แชร์

32. Membuka Hati

ผู้เขียน: Narpendyah Kahurangi
last update วันที่เผยแพร่: 2022-09-14 21:57:05

"Mbak ... gak mau cerita sesuatu ke aku?" Lita menunduk. Jemarinya asyik men-scroll laptop di hadapan.

Aku yang tidak mengerti akan ucapannya lantas mengerutkan dahi. "Sesuatu? Cerita apa, ya, Dek?"

"Aku kemarin sempat liat bos Mbak itu genggam tangan Mbak saat aku masuk ke mobil." Nada bicara yang digunakan Lita terdengar santai. Tapi, aku bisa menemukan keseriusan di dalamnya. Yah ... ada sedikit penekanan. Bahwa hal yang dia bicarakan adalah sesuatu yang serius.

"Oh ... itu." Aku menelan lud
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Kulepas Suami Benalu Untuk Pelakor   55. Aku Tidak Ingin Berjuang Lagi

    Malam itu, setelah panggilan telepon berakhir, Lia masih duduk seorang diri di teras rumah. Ponselnya telah lama padam. Namun suara Kevin masih tertinggal jelas di kepalanya."Aku mau ketemu kamu."Kalimat sederhana itu terus berputar-putar, membuat dadanya terasa sesak.Langit Desa Dewi tampak cerah malam ini. Bintang-bintang bertaburan tanpa tertutup gedung tinggi atau cahaya kota. Angin berembus pelan membawa aroma rumput dan tanah yang lembap.Pemandangan yang biasanya menenangkan. Namun tidak malam ini. Lia memeluk kedua lututnya. Air matanya kembali jatuh tanpa suara. Ia sungguh lelah.Bukan karena Kevin. Bukan karena Siska. Bukan karena Mami Kevin semata. Melainkan karena hidupnya yang sejak dulu seolah tak pernah memberinya kesempatan untuk beristirahat.Dulu ia berjuang mempertahankan rumah tangga dengan Arman. Ia bertahan meski sering menangis diam-diam. Ia bertahan meski perlahan kehilangan dirinya sendiri. Lalu kemudian pengkhianatan itu datang menghancurkan semuanya.Keti

  • Kulepas Suami Benalu Untuk Pelakor   54. Jalan yang Berbeda

    Desa Dewi menyambut pagi dengan udara yang dingin dan aroma tanah basah sehabis hujan semalam.Kabut tipis masih menggantung di atas hamparan sawah yang membentang sejauh mata memandang. Burung-burung kecil beterbangan rendah di antara pematang. Dari kejauhan terdengar suara petani yang mulai berangkat ke ladang.Namun keindahan pagi itu tak mampu mengusir kegelisahan yang masih bercokol di hati Lia.Perempuan itu berdiri di teras rumah sambil menyapu halaman. Gerakannya teratur, tetapi pikirannya melayang ke mana-mana.Sudah hampir seminggu ia berada di Desa Dewi. Seminggu yang terasa jauh lebih damai dibanding tahun-tahun terakhir yang ia jalani di Jakarta.Di sini tidak ada kemacetan. Tidak ada gedung tinggi. Tidak ada tatapan merendahkan. Tidak ada keluarga Kevin. Dan justru itulah yang membuat Lia semakin takut. Karena semakin lama berada di desa, semakin besar keinginannya untuk tidak kembali."Lia."Suara Purwari membuat Lia menoleh."Iya, Mak?""Kok dari tadi nyapunya bagian i

  • Kulepas Suami Benalu Untuk Pelakor   53. Perpisahan yang Sesungguhnya

    Malam setelah pertengkaran besar itu, rumah keluarga Kevin terasa jauh lebih sunyi dari biasanya.Tidak ada lagi suara televisi yang menyala dari ruang keluarga. Tidak ada obrolan santai saat makan malam. Bahkan para asisten rumah tangga tampak berjalan lebih pelan, seolah memahami bahwa penghuni rumah sedang berada dalam suasana yang tidak baik.Kevin berdiri di balkon kamar lantai dua. Kedua tangannya bertumpu pada pagar besi. Matanya menatap langit yang mulai gelap. Namun pikirannya tidak berada di sana. Pikirannya melayang jauh menuju Desa Dewi. Menuju rumah sederhana milik orang tua Lia. Menuju perempuan yang beberapa hari terakhir selalu tampak berusaha kuat, padahal hatinya sedang terluka.Dadanya kembali terasa sesak. Baru sekarang Kevin menyadari satu hal. Selama ini Lia selalu berjuang sendirian. Saat menghadapi rumah tangganya bersama Arman. Saat membesarkan Nurul tanpa sosok ayah. Saat berusaha bangkit dari pengkhianatan dan luka masa lalu. Dan kini, ketika perempuan itu a

  • Kulepas Suami Benalu Untuk Pelakor   52. Harga yang Harus Dibayar

    Mobil yang dikendarai Kevin melaju meninggalkan Desa Dewi dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari biasanya.Di depan sana, mobil milik Mami Kevin terlihat beberapa kali. Namun jarak di antara mereka sengaja dipertahankan. Kevin tidak berusaha menyusul. Maminya pun tidak pernah menunggu.Seperti hubungan mereka saat ini.Mereka masih satu tujuan, masih satu jalan, tetapi terasa begitu jauh.Kedua tangan Kevin mencengkeram setir kuat-kuat. Bayangan wajah Lia terus muncul di pelupuk matanya.Tatapan perempuan itu. Air mata yang ditahan mati-matian. Sorot kecewa yang bahkan tidak disertai kemarahan. Itulah yang paling menyakitkan.Andai Lia marah, mungkin Kevin masih bisa membela diri. Andai Lia berteriak, mungkin Kevin masih punya kesempatan menjelaskan. Namun Lia tidak melakukan apa-apa.Perempuan itu hanya diam. Justru diam itulah yang menghancurkan Kevin.***Hari mulai sore ketika mereka tiba di rumah keluarga Kevin. Begitu masuk ke halaman, Mami Kevin turun lebih dulu dari mobi

  • Kulepas Suami Benalu Untuk Pelakor   51. Kebenaran Yang Terlambat

    Lia menyandarkan sepeda di samping rumah dengan tangan yang terasa lebih berat dari biasanya. Padahal yang akan dia hadapi hanyalah satu percakapan. Namun entah kenapa, rasanya seperti sedang berdiri di depan pintu yang akan menentukan arah hidupnya.Kevin masih menunggu di teras. Pria itu berdiri dengan kedua tangan masuk ke saku celana. Tatapannya mengikuti setiap langkah Lia yang semakin mendekat.Tidak ada senyum. Tidak ada sapaan ringan seperti biasanya.Keduanya sama-sama tahu bahwa kali ini mereka tidak bisa lagi berpura-pura semuanya baik-baik saja."Ayo ke belakang rumah aja," ucap Lia pelan.Kevin mengangguk.Mereka berjalan melewati halaman samping hingga tiba di bawah pohon mangga tua yang tumbuh tak jauh dari kandang ayam milik Tarjo.Tempat itu cukup sepi. Jauh dari telinga orang-orang di dalam rumah.Lia memilih duduk di bangku bambu. Kevin tetap berdiri beberapa saat sebelum akhirnya ikut duduk di sampingnya. Jarak mereka tidak terlalu dekat.Namun cukup untuk membuat

  • Kulepas Suami Benalu Untuk Pelakor   50. Di Antara Restu dan Kenyataan

    Malam itu berlalu lebih lambat dari biasanya.Lia terbaring di atas ranjang kayu yang dulu menemaninya tumbuh dewasa. Di sebelahnya, Nurul tidur nyenyak memeluk guling kecil bergambar kelinci yang sudah mulai pudar warnanya.Angin malam masuk melalui celah jendela yang terbuka sedikit. Suara jangkrik bersahutan dari luar rumah. Semuanya begitu akrab. Begitu menenangkan.Namun anehnya, hati Lia justru tidak menemukan ketenangan yang sama. Matanya terbuka menatap langit-langit kamar. Pikirannya masih tertinggal pada percakapan ayahnya dengan Kevin di teras tadi malam.Terlebih lagi, ucapan ibunya."Kalau dia berani berdiri di depan dan memperjuangkanmu, pikirkan lagi."Kalimat itu terus terngiang. Lia memejamkan mata. Tetapi wajah Mami Kevin kembali muncul di benaknya.Tatapan datar itu. Senyum yang terasa berjarak. Cara wanita itu memperkenalkannya hanya sebagai karyawan. Cara wanita itu menyambut Siska dengan penuh kehangatan.Lia menghela napas panjang. Ia lelah. Sungguh lelah. Selam

  • Kulepas Suami Benalu Untuk Pelakor   31. Permintaan Maaf Mbak Yuli

    Aku mengantarkan Mas Arman hingga ke peristirahatan terakhirnya. Tentu demi Nurul, aku harus membuang semua rasa egoku. Tak banyak yang ikut mengantar, hanya beberapa keluarga dan teman dekat Mas Arman saja. Mungkin beberapa orang yang tau masalah kemarin, enggan takziah. Itu sebabnya di rumah duka

  • Kulepas Suami Benalu Untuk Pelakor   30. Mas Arman Meninggal

    "Ayah gak bangun-bangun, Bu. Ayah gak jawab panggilan Nurul." Nurul terisak dalam pelukanku. Sungguh perih hatiku mendengar tangisannya."Nurul bantu doa, ya. Semoga ayah cepat bangun. Nurul jangan nangis terus. Nanti ayah jadi ikutan sedih." Kuusap puncak kepalanya. Nurul mengangguk, meski air matan

  • Kulepas Suami Benalu Untuk Pelakor   22. Koko Kevin

    "Aku ngelihatnya baru kemarin. Pas dia lagi buang sampah ke luar rumah. Dia ngelihat aku kek malu gitu, Li. Buru-buru masuk ke dalam sambil nunduk.""Aku juga terakhir ketemu pas takziah ke rumah mantan suaminya. Dia nangis-nangis waktu itu. Kayak menyesal. Tapi buat apa. Udah terlambat, kan?" Aku me

  • Kulepas Suami Benalu Untuk Pelakor   20. Penyesalan Mbak Yuli

    Kami yang mengenalinya, cuma berdiri memerhatikan. Tak ada satu pun dari kami yang berusaha menenangkannya.Cukup lama Mbak Yuli menangis, hingga akhirnya ibunya Mas Burhan buka suara. "Sudah, kan, Yul? Ibu rasa cukup kamu melihat Mas Burhan. Sekarang ibu mohon segera tinggalkan tempat ini. Terlalu b

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status