Home / Fantasi / Kultivator Terlarang / Bab 58 Ranjang Kematian

Share

Bab 58 Ranjang Kematian

Author: Cahaya
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-12 18:01:43

"Kau jatuh tepat di atas pangkuanku, Kucing Kecil. Hadiah dari ledakan di atas?"

KRAKKK!

"Lepaskan..." rintih Lin Ruyan, menyembunyikan getaran jarum racun di telapak tangannya. Perbedaan tekanan aura mereka bagai jurang dan langit. Melawan fisik secara langsung adalah maut seketika.

"Lepaskan...? Kau tawanan iblis yang lolos dari tungku penyucian, kan?" Pria itu, Wakil Penguasa Menara, menghirup rakus aroma keringat dan darah di leher Lin Ruyan.

"Tuan...
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kultivator Terlarang   Bab 100 Selamat Datang

    Panglima Chi Yan, yang baru saja dibangkitkan paksa oleh Ruyan menjadi mutan tulang raksasa, memuntahkan darah hijau mendidih. Zirah besi tebalnya meleleh seketika saat ujung kakinya memijak lantai dimensi Alam Menengah. Hawa ortodoks murni yang memancar dari tanah secara brutal langsung menyerang pori-pori jutaan pasukan Neraka layaknya jutaan jarum perak yang ditusukkan serentak ke dalam sumsum tulang mereka. Bau dupa suci yang memabukkan dan wangi teratai surgawi seketika berbenturan dengan bau darah busuk yang menempel di zirah pasukan iblis, menciptakan asap korosif yang merobek paru-paru siapa pun yang bernapas di dekatnya."Jangan mundur satu inci pun ke belakang! Maju atau aku sendiri yang akan meremukkan Inti Iblis kalian dan menjadikan kalian abu!" raung Lin Ruyan dengan suara yang menggetarkan formasi depan pasukan iblis.Ruyan melangkah anggun namun beringas menembus pilar-pilar cahaya emas yang menusuk matanya. Mahkota Kristal Ungunya memancarkan pendar maut yang memaks

  • Kultivator Terlarang   Bab 99 Membangun Tangga Tulang

    Lu Chen menghantamkan telapak Lengan Iblis Purbanya ke atas altar giok yang telah retak parah. Gelombang kejut tingkat Dewa Kuasi meledak tanpa ampun, langsung meremukkan tulang kering puluhan jenderal iblis yang baru saja merangkak tiba di sisa-sisa pelataran Rawa Beracun. Darah hitam menyembur deras dari mulut para jenderal itu, namun tak satu pun yang berani mengelap dagu mereka atau sekadar mengeluh. Bau asam lambung yang membusuk, empedu yang pecah, dan karat besi langsung menutupi udara pernapasan di sekitar reruntuhan, membekukan sisa-sisa kewarasan."Ruyan! Ekstrak semua tumpukan daging busuk di bawah sana!" perintah Lu Chen tanpa menoleh sedikit pun. Urat-urat perak di pelipisnya berkedut gila, memancarkan hawa ketiadaan yang membuat genangan darah di sekitarnya mendidih bergelembung. "Jangan sisakan satu tengkorak pun! Aku butuh fondasi yang bisa menahan bobot invasi ini dari segala arah!"Lin Ruyan merentangkan kedua tangannya lebar-l

  • Kultivator Terlarang   Bab 98 Ancaman Alan Atas

    Sebuah bilah pedang cahaya emas merobek paksa pusaran dimensi secara frontal. Jutaan iblis yang sedang bersujud langsung memuntahkan darah segar secara serentak.Tulang belakang mereka melengkung patah ke bawah tertindih gravitasi ortodoks murni yang secara mutlak menolak hukum Neraka."Siapa yang berani membelah pendaran Matahari kita?!""Mataku! Cahaya emas itu membakar korneaku hingga berdarah!""Sepuluh ribu tahun membusuk di dasar jurang, dan kau masih belum belajar cara mati dengan tenang, Lu Chen?"Suara itu tidak merambat melalui udara, melainkan langsung meledak di dalam batok tengkorak setiap makhluk fana. Sebuah proyeksi raksasa memanifestasikan diri dari balik robekan ruang hampa. Dewa Pedang Langit. Sosok pengkhianat masa lalu itu memandang rendah dengan sepasang mata putih tanpa pupil yang memancarkan hukum penindasan absolut."Dewa Pedang Langit..." desis Ye Qingyu dengan napas tertahan.Hawa murni dari proyeksi itu membuat Inti Pedang Roh di dalam dada Qingyu berderit

  • Kultivator Terlarang   Bab 97 Matahari di Langit Neraka

    Ye Qingyu memuntahkan darah roh keemasan yang langsung menguap menjadi asap perak. Pedang pusakanya patah menjadi tiga bagian saat ia memaksakan sisa auranya menahan bongkahan ruang hampa yang jatuh tepat di atas kepala Lin Ruyan. Bau ozon terbakar dan debu kosmik mencekik tenggorokan mereka. Tarikan ketiadaan dari langit yang runtuh membuat organ dalam mereka bergeser menyakitkan."Dimensi ini menolak keberadaannya! Dantian fana kita akan hancur tersedot keluar!" jerit Ruyan, memeluk lututnya. Mahkota Kristal Ungunya retak-retak. Darah leluhur menyembur dari hidung dan telinganya, menetes ke pualam yang melayang kehilangan gravitasi."Kau berniat menghancurkan sisa takhtaku bersama planet busuk ini, Lu Chen?!"Lu Chen tidak menoleh ke arah Ruyan. Tubuh fananya yang kini abadi melayang di atas pusaran debu, menatap pecahan langit yang terus berjatuhan. Urat-urat di lehernya berkedut liar. Hawa Setengah Dewa Puncak di dalam Dantiannya terlalu beringas untuk dime

  • Kultivator Terlarang   Bab 96 Memakan sisa Takhta

    Raja Iblis Tianmo memuntahkan darah hitam kental dari paru-parunya. Tulang ekornya patah berderit saat akar-akar energi hitam yang mencuat dari celah tanah langsung melilit meridiannya dengan kekuatan mutlak. Tanah obsidian di bawah mereka tidak lagi terasa padat, melainkan mendidih layaknya kuali raksasa yang mencerna daging hidup-hidup. Bau magma inti bumi dan darah busuk seketika membakar rongga hidung, meniadakan sisa oksigen di udara yang semakin menipis.Lu Chen tidak menarik cakarnya sedikit pun. Ia memutar pergelangan tangannya sembilan puluh derajat ke kanan tepat di dalam kerak bumi yang merebus.DUAAAAARRRRRRR!Ribuan pilar cahaya hitam meledak serentak dari perut bumi dalam radius ribuan mil! Pilar-pilar itu melengkung di udara, mengunci seluruh dimensi Neraka layaknya kandang burung raksasa. Tidak ada satu pun celah ruang yang tersisa untuk pelarian spasial. Gaya tarik gravitasi langsung terbalik seketika; alih-alih menekan ke bawah,

  • Kultivator Terlarang   Bab 95 Pemutus Hukum Kematian

    Raja Iblis Tianmo memuntahkan tiga teguk darah esensi jantungnya langsung ke atas sebuah tameng kuno yang terbuat dari tengkorak dewa langit. Adipati Zang merobek dadanya sendiri, mengeluarkan lonceng emas hitam yang berdenyut memancarkan hawa penahan ruang, sementara Adipati Ming dan Li membakar seluruh meridian mereka untuk mengaktifkan Formasi Payung Nirwana.Empat pusaka tingkat Setengah Dewa Puncak itu meledak terang di udara hampa, membentuk kubah energi berlapis-lapis setebal ratusan depa yang memancarkan cahaya ortodoks dan kutukan secara bersamaan. Bau darah yang dibakar paksa dan logam surgawi yang mencair menyengat rongga hidung, menolak tekanan dari bayangan telapak tangan raksasa seukuran benua yang meluncur turun dari atas langit."Mustahil! Formasi pusaka itu bisa menahan hantaman planet yang jatuh!""Bahkan Dewa Langit tidak akan bisa menembus gabungan empat artefak absolut Neraka!"Jeritan sisa-sisa jenderal iblis di bawah bergeta

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status