MasukSetelah memergoki suaminya, Danica, menindih seorang wanita asing enam bulan lalu, Vega pun mengidap misofobia parah. Bahkan disentuh sedikit saja olehnya sudah membuat Vega mual! Sejak saat itu, rumah pernikahan yang luas berubah menjadi penjara dingin. Selama enam bulan ini, demi mengakomodasi dirinya, Danica harus mensterilkan apa pun yang dia lakukan. Bahkan saat berhubungan, dia harus memakai tiga lapis kondom dan tidak boleh melebihi batas waktu yang telah ditentukan. Begitu melewati batas itu, rasa mual akan muncul dalam hati Vega. Dia akan langsung menyuruh Danica keluar tanpa peduli apa pun. Namun, Danica tetap tidak pernah mengeluh. "Vega, aku yang telah berbuat salah. Aku akan menebusnya dengan baik ...." Mereka hidup damai selama setengah tahun. Tepat ketika Vega mengira gejala misofobianya sudah mulai berkurang dan ingin berdamai dengan Danica, dia malah mendengar suara keluhan Danica yang sengaja direndahkan dari ruang kerja. "Kamu belum pernah merasakannya. Sekadar mengantarkan buah saja harus pakai sarung tangan. Menyentuh sofa sedikit langsung harus dilap tiga kali pakai disinfektan." "Aku benar-benar muak sama dia!"
Lihat lebih banyakLima tahun kemudian, di Louvre, Paris.Acara peluncuran buku autobiografi Vega yang berjudul "Tujuh Tahun Luka, Cahaya Sepanjang Sisa Hidup" diselenggarakan di salah satu tempat paling bergengsi dalam dunia seni.Kilat lampu kamera berpendar tanpa henti. Gaun putih sederhana yang dikenakannya tampak semakin memukau di bawah sorotan cahaya. Dia berdiri di atas panggung dengan tenang dan anggun. Tak ada lagi sedikit pun bayangan wanita rapuh yang dulu pernah terluka begitu dalam.Seorang jurnalis bertanya dalam bahasa Prancis, "Bu Vega, dalam buku terbaru ini Anda menceritakan masa lalu yang sangat menyakitkan. Apakah Anda pernah membenci orang yang telah menyakiti Anda?"Seluruh ruangan langsung hening. Semua kamera tertuju kepadanya. Vega menggenggam mikrofon. Ujung jarinya perlahan mengusap permukaan logam yang dingin. Dia teringat pada kedua tangannya yang pernah memutih dan keriput karena terlalu sering terkena cairan disinfektan.Teringat lampu operasi yang dingin di rumah sakit.D
Setelah pameran seni berakhir, Danica duduk sendirian di kamar hotel menghadapi surat perjanjian perceraian itu sepanjang malam.Cahaya fajar menyelinap masuk melalui celah tirai, menerangi debu-debu yang melayang di udara. Akhirnya, dia mengangkat pena. Dengan tangan yang gemetar, dia menandatangani namanya di bagian akhir dokumen tersebut.Pada saat itu, pernikahan tujuh tahun mereka benar-benar berakhir.Keesokan harinya, pengacara mengirimkan surat perjanjian yang telah ditandatangani itu ke studio Vega. Bersama dokumen tersebut terdapat secarik catatan. Tulisan tangan Danica tampak berantakan dan ditekan begitu kuat.[ Vega, maaf. Aku terlambat mengucapkan kata ini. Semoga hidupmu ke depan menjadi seperti yang selalu kamu impikan. ]Saat menerima dokumen itu, Vega sedang mewarnai sebuah lukisan baru. Dia memandangi tanda tangan yang begitu dikenalnya sangat lama.Kemudian, untuk pertama kalinya, dia tersenyum dengan perasaan lega yang sesungguhnya.Tak lama kemudian, panggilan vid
Danica berlutut di tengah ladang lavender sepanjang malam. Embun pagi membasahi rambut dan jasnya. Dia tampak sangat menyedihkan.Antoine yang kebetulan lewat melihatnya. Memandang wajah Danica yang kurus dan pucat hingga hampir tidak dikenali lagi, profesor tua itu hanya menggelengkan kepala dan menghela napas."Anak muda, ada beberapa kesalahan yang memang nggak bisa diperbaiki."Tatapan Danica kosong. Seolah menggenggam harapan terakhir, dia bertanya, "Kalau aku melepaskan karierku, meninggalkan semua yang kumiliki di negaraku, lalu tinggal di sini untuk menemaninya ... apakah dia akan berubah pikiran?"Antoine menepuk bahunya pelan. "Yang dia inginkan bukan pengorbananmu. Yang dia inginkan adalah rasa hormat yang seharusnya sudah kamu berikan sejak awal."Hampir pada saat yang sama, Grup Herdos mengalami guncangan besar. Karena sang presdir terus-menerus absen dari rapat dewan direksi, harga saham perusahaan anjlok dalam semalam.Telepon darurat berdatangan tanpa henti. Danica hany
Danica kembali ke rumah kecil yang disewanya dan tidak tidur semalaman. Suara ketukan keyboard bergema di ruangan yang sunyi. Dia membuka laptopnya dan dengan jari-jari gemetar mengetik sebuah judul.[ Surat Cinta Tujuh Tahun untuk Vega ]Dia ingin menuliskan semua kata yang tak pernah sempat diucapkannya selama tujuh tahun itu. Semua rasa bersalah. Semua penyesalan. Semuanya.Hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari yang dulu dianggapnya sepele kini terasa begitu berat saat dituangkan ke dalam tulisan.Keesokan paginya, ketika sinar matahari pertama baru saja menyentuh ladang lavender Provence, penduduk kota kecil itu dikejutkan oleh sebuah papan lukis raksasa yang berdiri di tepi ladang.Di atasnya terdapat sebuah lukisan. Goresannya kaku dan canggung. Namun, masih bisa dikenali sebagai tiruan lukisan "Reinkarnasi" karya Vega.Danica mengerjakannya sepanjang malam. Dengan kemampuan melukis yang jauh dari kata baik, dia berusaha meniru karya Vega dengan segenap kemampuannya.Di bawah












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.