เข้าสู่ระบบIstriku adalah seorang pengelana dari dunia lain. Mereka dilarang menjalin hubungan dengan orang-orang dari dunia kecil yang mereka singgahi. Namun, dia jatuh cinta padaku pada pandangan pertama. Setiap kali hatinya bergetar karena cinta, jiwanya akan merasakan rasa sakit seolah tercabik-cabik. Dia sudah menanggung siksaan seperti itu sebanyak 99 kali. Setelah itu, aku diculik ke Manmar Utara. Setiap hari, aku dipukul dan hidup dalam penderitaan akibat penyiksaan. Di ambang kehancuran, aku teringat pada metode rahasia yang pernah diajarkan Chellyn kepadaku untuk menghubunginya dari dunia lain. Namun, saat berhasil melakukannya, yang kudengar justru percakapan antara Chellyn dan mentornya di dunia asalnya. "Chellyn, kenapa kamu menghubungi organisasi pemberontak dan minta mereka menculik Zarend? Bukannya dia cinta sejatimu?" Suara istriku dingin dan kejam. "Penderitaan ini seharusnya dialami oleh pemeran pria pendukung, Timmy. Demi menyelamatkannya, aku nggak punya pilihan lain." "Zarend adalah tokoh utama pria di dunia ini. Dia mendapat perlindungan Kehendak Langit, jadi nggak mungkin terjadi apa-apa padanya." "Setelah misi ini selesai, aku bisa tinggal selamanya di dunia ini. Saat itu, aku pasti akan menebus semuanya dengan baik." Hatiku hancur berkeping-keping. Ketika para penjahat itu kembali mendekat ke arahku, aku benar-benar melepaskan segala perlawanan.
ดูเพิ่มเติม"Kamu bisa mencegah semua itu terjadi sejak awal. Kamu bisa memastikan dia nggak pergi ke luar negeri. Padahal ada begitu banyak cara yang bisa dipilih.""Tapi kamu justru memilih menjadikanku pengganti yang menanggung semua penderitaannya.""Chellyn, apa kamu benar-benar mencintaiku?"Dia begitu pintar. Kalau dia benar-benar ingin mengubah satu bagian dari alur itu, sebenarnya dia bisa menanganinya dengan baik.Namun pada akhirnya, dia tetap memilih cara yang paling ekstrem, memilih membiarkanku terluka. Bahkan tidak pernah mempertimbangkan apakah aku bisa bertahan hidup atau tidak.Sejak lama, hatinya sudah berubah. Hanya saja dia tidak mau mengakuinya."Memang aku mudah luluh. Tapi aku hanya luluh kepada Chellyn yang mencintaiku. Bukan kepada Chellyn yang sengaja menyakitiku."Aku terdiam sejenak, lalu menatap lurus ke matanya. "Chellyn, sekarang aku sudah nggak mencintaimu lagi."Cinta yang dahulu pernah ada, kini hanya menyisakan kekecewaan dan penderitaan yang tak berujung. Aku p
Aku begitu terkejut hingga tidak mampu berkata apa-apa. Chellyn sampai tega menyakiti orang-orang yang tidak bersalah demi diriku?"Pergi bujuk dia." Orang tua itu menghela napas. "Jangan biarkan dia terus berbuat dosa. Kami nggak bisa masuk ke dunia kecil itu. Satu dunia kecil hanya bisa dimasuki oleh satu pengelana dari dunia lain."Aku mengangguk. Meskipun tidak ingin bertemu Chellyn lagi, aku juga tidak ingin dia membunuh orang-orang yang tidak bersalah demi diriku.Aku mengikuti orang tua itu menuju sebuah gedung tua yang sudah usang. Di luar gedung, polisi mengepung dari segala arah. Suara imbauan untuk menyerah terus terdengar dari pengeras suara."Chellyn, kamu sudah dikepung! Letakkan senjatamu dan keluar untuk menyerah! Bersikaplah kooperatif agar mendapat keringanan hukuman!"Orang tua itu membawaku melewati garis polisi dan langsung masuk ke gedung. Bau darah yang menyengat menerpa wajahku. Aku hampir muntah karenanya.Akhirnya, aku melihat Chellyn. Dia berdiri di sebuah ru
Dia menahan rasa sakit hebat yang kembali menyerang, lalu mengaktifkan kemampuan teleportasinya dan menghilang dari tempat itu dalam sekejap.Detik berikutnya, dia sudah muncul di dekat Timmy. Begitu melihat Chellyn tiba-tiba muncul, Timmy langsung menghampirinya dan meraih lengannya dengan akrab."Kak Chellyn, kamu ke mana? Aku sampai nggak bisa mengejarmu."Chellyn bahkan tidak meliriknya. Dengan satu tendangan, dia menjatuhkan Timmy ke lantai, lalu menjambak rambutnya dan memaksanya mendongak. "Kamu yang menyuntikkan obat pemicu sepsis ke Zarend?"Timmy menjerit kesakitan. Dia menatap Chellyn dengan ketakutan dan buru-buru menggeleng. "Bukan aku! Bukan! Kak Chellyn, apa yang kamu bicarakan? Mana mungkin aku mencelakai Kak Zarend?""Masih berani bohong!" Chellyn mencengkeram lehernya. Tenaga di tangannya makin besar, sementara suaranya terdengar dingin dan mengerikan. "Katakan! Kenapa kamu melakukan itu?""Uhuk ... uhuk .... Kak Chellyn, aku ... aku melakukannya demi kita ...." Timmy
Chellyn tidak berani percaya bahwa Timmy, orang yang selama ini begitu dia percayai, ternyata adalah pria sekejam itu.Dia ingin menjelaskan, tetapi tidak tahu harus berkata apa. Karena memang dia tidak pernah menyuruh Timmy menyuntikku.Joyce kembali mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya dan melemparkannya ke hadapan Chellyn. "Ini yang dititipkan Kak Zarend untukmu."Dengan tangan gemetar, Chellyn memungut cincin itu. Itu adalah cincin pernikahan kami. Mata Chellyn dipenuhi keterkejutan dan ketidakpercayaan."Suamiku ... sudah nggak menginginkanku lagi?"Pantulan cahaya dari cincin itu menusuk matanya hingga terasa perih. Dia teringat pada sebuah misi di masa lalu.Saat itu, aku melindunginya dari serpihan ledakan. Tulang rusukku tertusuk pecahan peluru, tetapi aku masih sempat bercanda bahwa dia boleh menikah lagi jika aku mati.Dia tidak setuju. Kemudian, dia membuat cincin pernikahan kami dari pecahan peluru itu. Saat menikah, aku pernah berkata kepadanya, jika suatu hari aku tid
"Chellyn, Zarend sudah nggak bisa bertahan lagi. Dia ....""Jangan ceritakan detailnya. Aku nggak sanggup dengarnya," sela Chellyn dengan tergesa-gesa, suaranya dipenuhi penderitaan. "Sudahlah. Selanjutnya, hancurkan kemaluan Zarend. Buat dia nggak bisa menjadi pria lagi.""Apa?!" Sang mentor berser
"Ck, ck, bocah ini benar-benar keras kepala."Suara wanita lain terdengar penuh ejekan. Sesaat kemudian, rasa sakit yang luar biasa kembali menghantam kaki kiriku.Rasa sakit yang seolah merobek jantung dan paru-paruku itu akhirnya membuatku tak mampu lagi menahan erangan."Oh? Akhirnya mau bersuara
Semua orang segera mendorong brankarku menuju bandara. Di bandara, kami kebetulan bertemu dengan Chellyn dan Timmy yang hendak berangkat.Joyce berlari menghampiri mereka, lalu mencengkeram lengan Chellyn dan berteriak dengan cemas, "Cepat! Biarkan Zarend naik dulu! Kondisinya sangat kritis. Kalau d
Setelah operasi selesai, aku dipindahkan ke ruang rawat dan berpura-pura tidur.Aku tidak ingin menghadapi Chellyn. Hatiku saat ini terlalu kacau, terlalu lelah.Chellyn datang. Dia duduk di samping ranjangku. Air mata yang dingin menetes ke wajahku."Sayang, maafkan aku. Aku nggak akan membiarkanmu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น