang jarang mengemudi saat hujan deras. Apalagi di daerah pinggiran kota seperti ini. Jalanan hampir tidak dilalui kendaraan lain. Awan hitam menggantung rendah di langit, membuat Casya mengemudi dengan sangat hati-hati.Untungnya, kecepatan mobilnya memang tidak tinggi.Begitu Lunara mengatakannya, Casya langsung menepikan mobil dan berhenti di pinggir jalan. Barulah mereka melihat seorang pria. Dia mengenakan jas hujan, sementara payung yang dibawanya hampir seluruhnya dimiringkan untuk melindungi anak kecil yang berada dalam pelukannya.Air hujan membasahi wajahnya tanpa ampun, membuatnya tampak sangat berantakan.Dengan suara rendah, pria itu menyerahkan kartu identitasnya."Sobat, boleh nggak aku merepotkan kalian untuk ngasih tumpangan? Anak ini demam tinggi dan harus dibawa ke rumah sakit. Jaraknya hanya sekitar tiga kilometer lagi."Di zaman sekarang, ini pertama kalinya mereka mendengar seseorang memanggil orang lain dengan sebutan "sobat".Elina yang duduk di kursi be

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 591

    Membayangkan pemandangan itu saja sudah membuat Lunara ingin tertawa.Sambil memegang ponselnya dan berjalan-jalan di sekitar area pasar, Lunara mulai menceritakan rencana mereka untuk membuat submerek di bawah naungan àl'aube.Setelah mendengarnya, Kayden mengangguk pelan. "Operasional merek kalian sekarang sangat sehat. Banyak merek lain mulai mempelajari cara pengelolaan kalian. Dilihat dari data dan volume penjualan, memang sudah saatnya membuka merek baru.""Beberapa hari lagi ada pameran emas. Suruh Casya pergi. Tiketnya akan kukirim ke emailnya.""Kenapa Casya yang pergi, bukan aku?"Kayden menatap Lunara dari balik layar. "Kamu nggak bisa pergi minggu depan, hari Jumat."Lunara tampak bingung. "Memangnya kenapa hari Jumat minggu depan?"Mata mereka saling bertemu. Sesaat tidak ada yang berbicara. Beberapa saat kemudian, melihat ekspresi polos Lunara, Kayden akhirnya menyerah. Dia memijat pelipisnya."Kalau kamu ingin pergi, pergilah."Setelah panggilan berakhir, Sarah melihat s

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 590

    Perkataan Lunara membuat hati Elina bergetar. Memang benar, dia dan Silvar belum menemukan cara yang tepat untuk berhubungan satu sama lain. Sebuah hubungan membutuhkan proses penyesuaian agar kedua pihak memahami apa yang dibutuhkan pasangan dan apa yang mereka sendiri butuhkan.Suara Elina sedikit menegang. "Kalau begitu, apa kamu nggak pernah merasa bahwa kamu dan Pak Kayden nggak cocok dan seharusnya berpisah?""Tentu pernah. Kalau nggak, menurutmu kenapa Daisy sudah lahir lebih dari dua tahun sebelum dia tahu tentang keberadaannya?"Lunara tersenyum kecil, lalu menundukkan pandangannya. Tangannya dengan lembut menyentuh pipi Elina. "Tapi menurutku, menyukai seseorang itu nggak mudah.""Meskipun ada banyak orang di dunia ini, bukan berarti kamu akan jatuh hati kepada setiap orang yang kamu temui. Karena orang ini sudah membuat hatimu berdebar, jangan mudah melepaskannya. Tentu saja, kalau kamu benar-benar nggak bahagia, kamu juga harus tahu kapan harus berhenti."Bulu mata Elina se

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 589

    Casya melirik nama itu."Eston?""Ya, itu aku."Casya kembali mengamati pria di depannya. Wajahnya memang tampan. Raut mukanya penuh kesan jujur dan tegas, dengan alis tebal dan mata yang tajam.Namun entah kenapa, keberadaannya membuat Casya sedikit tidak nyaman. Seolah-olah setiap gerak-geriknya sedang diamati dan diperhitungkan dengan sangat teliti oleh pria itu.Perasaan seperti tidak punya tempat untuk bersembunyi membuat Casya agak gelisah. Dia menyimpan ponselnya lalu mendengus. "Aku akan menghubungimu nanti. Lain kali, lihat jalan kalau nyetir!""Terima kasih atas pengertiannya."Casya segera kembali ke mobil. Dengan satu injakan pedal gas, mobilnya melaju pergi.Setelah melihatnya pergi, Eston membungkuk memeriksa bagian depan mobilnya. Ekspresinya sedikit berat. Ponselnya tiba-tiba berdering. Dia mengangkatnya dan menekan tombol jawab."Pak, jalan menuju desa tertutup longsor akibat hujan deras. Beberapa warga mengatakan anggota keluarga mereka masih belum ditemukan!""Aku se

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 588

    Mobil Elina terlalu kecil, mobil Lunara terlalu besar, sementara Sarah datang dengan skuter listriknya. Akhirnya, mereka semua naik mobil Casya. Mengikuti petunjuk navigasi, mereka melaju menuju pusat grosir emas di pinggiran Kota Andara.Rumah yang diincar Sarah kebetulan berada di daerah itu. Secara administratif wilayah tersebut sudah tidak termasuk Kota Andara, tetapi letaknya sangat berdekatan dengan kota tersebut.Banyak pekerja memilih tinggal di sana demi kemudahan hidup dan biaya sewa yang lebih murah, lalu melakukan perjalanan lintas kota setiap hari untuk bekerja.Sarah sudah mengurus izin sekolah sementara untuk Auriel.Awalnya, pihak sekolah tidak setuju menerimanya. Namun setelah memberikan satu set soal ujian dan menemukan bahwa Auriel memiliki bakat luar biasa, mereka akhirnya menerima siswi itu.Di sepanjang perjalanan, Casya berkata, "Kalau adikmu kesulitan mendapatkan sekolah, dia bisa masuk sekolah swasta. Aku bisa carikan koneksi yang tepat."Ada beberapa sekolah s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status