LOGINSejak aku mulai mengingat segala hal, setiap orang yang muncul di hadapanku selalu memiliki sebuah angka yang melayang di atas kepala mereka. Angka itu menunjukkan berapa kali lagi kami akan bertemu sepanjang hidup kami. Jika angkanya satu, berarti pertemuan kali ini adalah pertemuan terakhir kami. Setelah itu, kami tak akan pernah berjumpa lagi. Saat usiaku sepuluh tahun, angka di atas kepala Nenek hanya tersisa satu. Setelah menyisir rambutku untuk terakhir kalinya, malam itu juga dia meninggal dalam tidurnya. Ketika aku lulus kuliah, angka di atas kepala guru yang paling berjasa dalam hidupku adalah dua. Setelah pertemuan kami yang kedua, dia pindah ke luar negeri bersama seluruh keluarganya. Sejak saat itu, dia tak pernah kembali ke negara ini. Saat usiaku dua puluh lima tahun, aku menikah dengan Harry Rangkuti, seorang pengacara ternama yang selalu memenangkan perkara. Di ruang sidang, dia tak pernah sekalipun mengalami kekalahan. Namun, seluruh kelembutan hatinya hanya dia berikan kepadaku. Selama tujuh tahun pernikahan kami, dia selalu pulang tepat waktu setiap hari. Semua penghasilannya dia serahkan kepadaku atas kemauannya sendiri. Bahkan saat sedang melakukan perjalanan bisnis, sesibuk apa pun dia, dia selalu menyempatkan diri melakukan panggilan video denganku sebelum tidur. Namun, yang terpenting adalah sejak hari pertama aku mengenal Harry, angka di atas kepalanya bukanlah ratusan, apalagi puluhan ribu. Melainkan simbol tak terhingga. Angka yang tak akan pernah habis. Aku mengira itu berarti kami ditakdirkan untuk menemani satu sama lain hingga akhir hayat. Sampai menjelang ulang tahun pernikahan kami yang ketujuh, Harry mulai sering lembur. Bahkan kemejanya, yang biasanya sama sekali tidak pernah dia semprot parfum, kini menyisakan aroma bunga kacapiring yang asing. Saat aku mendesaknya untuk memberikan penjelasan, dia hanya terdiam selama satu detik, lalu menunduk dan mengecup keningku. “Belakangan ini ada seorang klien yang baru bercerai dan harus membesarkan anaknya sendirian. Hidupnya tidak mudah, jadi dia cukup sering datang ke firma hukum untuk menemuiku. Mungkin aromanya tidak sengaja menempel di bajuku.” Aku menatap simbol tak terhingga yang masih bertengger di atas kepala Harry tanpa perubahan sedikit pun. Diam-diam, aku merasa mungkin akulah yang terlalu banyak berpikir. Bagaimanapun juga, angka-angka itu tak pernah berbohong. Namun, sampai suatu malam Harry kembali pulang terlambat karena lembur, simbol yang selama ini tak pernah berubah di atas kepalanya tiba-tiba mulai berkedip. Cahaya keemasan itu perlahan meredup, sedikit demi sedikit, hingga akhirnya padam. Sebagai gantinya, muncul angka tiga berwarna merah menyala. Saat itu juga aku tahu, aku dan Harry tak akan memiliki masa depan bersama lagi.
View MoreSetahun kemudian, aku menggunakan penghasilan dari hak cipta buku bergambarku untuk membeli sebuah studio lukis.Ukurannya tidak besar, tetapi memiliki satu dinding penuh jendela yang menghadap ke selatan.Cahaya matahari sore mewarnai penyangga lukisan itu, sekaligus menyinari sisir perak yang telah diperbaiki dan diletakkan di dekat jendela.Retakan pada sisir itu masih terlihat jelas.Aku tidak lagi mencari penggantinya.Pada hari buku bergambar baruku diterbitkan, pihak penerbit mengirimkan sejumlah buku contoh kepada beberapa lembaga sosial yang bekerja sama dengan mereka.Salah satu penerimanya adalah pusat bantuan hukum untuk anak di bawah umur tempat Harry bekerja.Dia tidak menjadikan hal itu sebagai alasan untuk menghubungiku dan juga tidak meminta siapa pun menyampaikan sesuatu kepadaku, apalagi muncul di salah satu acara tanda tangan buku.Buku bergambar baruku berjudul ‘Setiap Pertemuan’.Ceritanya tentang seorang gadis yang setelah mengalami kehilangan, tetapi tetap berse
Setelah Festival Seni berakhir, Harry meninggalkan Kota Selatan.Dia tidak lagi menyimpan jadwal kegiatan publikku, tidak juga meminta asistennya memesan tiket ke kota berikutnya.Setelah kembali, dia resmi mengundurkan diri dari firma hukum lamanya dan bergabung dengan pusat bantuan hukum untuk anak di bawah umur.Penghasilannya bahkan tidak sampai setengah dari sebelumnya, sementara kantornya hanyalah sebuah bilik kecil yang sempit.Kasus pertamanya adalah membantu seorang gadis yang selama ini dikendalikan oleh ayahnya untuk mengajukan perintah perlindungan keselamatan diri.Saat mendengar ibu anak itu berulang kali berkata, “Dia juga melakukan semua ini demi kebaikan anaknya,” Harry terdiam lama.Dahulu, dia juga menggunakan alasan yang sama untuk menentukan bahwa Linka harus berbaik hati, mengalah, dan memaafkan.Di masa lalu, dia terbiasa menjadi sosok penyelamat di mata orang lain.Kini, dia hanya memberikan bantuan hukum sesuai tanggung jawabnya. Dia tidak lagi menjadikan keter
Pada hari Festival Seni, Harry sudah tiba di dekat lokasi acara sejak dini hari.Dia menginap di sebuah hotel yang berjarak dua blok dari sana. Dia tidak naik pesawat, kereta cepat, ataupun menggunakan lift yang mungkin mengalami gangguan.Pukul enam pagi, dia berjalan menyusuri jalan setapak demi setapak hingga tiba di pintu masuk.Acara baru akan dimulai empat jam lagi.Dia duduk di pinggir jalan dengan membawa air minum dan roti. Pandangannya tak pernah beralih dari pintu utama.Selama menunggu, dia tidak menelepon pihak penyelenggara, juga tidak meminta bantuan orang lain untuk menyampaikan namanya ke ruang persiapan.Kali ini, dia tidak ingin menggunakan status atau koneksinya untuk memaksaku memberikan tanggapan.Dia hanya ingin melihatku sekali di acara terbuka, seperti penonton biasa, lalu pergi dengan tenang.Pukul 09.40, mobil-mobil yang membawa para tamu mulai memasuki lokasi acara.Mobil yang kutumpangi akan tiba sebelum pukul sepuluh.Harry berdiri. Telapak tangannya berke
Setelah perceraian sudah resmi ketuk palu, Harry masih belum benar-benar bisa melepaskan keinginannya untuk bertemu denganku.Dia tidak lagi mencari tahu jadwal pribadiku, tetapi tetap memperhatikan informasi tur pameran buku bergambar yang diumumkan secara terbuka.Kota pertama adalah Brikarta.Dia tiba sehari lebih awal dan bahkan menyusuri sendiri jalan dari hotel ke lokasi acara sesuai petunjuk navigasi.Namun, malam itu sebuah pipa air pecah sehingga lokasi acara terpaksa dipindahkan secara mendadak.Staf menempelkan pemberitahuan di bawah pengumuman lama, tetapi kertas itu basah terkena air yang mengalir keluar hingga tulisannya menjadi kabur dan sulit dibaca.Saat informasi di internet diperbarui, acara berbagi cerita itu sudah selesai.Ketika dia tiba di lokasi baru, yang dilihatnya hanyalah para staf yang sedang membongkar papan latar bertuliskan namaku.Kota kedua adalah Kota Utara.Dia membeli tiket baris pertama, bahkan lebih dahulu memastikan bahwa aku akan menghadiri acar






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.