Share

Bab 150

last update publish date: 2025-01-18 15:17:46

Melihat Vianshi'er begitu mudah mengalahkan keberadaan laba-laba itu. Tidak hanya orang-orang, bahkan Xiao Tian membuka mulutnya lebar-lebar. Bagaimana mereka tidak terkejut, laba-laba tadi berkata sendiri bahwa dia adalah Kaisar Beladiri Peringkat Sembilan. Jika ranah sekuat itu begitu mudah dikalahkan oleh Vianshi'er, seberapa tinggi ranah Vianshi'er? Itu yang menjadi pertanyaan di pikiran Xiao Tian.

“Gadis kecil, menyingkir dari atas kepalaku!” Laba-laba itu menggunakan kakinya untuk menyer
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Adi Yasa
lanjut thorrrr
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin mantap
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kultivator Inti Semesta   1740

    Leluhur Istana Laut Timur mencoba melepaskan cengkraman Xiao Tian. Dia memusatkan seluruh energi ilahi-nya menuju lehernya agar tangan Xiao Tian terlepas. Namun, ketika dia berusaha merangsang seluruh energi ilahi dalam tubuhnya. Dia merasa ngeri, elemen petir yang begitu ganas sudah mulai memasuki tubuhnya seperti jutaan jarum yang memutus seluruh sel tubuhnya.Jari-jarinya yang sempat terangkat untuk mencengkeram tangan Xiao Tian langsung melemah. Gerakan yang awalnya hendak melawan berubah menjadi gemetar tanpa arah. Tubuhnya tidak lagi merespons perintahnya dengan utuh.“Aaaah!” Leluhur Istana Laut Timur berteriak histeris, dicabik-cabik dari dalam lebih sakit daripada mendapatkan goresan luar. Kepalanya terangkat tanpa kendali, urat-urat di lehernya menegang. Suaranya terputus-putus, seolah setiap teriakan harus melewati siksaan yang tidak memberinya jeda.“Teman muda, hentikan. Aku salah, tolong ampuni aku!” Leluhur Istana Laut Timur tidak lagi memiliki martabat sebagai leluh

  • Kultivator Inti Semesta   1739

    Sepuluh Tetua Pelindung Suci sudah tertelan oleh pusaran itu. Hanya menyisakan beberapa Tetua Pelindung Suci saja. Mereka sudah menggunakan seluruh kemampuan mereka, bahkan tidak sedikit harta yang sudah dikorbankan agar dapat menahan hisapan. Di antara mereka yang tersisa, beberapa sosok masih mempertahankan posisi dengan mengunci aliran kekuatan di sekitar tubuhnya, mencoba menciptakan titik pijakan di kehampaan yang terus bergetar. Namun pijakan itu tidak pernah benar-benar stabil. Setiap denyut putaran pusaran di kejauhan membuat struktur yang mereka bentuk berderak, memanjang, lalu retak tanpa bisa dipertahankan dalam waktu lama.Usaha mereka sia-sia. Mereka tidak dapat menghentikan hisapan, walaupun tubuh mereka belum tertelan oleh pusaran. Itu bukan karena mereka berhasil menahan hisapan teknik Kekosongan Menelan Semesta, melainkan karena Xiao Tian yang menahan diri.“Pahlawan muda, ampuni nyawa kami. Jika pahlawan muda mengabulkannya, kami rela menjadi anjing atau sapi peras

  • Kultivator Inti Semesta   1738

    Baru saja pasukan Istana Laut Utara menarik diri. Sekarang giliran pasukan lawan. Gabungan pasukan Istana Laut Barat dan Selatan yang sudah unggul di medan perang, dan sudah yakin akan kemenangan. Mereka langsung dibuat ngeri. Perubahan itu terjadi terlalu cepat. Sebelumnya mereka masih menekan pasukan Istana Laut Utara dengan keyakinan penuh. Namun dalam satu momen, pusat perhatian seluruh medan perang bergeser. Tidak ada lagi yang memikirkan ritme serangan, susunan pasukan, ataupun peluang untuk menekan lebih jauh. Semua tatapan tertarik pada wilayah di antara dua pedang raksasa yang berdiri di atas Lautan Kosmik hitam pekat.Puluhan miliar pasang mata melihat pemandangan yang sulit dijelaskan. Mereka melihat empat tokoh tertinggi di Alam Semesta Lautan Kosmik ditelan oleh pusaran diantara dua pedang itu. Dan saat ini, pusaran itu sedang menghisap miliaran orang pasukan Istana Laut Timur.Empat tokoh tertinggi yang selama ini berdiri di puncak kekuasaan, yang namanya saja sudah cuk

  • Kultivator Inti Semesta   1737

    Xiao Tian mengeksekusi teknik Kekosongan Menelan Semesta. Dua pedang raksasa turun dari langit, dan menancap kokoh di Lautan Kosmik dengan jarak yang terpisah seratus ribu meter di antara keduanya.Kedua pedang itu berdiri tegak seperti dua pilar yang memaku kehampaan. Ujungnya menembus ke bawah, sementara bagian bilahnya menjulang lurus dengan tekanan yang langsung mengubah aliran kekuatan di sekitarnya. Begitu keduanya muncul, wilayah di antara dua pedang itu seketika menjadi pusat perhatian seluruh medan perang.Awalnya orang-orang tidak melihat ada yang aneh. Mereka pikir itu hanya dua artefak yang dipanggil dari Kekosongan dengan ukuran ratusan ribu meter tingginya. Namun, saat sebuah energi saling terjalin di antara dua pedang itu, semua orang baru merasakan ngeri.Energi yang muncul tidak menyebar liar. Ia bergerak dari satu pedang ke pedang lain dalam lintasan yang sangat stabil, lalu terus berulang, membentuk jalinan yang semakin padat. Setiap kali jalinan itu menguat, ruang

  • Kultivator Inti Semesta   1736

    “Bocah, kuakui kekuatan tempur mu sangat mengesankan. Tapi tetap saja kamu hanya bocah kecil yang baru lahir. Sehebat apa pun kamu, kamu tidak akan bisa mengalahkan kami yang telah hidup ratus ribu tahun!” teriak Leluhur Istana Laut Barat.Nada suaranya menggema di kehampaan, menyapu wilayah luas di atas Lautan Kosmik hitam pekat. Kata-katanya bukan sekadar ejekan, melainkan penegasan keyakinan yang sudah tertanam selama waktu yang sangat panjang. Dia tidak melihat Xiao Tian sebagai lawan yang setara dalam hal pengalaman, meskipun kekuatan tempurnya telah terbukti berbahaya.Leluhur Istana Laut Barat sangat yakin walaupun Xiao Tian memiliki kekuatan tempur yang sangat kuat. Anak kecil sepertinya tidak akan memiliki keterampilan-keterampilan beladiri menantang surga seperti mereka.BUZZ BUZZ BUZZ BUZZ!!Keempatnya sudah selesai menyiapkan keterampilan terkuat mereka. Perubahan pada wilayah di sekitar mereka langsung terasa. Kehampaan tidak lagi stabil. Riak-riak kekuatan menyebar dari

  • Kultivator Inti Semesta   1735

    Jumlah rune peledak seperti tidak ada habisnya. Kubah formasi pelindung pasukan Istana Laut Timur terus melemah seiring berjalannya waktu.Gelombang ledakan yang menghantam kubah itu tidak memberi sela sedikit pun. Setiap kali satu lapisan cahaya di permukaan kubah berhasil menahan gempuran, lapisan berikutnya langsung dihantam oleh rune lain yang datang dari arah berbeda. Tim rune Alam Hundun jelas tidak menyerang secara membabi buta. Mereka menjaga ritme pemboman, menumpuk tekanan pada titik-titik yang sama, lalu memindahkan lintasan serangan ketika aliran pertahanan lawan mencoba menyesuaikan diri.Di dalam kubah, sepuluh miliar pasukan Istana Laut Timur tidak lagi setenang sebelumnya. Mereka terus menyalurkan energi ilahi dan kekuatan jiwa ke bendera-bendera formasi, namun getaran yang merambat dari permukaan kubah semakin berat. Banyak prajurit mulai merasakan balasan dari beban yang mereka topang. Lengan mereka bergetar, dada mereka sesak, dan aliran energi di meridian mereka ti

  • Kultivator Inti Semesta   779

    Sorot mata Xiao Tian memancar tajam. Kepalan tangannya mengepal di sisi tubuhnya, menahan gejolak yang ingin ia tumpahkan. “Kamu tidak perlu khawatir, setelah kamu berhasil menerobos, aku akan membantu kalian agar mendapatkan status yang layak. Adapun caranya, kamu akan tahu nanti.” Suaranya lebih

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Kultivator Inti Semesta   735

    Tanpa banyak bicara lagi, Xiao Tian langsung duduk bersila di udara. Angin tipis berputar di sekeliling tubuhnya, mengikuti aliran energi yang mulai disusun ulang olehnya. Dalam satu gerakan, ia melambaikan tangannya. Jutaan batu ilahi kelas unggul langsung muncul, memenuhi udara di sekelilingnya s

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Kultivator Inti Semesta   777

    “Dia… dia hanya peringkat lima Alam Dewa Sejati, tapi bagaimana bisa membunuh Dewa Sejati peringkat tujuh dengan mudah?” Salah satu dari dua Tetua itu berteriak dengan suara serak, wajahnya memucat seolah seluruh darahnya mengalir ke tanah. Mata mereka membelalak, tidak percaya pada kenyataan yang

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Kultivator Inti Semesta   780

    Ershita’er tenggelam dalam pemahaman bela dirinya. Napasnya teratur, tubuhnya diam seolah tak bernyawa, namun di dalam jiwanya terjadi gelombang badai pemahaman yang dahsyat. Setiap gerakan tangan, setiap putaran tubuh, dan jejak langkah Xiao Tian yang mengandung sisa-sisa ingatan teknik bertarung

    last updateLast Updated : 2026-03-25
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status