分享

BAB 123

作者: Riichan
last update publish date: 2026-06-26 19:23:10

Klekkk.

Maris menutup pelan jendela kamarnya setelah masuk ke dalam melalui jendela itu. Ia berenang menuju tempat tidurnya dan berbaring dengan pelan di atasnya.

***

Beberapa hari kemudian, suasana pemukiman bawah laut berubah jauh lebih ramai dari biasanya. Hampir di setiap sudut terlihat para duyung sibuk mempersiapkan berbagai keperluan untuk sebuah perayaan atau biasa disebut dengan ritual yang hanya diadakan sekali dalam setahun.

Perayaan itu menjad
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 123

    Klekkk.Maris menutup pelan jendela kamarnya setelah masuk ke dalam melalui jendela itu. Ia berenang menuju tempat tidurnya dan berbaring dengan pelan di atasnya. ***Beberapa hari kemudian, suasana pemukiman bawah laut berubah jauh lebih ramai dari biasanya. Hampir di setiap sudut terlihat para duyung sibuk mempersiapkan berbagai keperluan untuk sebuah perayaan atau biasa disebut dengan ritual yang hanya diadakan sekali dalam setahun. Perayaan itu menjadi penanda kedewasaan para duyung muda sekaligus saat laut memilih penjaga arus laut yang baru."Akhirnya tiba juga," gumam salah seorang duyung sambil membawa hiasan dari rangkaian bunga laut.Beberapa duyung anak-anak tampak berenang ke sana kemari dengan wajah penuh antusias. Bahkan para tetua pun mulai mempersiapkan keberangkatan menuju wilayah suci tempat perayaan akan berlangsung."..."Lokasi perayaan berada cukup jauh dari pemukiman. Karena itu, seluruh

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 122

    "Tidak ada lagi," ucap Maris pelan.Tatapannya menyapu sekelilingnya sebelum akhirnya berhenti pada hutan di hadapannya. Tempat itu tetap sunyi, sama seperti beberapa malam sebelumnya. Tak ada langkah kaki yang ia kenal, tak ada sosok yang selama ini selalu datang menemuinya."..."Maris menghembuskan napas panjang. Ia bahkan mulai lupa sudah malam keberapa dirinya kembali ke tempat ini. Yang ia ingat hanyalah setiap malam selalu berakhir dengan penantian yang sia-sia."Apa kau sedang sibuk, Lycander?" gumamnya lirih.Tak ada jawaban, hanya desir angin yang menggoyangkan dedaunan di sepanjang tepi hutan.Maris menundukkan pandangannya. Ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa Lycander pasti sedang menjalankan tugas patroli atau sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan. Bukankah selama ini Lycander memang sering bercerita tentang tugasnya sebagai bagian dari kawanan?"Aku akan menunggu sedikit lebih lama."Maris kembali duduk di atas batu besar, kali ini ia duduk menghadap ke arah hutan. Tempat

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 121

    Beberapa hari telah berlalu sejak pertemuan terakhir mereka. Nerion kembali menjalankan tugasnya menyelidiki anomali arus, namun pikirannya sesekali masih kembali pada satu hal yang samaㅡMaris.Keganjilan yang ia rasakan saat bertemu dengannya belum benar-benar hilang. Semakin ia mencoba mengabaikannya, semakin sering perasaan itu muncul kembali."..."Suatu sore, Nerion melihat Seraphine sedang sendirian di depan rumahnya. Duyung itu tampak fokus sedang merangkai bunga laut seperti biasanya."Seraphine."Seraphine menoleh dan tersenyum."Nerion."Nerion berenang mendekat dan ikut duduk tidak jauh darinya. Untuk beberapa saat, mereka hanya berbicara tentang hal-hal biasa. Tentang pemukiman, arus laut, dan beberapa kabar terbaru."Kau terlihat lelah,” ucap Seraphine yang akhirnya berhenti merangkai bunga."Apa separah itu?" tanya Nerion. "Lumayan."Seraphine tertawa kecil."Kalau begitu, aku harus mulai lebih sering beristirahat,” ucap Nerion sambil mengangguk pelan.Namun setelah itu

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 120

    Kesadaran Lycander kembali perlahan. Tubuhnya terasa berat dan nyeri di berbagai bagian. Bau darah yang samar masih tertinggal di indera penciumannya.Saat membuka mata, ia mendapati dirinya berada di sebuah pondok kecil di wilayah kawanan. Cahaya sore masuk melalui jendela dan membuat ruangan itu tampak sunyi.“Kau akhirnya bangun.”Suara Robert terdengar dari sudut ruangan. Lycander menoleh dan melihat sahabatnya sedang duduk sambil menyilangkan tangan.“Apa kau yang membawaku kesini?” tanyanya. “Pertanyaan konyol macam apa itu? Siapa lagi yang membawamu kesini selain aku?” jawab Robert sarkas. “Ya kau benar. Lalu berapa lama aku tidak sadarkan diri?” tanya Lycander lagi.“Tidak terlalu lama.”Robert terdiam sesaat.“Tapi cukup lama untuk membuatku memikirkan banyak hal.”Lycander menghela napas pelan. Ia sudah bisa menebak apa yang ingin dibicarakan Robert.Keheningan turun selama beberapa saat sebelum Robert akhirnya kembali berbicara.“Kau mengalahkan lima beruang hitam sendiri

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 119

    “Kenapa kau menjaga jarak, Lycander?” tanya salah satu rekannya. Beberapa rekan lain menoleh ke arah Lycander dan ikut mengangguk. Lycander masih terdiam, ia tetap kepikiran dengan mimpinya semalam. Perasaan tak nyaman atau lebih tepatnya bersalah masih membekas dalam dirinya. “Padahal hanya mimpi, tapi rasa bersalahku terasa sangat nyata,” batinnya. Robert yang juga berada di sana sesekali menatap ke arah Lycander. Memastikan tak ada perubahan pada dirinya. “Hey, Rob! Akhir-akhir ini kenapa kau selalu meminta dipasangkan dengan Lycander setiap kali mendapatkan giliran patroli?” tanya salah seorang rekan. Lycander mendengar obrolan itu, ia juga penasaran alibi apa yang akan dilontarkan oleh Robert pada rekan-rekan lain. Mengingat Robert masih diam-diam mengawasinya. “Lycander, satu-satunya rekan yang tak berisik seperti kalian,” jawab Robert. Jawaban Robert itu justru membuat Lycander sedikit tergelitik, sebab Robert pun juga seberisik rekan-rekan yang lainnya. “Konyol sekal

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 118

    Malam itu langit tampak cerah hingga bintang-bintang terlihat sangat jelas. Maris menikmati momen itu bersama dengan Lycander yang duduk di sampingnya.“Kau beruntung, Lycander!” ucap Maris. Lycander mengangkat alisnya sedikit terkejut mendengar pernyataan Maris itu. Melihat ekspresi Lycander yang seperti itu membuat Maris tersenyum sambil menatap langsung ke arah mata emas Lycander yang sedang menatapnya. “Ya, kau beruntung. Kau bisa menatap langit malam ini semaumu dan dari mana pun selama di daratan. Sedangkan aku…” sebelum Maris menyelesaikan ucapannya itu, Lycander memotong.“Shhhhhh,” bisiknya.Jari telunjuk Lycander tepat di depan bibir Maris seolah ingin menghentikan Maris bicara.“Kau lebih beruntung,” ucapnya akhirnya. Mata Maris sedikit membesar karena terkejut sekaligus penasaran dengan apa yg didengarnya itu.“Bagaimana aku lebih beruntung?” tanyanya.Pandangan Lycander beralih ke arah langit dan tersenyum lalu senyum itu sedikit menghilang saat ia memandang air laut y

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 46

    Siang itu terasa terlalu tenang. Tidak ada sesuatu yang benar-benar mencurigakan di permukaan, namun justru ketenangan itulah yang membuat Seraphine mulai menyusun ulang hal-hal kecil yang selama ini ia abaikan.“…ini sudah terlalu konsisten,” gumam Seraphine pelan dalam hati.Tatapannya terarah pa

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 45

    Hari itu terasa lebih berat dari biasanya. Tidak ada perubahan yang benar-benar terlihat dari luar—rumah tetap tenang, percakapan tetap berjalan, dan rutinitas tetap berulang seperti hari-hari sebelumnya.Namun bagi Maris, semuanya terasa berbeda.“…aku tidak bisa seperti ini terus,” gumamnya pelan

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 44

    Pagi itu tidak terasa berbeda bagi siapa pun yang melihatnya dari luar. Cahaya tetap jatuh dengan lembut, arus laut tetap bergerak perlahan, dan rumah itu masih terbungkus dalam ketenangan yang sama seperti hari-hari sebelumnya.Namun bagi Seraphine, ada sesuatu yang mulai membentuk pola.“…ini buk

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 41

    Saat Maris sudah masuk ke dalam rumah, suasana di dalam rumah tetap tenang dan sunyi. Tidak ada yang tampak berbeda dari luar. Ia kembali ke kamarnya dengan gerakan yang sudah semakin terbiasa. “…tidak ada yang tahu,” bisiknya pelan.Maris menarik napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungny

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status