Share

Status Suami orang!

Author: MeilyyanaM
last update Last Updated: 2022-11-08 10:01:20

“Shana? Jadi kamu ceweknya?” ujar Sagara terkejut.

“Sagara … em aku bisa jelasin semuanya. Ini hanya salah paham saja. Sebentar gini –“

“Stop, gue gak butuh penjelasan apapun tentang ini semua. Apa yang gue lihat sudah cukup menjelaskan semuanya. Terima kasih!” Sagara pun berjalan cepat menjauhi ruang tamu rumah Aidan, pria itu bahkan merubah sapaannya menjadi lo-gue.

Hatinya tak hanya terkoyak dengan ucapan Aidan tetapi hatinya pun hancur melihat sosok wanita yang akan menjadi tunangannya ternyata berselingkuh.

“Sagara dengarkan aku‼ Sagara aku mohon‼” pinta Shana seraya berlari mengejar Sagara. “Aku mohon!” ujarnya setelah berhasil meraih pergelangan tangan Sagara.

Sagara memalingkan wajahnya ia enggan menatap wanita yang sudah menghancurkan kepercayaannya. “Dengarkan aku, aku tidak berselingkuh –“ ucapan wanita itu terpotong kala Sagara menatapnya tajam. “Iya aku berselingkuh. Maafkan aku, tetapi aku mencintai kamu, Gar. Hanya kamu yang aku inginkan.”

“Simpan semua ucapan manismu, kembalilah kepelukan mantan kekasihmu. Kita putus. Silakan kembali padanya.” Sagara menghentakkan lengannya hingga cekalan Shana pun terlepas.

“Bukankah aku selalu jadi pemenangnya?” pekik Aidan membuat Sagara menatapnya tajam.

Shana dan Aidan menatap kepergian mobil Sagara dengan perasaan yang berbeda. Shana memang menjalin hubungan dengan Sagara bahkan keduanya sudah merencanakan pertunangan namun, semuanya tertunda karena Shana harus menjalani kontrak dengan managemen model tempat ia bekerja.

Kesabaran Sagara ternyata berbuah pahit, Shana tak bisa menjaga hatinya dari pesona Aidan yang notabene kekasih pertamanya saat duduk di bangku sma. Ia bahkan rela menyakiti hati sahabatnya yang sejak kecil menemani dirinya, Dayana.

“Mas kenapa kamu gak bilang kalau yang datang itu Sagara?”

“Aku mana tahu sayang kalau dia akan datang. Ya sudah biarkan saja, toh dia juga belum jelas masa depannya. Pekerjaannya dia saja belum pasti ada hasilnya. Sayang, aku akan menikahimu loh.”

“Tetapi kamu masih berstatus suami orang mas.”

Aidan mengecup bibir Shana kemudian berkata, “Tenang saja sebentar lagi juga aku akan bercerai.”

“Janji setelah itu kamu akan menikahiku dan membangunkan resort untukku?” pinta Shana dengan nada manja ia seakan lupa jika beberapa menit yang lalu ia baru saja mengemis maaf pada Sagara.

“Tentu, danau pun akan aku buatkan untukmu sayang.” Shana terbujuk rayuan Aidan hingga keduanya kembali melakukan penyatuan di ruang tamu dengan desahan yang begitu menggoda.

Berbeda dengan Aidan yang tengah menikmati manis dan legitnya tubuh Shana, Dayana sedang sibuk menata hari-harinya yang akan ia lalui seorang diri. Setelah Linda pulang, Dayana disibukkan dengan berbagai berkas untuk menuntut perceraian dan juga menuntut Aidan ke kantor polisi atas dugaan perselingkuhan dan juga kdrt.

Setelah melengkapi semua datanya, Dayana pun bergegas menuju dapur kecil, di sana hanya tersedia kompor dan beberapa panci yang sudah tak layak pakai. Dayana menghela napas berat. “Ck, harusnya aku porotin dulu Mas Aidan baru aku tinggal. Tetapi gimana mau morotin, bulanan aku saja selalu minimalis.”

Dayana mengusap perutnya yang terasa lapar, sejak pulang dari rumah sakit, perutnya belum terisi barang nasi satu sendok. Dayana menghela napas berat, ia pun membuka dompetnya dan menghitung sisa uang yang ia punya. Helaan napas berat kembali terdengar, sisa uangnya tak lebih dari beberapa lembar saja, dan tanggal gajian masih sangat lama. Tabungannya sudah ia gunakan untuk menyewa rumah ini. “Ya Tuhan, mengapa nasibku begitu buruk? Apa yang salah dariku?”

Dayana mulai mengambil kertas, ia menuliskan beberapa kebutuhan pokok dan kemungkinan harga di pasaran sana. Mulai dari beras, minyak, gula, kopi, dan beberapa sayuran untuk memenuhi menunya. “Tanpa ikan, ayam, daging. Mari kita menjadi vegetarian.”

Setelah selesai mendata semua kebutuhannya, Dayana meraih tas selempang miliknya dan berjalan keluar rumah. Belum sampai gerbang, ponsel wanita itu berdering, Dayana pun menggeser tombol hijau yang tertera di layar ponselnya.

“Hallo,” ucapnya setelah menempelkan benda pipih itu ke telinganya.

“Hallo, dengan Mbak Dayana? Saya Cahyo dari Rizky motor, mau menginfokan kalau motornya sudah bisa diambil ya mba, mau diantar atau bagaimana ya mba?”

Dayana terdiam sesaat, ia pun melirik sebelah tangannya yang masih terpasang gips yang sudah tak berbentuk. “Maaf mas kalau boleh tahu biayanya berapa ya?”

“Untuk biayanya sudah ditanggung oleh Mas Sagara, Mba. Jadi bagaimana mba?”

“Lusa saya akan ambil mas, boleh titip di sana?”

“Tentu mba, kalau begitu terima kasih atas konfirmasinya ya mba.”

Sambungan telepon pun terputus, Dayana menghela napas berat. Ia memikirkan hutangnya pada pria bernama Sagara yang ia tabrak tempo hari, pria yang membawanya ke rumah sakit sekaligus membayarkan biaya perawatannya.

“Bismillah sajalah, semoga nanti aku menemukan jalan keluar yang terbaik.” Dayana pun membuka gerbangnya setelah itu ia kembali menutup dan mengunci pagar rapat-rapat.

Dayana berjalan kaki menuju halte terdekat menunggu bus yang akan membawanya menuju pusat perbelanjaan. Butuh waktu 10 menit untuk ia tiba di halte bus. Setibanya di sana, Dayana melihat begitu banyak orang yang menunggu. Namun, wanita itu tak memiliki pilihan lain, ia tak mungkin menggunakan taksi atau ojek online karena mulai saat ini ia harus menghemat demi keperluannya sehari-hari.

Dayana turut bergabung dengan penumpang lainnya, duduk menunggu bus yang ia tunggu tiba. Berulang kali ia melihat jam di tangannya, berulang kali pula ia melihat ke arah datangnya bus, namun bus yang ia tunggu tak jua datang.

Hari pun semakin sore, matahari akan kembali ke tempatnya. Dayana menunggu kedatangan bus dengan membayangkan kejadian yang sudah ia lalui selama ini. Bayangan pernikahan harmonis nan bahagia seketika pecah dengan fakta perselingkuhan yang dilakukan Aidan.

‘Jika saja wanita yang menjadi selingkuhanmu bukanlah sahabatku, mungkin aku bisa memaafkanmu dan mengulang semuanya lagi. Namun, wanita yang menjadi duri di rumah tanggaku adalah sahabatku sendiri.’

Di tengah keramaian seperti ini, Dayana justru merasa sepi dan sendiri. Lamunan wanita itu buyar tatkala gemuruh penumpang berjalan menabrak punggung dan bahunya. Dayana pun tersadar jika bus yang ia tunggu telah tiba.

Padatnya penumpang membuat tubuh mungil Dayana terhimpit, ia meringis kala tak sengaja lengannya terkena sikut atau terjepit tubuh lainnya. Penumpaang yang turun dan naik seakan tumpah menjadi satu membuat tubuhnya semakin tak terlihat.

Dayana hanya bisa memasrahkan hidupnya, perih di tangan ngilu di sekujur tubuhnya seakan tak lagi bisa ia rasakan. Setelah berhasil melewati kerumunan dan berjibaku dengan penumpang lainnya, Dayana harus menelan pil pahit karena bus yang ia tunggu sudah penuh sesak.

Petugas bus juga menolak Dayana untuk masuk. Dayana pun harus berbesar hati untuk kembali menunggu bus selanjutnya. “Bahkan bus saja menolakku. Kenapa semesta ini tak adil padaku?”

Dayana menghela napas, ia mengedarkan pandangan menatap sekeliling netranya pun terkunci pada sebuah mobil yang berhenti di seberang halte. Hatinya memanas, ia tak terima diperlakukan serendah itu. Dayana meremas ujung kain pakaiannya dan mengucapkan ikrar dalam hati.

MeilyyanaM

Hai guys, jangan lupa tinggalkan koment yaa. Biar author makin semangat nih upnyaa. Dan jangan lupa untuk follow sosmed Thorthor @Meilyyanam yahh

| 4
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kuceraikan Suamiku, Kunikahi Pengacaramu   Jagoan Penutup Kisah

    2 tahun kemudian“Lama banget sih Gar! Bini lo sudah jerit-jerit buk –““Berisik!” sahut Sagara berlari menuju pintu berkaca yang terdapat seorang wanita paruh baya tengah berdiri di sana. “Bu,” sapa Sagara mengecup punggung tangan ibu mertuanya.“Langsung masuk saja, Nak. Dayana sudah menunggumu.” Sagara mengangguk dan bergegas masuk bersama seorang perawat.Ia melihat seorang wanita tengah berbaring di atas ranjang dengan wajah penuh peluh. Pria itu segera melepas jasnya dan menggantikan dengan pakaian serba hijau. Ia mendekati wanita yang berbaring menatapnya dengan senyum dan mata yang sayu.“Sayang, maaf aku terlambat,” ujar Sagara penuh sesal. Pria itu bergerak mengusap kening Dayana yang banjir bulir keringat.Dayana hanya tersenyum lemah dan menggerakkan tangan

  • Kuceraikan Suamiku, Kunikahi Pengacaramu   Tak Mau Bangun dari Mimpi

    Hari terus berjalan, Aidan mulai mendengar kabar jika perusahaannya tengah didemo oleh karyawan yang tak kunjung mendapatkan gaji. Wajahnya terpampang di seluruh media massa, jika dulu ia diberitakan sebagai pengusaha termuda dan sukses, kini ia harus menerima kenyataan pahit jika pemberitaannya tentang kemunduran perusahaan serta kasus yang sedang dihadapinya.“Sepertinya aku tak punya pilihan lain,” ujar pria itu seraya menatap tisu yang tengah digenggamnya.Aidan segera bangkit dan memanggil petugas lapas. “Pak saya mau menghubungi pengacara saya.”Petugas lapas itu mengangguk dan membukakan pintu sel, ia lantas memerintah Aidan menggunakan telepon kantor dan tak boleh lebih dari sepuluh menit.Setelah menekan tuts angka pria itu segera meletakkan gagang telepon di telinganya. “Hallo, bisa kau datang ke mari?”“….”

  • Kuceraikan Suamiku, Kunikahi Pengacaramu   Berpikir Jutaan Kali

    “Ehh iya? Kenapa sayang?” tanya Sagara menyimpan ponselnya cepat.Dayana mengulas senyum dan mengusap bahu pria yang kemarin meminangnya. “Mas kenapa? Ada masalah?”Sagara membalas senyuman Dayana, ia merengkuh bahu istrinya lantas mengajak wanita itu masuk ke dalam rumah. Menapaki lantai granit menuju ke lantai dua, ia lantas menuntun sang Istri masuk ke dalam kamar utama yang sudah berganti nuansa berwarna peach.“Mas mau ngomong serius sama kamu.” Ucapan pria itu membuat detak jantung Dayana berhenti berdetak, ia bahkan kesulitan menelan salivanya sendiri. “Ini bukan tentang kita kok, bernapaslah sayang.”Dayana menghela napas hingga bahunya bergerak turun. Sagara tertawa kecil melihat sikap istrinya yang terlihat menggemaskan. Ia melepas dekapannya dan berlutut di depan sang Istri yang duduk di tepi ranjang.“Sayang, maaf

  • Kuceraikan Suamiku, Kunikahi Pengacaramu   NAFKAH BATIN TERBAIK!

    “Mas aku yakin!” ujar Dayana dengan penuh keyakinan. Ia memberanikan diri untuk menyerahkan segenap dirinya pada pria yang meminangnya hari kemarin. Sagara hanya tersenyum, ia kembali mengecup bibir Dayana dengan lembut dan penuh kasih sayang. Satu persatu pakaian wanita itu mulai terlucuti begitu juga dengan sarung yang dipakai Sagara. Di pagi yang indah nan cerah itu, sepasang suami istri menunaikan nafkah batin. Suara desahan dan lenguhan tertahan menggema ke seluruh penjuru kamar, tanpa paksaan namun penuh dengan cinta dan kasih sayang. “Aaahh‼” lenguh panjang keduanya menandakan jika mereka sudah mencapai puncak kenikmatan. Tepat pukul 7 pagi, sepasang pengantin yang baru saja menunaikan nafkah batin itu selesai membasuh diri di dalam kamar mandi. Seperti pasangan pengantin sewajarnya, merkea masih asik menikmati hari-hari setelah melepas status lajangnya. Dayana dan Sagara menapaki anak tangga turun menuju ke ruang keluarga. Di sana ternyata masih ramai berkumpul keluarga Day

  • Kuceraikan Suamiku, Kunikahi Pengacaramu   Malam Pertama Dayana

    “Insya allah mas, aku pengin dia bertanggung jawab dan tahu konsekuensinya. Kalau dia terus menerus bebas dan ditolong mungkin ke depannya dia akan melakukan hal yang sama lagi, bahkan mungkin lebih parah.”Sagara mengangguk, ia lantas merengkuh tubuh istrinya. “Sudah sah, ‘kan?”Dayana tersenyum dan membalas pelukan hangat sang Suami. “Mandi mas, sudah mau malam. Gak bagus buat kesehatan loh.” Dayana menguraikan dekapannya dan bergerak mendekati almari pakaian.Sagara tertawa dan berjalan menuju kamar mandi dengan membawa sebuah handuk. Tak lama, Dayana mulai mendengar suara gemercik air yang berpadu dengan aroma sabun khas dirinya.Dayana bergegas mengganti pakaian tidurnya, ia terlihat gelisah di atas kasur. Duh kenapa jadi kepikiran malam pertama sih, lirih Dayana dalam hati seraya memikirkan cara untuk menghindar dari kegiatan malam pertama.Dayana pun bergegas membaringkan tubuhnya di atas kasur dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal. Dayana mencoba memejamkan mata ra

  • Kuceraikan Suamiku, Kunikahi Pengacaramu   Sah?

    “Datang‼! Pak Sagara datang‼” pekik Diyas yang mengintip dari jendela kamar Dayana.“Alhamdullillah,” ujar mereka menghela napas lega. Dayana memejamkan mata seraya mengucap syukur dan berterima kasih karena pria itu benar-benar membuktikan ucapannya.Dayana berdiri, ia merapikan pakaian dan melihat sekali lagi wajahnya. Terdengar bunyi ketukan di pintu kamar wanita itu. “Mba, mari turun,” ujar seorang wanita paruh baya yang biasa disebut sebagai dukun manten alias orang yang memang mengerti tata cara pernikahan adat jawa.Dayana turun dibantu Lala dan Bella di samping kanan kiri, sedangkan di depannya berjalan ibu Dayana didampingi Diyas dan Nabila, di barisan paling depan Rai dan Rara berjalan membawa buket bunga. Seluruh pandangan tamu undangan menatap Dayana dengan sorot kagum.Riasan dan tata rambutnya membuat dirinya terlihat berbeda, dibalut dengan kebaya hitam berbahan beludru menambah kecantikan dan pesona wanita itu. Langkahnya berhenti di depan meja akad, ia lantas berdiri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status