Compartir

Bab 675

Autor: Fitri
Beraninya mereka mengatakan semua itu tepat di depan istri orang!

Salah seorang yang tadi ikut bergosip segera angkat bicara, "Maaf, Bu Lunara. Tadi kami benar-benar nggak bermaksud ...."

"Nggak perlu minta maaf sama aku. Kalian ini karyawan perusahaan. Lakukan saja pekerjaan kalian dengan baik."

Mulut adalah milik mereka sendiri. Apa yang mereka ucapkan hanyalah prasangka. Dan sekalipun itu memang prasangka, Lunara tidak berniat mengoreksinya.

Untuk sesaat, satu-satunya suara yang terdengar di
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 744

    Kurir baru saja datang mengambil bunga itu ketika Lunara keluar dari area parkir."Mau dibawa ke mana?""Bunga dari Frans. Aku suruh kirim balik."Sejak Frans mengirim bunga kepada Elina terakhir kali, Lunara sudah merasa ada yang tidak beres.Hanya saja, Elina bukan anak kecil. Dia punya pertimbangannya sendiri, jadi Lunara tidak berkata apa-apa. Mereka berdua berjalan berdampingan memasuki gedung perusahaan."Kenapa dia kirim bunga?"Elina menghela napas, lalu tersenyum pasrah kepada Lunara. "Supaya Kak Silvar marah. Dia bilang ke Kak Silvar kalau aku adalah wanita yang sudah nggak diinginkan Pak Kayden, lalu diserahkan begitu saja kepada Kak Silvar."Lunara terdiam.Jalan pikiran menjijikkan seperti itu memang hanya bisa dipikirkan oleh Frans. Namun karena yang mengatakannya adalah Frans, Lunara juga tidak terlalu terkejut."Silvar yang cerita ke kamu?""Iya. Pulang ke rumah dia langsung memelukku sambil menangis. Ingus dan air matanya diusap semua ke bajuku."Mengingat kejadian dua

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 743

    "Itu beda. Undanganku juga mengundang aku dan suamiku."Kayden tersenyum tipis."Kalau begitu, kali ini aku akan mengandalkan Bu Lunara untuk membawaku kembali ke kampus.""Tentu saja."Melihat mereka berdua juga akan hadir, beberapa mahasiswa itu bersorak kegirangan. Mereka memberi tahu stan yang akan mereka buka saat acara nanti dan mengundang Lunara serta Kayden untuk mampir.Lunara pun mengangguk menyetujuinya.Para mahasiswa itu kemudian bergegas mengejar kereta terakhir menuju kampus.Lunara memandangi punggung mereka yang semakin menjauh. Sambil menggenggam tangan Kayden, dia merengek, "Aku sudah capek jalan. Gendong aku pulang."Kayden tersenyum tak berdaya. Jarak yang ditempuh Lunara hari ini kalau dijumlahkan mungkin bahkan belum sampai seribu langkah. Dia berjongkok di depan Lunara, lalu menepuk punggungnya."Naik."Dalam dua atau tiga langkah, Lunara langsung melompat ke punggungnya. Sambil memeluk Kayden dengan erat, dia berseru, "Jalan!"Kayden menopang tubuh Lunara agar

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 742

    Di tepi pantai, sekelompok anak muda sedang bernyanyi dan menari dengan riang. Kayden menggandeng tangan Lunara, lalu berjalan ke sisi pantai yang lebih sepi."Tunggu aku sebentar."Dia berbalik dan menghampiri kelompok anak muda itu sambil mengatakan sesuatu.Begitu melihat seorang pria tampan tiba-tiba datang, beberapa mahasiswa langsung bersorak dan mengajak Kayden bergabung bermain bersama mereka.Kayden memandang sekelompok anak muda yang wajahnya masih terlihat seperti mahasiswa baru. Setelah bertanya, ternyata mereka memang mahasiswa tahun pertama Universitas Andara yang sedang mengadakan kegiatan bersama organisasi kampus.Senyum tipis menghiasi wajahnya.Begitu melepaskan kesan dingin yang selalu dibawanya di gedung perkantoran, selain setelan jas yang dikenakannya, dia sebenarnya tampak tidak jauh berbeda dengan anak-anak berusia 18 tahun itu.Kayden menoleh ke arah Lunara yang berdiri di belakangnya."Istriku masih nunggu aku."Para mahasiswa itu pun melihat ke arah yang dit

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 741

    Berbeda dengan kejadian tak terduga semalam, kali ini Eston sedang meminta persetujuannya. Jarak di antara mereka juga masih beberapa sentimeter, sehingga Casya punya cukup ruang untuk menolaknya.Namun, Eston menyimpan permen yang diberikan Floryn, lalu memberikannya kepadanya.Casya jadi tidak sanggup menolak. Dia perlahan mendongakkan kepala, lalu berbagi permen itu dengan Eston.Permen rasa anggur itu tetap mempertahankan rasa asam dan manis alami buahnya, seolah ada sebutir anggur yang dibagi berdua di mulut mereka.Rasanya berbeda dengan semalam.Saat Eston akhirnya menjauh, Casya mendengar embusan napas pria itu yang sedikit memburu di dekat telinganya. Seketika, telinganya memerah. Dia buru-buru memalingkan wajah agar Eston tidak melihat keadaannya sekarang."Jangan kira hanya karena kakakku nggak menyalahkanmu, lalu aku akan setuju untuk pacaran denganmu.""Aku nggak berani berharap sejauh itu."Bagi Eston, fakta bahwa Kayden telah memberinya kesempatan untuk mendekati Casya s

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 740

    Setelah makan selesai, Kayden pergi ke kasir untuk membayar. Pelayan tersenyum sambil berkata, "Pak Eston sudah membayarnya."Kayden menoleh dan bertatapan dengan Eston.Eirene segera menjelaskan, "Keluarga kami memang berinvestasi di restoran ini. Kalau Kakek sampai tahu kami makan bersama keluarga Bu Casya tetapi yang bayar malah Pak Kayden, Eston dan aku pasti akan dimarahi begitu pulang."Kayden memang pernah mendengar sedikit tentang latar belakang restoran ini. Tempat itu memang sering digunakan untuk menjamu pejabat pemerintah, jadi tidak aneh kalau Keluarga Lumbana ikut berinvestasi di dalamnya.Kayden menggenggam tangan Lunara, lalu berbalik memandang Casya yang berjalan beberapa langkah di belakang mereka."Maaf merepotkan Pak Eston untuk antar Casya pulang. Aku dan Lunara masih ada urusan, jadi kami pamit dulu.""Silakan, Pak Kayden."Eirene datang membawa mobilnya sendiri. Mereka pun berpisah di depan restoran.Baru setelah Kayden dan Lunara pergi, Casya mengembuskan napas

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 739

    "Kak, bukannya dulu sudah dijelaskan?""Tapi dia nggak percaya. Kalau laki-laki mulai ngambek memang nggak ada habisnya."Eston terdiam sejenak sebelum berkata, "Aku bisa jelaskan ke dia.""Boleh saja. Tapi dia sedang menjalankan tugas. Sudah setengah bulan aku bahkan belum melihat batang hidungnya."Lunara menyesap sedikit kuah sup sambil tersenyum. "Kakak iparmu sibuk sekali?"Eirene menghela napas. Sambil menopang dagunya, dia mengeluh, "Iya. Awalnya kami berencana tahun ini berusaha punya anak kedua. Tapi, bayangannya saja nggak kelihatan. Masa aku harus nangkap dia pulang, suruh dia tidur denganku, lalu setelah selesai langsung membiarkannya berangkat tugas lagi?"Nada bicara Eirene penuh keluhan.Casya mengangkat alis. "Memangnya kenapa nggak boleh?"Eirene menghela napas panjang dengan wajah penuh rasa sebal. "Dengan intensitas pekerjaannya seperti itu, kondisinya sudah nggak sebagus dulu."Lunara menahan tawanya. Dulu dia juga sering mendengar Eirene dan Gaia mengeluhkan suami

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status