Compartilhar

Bab 712

Autor: Fitri
Suara pria itu rendah. Saat sengaja dipelankan, terdengar sedikit serak. Ketika bertanya, ujung jarinya sempat menyentuh tangan Casya. Hanya sesaat, lalu segera dilepaskan.

Jantung Casya tiba-tiba berdebar. Dia mendadak panik. Begitu mengangkat kepala, dia melihat Eston sedang menunduk menatapnya.

Mungkin karena kemarin dia sempat mengolok-olok pakaiannya, hari ini Eston sudah berganti baju. Hanya saja, kaus hitam yang dikenakannya bergambar Spider Man, membuat kesan lucunya justru bertambah.

"N
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 715

    Lunara selalu percaya bahwa setiap bidang memiliki tantangannya masing-masing. Setiap orang memiliki keahliannya sendiri, dan itu memang benar.Dia memiliki selera estetika dan kemampuan menggambar, tetapi tidak mempunyai bakat alami yang pas dalam mendesain perhiasan. Menjadi peninjau desain sudah lebih dari cukup, tetapi jika harus memikul tanggung jawab sebagai desainer utama, hasilnya masih terasa kurang.Sekarang bekerja sama dengan Casya justru terasa sangat cocok.Kayden berlutut dengan satu kaki di depan Lunara. Jarinya mengusap bagian belakang pergelangan kaki Lunara yang lecet akibat sepatu hak tinggi."Sakit nggak?""Masih bisa ditahan."Kulit tumit Lunara memang sangat tipis dan sensitif. Hampir setiap kali memakai sepatu hak tinggi, tumitnya pasti lecet. Dia sudah terbiasa.Kalau bukan karena Kayden yang melihatnya, dia sendiri bahkan tidak menyadarinya. Mungkin tadi dia terlalu lama berdiri saat berbicara dengan Eden. Setelah mulai berjalan, posisi kakinya berubah sehingg

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 714

    Di antara mereka hanya terhalang sebuah pintu mobil.Meski sudah memasuki awal September, cuaca masih sangat panas, membuat orang merasa gerah dan gelisah.Lunara mengenakan sepatu hak tinggi dengan sol yang agak tipis. Panas dari aspal menembus lapisan kulit sepatu dan membakar telapak kakinya. Lunara teringat pada kebakaran itu. Dia tidak ingin memikirkan alasan Eden masuk ke dalam kobaran api saat itu. Dia juga tidak ingin menilai siapa pun dengan prasangka buruk.Namun, dia tahu bahwa dirinya harus menjaga jarak dengan Eden. Itu akan lebih baik bagi semua orang.Lunara tetap berdiri di tempat."Nggak perlu. Aku nggak butuh. Merek kami ikut dalam tender ini dengan persaingan yang adil. Aku nggak butuh jalur ordal dalam bentuk apa pun."Eden tertegun sejenak. Lalu, dia menarik kembali map dokumen itu. Dia menghela napas pelan. "Aku hanya berniat baik. Kak Lunara benar-benar nggak punya perasaan.""Terima kasih." Jawaban Lunara tetap tenang dan rapi, tanpa memberi celah sedikit pun.E

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 713

    Lunara mengatakannya dengan serius. "Kalau soal karakter, menurutku dia baik. Soal kepribadian, selama kamu suka, itu sudah cukup."Casya buru-buru melambaikan tangan. "Aku nggak bilang aku suka sama dia!"Mungkin Eston memang memiliki sedikit perasaan padanya, tetapi Casya tidak menganggap itu sebagai rasa suka. Tidak lebih karena kebutuhan keluarganya.Kalau bicara terus terang, setelah Rayan meninggal nanti, belum tentu Eston masih akan menghubunginya.Begitu memikirkan hal itu, dada Casya tiba-tiba merasa sesak. Seolah ada sesuatu yang tersangkut, sampai membuat napasnya terasa berat.Melihat reaksinya, Lunara berkata, "Kalau menurutmu dia lumayan, anggap saja sebagai teman. Nggak semua orang cocok dijadikan pasangan.""Tapi teman, justru itu yang sedang kurang kamu miliki."Casya memang tidak punya banyak teman dekat.Selain bekerja setiap hari, sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mengunjungi pameran demi mencari inspirasi desain baru. Kalau tidak begitu, dia biasanya hanya b

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 712

    Suara pria itu rendah. Saat sengaja dipelankan, terdengar sedikit serak. Ketika bertanya, ujung jarinya sempat menyentuh tangan Casya. Hanya sesaat, lalu segera dilepaskan.Jantung Casya tiba-tiba berdebar. Dia mendadak panik. Begitu mengangkat kepala, dia melihat Eston sedang menunduk menatapnya.Mungkin karena kemarin dia sempat mengolok-olok pakaiannya, hari ini Eston sudah berganti baju. Hanya saja, kaus hitam yang dikenakannya bergambar Spider Man, membuat kesan lucunya justru bertambah."Nggak. Siapa yang takut sama kamu?""Kalau begitu, kenapa kamu menghindariku?"Bola mata Casya berputar pelan. "Aku nggak menghindar."Napas Eston terasa begitu dekat di hadapannya, membuat Casya semakin gugup. Dia menghela napas pelan."Pulanglah. Di luar terlalu panas. Nggak baik untuk lukamu."Begitu mendengar kalimat itu, Casya langsung berbalik dan berlari pergi secepat mungkin. Seolah-olah Eston adalah monster yang mengerikan, dia kabur tanpa menoleh lagi.Eston memandangi punggung Casya ya

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 711

    Baru saat memesan makanan, Casya sadar kalau Eston benar-benar orang yang sulit diajak bernegosiasi.Katanya lukanya belum sembuh sehingga tidak boleh makan apa pun yang bisa mengganggu proses penyembuhan. Akibatnya, dia hanya dipesankan semangkuk bubur putih.Mana ada orang sakit makan begitu?Untungnya kemudian datang beberapa hidangan lain. Casya makan seadanya dan rasanya memang cukup enak. Melihat dia selesai makan, Eston berdiri untuk membayar. Lalu, dia mengantar Casya pulang.Begitu tiba di gerbang kompleks, mereka melihat Saphira sedang menemani Daisy bermain di area bermain anak. Daisy langsung melihat Casya turun dari mobil, lalu berlari memeluk kakinya."Tante, kamu pulang!"Daisy sudah tumbuh jauh lebih tinggi. Begitu menoleh, dia melihat Eston yang masih berada di dalam mobil. "Dia suami Tante?"Casya terdiam sejenak."Bukan.""Tapi Ayah bilang cuma Ibu yang boleh duduk di kursi penumpang depan mobilnya. Tante duduk di kursi depan mobil Om ini, berarti dia suaminya Tante,

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 710

    Casya sibuk bekerja. Luka di lehernya menjadi perhatian seluruh perusahaan. Ke mana pun dia pergi, selalu ada yang bertanya apa yang terjadi padanya. Dalam sekejap, dia hampir menjadi orang yang paling dilindungi di perusahaan.Akhirnya Casya meminjam syal dari Lunara untuk melilit lehernya.Lunara memandangnya lalu mengingatkan dengan niat baik, "Bu Casya, hari ini suhunya 38 derajat. Yakin cocok pakai syal di leher?""Ini namanya fashion."Kejadian semalam sudah diketahui seluruh Keluarga Narasoma.Lunara terbangun tengah malam karena Kayden tiba tiba bangun dari tempat tidur. Setelah tahu Casya baik-baik saja, barulah dia bisa tidur dengan tenang hingga pagi. Dia memandangi lingkar hitam pekat di bawah mata Casya."Mau ambil cuti dan pulang istirahat?""Nggak usah. Masih banyak pekerjaan menungguku. Lagian, cuma luka ringan."Meski Casya memiliki sifat manja dan keras kepala, dia bukan tipe yang cengeng atau suka mengeluh seperti putri yang dimanja."Katanya semalam sampai polisi tu

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status