Beranda / Fantasi / Kontrak Dengan Raja Kegelapan / Bab 40: Percikan Pertama

Share

Bab 40: Percikan Pertama

Penulis: Deschya.77
last update Tanggal publikasi: 2026-08-21 23:16:04

Setelah minggu-minggu yang amat menguras fisik dengan latihan etiket yang kaku, hafalan silsilah klan Kuno yang rumit, serta insiden perpustakaan yang sempat menghebohkan seluruh istana, hari yang telah lama ditunggu-tunggu oleh Maya akhirnya tiba. Pagi itu, atas perintah langsung dan tertulis dari Raja Lucien, Maya tidak lagi dibimbing menuju Aula Utara bersama Nyonya Vespera untuk melatih cara berjalan di atas pualam. Sebagai gantinya, ia dijemput oleh dua pengawal tegap bernomor seri khusus
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kontrak Dengan Raja Kegelapan   Bab 43: Pendaran Festival Bulan Merah

    Suasana di seluruh penjuru Kota Astralia malam itu mendadak berubah secara drastis dan spektakuler. Jalan-jalan utama yang biasanya sepi, dingin, dan dibungkus hawa beku membahayakan kini berdenyut penuh dengan riak kehidupan yang luar biasa meriah. Ratusan lampion kristal gantung bernuansa merah keemasan memancarkan pendaran cahaya magis yang hangat di sepanjang koridor batu obsidian, sementara tirai-tirai kain sutra hitam berhiaskan benang perak terpasang anggun menyambut perayaan paling sakral di seluruh penjuru Kerajaan Bayangan: Festival Bulan Merah.Perayaan monumental ini hanya diadakan setiap lima ratus tahun sekali, tepat saat ketiga bulan di langit Astralia menggantung sejajar sempurna dan memancarkan pendaran cahaya merah saga yang memukau di atas kubah langit malam. Bagi rakyat jelata maupun klan-klan bangsawan Kuno Negeri Bayangan, festival ini bukan sekadar ajang pesta pora biasa, melainkan momentum spiritual yang sangat vital untuk merayakan kebangkitan kembali pasokan

  • Kontrak Dengan Raja Kegelapan   Bab 42: Prahara di Taman Terlarang

    Berita tentang kebangkitan fenomena aneh yang terjadi pada tubuh sang Tunangan Kerajaan belum sepenuhnya bocor ke telinga publik istana. Namun, perubahan aura yang menyelimuti tubuh Maya tidak bisa disembunyikan secara total dari pengamatan para tetua berdarah murni yang memiliki kepekaan sihir tinggi. Kehangatan sihir Primordial yang biasanya memancar jernih kini dipenuhi bayangan dingin yang samar namun menekan—sebuah tanda bahwa gadis fana itu telah melangkah jauh melampaui batas kodrat manusia biasa.Pagi itu, di bawah langit Astralia yang diselimuti awan kelabu tipis, Lady Lysandra melangkah menyusuri lorong berkanopi di Sayap Mawar Hitam. Langkah kakinya yang diiringi gema halus tumit sepatu kristalnya terdengar kaku dan dipenuhi amarah terpendam. Kekalahan bertubi-tubi yang dialami klannya—mulai dari hancurnya batu cincin sihir kepakannya, Lord Brandon, hingga kegagalan para tetua perpustakaan untuk memenjarakan Maya—telah merusak reputasi klan Es Utara di mata dewan kerajaan.

  • Kontrak Dengan Raja Kegelapan   Bab 41: Manifestasi Kegelapan Keemasan

    Sejak insiden ledakan kecil di ruang latihan bawah tanah, sesi latihan sihir Maya bersama Lucien ditingkatkan menjadi agenda harian. Di bawah bimbingan langsung sang Penguasa Bayangan, Maya mulai belajar mengatur ritme napas dan mengalirkan energi Primordial Ardelia tanpa memicu ledakan spontan. Namun, memasuki minggu kedua, sebuah anomali yang belum pernah tercatat dalam sejarah sihir istana mulai memanifestasikan dirinya.Sore itu, suasana di ruang latihan rahasia terasa amat hening. Cahaya keemasan dari lampu-lampu kristal membias lembut di atas permukaan pualam. Maya berdiri mematung di tengah lingkaran sihir, memejamkan mata untuk memanggil pendaran sihir emas dari dalam jiwanya. Di seberang ruangan, Lucien mengamati dengan cermat, bersiap menahan jika energi tersebut kembali meluap.Maya menghembuskan napas perlahan, meraup aliran hangat di dadanya dan menyalurkannya menuju jemari tangan kanannya. Seperti biasa, pendaran cahaya emas yang menyilaukan mulai memancar dari pergelang

  • Kontrak Dengan Raja Kegelapan   Bab 40: Percikan Pertama

    Setelah minggu-minggu yang amat menguras fisik dengan latihan etiket yang kaku, hafalan silsilah klan Kuno yang rumit, serta insiden perpustakaan yang sempat menghebohkan seluruh istana, hari yang telah lama ditunggu-tunggu oleh Maya akhirnya tiba. Pagi itu, atas perintah langsung dan tertulis dari Raja Lucien, Maya tidak lagi dibimbing menuju Aula Utara bersama Nyonya Vespera untuk melatih cara berjalan di atas pualam. Sebagai gantinya, ia dijemput oleh dua pengawal tegap bernomor seri khusus yang membimbingnya menuju Tempat Latihan Rahasia yang terletak jauh di dasar tanah Menara Mawar Hitam—sebuah ruangan melingkar raksasa berlapis benteng sihir pelindung paling kuat dan paling tebal di seluruh Kerajaan Bayangan.Hari ini adalah hari pertama Maya akan belajar mengendalikan, memanggil, serta mengalirkan sihir Primordial Ardelia yang tersimpan di dalam jiwanya secara sadar dan terarah.Di tengah ruangan dingin yang terpahat dari batu meteorit penyerap energi, Lucien sudah berdiri men

  • Kontrak Dengan Raja Kegelapan   Bab 39: Bayangan Kecurigaan

    Jika Kael mendekati Maya dengan topeng keramahan dan godaan yang meliuk-liuk, maka Azrael—Panglima Tertinggi Pengawal Kerajaan sekaligus tangan kanan Lucien—adalah kebalikannya secara mutlak. Pria bertubuh tinggi tegap dengan garis wajah sekeras batu granit itu tidak pernah tersenyum. Sepasang mata kelabunya yang tajam bagaikan sembilu selalu mengawasi setiap gerak-gerik Maya dari kejauhan dengan tingkat kewaspadaan yang hampir paranoid.Bagi Azrael, keselamatan Negeri Bayangan dan kelangsungan hidup Lucien adalah di atas segalanya. Kehadiran seorang gadis fana yang tiba-tiba membangkitkan sihir Primordial Ardelia—sihir legendaris yang telah lenyap selama berabad-abad—terlalu sempurna untuk dianggap sebagai kebetulan belaka. Di tengah situasi politik yang kian memanas dengan ancaman klan-klan pemberontak di perbatasan, keberadaan Maya di sisi sang Raja adalah sebuah variabel liar yang sangat berbahaya.Sore itu, setelah menyelesaikan sesi latihan fisiknya bersama para prajurit di lapa

  • Kontrak Dengan Raja Kegelapan   Bab 38: Senyuman Sang Serigala

    Sejak insiden kekacauan di Perpustakaan Agung dan pengakuan terbuka di Balairung Utama yang menguncangkan seluruh fondasi politik kerajaan, keberadaan Maya bukan lagi rahasia yang tersembunyi di sudut Istana Bayangan. Kehidupan sehari-harinya kini dipenuhi ritme latihan etiket yang sangat menguras tenaga, hafalan silsilah klan Kuno yang rumit, serta ketegangan politik yang tak pernah redup di antara para tetua bangsawan tua. Namun, di antara lorong-lorong batu obsidian yang kaku, dingin, dan penuh intrik terselubung tersebut, muncul satu gangguan baru yang cukup mengusik ketenangan dan fokus Maya: kehadiran Lord Kael yang kian intensif.Pria tinggi berambut perak pendek dari klan utama wilayah selatan itu mulai semakin sering muncul secara "kebetulan" di tempat-tempat yang dilintasi oleh Maya. Jika Lucien adalah wujud kegelapan malam yang tenang, tegas, dan mengintimidasi dengan wibawa mutlak, maka Kael adalah bayangan liar yang tak pernah bisa ditebak—selalu hadir dengan senyuman mis

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status