LOGINSejak pertemuannya pertama kali setelah perpisahannya setahun lalu, membuat Sagara yang masih menyimpan kebencian pada gadis yang pernah mencapakkan dirinya tersenyum sinis. Tatapannya yang tajam memperlihatkan betapa ia ingin membalas apa yang sudah gadis itu perbuat pada dirinya. "Lets the game, Baby" gumam Sagara dengan senyum smirknya.
View MoreDi malam hari, malam bisa membuat penguat bagi seseorang dalam memulai hari esok. Dan kata-kata indah di malam hari juga bisa sebagai penutup harimu menjadi tenang. Dengan begitu, suasana hati dan pikiran yang tenang akan meningkatkan kualitas tidur.
Namun tidak bagi seorang Sagara Althair Dirgantara, lelaki berparas tampan. Laki-laki dingin dan tak tersentuh, akan tetapi selalu berhasil membuat para gadis tergila-gila akan pesonanya. Malam yang seharusnya di gunakan untuk istirahat tapi tidak dengan Sagara, ia yang mengalami gangguan kesulitan untuk tidur membuat ia menghabiskan malam entah di area balap atau bahkan tak jarang ia berada di club hingga ia tak sadarkan diri. Bukan tanpa alasan Sagara mengalami gangguan tersebut, semenjak kepergian kekasihnya secara tiba-tiba dan mengatakan untuk mengkahiri hubungannya secara sepihak, membuat dirinya bertanya-tanya? Apa yang salah dari dirinya?. Jeslyne Velishia Anderson, nama yang masih melekat di hatinya, luka yang di torehkan oleh gadisnya bahkan masih membekas sampai detik ini. Gadis yang dulu menjadi pujaan hati sekaligus penyemangat di hidupnya tiba-tiba pergi meninggalkan dirinya begitu saja. Samenjak kepergiaannya semangatnya sirna, hari-hari yang di laluinya terasa hambar. Malam, di tempat sirkuit arena balap mobil Sagara sudah duduk dengan pembawaan yang tenang. Ya, Sagara kini berada di arena balap mobil, ia sudah terbiasa dengan gemuruh suara derum mobil juga riuh para penonton di arena balap. Pembawaanya yang tenang juga tatapannya yang tajam, mampu membuat musuh bergidik oleh tatapannya. Bruuuumm “Huuuu, Sagara, i love you” “Sagara, saranghe” “Sagara, kamu pemilik hatiku, kiyowooo” “Gila, pesonanya makin badas” “Anjir, gantengnya gak ada duanya, meskipun kayak kulkas tujuh pintu” Suara derum mobil yang berbunyi membuat para penonton berteriak heboh, apalagi teriakan histeris dari para gadis yang meneriaakkan nama Sagara. Walaui begitu, Sagara tidak pernah perduli apalagi menengok. “Hallo, w******p, Bro! Gimana, udah siap kalah malam ini?“ ejek Alex pada Sagara yang akan menjadi lawannya malam ini. “Lo lagi hina diri sendiri,” balas Sagara tenang. “Brengsek” teriaknya dengan emosi, membuat Sagara tersenyum miring. Seorang gadis dengan pakaian sexy melangkah maju dengan membawa sehelai kain sebagai tanda bahwa acara balap akan segera di mulai. Setelah berada tepat di depan diantara dua mobil gadis tersebut mengangkatnya ke atas. One… Two… Three… Goooo… Bruuuuumm Mobil masing-masing melesat meninggalkan Area, Sagara masih memimpin dengan kecepatan penuh. Ia mampu menguasai jalan meski dengan belokan-belokan tajam. Mobil Alex yang berada tidak jauh dari mobil Sagara, semakin melaju menambah kecepatan untuk menyalip mobil Sagara. Sagara melirik kaca spion dengan tersenyum smirk. “Jangan harap lo bisa ngalahin gue,” gumam Sagara. “Sial,” gerutu Alex mencengkeram setir mobilnya. Bruuumm Ckiiiit… Mobil Sagara tiba di garis finish terlebih dulu dan kemudian di susul mobil Alex di belakangnya. Sorak gembira terdengar nyaring oleh para sahabat Sagara dan juga gadis penggemar Sagara tentunya. Sagara turun dari mobil dengan wajah dingin serta pembawaanya yang tetap tenang. “Woyooo, gak kaleng-kaleng emang bos gue nih!“ seru Kenzo sahabat Sagara. Alex berjalan menghampiri gerombolan Sagara dan melempar segepok amplop berisi uang taruhan yang sudah di sepakati. Lucas yang berada tidak jauh, langsung menangkap amplop yang di lempar Alex dengan spontan. “Woy, santai, Broo, lo kalau kalah, kalah aja gak usah emosi gitu kali,” ejek nando dengan gelak tawa. “Bangsat, cari mati lo,” teriak Alex dengan melangkah maju, akan tetapi pergerakannya di halau oleh sahabat-sahabat Sagara. “Dih, nyolot, udah kayak macan betina lo.“ “Tunggu pembalasan gue,” ancam Alex dengan menuding wajah Sagara. Sagara hanya diam tenang tidak menanggapi ocehan Alex. “Ga, kita party kan malam ini, buat rayain kemenangan kitaaa,” ajak Kenzo pada Sagara. “Lo ambil uangnya, terserah mau lo buat ap…” kalimat Sagara terhenti dan tubuhnya membeku ketika ia tidak sengaja melihat siluit tubuh yang sangat ia kenali. Ia terdiam sejenak menatap kepergian gadis tersebut. Deg… Jantungnya tiba-tiba berdebar hebat setelah melihat gadis tersebut. Sagara langsung berlari menerobos kerumunan mengejar gadis yang ia lihat barusan, ia yakin jika dirinya memang tidak salah lihat. “Sial, gue kehilangan jejak,” gerutu Sagara, ketika gadis tersebut sudah menghilang begitu saja. * * * Di SMA Pelita Bangsa, Seorang laki-laki tampan mengendarai motor sport dengan helm fullfacenya memasuki area parkiran sekolah. Kedatangannya tentu menjadi pusat perhatian para siswa-siswi sekolah karena penampilannya yang mencolok di antara siswa lainnya. Sagara melepas helm fullfacenya, memperlihatkan wajah tampannya dengan tatapan yang tajam. Seorang gadis tiba-tiba saja menghampiri Sagara, dengan membawa kotak bekal yang akan di berikan kepada Sagara. “Kak, ini bekal dari aku buat, Kak Saga!“ gadis tersebut menyodorkan kotak bekal kepada Sagara, namun Sagara enggan menerima kotak bekal tersebut dan berlalu begitu saja tanpa menghiraukan gadis tersebut. “Buat gue aja sih, gue bakal terima dengan lapang dada,” sahut Kenzo yang ingin meraih kotak bekal tersebut. “Enak aja, enggak,” ketus gadis tersebut dan berlalu pergi. “Dasar, orang sama-sama di makan juga, apa bedanya sih di kasih ke gue.“ “Jelas beda ege, Sagara cakep kalo muka lo kek tupai,” ejek Lucas menoyor kepala Kenzo. “Cabut kuy” ajak Nando mengikuti Sagara menuju kelasnya. Sebuah mobil memasuki pelataran sekolah, Jeslyne bersama kedua orang tuanya turun dari mobil melangkah menuju ruang kepala sekolah. Tok, Tok, Tok “Selamat pagi” “Selamat pagi, Bapak Roger, silahkan masuk,” sambut kepala sekolah kepada Jeslyn dan keduan orang tuanya. “Apa kabar Jeslyne, selamat datang kembali di sekolah ini.“ “Baik, Pak, trimakasih masih mau menerima saya kembali di sekolah ini.“ “Saya nitip Jeslyne ya, Pak Danang, sekali lagi trimakasih sudah menerima kembali putri saya di sekolah ini.“ “Sama-sama, Pak Roger. Mulai hari ini kamu bisa masuk kelas kamu ya, Jeslyn, nanti di antar sama guru kelas kamu,” ucap kepala sekolah memberitahu Jeslyn. “Baik, Pak!“ Setelah pertemuan dengan kepala sekolahnya, orang tua Jeslyne pamit kembali untuk pulang. Jeslyne berjalan memasuki kelasnya beriringan dengan guru kelasnya, detak jantungnya tiba-tiba saja berdetak kencang, padahal kelas yang akan ia masuki masih sama seperti dulu, namun rasanya sedikit canggung. “Selamat pagi anak-anak,” sapa guru kelas pada muridnya. “Selamat pagi, Bu!“ Balas murid-murid. “Oh ya, hari ini kita kedatangan murid baru ya, sebenarnya kalian semua sudah kenal ya, karna teman bari kalian kali ini sudah pernah sekolah di sini sebelumnya.“ “Jeslyne, ayo masuk, perkenalkan diri kamu kembali pada teman-teman kamu,” ucap sang guru menuntun Jeslyne. “OMG, Jeslyne serius itu elo,” teriak Rhea dengan suara cemprengnya. Jeslyne merutuk kecil dalam hatinya, karna satu kelas lagi dengan sahabat bar-barnya dulu. “Pagi teman-teman, namaku Jeslyne, pindahan dari Singapore School” Jeslyne berdiri di depan kelas memperkenalkan dirinya. “Jes, makin cantik aja nih!“ teriak salah seorang murid laki-laki di kelas tersebut. “Jes, duduk sama, Aa' sini,” tawar murid laki-laki di kelasnya. “Sudah-sudah, Jeslyne kamu duduk di sana ya.“ “Baik, Bu, terimakasih.“ Jeslyne mengehembuskan napasnya pelan, jujur Jeslyne senbenarnya enggan untuk pindah sekolah kembali, karena sudah nyaman di sekolah lamanya yang di Singapura. Apalagi kembali ke sekolahnya ini, tentu saja ia akan bertemu kembali dengan masalalunya. Jeslyne harap pertemuannya kembali tidak akan memberi kesan buruk. ***Jeslyne tengah menyiapkan makan siangnya, karena jam sarapannya sudah lewat. Jeslyne menata hidangannya di atas meja, hanya masakan simple saja. Sagara menghampiri Jeslyne dan memeluknya dari belakang, “masak apa, Sayang?“ Tanya Sagara dengan mengendus leher Jeslyne. Jeslyne sudah mengetahui jejak merah yang di tinggalkan Sagara, membuat dirinya sangat malu, terlebih waktu membukakan pintu dan Jeslyne belum mengetahui. Pantas saja teman-teman Sagara sampe melongo waktu dirinya membukakan pintu. “Iiiissh, minggir. Malu tau di liatin temen-temen kamu,” omel Jeslyne mencoba melepas pelukan dari Sagara. “Waaaaah, masak apa nih, Bu Bos?“ Tanya Nando saat ketiganya menghampiri meja makan. “Masakan simple aja, ayam saus asam manis. Ayo makan,” ajak Jeslyne pada ketiganya. “Ck, mereka doang yang di ajak,” sewot Sagara menatap sinis para sahabatnya. Jeslyne langsung mengapit lengan Sagara dan ia dudukkan di depan meja makan, “duduk,” titah Jeslyne yang d
Sagara dan Jeslyne sampai di vila penginapan mereka, keduanya berjalan sembari tertawa mengingat kejadian lucu dan menyenangkan di pantai tadi. Sagara tidak melepas dekapannya dari Jeslyne, mengingat banyak yang melirik istrinya kagum. Sagara menatap tajam siapa saja yang berani menatap sang istri, karena hatinya langsung panas dengan api cemburunya. Ceklek Jeslyne langsung masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Sagara duduk di ruang tamu vila sembari menerima telepon dari sahabatnya. Sagara yang sudah selesai menerima teleponnya beranjak dari kursinya, ia masuk ke dalam kamar, namun kamar masih kosong, menandakan jika Jeslyne belum selesai dengan mandinya. Sagara berjalan pelan mendekati pintu kamar mandi, dengan pelan ia menekan handle pintu kamar mandinya. Sagara tersenyum riang seperti mendapat jackpot, karena pintu kamar mandi terbuka tanpa di kunci oleh Jeslyne. Tanpa pikir panjang, Sagara langsung masuk dengan mengendap-endap. Sagara tersenyum miring melihat
Ceklek Sagara masuk membawa nampan berisi makanan, Jeslyne yang masih merasakan sakit di bawahnya menjadi cemberut karena dirinya tidak jadi pergi jalan-jalan. Jeslyne yang teringin sarapan pagi dengan di temani pemandangan indah jadi mengurungkan niatnya, karena masih merasakan nyeri di bawahnya bahkan sampai ia kesulitan untuk berjalan. “Sayang, jangan cemberut gitu dong,” ucap Sagara sembari mengelus pipinya. “Padahal kan aku pengen jalan-jalan,” rengek Jeslyne membuat Sagara gemas. “Iya, nanti kalau udah gak sakit aku janji bakal ajak kamu jalan-jalan ke manapun kamu mau,” bujuk Sagara membuat Jeslyne akhirnya tersenyum senang. “Awas kalau bohong.“ Sagara terkekeh gemas melihat wajah sang istri, “udah, makan dulu,” Sagara dan Jeslyne menyantap makanannya dalam hening. Setelah selesai makan, Sagara tidak membiarkan Jeslyne beranjak dari tempat duduknya. Sagara langsung membereskan bekas makanannya. Sagara kembali dengan membawa kantong plasti
'Warning 21+ “Terimakasih, Sayang,” ucap Sagara di sela ciumannya. Sagara masih menjamah tubuh sang istri dengam ciuman-ciuman panasnya. Jeslyne yang sudah di buat panas akan sentuhan Sagara hanya bisa melenguh dengan mata tertutup, Jeslyne bahkan sudah tidak bisa lagi menolak, karena merasakan sensasi yang tidak pernah ia rasakan. Decapan dari ciuman keduanya menggema di suasana malam yang hening dan dingin ini. Tangan Sagara tidak tinggal diam, tangannya ia gunakan untuk meremat buah dada Jeslyne. Sagara masih asyik melumat bibir ranum sang istri, melesakkan lebih dalam ke rongga mulut Jeslyne. Puas bermain di bukit kembar Jeslyne, Sagara kembali memainkan tangannya di perut Jeslyne, mengusapnya pelan, membiarkan Jeslyne yang menggelinjang menikmati sentuhan yang ia berikan. Saat Jeslyne merasa semakin panas dengan permainan, Sagara kembali memainkan barang yang belum pernah ia sentuh. Tangannya dengan berani memasukkan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.