Share

KDCS 6

Author: Nashwa_27
last update Last Updated: 2025-10-09 12:10:40

Sagara dan Jeslyn kini sedang dalam perjalanan pulang. Sagara membawa Jeslyne ke kediaman mansion Dirgantara atas perintah Opanya. Sagara tidak membantah, di dalam mobil hanya ada keheningan tanpa ada yang memulai pembicaraan, Jeslyne yang masih terselimuti rasa duka dan sedih hanya menatap luar jendela. Langit berubah menampakkan gelapnya malam, Jeslyne yang sudah kelelahan karena seharian menangis perlahan memejamkan matanya membawanya ke alam mimpi.

Sagara yang mendengar dengkuran halus dari Jeslyne, menoleh ke samping. Tatapannya sulit di artikan, melihat pemandangan wajah damai Jeslyne dalam tidurnya, terlihat matanya yang sembab setelah menangis seharian. Tangannya terulur hendak memegang puncak kepalanya namun ia urungkan dan mengepalka tangannya kuat, ia menahan emosi kala teringat masa lalunya yang menyakitkan.

“Sialan, kenapa sih lo harus lakuin itu ke gue,” gumam Sagara menahan emosinya.

Mobil Sagara memasuki pelataran rumah mewah dan menghentikan mobil di depan mansionnya. Sagara tidak ada niat membangunkan Jeslyne dari tidurnya. Ia berdiam diri di dalam mobilnya sambil memainkan handphonenya.

Eeeugh

Perlahan Jeslyne membuka matanya, dan menatap sekeliling. Jeslyne yang merasa asing dengan tempatnya sekarang, mengerutkan keningnya. Hingga suara bariton mengejutkan lamunannya.

“Udah bangun lo,” ucap Sagara tanpa menoleh.

“Eh…kok lo ada disini?“ Tanya Jeslyne terkejut saat berada dalam satu mobil dengan Sagara.

“Terus!?“

“Kenapa lo bawa gue kesini!? Gue mau pulang.“

“Mulai sekarang lo pulang ke sini,” tukas Sagara tanpa mau di bantah.

“Tapi…”

“Gue tidak menerima penolakan.“ Sagara langsung keluar begitu saja tanpa menghiraukan Jeslyne.

Jeslyne menghembuskan napas pelan, sepertinya Sagara masih membencinya. Sagara yang sekarang seperti orang asing, bukan seperti Sagara yang ia kenal dulu.

Ceklek

Jeslyne membuka pintu mansion, ia melangkah memasuki rumah Sagara. Sebenarnya ini bukan kali pertama Jeslyne ke kediaman Sagara, dulu saat masih sama Sagara, Jeslyne pernah di ajak Sagara main ke mansionnya. Tapi Jeslyne hanya mau masuk sebatas ruang tamu dan ruang tengah saja, karena Sagara selalu mengajak masuk ke kamarnya.

“Loh, Sayang, kok bengong aja, ayo masuk,” titah Issabela menggandeng tangan menantunya masuk ke dalam.

“Eh, iya, Tante!“

“Kok masih panggil Tante sih, panggil Mama dong.“

“Emm…iya Mama,” jawab Jeslyne pelan.

“Sagara ke mana, kok kamu sendirian?“ Tanya Issabela yang tak melihat putranya.

“Udah duluan, Mom, tadi keknya lagi buru-buru,” bohong Jeslyne.

“Ya udah, ayo, Mama, antar ke kamar Sagara,” ajak Issabela naik tangga menuju kamar Sagara.

“Nah, ini kamarnya, kamu bersih-bersih dulu gih, habis itu turun kita makan malam bersama ya,” Jeslyne menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam kamar Sagara dengan degup jantung berdetak kencang.

Ceklek

Pintu terbuka, Jeslyne masuk ke dalam kamar Sagara. Sagara tengah duduk di tepi ranjang sembari memainkan handphonenya tanpa melihat siapa yang masuk.

“Emmm…Ga, gue boleh pinjem baju lo gak? Gue gag ada baju ganti soalnya,” Tanya Jeslyne ragu-ragu.

“Hmm, lo ambil aja di lemari sana,” jawab Sagara dingin menunjuk lemari dengan dagunya.

“Makasih.“

Jeslyne berjalan menuju lemari Sagara, mengambil kaos sembarang tanpa melihat-lihat dan berlalu ke kamar mandi.

~.***.~

Ceklek

Pintu kamar mandi terbuka, menampakkan sosok gadis cantik dengan rambut basahnya. Jeslyne yang memakai kaos Sagara yang kebesaran di badannya justru menambah kesan sexy, apalagi hanya sebatas paha menampilkan kulit putih mulusnya.

Sagara yang melihat penampilan Jeslyne yang saat ini sudah menjadi istrinya menelan ludahnya dengan susah payah, tenggorokannya seakan tercekat.

“Ngapain lo bengong di situ?“ ucap Sagara dengan mengalihkan pandangannya.

“Ee…enggak papa.“

“Tadi, Mama, nyuruh kita turun buat makan malam, tapi gue malu pakai pakaian kayak gini buat turun ke bawah!“ Keluh Jeslyne dengan menunduk ke bawah.

“Lo disini aja gue ambilin makananya ke sini,” jawab Sagara datar.

“Thanks ya.“

“Hmm.“

Sagara keluar dari kamarnya meninggalkan Jeslyne yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi. Entah kenapa perasaannya sekarang lebih canggung menghadapi sikap Sagara yang dingin ini.

“Malam,Opa, Pah, Mah!“ Sapa Sagara pada keluarganya yang sudah berkumpul di meja makan.

“Malam, loh Jeslyne mana, Ga, kok gak turun? Tadi, Mama, sudah bilang buat makan malam bersama.“

“Jeslyne, kepalanya lagi pusing katanya, Ma,” jawab Sagara berbohong.

“Duh, kasian menantu, Mama. Biar, Mama, bawain makanan ke kamar kalau gitu,” Issabela yang hendak berdiri namun di tahan oleh Sagara.

“Gak usah, Ma! Biar Saga sendiri yang antar ke kamar sekalian, Saga, juga makan sama, Jeslyne,” Saga menahan Mamanya dan mengambilkan makanan untuk di bawa ke kamarnya.

Ceklek

Sagara masuk ke dalam kamarnya dengan membawa nampan berisi dua piring makanan juga air minum. Jeslyne yang tengah duduk di sofa kamar langsung mendongak dan melihat Sagara yang tengah membawa nampannya.

“Nih, lo makan,” Keduanya lalu makan bersama dengan suasana hening, hanya terdengar suara dentingan sendok.

Sagara yang sudah selesai makan, beranjak dari kursinya tanpa suara. Ia melangkah ke walk in closet mengabil jaket dan juga kunci motornya. Sagara melangkahkan kakinya keluar namun ia hentikan saat mau di ambang pintu.

“Gue mau keluar, lo kalau mau tidur, tidur aja gak usah nungguin gue,” ucap Sagara , lalu membuka pintu dan melangkahkan kakinya keluar tanpa mendengar jawaban dari Jeslyne.

“Hmm…Hati-hati di jalan,” gumam Jeslyne pelan, meski Sagara tidak mendengarnya.

“Opa, untuk saat ini Jeslyne akan bertahan demi permintaan, Opa. Tapi jika Jeslyne sudah lelah maafkan, Jeslyne, kalau suatu saat, Jeslyne, harus menyerah, Opa!“ Gumam Jeslyne sembari meneteskan air matanya saat teringat kembali dengan Opanya.

Sagara meninggalkan Jeslyne sendirian di kamarnya, bukan tanpa alasan Sagara pergi karena tidak ingin melihat Jeslyne yang mengingatkan pada masa lalunya yang buruk.

Tok

Tok

Tok

Ceklek

Pintu terbuka, menampilkan sosok tampan dengan kaos casual dan celana pendek.Dia adalah Darell adik Sagara yang kini sudah menjadi adik iparnya.

“Hay, kakak ipar,” sapa Darell dengan senyum sumringahnya.

“Darell, ada perlu apa? ayo masuk,” balas Jeslyne menyuruh Darell masuk namun membiarkan pintu kamarnya terbuka, karena tidak ingin menimbulkan salah paham.

“Kakak ipar, gue minta maaf ya, karena gak bisa datang kepemakaman, Opa lo. Gue turut berduka cita atas kepergian, Opa lo,” tutur Darell mengucapkan bela sungkawa pada Jeslyne yang sekarang sudah menjadi kakak iparnya.

“Iya gak apa-apa, Rell,” jawab Jeslyne.

“By the way, Abang, kemana? kok gak kelihatan?“ Tanya Darell celingukan mencari kakanya.

“Emm… Abang lo tadi pamit keluar katanya, gak tau ke mana, dia cuma bilang keluar dan gak usah di tunggu gitu aja,” ujar Jeslyne memberitahu Darell.

“Keterlaluan tuh si abang, masak bininya habis berduka langsung di tinggal gitu aja,” Darell mengomel.

“Ya udah sih biarin aja, lo kan tahu sendiri permasalahan gue sama abang lo gimana?“

~•o0o•~

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kisah & Cinta Sagara   KDCS 43

    Jeslyne tengah menyiapkan makan siangnya, karena jam sarapannya sudah lewat. Jeslyne menata hidangannya di atas meja, hanya masakan simple saja. Sagara menghampiri Jeslyne dan memeluknya dari belakang, “masak apa, Sayang?“ Tanya Sagara dengan mengendus leher Jeslyne. Jeslyne sudah mengetahui jejak merah yang di tinggalkan Sagara, membuat dirinya sangat malu, terlebih waktu membukakan pintu dan Jeslyne belum mengetahui. Pantas saja teman-teman Sagara sampe melongo waktu dirinya membukakan pintu. “Iiiissh, minggir. Malu tau di liatin temen-temen kamu,” omel Jeslyne mencoba melepas pelukan dari Sagara. “Waaaaah, masak apa nih, Bu Bos?“ Tanya Nando saat ketiganya menghampiri meja makan. “Masakan simple aja, ayam saus asam manis. Ayo makan,” ajak Jeslyne pada ketiganya. “Ck, mereka doang yang di ajak,” sewot Sagara menatap sinis para sahabatnya. Jeslyne langsung mengapit lengan Sagara dan ia dudukkan di depan meja makan, “duduk,” titah Jeslyne yang d

  • Kisah & Cinta Sagara   KDCS 42

    Sagara dan Jeslyne sampai di vila penginapan mereka, keduanya berjalan sembari tertawa mengingat kejadian lucu dan menyenangkan di pantai tadi. Sagara tidak melepas dekapannya dari Jeslyne, mengingat banyak yang melirik istrinya kagum. Sagara menatap tajam siapa saja yang berani menatap sang istri, karena hatinya langsung panas dengan api cemburunya. Ceklek Jeslyne langsung masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Sagara duduk di ruang tamu vila sembari menerima telepon dari sahabatnya. Sagara yang sudah selesai menerima teleponnya beranjak dari kursinya, ia masuk ke dalam kamar, namun kamar masih kosong, menandakan jika Jeslyne belum selesai dengan mandinya. Sagara berjalan pelan mendekati pintu kamar mandi, dengan pelan ia menekan handle pintu kamar mandinya. Sagara tersenyum riang seperti mendapat jackpot, karena pintu kamar mandi terbuka tanpa di kunci oleh Jeslyne. Tanpa pikir panjang, Sagara langsung masuk dengan mengendap-endap. Sagara tersenyum miring melihat

  • Kisah & Cinta Sagara   KDCS 41

    Ceklek Sagara masuk membawa nampan berisi makanan, Jeslyne yang masih merasakan sakit di bawahnya menjadi cemberut karena dirinya tidak jadi pergi jalan-jalan. Jeslyne yang teringin sarapan pagi dengan di temani pemandangan indah jadi mengurungkan niatnya, karena masih merasakan nyeri di bawahnya bahkan sampai ia kesulitan untuk berjalan. “Sayang, jangan cemberut gitu dong,” ucap Sagara sembari mengelus pipinya. “Padahal kan aku pengen jalan-jalan,” rengek Jeslyne membuat Sagara gemas. “Iya, nanti kalau udah gak sakit aku janji bakal ajak kamu jalan-jalan ke manapun kamu mau,” bujuk Sagara membuat Jeslyne akhirnya tersenyum senang. “Awas kalau bohong.“ Sagara terkekeh gemas melihat wajah sang istri, “udah, makan dulu,” Sagara dan Jeslyne menyantap makanannya dalam hening. Setelah selesai makan, Sagara tidak membiarkan Jeslyne beranjak dari tempat duduknya. Sagara langsung membereskan bekas makanannya. Sagara kembali dengan membawa kantong plasti

  • Kisah & Cinta Sagara   KDCS 40

    'Warning 21+ “Terimakasih, Sayang,” ucap Sagara di sela ciumannya. Sagara masih menjamah tubuh sang istri dengam ciuman-ciuman panasnya. Jeslyne yang sudah di buat panas akan sentuhan Sagara hanya bisa melenguh dengan mata tertutup, Jeslyne bahkan sudah tidak bisa lagi menolak, karena merasakan sensasi yang tidak pernah ia rasakan. Decapan dari ciuman keduanya menggema di suasana malam yang hening dan dingin ini. Tangan Sagara tidak tinggal diam, tangannya ia gunakan untuk meremat buah dada Jeslyne. Sagara masih asyik melumat bibir ranum sang istri, melesakkan lebih dalam ke rongga mulut Jeslyne. Puas bermain di bukit kembar Jeslyne, Sagara kembali memainkan tangannya di perut Jeslyne, mengusapnya pelan, membiarkan Jeslyne yang menggelinjang menikmati sentuhan yang ia berikan. Saat Jeslyne merasa semakin panas dengan permainan, Sagara kembali memainkan barang yang belum pernah ia sentuh. Tangannya dengan berani memasukkan

  • Kisah & Cinta Sagara   KDCS 39

    Setelah selesai dengan acara makannya, Sagara dan Jeslyne kini kembali ke Vila yang mereka tempati saat ini. Jeslyne masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri. Sedangkan Sagara memilih membersihkan diri di kamar mandi luar. Sagara masuk ke dalam kamarnya setelah selesai membersihkan tubuhnya. Namun ketika masuk, Sagara mengerutkan keningnya pasalnya ia melihat Jeslyne tengah mengacak-acak kopernya. “Kamu cari apa, Sayang, kok belum ganti baju?“ Tanya Sagara menghampiri Jeslyne yang masih memilah-milah bajunya yang masih di koper. “Ini, aku perasaan masukin baju tidur piyama deh, tapi kenapa kok gak ada satupun piyama tidur aku ya di koper. Malah yang ada baju-baju kurang bahan semua kayak gini sih,” heran Jeslyne, padahal ia ingat jelas bahwa dia memasukkan baju-baju piyama untuk dirinya tidur, tapi setelah membongkar bajunya justru tidak ada satupun baju piyamanya di dalam koper. "Kamu yakin gak lupa?" Tanya Sag

  • Kisah & Cinta Sagara   KDCS 38

    Terik siang memancarkan sinar matahari yang begitu cerah, jalanan nampak ramai di padati pengguna jalan yang sedang melakukan aktivitasnya masing-masing. Sama seperti halnya dengan perjalanan Sagara dan Jeslyne, saat ini keduanya sedang melakukan perjalanan menuju bandara. Seperti pada umumnya, suasana jalan sekarang sedikit macet, karena menunjukkan jam istirahat para pekerja kantoran. Satu jam perjalanan, dengan menghadapi macet jalanan yang cukup padat, Sagara dan Jeslyne akhirnya sampai di bandara. Sang sopir dengan sigap membukakan pintu mobilnya, dan setelah itu melangkah ke belakang untuk menurunkan koper majikan mudanya. “Terimakasih ya, Pak! Ini buat beli makan siang, Pak Ujang, nanti,” ucap Jeslyne dan memberikan selembar uang biru kepada sopirnya. “Aduh, Non, Gak usah repot-repot atuh, ini kan udah tugas, Pak Ujang,” tolak Pak Ujang tidak enak dengan majikannya. “Gak pa-pa, Pak Ujang, terima aja. Kalau gitu kita masuk dulu ya, Pak Ujang,” sahut Sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status