Share

33. Makan Malam Berdua

Alunan musik terdengar indah dimainkan oleh sebuah grup band di sudut kafe: merdu, mendayu, memanjakan indera pendengaran. Sangat mendukung suasana syahdu bagi pasangan-pasangan di balik meja-meja beralaskan taplak merah jambu dengan vas-vas dan bunga mawar merah merekah.

Ini kali pertamanya kencan pertama kami, aku dan Ko Kevin. Setelah berulang kali menolak dengan beragam alasan, baru lah saat ini aku menerima ajakannya.

Gugup, tentu itu yang kurasakan. Apalagi degub jantung seperti yang terjadi sewaktu aku merasakan puber dulu, kini mendera dada. Berulang kali aku meneguk minuman di hadapan untuk menyamarkan rasa tak nyaman ini. Ditambah lagi, sesekali aku mendapati Ko Kevin menatapku lekat. Sorot matanya bak ingin menghunus hingga ke relung jiwaku. Ugh!

Pancaran matanya seperti menghujam hingga tembus ke jantung, semakin membuatku salah tingkah. Pria itu terlihat berbeda sekali malam ini. Meski setiap hari dia selalu berpenampilan rapi dan modis, tetapi malam ini Ko Kevin sungguh
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status