LOGIN[IG : zhu.phi] Kevin Braxton kembali ke Kota Winchester, kota kelahirannya setelah lima tahun berlalu. Ia ditugaskan oleh Sang Dewi Medis, gurunya... untuk mencari lima kakak seperguruannya yang masing-masing memiliki elemental angin, air, api, tanah, dan petir. Kelima kakak seperguruannya yang cantik ini yang akan sanggup memusnahkan Racun Pemikat Asmara yang selama lima tahun ini terus menggerogoti tubuhnya. Kevin hanya memiliki waktu satu tahun untuk mencari kelima kakak seperguruannya ini yang sekarang sudah menjadi wanita modern yang sukses di Eldoria Country. Ia harus bisa membujuk kakak seperguruannya yang cantik ini untuk melakukan dual kultivasi. Masing-masing unsur elemental akan mematikan satu titik racun dari lima titik Racun pemikat Asmara ini. Walaupun ia termasuk Jenius Medis yang hanya ada seribu tahun sekali, tapi ia tetap tak mampu menghancurkan racun dari wanita yang menghabisi seluruh keluarganya. Wanita ini terkenal sebagai Black Rose Angel, karena memiliki tato mawar hitam di daerah sensitifnya, yang akan muncul sesaat setelah berhubungan intim. Selain itu, Kevin juga dijodohkan dengan putri konglomerat di Winchester City oleh gurunya. Dewi Medis berhasil menyembuhkan total penyakit konglomerat nomor satu di Winchester City ini sehingga ia meminta kompensasi pertunangan antra Kevin, muridnya dengan Isabella Windsor... putri dari Arthur Windsor, pengusaha tambang dan property terkemuka. Kelima kakak seperguruan Kevin ada di Winchester City, Brixtone City, Glouchester Village, Yorkshire Village, dan Mildshire City. Kevin juga bertekad membersihkan nama orangtuanya sekaligus membangkitkan kembali Braxton Empire, perusahaan raksasa ayahnya yang tumbang setelah pembantaian keluarganya. Berhasilkah Kevin menemukan kelima kakak seperguruannya yang cantik ini sebelum nyawanya melayang? Siapa sebenarnya Black Rose Angel yang diduga menjadi otak pembunuhan keluarga Kevin?
View MoreJulie dan Christina bergerak lebih dulu.Begitu melihat pertarungan Kevin dengan Cynthia dan Ashley semakin brutal, keduanya tidak membuang waktu. Julie melompat mundur, sementara Christina menghentakkan kaki dan menggunakan tenaga elemental tanah untuk mempercepat gerakannya."Kita cari Mikaela!" seru Christina.Julie mengangguk. Mereka berdua langsung melesat meninggalkan jalan utama, menuju arah yang berbeda dari lokasi pertarungan.Kevin melihat kepergian mereka dari sudut mata. Namun sebelum mengejar, dua sosok menghadang tepat di depannya.Cynthia dan Ashley.Keduanya berdiri berdampingan dengan wajah serius."Jangan berharap bisa mengejar mereka!" bentak Cynthia.Kevin menggenggam Pedang Dewa Medis.Api hitam masih menari di sepanjang bilah pedang."Kalau begitu..." Ia melangkah maju. "...kalian berdua dulu."BOOM!Kevin melesat.Cynthia langsung mengangkat Pedang Api Feniks. Ashley membentuk lapisan es di kedua lengannya.Dua serangan beradu dengan tebasan Kevin.Trang!Percika
Malam itu, untuk pertama kalinya, empat wanita yang selama ini dikenal sebagai para ahli kultivasi terkuat Sekte Medis Kuno benar-benar merasakan sesuatu yang tidak mereka pahami.Rasa takut.Cynthia, Julie, Ashley, dan Christina berdiri dengan napas berat setelah terpental oleh ledakan aura Kevin. Debu masih beterbangan di udara. Pecahan aspal berserakan di sepanjang jalan, sementara beberapa lampu taman telah padam akibat tekanan energi yang dilepaskan.Kevin berdiri di tengah kehancuran itu. Api hitam yang berkobar membungkus tubuhnya, seakan memiliki kehidupan sendiri.Keempat wanita itu menatapnya tanpa berkedip. Mereka mengenal Kevin sejak lama. Kehebatan medisnya bukan rahasia.Sejak masih berada di Sekte Medis Kuno, Kevin telah menunjukkan bakat pengobatan yang bahkan membuat para tetua sekte kagum. Kemampuan medisnya berkembang jauh lebih cepat daripada murid lain.Kekuatan kultivasinya juga selalu menjadi yang paling menonjol. Namun, selama ini, mereka masih mampu menghadapin
Malam yang semula sunyi berubah mencekam.Api hitam yang menyelimuti tubuh Kevin terus berkobar, menjilat udara seperti makhluk hidup. Tanah di bawah kakinya retak sedikit demi sedikit, sementara tekanan Qi yang keluar tanpa kendali membuat dedaunan beterbangan ke segala arah.Keempat kakak seperguruannya berdiri beberapa meter di hadapannya.Tak seorang pun lagi berbicara. Tatapan mereka dipenuhi kewaspadaan.Aura yang memancar dari Kevin benar-benar berbeda dengan Dewa Medis yang mereka kenal selama ini.Cynthia Spencer menyipitkan mata. Ia tahu, jika dibiarkan lebih lama, keadaan akan semakin sulit dikendalikan."Kau tidak perlu tahu!" Suara Cynthia memecah keheningan. "Menyingkir sekarang!"Begitu ucapan terakhir keluar, tubuhnya melesat seperti kilat merah.Whoosh!Kedua telapak tangannya langsung diselimuti kobaran api merah menyala.Panas yang dipancarkannya membuat udara berdesis, sementara aspal di bawah lintasannya berubah kehitaman.Tapak Api Sembilan Matahari!Cynthia menga
Kevin berdiri tanpa bergerak tapi tubuhnya terus berubah.Aura hitam yang semula hanya berupa kabut tipis kini membesar menjadi pusaran pekat yang mengelilingi seluruh tubuhnya. Kabut itu bergerak seperti makhluk hidup, melingkari kaki, dada, hingga bahunya, lalu menjulang tinggi ke udara bagai kobaran api berwarna hitam.Retakan-retakan halus mulai menjalar di atas aspal. Lampu jalan berkedip tidak beraturan.Udara di sekitar mereka terasa jauh lebih berat, membuat dedaunan yang berguguran seolah tertahan di udara sebelum akhirnya jatuh perlahan.Perubahan paling mengerikan terjadi pada mata Kevin. Perlahan... Bagian hitam matanya berubah merah menyala. Kilatan merah itu memancarkan kemarahan, kebencian, sekaligus keputusasaan yang selama bertahun-tahun ia pendam jauh di dalam hatinya.Julie tanpa sadar mundur satu langkah. Christina mengernyit. Ashley mengepalkan kedua tangannya. Bahkan Cynthia yang sejak tadi terus bersikap tenang mulai menyipitkan mata, memperhatikan perubahan yang
Bau darah yang tipis bercampur wangi obat memenuhi ruangan luas itu.Kevin melangkah mendekat ke sisi ranjang.Gadis itu cantik.Wajahnya halus, bulu matanya panjang, bibirnya pucat hampir keunguan. Namun, seluruh kulitnya terlihat kehilangan warna—seperti bunga yang kehabisan air.Di bagian dada ki
Tatapan Cynthia tak bergeser sedikit pun dari wajah Kevin. Angin sore menyapu halaman luas kediaman Windsor, mengibaskan ujung rambutnya, tapi sorot matanya tetap tajam dan fokus.“Aku butuh bantuanmu,” ucapnya akhirnya.Suaranya lebih pelan dari biasanya. Tak lagi dominan, tak ada nada perintah. Ta
Ruangan itu langsung sunyi lagi.Arthur Windsor menatap pelayan itu lama, alisnya berkerut dalam.“Adik… seperguruan?” ulangnya perlahan, seperti memastikan ia tidak salah dengar. “Kamu yakin tidak salah orang?”Nama itu terlalu besar untuk dianggap sepele.Cynthia Spencer.CEO dari salah satu kong
Isabella tertawa kecil. Suaranya tipis dan tajam.“Ini?” ulangnya dengan nada merendahkan. “Ayah, serius?”Arthur mengernyit. “Isabella.”Namun, gadis itu tidak berhenti. Tatapannya menyapu Kevin dari kepala hingga kaki, bibirnya melengkung sinis.“Dia terlihat seperti orang desa yang kebetulan dip

![Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)










Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore