Share

Dia Selalu Terkenang

Penulis: Stary Dream
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-05 06:40:28

Andri terkejut karena didorong begitu saja oleh Dyandra. Apalagi Dya langsung duduk menarik selimut menutupi tubuhnya yang hampir setengah polos, lalu meringkuk di tepi pembaringan.

"Ada apa, Dya?"

"Maaf, mas.. aku belum siap."

Terperangah Andri akan ucapan istrinya. Belum siap? Bukannya tadi Dyandra yang mengizinkan dirinya untuk menyentuh.

"Kenapa, Dya? Kamu masih takut?"

Dyandra hanya menunduk dengan wajah yang memerah. Wajah Aditya tiba-tiba saja melintas ketika Dya memejamkan mata.

"Aku nggak akan menyakitimu.. aku berjanji.."

Andri mendekat dan ingin menyentuh tangan istrinya, tapi dengan cepat Dya menjauhkan dirinya.

"Maaf sekali, mas.. aku belum bisa melayanimu." Lirih Dyandra belum berani mengangkat wajahnya.

"Apa yang sebenarnya kamu takutkan?" Kalau begini, Andri jadi heran. Sudah 5 bulan berlalu, Andri pikir Dya trauma akan kejadian malam itu. Tapi dengan berjalannya waktu, semua yang Andri berikan juga penerimaan Dyandra.. Andri pikir Dya sudah kehilangan traumanya.

Dyand
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Dyah Wiryastini
Dya harus nya ke psikiater menyembuhkan lukanya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Yang Disembunyikan Dyandra

    Mobil hitam ini baru masuk ke halaman istana sekitar jam 8 malam. Ya ampun, Dyandra sampai merutuki dirinya sendiri. Terlalu sibuk mengurus anak dari pria lain membuatnya lupa waktu. Dya yakin suaminya pasti berkali-kali menghubunginya. Salah Dya yang memang tidak mengangkat panggilan tersebut. Apalagi ponsel Dya langsung mati karena kehabisan baterai.Baru saja membuka pintu rumah, Dya terkejut karena melihat Andri yang menunggunya di ruang tamu."Mas Andri.." bagaimana ini? Dya jadi merasakan gugup bukan main."Dari mana kamu, Dya?" Tanya Andri dengan nada datar."Aku dari rumah sakit." Jawab Dya terbata."Ada yang sakit? Kemarilah.." Andri menepuk sisi tempat duduknya. "Ceritakan padaku. Siapa yang sakit?"Dyandra patuh dan duduk di sisi suaminya. Berapa kali Dya menepikan anak rambutnya ke belakang telinga saking gugupnya."Anak temanku yang sakit. Kebetulan dia tinggal di rumah singgah milik kita, ketika aku tadi mampir ternyata anaknya mimisan dan sesak nafas. Jadi, aku membantu

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Kegelisahan Andri

    Dyandra membalas pelukan suaminya dengan sama eratnya seraya mengelus lembut punggung tersebut."Aku merindukanmu, Dyandra.."Oh, apa yang harus Dya katakan? Haruskah menjawab hal yang sama? Tidak. Dya lebih memilih mengusap punggung kokoh itu saja.Sementara, Andri mendapat ketenangan ketika memeluk istrinya. Memang benar Dyandra adalah obat terbaik untuk kegelisahannya."Aku mandi dulu, mas.. badanku kotor dari luar." Dya langsung menarik diri setelah terasa cukup memberikan pelukan pada suaminya.Besok paginya, Dyandra merasa heran karena suaminya yang rajin bekerja itu memilih istirahat di rumah."Mas nggak kerja?" Tanya Dya yang baru saja ingin menyiapkan pakaian kerja namun dicegah oleh Andri."Aku capek. Mau istirahat dulu.""Begitu rupanya." Dyandra lalu bergerak mengembalikan kemeja Andri ke lemari."Kamu juga hari ini nggak usah kemana-mana, ya! Restoran nanti aku suruh orang untuk mengurusnya. Aku mau kamu di rumah hari ini.""Oh.." hati Dyandra sampai berdecak tak enak. "B

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Mengenang Cinta Lama

    Dyandra terperangah melihat Adit yang langsung memburu tubuh anak kecil itu. Ia bahkan langsung menggendong dan memeluknya erat."Hidungmu berdarah lagi, Tya? Ya Tuhan.." Adit sangat bersusah hati. Dia lalu merengkuh erat putrinya."Tadi hidungnya berdarah, untung ada bu Dyandra yang bantu kami menyumpal hidungnya." Sahut wanita yang diberi titipan menjaga Tya"Oh.." Adit tersadar akan wanita yang sedang memandangnya. "Terima kasih banyak, Dya.""Kamu kenal dengannya, nak?" Tanya Nadira menyadari pria itu memanggil menantunya dengan sapaan."Dia teman sekolahku dulu, ma." Jawab Nadira tersendat."Begitu rupanya." Nadira lalu memandang Adit. "Sakit apa anakmu?""Thalasemia.""Sakit apa itu?""Kelainan darah, ma." Dyandra yang menjawab pertanyaan Nadira. "Kita pulang aja yuk." Ajak Dyandra. Entah kenapa Dya merasa canggung, apalagi dilihatnya Adit begitu cemas."Iya, kita pulang saja."Selepas kepergian dua wanita itu, barulah Adit tersadar akan kehadiran Dyandra tadi. Ia jadi bertanya

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Dia Selalu Terkenang

    Andri terkejut karena didorong begitu saja oleh Dyandra. Apalagi Dya langsung duduk menarik selimut menutupi tubuhnya yang hampir setengah polos, lalu meringkuk di tepi pembaringan."Ada apa, Dya?""Maaf, mas.. aku belum siap."Terperangah Andri akan ucapan istrinya. Belum siap? Bukannya tadi Dyandra yang mengizinkan dirinya untuk menyentuh."Kenapa, Dya? Kamu masih takut?"Dyandra hanya menunduk dengan wajah yang memerah. Wajah Aditya tiba-tiba saja melintas ketika Dya memejamkan mata."Aku nggak akan menyakitimu.. aku berjanji.."Andri mendekat dan ingin menyentuh tangan istrinya, tapi dengan cepat Dya menjauhkan dirinya."Maaf sekali, mas.. aku belum bisa melayanimu." Lirih Dyandra belum berani mengangkat wajahnya."Apa yang sebenarnya kamu takutkan?" Kalau begini, Andri jadi heran. Sudah 5 bulan berlalu, Andri pikir Dya trauma akan kejadian malam itu. Tapi dengan berjalannya waktu, semua yang Andri berikan juga penerimaan Dyandra.. Andri pikir Dya sudah kehilangan traumanya.Dyand

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Malam Hangat

    Selang satu minggu, Andri mendapatkan lahan untuk mendirikan rumah singgah. Ia juga tak perlu repot mengurus izin karena semua sudah ada yang mengaturnya.Bentuk bangunan rumah singgahpun diserahkan pada Dyandra. Intinya, semua yang dikerjakan harus sesuai kehendak nyonya rumah.Sampai akhirnya dua bulan pengerjaan yang cepat, rumah singgah itu selesai dibangun. Rumah singgah dua tingkat dengan desain seperti ruko. Terdapat beberapa kamar didalamnya dengan berbagai fasilitas seperti dapur, ruang tamu dan juga ruang hiburan. Jadi, keluarga ataupun pasien yang tengah menunggu tak akan bosan.Rumah singgah ini juga diberi nama "Cahaya Kasih". Sesuai namanya, Rumah ini diharapkan bisa memberikan keteduhan bagi siapa saja yang datang.Para keluarga pasien mulai berdatangan untuk menginap ketika rumah singgah ini sudah diresmikan."Terima kasih bu Dya. Karena adanya rumah ini, kami keluarga pasien jadi punya tempat untuk istirahat." Ucap salah satu wanita paruh baya."Kami juga berterima ka

  • Ku Kejar Cintamu, Kau Kejar Cintanya   Cintanya Andri

    Selain menjadi nyonya rumah yang cantik, sekarang Dya memiliki kesibukan baru yaitu mengurus restoran milik suaminya. Dyandra baru tahu betapa sibuknya Andri selama ini. Dya pikir karena menjadi pemilik restoran, Andri hanya bisa menjadi telunjuk sakti. Rupanya salah.Andri harus sibuk memikirkan keberlangsungan 10 cabang restoran miliknya. Khusus di kota ini, ada 5 cabang restoran miliknya, belum lagi 5 yang ada diluar kota.Hampir setiap hari Dya bolak balik dari satu cabang ke cabang lainnya. Menghandle keluhan pelanggan, masalah di dapur atau masalah yang terjadi antar pegawai."Aku dengar kamu tadi menghadapi keluhan pembeli. Apa benar?" Tanya Andri malamnya ketika mereka bisa bertemu."Cepet banget tahunya.. padahal aku belum ngasih tahu apa-apa.""Ya. Aku lihat laporan di grup." Sahut Andri datar.Dyandra menghela nafas. "Ada karyawan yang salah memasukkan jenis pesanan, jadi ada pembeli yang marah tadi. Terus aku sudah menggantinya. Nggak apa-apa, kan?""Nggak masalah. Yang pe

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status