Keluarga memang kompleks ya, terutama ketika ada saudara yang sikapnya berbeda di depan dan belakang. Aku pernah menghadapi situasi seperti ini, dan cara paling halus yang kupakai adalah dengan humor ringan. Misalnya, saat mereka pura-pura peduli di depan keluarga besar, aku mungkin bilang, 'Wah, jarang-jarang nih perhatian kayak gini, kapan lagi bisa nikmati moment kayak gini?' dengan senyum. Ini memberi pesan tanpa langsung konfrontasi.
Kadang aku juga memilih untuk memuji tindakan mereka yang sebenarnya, tapi dengan sedikit twist. Contohnya, 'Keren banget sih bisa selalu tampil sempurna di depan orang, aku aja sering kecolongan.' Intinya, sindiran halus yang tetap menjaga hubungan, karena bagaimanapun mereka tetap keluarga.