INICIAR SESIÓN"Mati kau, bangkai tua!"
SLURRRRP JLEB!Lu Chen melompat, Lengan iblis Purba miliknya meluncur cepat bagai paruh gagak besi, menghujam lurus menembus leher Bai Wuchen yang melayang kaku di dalam inti dada raksasa tersebut."Ugh... k-kau..." Bai Wuchen memuntahkan gumpalan darah kental berwarna kehitaman tepat ke wajah Lu Chen. Matanya yang sayu membelalak kaku, dipenuhi rasa tidak percaya sewaktu jemari cakar keperakan Lu Chen mencengkeram erat tulang leher dan sal"Kapal Klan Feng... tapi kenapa auranya penuh uap kematian iblis?!" WOOSHHH WOOSHHH! Belasan pelontar busur raksasa di atas tembok pos perbatasan meriamkan serangan tanpa jeda. Ribuan panah emas berukuran tombak meluncur deras membelah udara, memancarkan pendar energi pemutus spiritual yang mampu merobek perisai kapal perang terkuat sekalipun. "Tembak...! Tembak sampai kapal itu jatuh!" raung Komandan Pos Batas seraya mengacungkan pedang emasnya. "Siapa pun yang menunggangi kapal Klan Feng tanpa segel resmi Aliansi, harus dibantai di tempat!" Lu Chen berdiri tegak di ujung anjungan depan kapal penerbang Klan Feng yang menukik tajam. Ia mengabaikan dentuman hujan panah emas yang meluncur mengincar dada dan dadanya. Lengan iblis Purba miliknya terangkat santai ke udara, jemari cakar keperakannya memutar melingkar. "Pembalik Ruang Hampa!" KRAKKK BOOM! Ruang hampa be
"Siapa kau..." KRAKKK CRACK! Sebelum Feng Zihao sempat mengayunkan pedang pusaka keemasannya, Lu Chen melangkah menembus sisa sisa kain sutra yang terbakar. Gerakannya melampaui batas pandangan mata telanjang, muncul tepat di hadapan Feng Zihao dalam hitungan mikro detik. Lengan iblis keperakannya mengibas cepat ke bawah, menghantam kedua lutut Feng Zihao secara bersamaan dengan benturan fisik yang teramat brutal. "AAAGHHH! KAKIKU!" raung Feng Zihao dengan jeritan melengking pecah sewaktu tulang tempurung dan sendi kedua lututnya hancur luluh menjadi serbuk, bergeser mencuat keluar dari balik celana sutranya. Darah segar menyembur berasap, membasahi wajah Nyonya Mu dan Liu'er yang terbaring kaku di atas kasur. Feng Zihao jatuh berlutut secara paksa dalam kondisi kaki remuk, matanya membelalak lebar memantulkan hawa pembusukan yang memancar dari cakar Lu Chen. "Mati kau, anjing iblis! Seni Peda
Lantai kayu kapal pengungsi pecah berantakan sewaktu Feng Zihao Tuan Muda Klan Feng dari Wilayah Pusat menghentakkan kakinya secara brutal. Tekanan spiritual Tingkat Batas Gaib meluncur deras, mematahkan tulang rusuk dan tulang belakang belasan pengawal kapal dalam sekejap. Suara jeritan histeris, serpihan kayu yang retak, dan muntahan darah segar bergema riuh bersahut-sahutan di celah-celah anjungan kapal pengungsi tersebut. "Ampuni kami, Tuan Muda! Kami hanya keluarga bangsawan kecil yang melarikan diri dari kekacauan situs kuno!" jerit seorang pria paruh baya yang rahangnya retak bergeser miring, berlutut kaku di atas genangan darahnya sendiri sambil memegangi ususnya yang hampir terburai. Feng Zihao bahkan tidak melirik pria tua yang sekarat itu. Tangannya melepaskan cambuk energi keemasan yang melilit kencang leher dua wanita bangsawan lokal berjubah sutra tipis Nyonya Mu dan putri sulungnya, Liu'er. "Sutra kusam dan
"Tekanan ini... jiwaku rasanya dipuntir!"Lin Ruyan merintih parau, jemarinya yang lentik dan gemetar kencang mencengkeram pergelangan tangan Lu Chen. Tanda teratai hitam di punggungnya berdenyut membara bagaikan besi merah yang ditempa, memancarkan gelombang uap ungu keperakan yang merayap menembus tiap celah pori pori kulit mulusnya. Rasa panas yang tadinya membakar Inti Yin nya mendadak berganti menjadi aliran energi hangat yang amat melimpah. Aliran itu meluncur deras merajut kembali seluruh jalur meridiannya yang retak, menyapu bersih sisa sisa bintik racun tanpa menyisakan satu pun cacat pada rantai tenaga dalamnya.Ye Qingyu terhuyung kaku di samping mereka, memegangi dadanya yang terengah-engah kencang. Tanda teratai hitam di dadanya menyala terang benderang, memuntahkan pendar cahaya putih murni yang membakar dan memurnikan seluruh sisa darah kotor di dalam pembuluh darah utamanya."Kultivasiku... merangsek naik ke puncak tanpa ada
"Buka dadanya! Jantungnya hampir pecah!" Seruan melengking Lin Ruyan memecah gemuruh batuk darah Lu Chen. "Bantu aku membalikkan tubuhnya!" jerit Ye Qingyu, jemarinya yang gemetar hebat merobek sisa sisa jubah hitam Lu Chen yang melengket pada jaringan daging terbakar. "Denyut nadinya... berhenti!" BOOM! Semburan gelombang energi kematian mendadak meledak dari Dantian Lu Chen, melemparkan Ye Qingyu dan Lin Ruyan hingga menabrak potongan batu mezbah yang runtuh. Rasa sakit menyengat menjalar di punggung mereka, bercampur dengan aroma asam racun dan amarah darah yang mendidih dari tubuh Lu Chen. "Tidak ada waktu lagi!" "Pusat energinya akan meledak dalam sepuluh hitungan napas! Aura iblis itu akan menghancurkan organ dalamnya!" Ye Qingyu menatap wajah Lu Chen yang memucat pasi dengan bibir membiru, lalu mengalihkan pandangan kaku ke arah Lin Ruyan.
"Mati kau, bangkai tua!"SLURRRRP JLEB!Lu Chen melompat, Lengan iblis Purba miliknya meluncur cepat bagai paruh gagak besi, menghujam lurus menembus leher Bai Wuchen yang melayang kaku di dalam inti dada raksasa tersebut. "Ugh... k-kau..." Bai Wuchen memuntahkan gumpalan darah kental berwarna kehitaman tepat ke wajah Lu Chen. Matanya yang sayu membelalak kaku, dipenuhi rasa tidak percaya sewaktu jemari cakar keperakan Lu Chen mencengkeram erat tulang leher dan saluran meridian utamanya. Bau tembaga dingin bercampur cairan empedu membanjiri kerongkongan pria tua itu, membuatnya tercekik parah di tengah pusaran energi terlarang."Dendam belasan tahun... selesai di sini," desis Lu Chen "Teknik iblis: Penyedotan Jiwa Abadi!"BOOM!Pusaran aura hitam pekat meledak liar dari telapak tangan Lu Chen, merembes masuk secara paksa ke dalam tenggorokan dan rongga dada Bai Wuchen. membuat tubuh Guru Besar Sekte Teratai







