Pegunungan Yuan San di negara Chu Agung, benua Han.
Di tempat itu terdapat markas sekte luar dari sebuah sekte terkenal yang bernama sekte Alam Agung Di salah satu sudut sekte luar ini, tampaklah hiruk pikuk banyak orang yang sedang menonton suatu tontonan. Seorang pemuda berumur 18 tahun sedang dihajar oleh seorang pemuda berumur 19 tahun di bawah tontonan banyak pasang mata yang bersorak-sorai. Pemuda berumur 18 tahun itu yang memakai baju putih sudah babak belur karena sudah dihajar hampir sejam oleh lawannya "Hajar Xi Feng itu, Zhong Li! Buat dia tidak mampu lagi berjalan." "Ya. Hajar dia! Kalau perlu, buat dia sudah tidak mampu bangun lagi supaya dia tidak lagi menjadi rebutan cewek-cewek di sekte luar kita." Itulah kata-kata penyemangat dari orang-orang yang dari tadi menikmati pemukulan yang dilakukan oleh Zhong Li ini kepada pemuda belia bernama Xi Feng. Sudah ratusan pukulan yang dilakukan oleh seorang pemuda sombong yang terus memukuli pemuda berumur 17 tahun itu. Pemuda itu sudah kepayahan tapi setiap kali dipukul jatuh dia selalu bangun berdiri dengan mata menantang ke arah lawannya, seakan-akan ingin membunuh lawannya dengan tatapannya. Tetapi sayangnya di sini, dia tidak memiliki kemampuan untuk membunuh lawannya itu. Saat itulah seorang gadis datang dan langsung menendang Zhong Li sambil berteriak, "kamu pengecut, Zhong Li!" Zhong Li merengis kesakitan. Melihat siapa yang menendangnya dia langsung bertanya, "mengapa kamu menendangku, Zhang Linjun?" "Karena kamu pengecut! Kultivasi alam Qi Kong kamu berada di tahap ke- 5 tapi mengapa kamu memukuli orang yang tidak berdaya yang tidak mampu melawanmu? Xi Feng belum mampu berkultivasi. Kamu betul-betul menjijikkan!" Zhong Li menatap ke arah pemuda yang baru dipukulnya, dia berkata, "bukan salahku kalau Xi Feng, si lemah ini tidak mampu berkultivasi! Bukan salahku kalau dia terlalu goblok. Jangan salahkan hal itu kepadaku!" Dengan wajah mengeras, Zhang Linjun yang cantik itu berkata, "kamu sudah tahu dia tidak mampu berkutivasi, lalu mengapa kamu masih terus mengganggunya, hah! Harusnya kamu mencari lawan lain yang sepadan denganmu!" "Aku akan terus mengganggunya karena kamu mencintainya! Ya! Aku akui kalau aku iri padanya. Mengapa kamu bisa menyukai orang yang tidak mampu berkultivasi? Mengapa menyukai orang bodoh seperti itu? Harusnya kamu menyukaiku!" Zhang Linjun menghentakkan kakinya dan berkata, "aku akui kalau aku menyukainya tapi kamu tidak berhak mengatur ngatur apa yang aku sukai. Kalaupun dia tidak bisa berkutivasi aku tetap menyukainya dan bukan kamu! Sebaiknya kamu berkaca di cermin sebelum kamu iri kepada Xi Feng!" "Kamu...." Zhong Li terdiam. Wajahnya mengeras. Tetapi dia tahu dia tidak mampu mengalahkan Zhang Linjun karena sang Zhang Linjun sudah berada di tahap ke-9 dari alam Qi Kong dan dia tidak memiliki peluang untuk mengalahkan gadis ini. Zhang Linjun mengalihkan pandangannya ke arah Xi Feng, pemuda yang dipukuli Zhong Li tadi. "Xi Feng, apa kamu tidak apa-apa?" Xi Feng berusaha bangkit. Dia langsung berkata, "aku tidak apa-apa." Walaupun wajahnya babak belur tapi dia tidak mau mengakui kalau dia kesakitan. Dia berjalan dan mengabaikan Zhang Linjun yang hendak memapah dirinya. Perhatian Zhang Linjun, gadis yang sangat cantik itu membuat Zhong Li dan yang lainnya semakin iri kepada Xi Feng karena Xi Feng berhasil menaklukkan hati Zhang Linjun, sesuatu yang tidak mampu mereka lakukan. Xi Feng memilih untuk berjalan menuju ke arah rumahnya tanpa memperdulikan Zhang Linjun yang beberapa kali berusaha menawarkan diri untuk membantunya berjalan. Karena terus mendapatkan penolakan, akhirnya Zhang Linjun menghentikan langkahnya. Dia cuma bisa menetap ke arah remaja yang pergi tertatih-tatih meninggalkan dirinya itu. "Maafkan aku, Xi Feng. Aku tahu karena aku lah yang membuat kamu menjadi sasaran kemarahan banyak orang." Zhang Linjun menghela nafas lirih. "Seharusnya aku tidak datang ke sini, ke sekte ini, karena aku akhirnya membuat hidup Xi Feng menjadi sangat tidak nyaman. Ugh... " *** Xi Feng kembali ke rumah gubuk yang ditempatinya yang berada di bagian belakang dari markas sekte luar Sekte Alam Agung. Sebenarnya hal dipukuli ini, sudah berada dalam rutinitasnya sejak 3 tahun yang lalu. Sejak dia berusaha menuntut ilmu di sekte Alam Agung ini, dia selalu menjadi bulan-bulanan murid yang lain karena dia dianggap memalukan, karena sejak berada di sekte luar ini, dia tidak mampu berkutivasi. Ada tetua yang mengatakan kalau Xi Feng ini mengalami kesulitan berkutivasi karena meridiannya tidak terbentuk dan dantian-nya kacau sehingga akan sangat sulit bagi dirinya untuk bisa berkultivasi. Tetua itu menganggap kalau Xi Feng ini adalah salah satu contoh orang yang baru bisa bermotivasi kalau bisa menemukan kultivasi yang cocok baginya dan dia tidak mendapatkan itu di Sekte Luar Sekte Alam Agung ini. Ada juga yang menganggap Xi Feng terlalu bodoh. Dianggap murid yang sangat tidak berbakat. Sehingga selama ini Xi Feng cuma diserahi tugas menjadi tukang bersih-bersih di sekte ini. Dia menjadi bulan-bulanan penindasan saudara-saudara seperguruannya bahkan kedatangan Zhang Linjun pada 3 bulan lalu di sekte ini menambah penderitaan Xi Feng karena sejak awal Zhang Linjun di sekte ini, gadis itu selalu ingin mendekati Xi Feng karena ketampanan Xi Feng. Awalnya Xi Feng menanggapi pendekatan gadis itu, tapi belakangan Xi Feng mulai menolak pendekatan yang dilakukan oleh Zhang Linjun itu. Tapi walaupun sudah menjauhi Zhang Linjun, tetap saja Xi Feng masih jadi sasaran penindasan dari saudara-saudara seperguruannya khususnya yang sangat kesengsem dengan kecantikan Zhang Linjun. *** Besoknya, Xi Feng kembali beraktivitas seperti biasa. Dia kembali menyapu di lingkungan markas sekte ini. Baru 2 jam dia menyapu, seorang murid menyuruhnya untuk menyapu di bagian belakang dapur. Tanpa banyak tanya, dia pun mengikuti arahan dari murid itu dan mulai menyapu di belakang dapur umum. Dapur umum terletak di atas tebing yang di belakangnya ada jurang yang sangat dalam yang biasanya dasarnya tidak terlihat karena ada awan Abadi yang terus menyelimuti jurang itu sehingga dasarnya tidak pernah terlihat. Saat Xi Feng sementara menyapu, saat itulah seseorang mulai mendekatinya dari samping kiri. Orang itu mengendap-endap di pepohonan. Orang itu adalah Zhong Li. Dia sudah melihat posisi Xi Feng saat ini yang berada cukup dekat dengan jurang yang disebut Jurang Tanpa Dasar. Zhong Li mulai celingukan. Dia mulai memperhatikan keadaan dengan baik. Dan lega karena tidak ada siapa pun di sekitar sini. Zhong Li mulai memantapkan rencananya. "Ini saatnya aku melenyapkan Xi Feng! Dengan tidak adanya dia, maka kesempatanku untuk mendekati Zhang Linjun akan besar. Kalau dia masih ada, Zhang Linjun tidak akan mau berpaling kepadaku." Setelah berpikir seperti itu, Zhong Li tiba-tiba keluar dari persembunyiannya dan langsung berlari dengan cepat ke arah Xi Feng. Mendengar suara langkah kaki cepat ke arahnya, Xi Feng mengangkat kepalanya. Tapi saat itu sudah terlambat. Langkah kaki cepat itu sudah menabraknya hingga dia terlempar ke belakang. Setelah itu, yang terdengar hanya suara teriakannya saat dia jatuh ke dalam Jurang Tanpa Dasar. Suara teriakan itu memancing beberapa orang datang. "Ada apa? Apa yang terjadi?" Zhong Li dengan entengnya menggelengkan kepalanya dan berkata, "aku juga tidak tahu persis. Tadi, aku sedang berkutivasi di jarak 200 meter di sebelah sana, kemudian aku melihat Xi Feng yang sedang menyapu di sini kehilangan keseimbangan dan jatuh ke dalam jurang dan yang tadi itu adalah teriakannya." "Hah? Dia pasti mati. Ada cerita beberapa orang yang jatuh di jurang ini tidak pernah kembali lagi." "Kasihan juga nasibnya." Kerumunan mulai melihat ke arah Jurang Tanpa Dasar itu. Ada beberapa yang kasihan dengan nasib Xi Feng. Ada beberapa yang mencurigai keberadaan Zhong Li di tempat ini. Mereka mencurigai Zhong Li yang telah mendorong Xi Feng jatuh ke bawah sana. Tapi tidak ada satupun yang berani bersuara. Mereka hanya memendam kecurigaan mereka di dalam pikiran mereka. Jatuhnya Xi Feng langsung menjadi berita heboh di Sekte Luar Sekte Alam Agung. *** Sementara itu, tubuh Xi Feng terus meluncur jauh ke bawah sana melewati awan-awan untuk terus meluncur ke arah bawah dengan derasnya."Bodoh, apakah kamu benar-benar berpikir Tinju Iblis yang membagi Ruang sebanding dengan kemampuanku? Sekarang, saksikan kekuatanku yang sebenarnya!"Luo Qingfeng menyeringai mengancam.Dingin di udara meningkat, seolah-olah membekukan segala sesuatu di jalurnya. Dia melepaskan rentetan Pedang Es, mendorong Xi Feng untuk terus mundur tanpa henti."Jadi kamu sudah menguasai Niat Tinju? Kamu berjalan begitu arogan, begitu kuat? Pertahankan kesombongan itu sekarang, kamu sialan. Hari ini, aku akan memastikan kematianmu sangat menyiksa. Itu adalah harga untuk memprovokasiku!"Wajah Luo Qingfeng terdistorsi dengan senyum bengkok yang lebih menakutkan daripada hantu mana pun.Dia telah didorong mundur lebih dari sepuluh mil oleh Xi Feng dan hampir menemui akhirnya dalam jebakan kematian ganda Xi Feng—sebuah penghinaan yang tidak bisa dia tanggung. Sekarang, dia dipenuhi dengan keinginan untuk menghapus rasa malu itu dengan kehidupan Xi Feng.Xi Feng telah memaksanya kembali sebelumnya, teta
Di bawah esensi kuat dari niat tinjunya yang halus, Tinju Iblis Pemisah Ruang Angkasa yang dulunya tangguh hancur dengan mudah.Niat tinju, meskipun tidak berwujud dan tidak terlihat, muncul dari puncak konsentrasi ekstrim kekuatan bela diri, esensi transformatif yang mirip dengan perbedaan antara air dan es. Tidak peduli kekuatan air, itu berbeda secara fundamental dari es.Wajah Luo Qingfeng terpelintir dengan keganasan. Awalnya keras kepala, dia sekarang mendapati dirinya tidak memiliki pilihan selain mundur. Pertarungan yang sebelumnya merupakan keseimbangan antara serangan dan pertahanan sekarang direduksi menjadi sekadar bertahan hidup.Itu tidak dapat disangkal sebagai penghinaan yang mendalam baginya.Di luar layar cahaya, murid-murid inti yang menyaksikan adegan itu benar-benar kagum."Bagaimana ini bisa... Kakak Senior Luo benar-benar didorong kembali?!"Bagi mereka, Luo Qingfeng adalah legenda yang tak terkalahkan.Namun, di depan mata mereka, legenda yang mereka hormati di
Jika Wang Shuiming benar, dan Xi Feng benar-benar penyelamat muridnya, lalu bagaimana tindakan saya sebelumnya berbeda dengan rasa tidak berterima kasih?Tidak mungkin. Aku pasti terlalu memikirkannya. Bagaimana mungkin aku bisa salah?Saya hanya tidak membuat kesalahan!Zheng Guangyue menggelengkan kepalanya, mengabaikan pikiran yang mengganggu.Lagi pula, sebagai Master Sejati Puncak Gelombang Hijau, puncak utama Sekte Awan Terbang, bagaimana saya bisa melakukan kesalahan yang mengerikan seperti itu?Sedikit kedengkian merayap ke dalam ekspresi Zheng Guangyue....Di dalam layar cahaya.Boom! Boom! Boom!Xi Feng dan Luo Qingfeng terus bertukar pukulan yang kuat, kekuatan mereka tidak berkurang tetapi tumbuh dengan setiap pukulan.Ruang di sekitar mereka tampak berjuang di bawah tekanan yang sangat besar, kadang-kadang kabur.Gelombang sisa dari pertarungan mereka saja sudah cukup untuk menandai tanah dan mengubah medan.Gunung hancur, air tanah meletus di beberapa tempat membentuk a
Sangat kuat!Xi Feng bisa merasakan tekanan yang luar biasa, setara dengan beratnya gunung, dari pukulan Luo Qingfeng.Tinju Iblis Pembelah Ruang benar-benar sesuai dengan reputasinya yang tangguh.Udara itu sendiri tampak kabur di bawah kekuatan yang luar biasa, kekuatan yang luar biasa menanamkan rasa tak berdaya pada siapa pun yang merasakannya.Sangat kuat, tidak diragukan lagi!Tapi apa masalahnya?"Tahan ini untukku!"Mata Xi Feng melotot dengan tekad yang kuat saat gelombang semangat bertarung meletus dari dalam dirinya.Yang kuat tetap kuat, dan ketika dihadapkan dengan kekuatan, mereka bangkit menghadapi tantangan. Sudah waktunya untuk pertempuran yang mendebarkan.Huhuhu...Darahnya mendidih, mengalir melalui pembuluh darahnya dengan begitu kuat sehingga seolah-olah pembuluh darahnya bernapas.Tapi bukan hanya darahnya yang mengalami transformasi; Tulang, otot, kulitnya... bahkan rambutnya mengalami perubahan radikal.Tubuh Vajra!Keterampilan bela diri ini, yang telah ia se
Di atas medan perang, layar menandakan dimulainya pertempuran ketiga secara resmi.Hsiao Dali mendongak melihat pengumuman itu dan mencibir, "Sepertinya mereka bertekad untuk menghabisi kita dengan perang atrisi yang tak henti-hentinya ini."Ia tidak terkejut; ia telah mengantisipasi perubahan peristiwa seperti itu.Lagipula, jika ronde kedua mungkin, mengapa tidak ronde ketiga, atau bahkan keempat atau kelima..."Mungkin ini bukan pertarungan tanpa akhir. Ini bisa jadi pertarungan terakhir," ujar Xi Feng, tatapannya menembus hamparan medan perang seolah-olah ia bisa melihat setiap incinya.Di seberang medan perang, Luo Qingfeng juga mengalihkan pandangannya ke sisi yang jauh.Meskipun jarak di antara mereka lima puluh mil, seolah-olah mereka terkunci dalam pertukaran pandangan mata.Mata Luo Qingfeng berbinar cemerlang yang membuatnya tampak kurang seperti mata, melainkan lebih seperti permata berharga yang dipenuhi Energi Spiritual. Pandangannya menyapu seluruh medan perang seolah i
Luo Qingfeng memperhatikan Xi Feng dan Hsiao Dali di layar cahaya, wajahnya berubah dari marah menjadi dingin yang tenang dan menusuk.Matanya, khususnya, tampak seperti menahan embun beku yang begitu menusuk hingga membuat bulu kuduk meremang.Tiba-tiba ia berkata, "Tuan Ma, saya sendiri yang akan menghadapi pertandingan ketiga.""Qingfeng, apakah kau ingin membalas dendam untuk mereka?" tanya Ma Shengyun, tatapannya berubah tanpa sedikit pun rasa terkejut.Ia mengerti bahwa semakin tenang Luo Qingfeng, semakin dalam amarah batinnya."Ini bukan hanya tentang balas dendam; ini tentang memperbaiki kesalahan yang telah kubuat," kata Luo Qingfeng dengan tenang. "Dua pertempuran sebelumnya diperjuangkan oleh tim pilihanku, dan keduanya dikalahkan habis-habisan oleh musuh. Aku akui bahwa aku meremehkan mereka, jadi sekarang, aku akan memperbaiki kesalahan ini secara pribadi.""Sebenarnya, kau tidak salah," kata Ma Shengyun sambil menggelengkan kepala sambil mendesah.Lagipula, tak seorang