تسجيل الدخولTatapan Kaisar Laut Utara tertuju pada wajah Xiao Tian dengan lebih lama daripada sebelumnya. Kesunyian mengambil alih ruangan tersebut, memutus suara angin yang bergesekan dengan dinding kayu di luar bangunan. Kaisar Laut Utara tiba-tiba menatap Xiao Tian dengan tatapan yang sangat tajam. Dia ingin memastikan bahwa anak muda di hadapannya itu nyata, bukan monster tua yang menyalin kulitnya dengan wajah muda. Analisis pasif dikerahkan untuk mendeteksi anomali usia tulang dan jejak reinkarnasi pada sosok di seberang meja. Tekanan kecil dari tatapan tersebut membuat udara di sekitar mereka terasa lebih berat untuk sesaat. Hukum gravitasi lokal terdistorsi sebagai reaksi atas kewaspadaan yang memuncak dari sang penguasa lautan. “Senior, kenapa kamu menatapku seperti itu?” tanya Xiao Tian polos. Dia pura-pura tidak sadar mengapa Kaisar Laut Utara memiliki ekspresi seperti itu. Padahal dia sengaja menyebutkan kelemahan Kaisar Laut Utara, bukan karena dia ingin merendahkan, melainkan aga
Hukum pemurnian mengambil alih wilayah tersebut, memaksa benda fisik berurai menjadi partikel dasar tanpa menggunakan medium tungku pembakaran. Dua puluh tanaman itu melayang di udara sebelum berubah menjadi aliran energi yang terkumpul di satu titik. Shen Haoran tidak ragu-ragu. Dia bahkan belum menstabilkan kultivasi-nya setelah menerobos. Risiko penyimpangan sangat besar pada fase transisi ini, menuntut tingkat kepercayaan mutlak untuk melakukan penyerapan lanjutan. Dia langsung menyerap energi dari dua puluh tanaman yang telah dilebur Xiao Tian. Energi dari dua puluh tanaman itu sangat ganas. Tetapi karena ada campur tangan Xiao Tian. Energi yang begitu ganas itu menjadi sangat lembut. Dominasi kendali sang pemuda meredam sifat merusak dari esensi tumbuhan tersebut, menjadikannya pasokan yang aman untuk dikonsumsi secara langsung. Shen Haoran fokus menyerap semua energi dari dua puluh tanaman itu. Aliran energi itu bergerak mengikuti arah yang dipandu oleh Xiao Tian. Setiap b
Keputusan untuk menyerahkan aset utama faksi membutuhkan pertimbangan komprehensif mengenai risiko dan keuntungan masa depan. Mutiara itu bukan sekadar benda yang berharga. Ia adalah salah satu fondasi penting yang dimiliki oleh Istana Laut Utara untuk memelihara kekuatan generasi penerus mereka. Kehilangan satu butir sumber daya tingkat ini akan secara langsung menunda laju pertumbuhan beberapa calon penguasa di garis keturunan utama faksi tersebut. Akan tetapi, ada sesuatu yang membuat Kaisar Laut Utara takjub dengan sikap Xiao Tian. Mutiara itu adalah harta tertinggi Istana Laut Utara. Jangankan seorang generasi muda, bahkan generasi tua yang telah hidup puluhan ribu tahun akan bergetar ketika melihat mutiara itu. Reaksi naluriah terhadap penumpukan energi ilahi sebesar ini biasanya akan memancing keserakahan atau setidaknya kekaguman yang sulit ditutupi. Tapi hal itu tidak ditemukan dalam ekspresi Xiao Tian. Anak muda itu bersikap santai walaupun dihadapkan dengan harta yang b
“Yang digunakan orang itu adalah teknik Gelombang Pemusnahan Daratan. Teknik itu hanya dikuasai dengan sempurna oleh Leluhur Istana Laut Timur. Sepertinya teman muda tidak bisa bersantai lagi, peperangan besar antara Alam Hundun dengan Istana Laut Timur sudah sangat dekat,” jelasnya. Identitas penyerang itu memastikan skala konflik yang akan terjadi. Keterlibatan seorang Leluhur mengubah status insiden menjadi ancaman eksistensial bagi kelangsungan sebuah wilayah. “Aku sudah dapat menebak hal itu. Ketika aku membunuh pasukan Istana Laut Selatan, dan juga memeras harta pasukan Istana Laut Timur dan Barat. Mereka sudah pasti akan menyerang Alam Hundun. Jadi yang akan datang bukan hanya Istana Laut Timur, tapi Istana Laut Selatan dan Barat juga pasti akan datang.” Perhitungan atas kerugian tiga faksi raksasa tersebut bermuara pada satu kesimpulan mutlak. Kehilangan sumber daya tingkat tinggi dan hancurnya reputasi mereka di mata lautan bintang hanya bisa ditebus melalui pemusnahan to
Kaisar Laut Utara menghela napas panjang sebelum menatap Xiao Tian dengan serius. Tindakan ini bukan sekadar pelepasan udara biasa, melainkan persiapan mental untuk menyentuh topik yang menyangkut stabilitas seluruh lautan bintang. “Teman muda, aku dengar dari para Tetua bahwa kamu membunuh puluhan juta pasukan Istana Laut Selatan. Apakah kamu benar-benar tidak takut terhadap mereka?” Nada suara Kaisar Laut Utara tetap tenang ketika mengajukan pertanyaan itu. Pengendalian tingkat tinggi membuat artikulasinya datar tanpa sedikit pun tendensi untuk menghakimi. Tatapannya tidak mengandung tekanan, tetapi kedalaman pandangannya memperlihatkan bahwa ia benar-benar ingin mengetahui jawaban dari pemuda di hadapannya. Evaluasi ini diperlukan untuk mengukur apakah tindakan ekstrem tersebut didasari oleh arogansi sesaat atau perhitungan yang sangat matang. Xiao Tian tersenyum kecil. Garis wajahnya memperlihatkan stabilitas yang utuh. “Senior, junior ini bukannya sombong. Dan juga bukan tak k
Di hadapan mereka berdiri sebuah rumah kayu yang tidak dihiasi ornamen mewah. Bangunan itu dirancang hanya untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal dasar tanpa memperhatikan nilai estetika visual. Struktur bangunannya sederhana, namun tertata rapi dan bersih. Tidak ada susunan pengumpul energi atau pelindung khusus yang ditanamkan pada dinding kayunya. Sebenarnya Xiao Tian benar-benar tidak enak membawa Kaisar Laut Utara ke rumahnya. Kesenjangan antara status sang tamu dan kondisi fasilitas penerimaan sangat jauh. Biasanya tamu sekelas Kaisar akan dibawa ke tempat paling mewah, bukan ke tempat sederhana seperti rumahnya yang terbuat dari kayu biasa. Protokol penyambutan petinggi puncak lazimnya melibatkan istana tingkat tinggi dan area khusus tamu agung. “Tidak apa-apa, justru aku sangat menyukai tempat seperti ini,” balas Kaisar Laut Utara. Jawaban itu diucapkan dengan keikhlasan yang nyata. Dia tidak mempermasalahkan tempat sederhana di hadapannya. Bagi eksistensi di levelnya,







