Home / Romansa / LANGIT penuh MELODY / 119. SEBUAH AKHIR PENYESALAN

Share

119. SEBUAH AKHIR PENYESALAN

Author: Ryanty_tian
last update Last Updated: 2026-01-13 16:51:14

Selama di Penjara, Nesya merenungi segala kesalahan yang telah dia perbuat. Apalagi setelah mendengar kalau Reza sudah meninggal ketika mencoba mencelakai Melody, dan berakhir Alfred menjadi korban.

Nesya pada dasarnya wanita yang baik dan begitu mencintai Alfred dengan tulus, hanya saja rasa iri dan dengki menghilangkan kata baik itu dalam dirinya. Karena perasaan irinya, dia melukai semua orang yang tak bersalah.

Nesya sendiri tidak memikirkan dampak apa yang telah dia perbuat pada Melody, yang dia pedulikan hanya Melody menjauh dari kehidupan Alfred. Tapi sejauh apa pun Nesya berusaha, tetaplah Alfred masih memiliki rasa pada Melody.

Nesya sudah tahu dan hanya memaksakan dirinya kalau Alfred mencintai dirinya, dia hanya tidak ingin kehilangan dan membutakan hatinya. Dan saat ini, karma mulai menghampirinya.

Orangtua Nesya sudah tidak ingin menerima wanita itu setelah terbukti bersalah, masa hukuman yang semakin panjang, dan rasa bersalah yang menumpuk.

Dan dari sanalah Nesya m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • LANGIT penuh MELODY   120. DURIAN

    Selama perjalanan, Melody menggenggam tangan Langit supaya lelaki itu lebih tenang lagi. Tadi Awan memberitahu kalau Darel mengalami kecelakaan dan dilarikan ke Rumah sakit, dan belum diketahui kondisi selanjutnya bagaimana. Langit sendiri tak tenang, cemas dan tentu tak ingin terlambat datang. Dia tidak ingin seperti wanita yang baru saja dia temui, dia tidak ingin menyesal.“Kita berdoa supaya Papa baik-baik saja,” ujar Melody memeluk Langit untuk membuat lelaki itu sedikit tenang.“Aku hanya takut,” bisik Langit.“Yakinlah kalau Papa nggak apa-apa,” kata Melody juga khawatir pada Langit.Begitu sampai, Langit dan Melody langsung menuju rumah sakit di mana Darel dirawat. Terlihat Galaxy berada di depan ruangan dan sedang berbicara dengan seseorang lewat ponsel, dan Langit buru-buru menghampirinya.“Papa di mana?” tanya Langit.“Dia ada di ...,”Langit langsung masuk ketika Galaxy menunjukkan kamarnya, tidak peduli perkataan lelaki itu yang belum selesai. Diikuti Galaxy dan

  • LANGIT penuh MELODY   119. SEBUAH AKHIR PENYESALAN

    Selama di Penjara, Nesya merenungi segala kesalahan yang telah dia perbuat. Apalagi setelah mendengar kalau Reza sudah meninggal ketika mencoba mencelakai Melody, dan berakhir Alfred menjadi korban.Nesya pada dasarnya wanita yang baik dan begitu mencintai Alfred dengan tulus, hanya saja rasa iri dan dengki menghilangkan kata baik itu dalam dirinya. Karena perasaan irinya, dia melukai semua orang yang tak bersalah.Nesya sendiri tidak memikirkan dampak apa yang telah dia perbuat pada Melody, yang dia pedulikan hanya Melody menjauh dari kehidupan Alfred. Tapi sejauh apa pun Nesya berusaha, tetaplah Alfred masih memiliki rasa pada Melody.Nesya sudah tahu dan hanya memaksakan dirinya kalau Alfred mencintai dirinya, dia hanya tidak ingin kehilangan dan membutakan hatinya. Dan saat ini, karma mulai menghampirinya.Orangtua Nesya sudah tidak ingin menerima wanita itu setelah terbukti bersalah, masa hukuman yang semakin panjang, dan rasa bersalah yang menumpuk.Dan dari sanalah Nesya m

  • LANGIT penuh MELODY   118. OLEH-OLEH

    Welcome to Cappadocia. Tujuan selanjutnya adalah Cappadocia, Turki. Tempat yang terdapat hamparan batuan vulkanik yang unik, seperti menara, kerucut, lembah dan gua.Terdapat banyak lokasi wisata di sana, seperti menaiki balon udara, berpetualang bersama kuda. Terdapat juga wisata kuliner yang bisa dinikmati, beserta sejarah yang beragam.“Yakin kita naik balon udara?” tanya Melody ketika menunggu giliran.“Tentu, kamu pasti senang,” jawab Langit mencubit pipi Melody.“Asal bersamamu, semua akan terasa indah dan menyenangkan,” ujar Melody membuat Langit tersenyum manis.“Istriku berubah jadi perayu sekarang,” goda Langit.“Ikut suami yang suka modus sana-sini,” balas Melody tersenyum menatap Langit. Langit tentu saja tertawa. “Modus hanya padamu.”Langit menggenggam tangan Melody mulai menaiki balon udara bersama beberapa orang, dan ternyata yang dikatakan oleh Langit benar. Cappadocia begitu indah ketika dilihat dari atas sini, tak henti Melody tersenyum mengagumi keindaha

  • LANGIT penuh MELODY   117. BULAN MADU

    Tantangan Melody disambut antusias oleh Langit. “Tentu, sesampai dan seselesainya.”“Siapa takut?” Melody yang lebih dulu menindih tubuh Langit, dan menciumnya penuh hasrat. Basoka Langit masuk penuh dalam liang suargawinya, ingin sekali Melody mengumpat karena begitu sakit tapi luar biasa. “Bergeraklah,” minta Langit yang merasa basoka miliknya terjepit kuat.Melody bergerak dengan pelan, masih terasa sakit tapi mencoba mengabaikan rasa itu karena tergantikan dengan rasa nikmat yang menghantam raganya.Langit menggeram nikmat, Melody mulai bergerak berirama mempermainkan basoka miliknya. Begitu rapat dan membuat Langit melayang dibuatnya.“Oohh, Shit.” Langit tak dapat menahan desahannya karena begitu nikmat, Melody bergerak memutar dan memperlambat sesekali mempercepat goyangan pinggulnya. Melody bergerak dengan sendirinya, menuruti naluri kenikmatan yang terus membimbingnya untuk mencapai sebuah surga dunia yang sering orang bicarakan itu.“Apa yang kamu lakukan?” Lang

  • LANGIT penuh MELODY   116. MALAM PENGHABISAN YANG MEMBARA

    Langit menghadiahi tubuh Melody dengan kecupan basah dari atas hingga bawah, Melody mendesah dan terus begitu ketika lelaki itu terus mempermainkan dirinya. Kecupan bibir Langit menelusuri perut rata Melody, sedangkan wanita itu memilih memejamkan mata menikmati sentuhan hangat sang suami. Tanpa terasa celana pendek Melody sudah terlepas, dan menyisakan dalaman saja.Langit kecup liang surgawi Melody dibalik celana, hal itu membuat yang punya memekik terkejut karena perbuatan Langit padanya. Sekali tarik, celana dalam kuning itu terlempar entah ke mana.“Astaga,” pekik Melody diikuti desahan tak karuan.Ya, Langit membenamkan dirinya pada liang surgawi Melody. Bermain di sana sesuka hati, bahkan lidah panasnya sudah menari-nari di dalam.“Lang, aku mohon berhenti,” mohon Melody yang merasa tak tahan dengan hantaman gairah yang dia rasakan.Tubuh Melody mengeliat bukan main, meremas segala yang ada di sekitarnya. Rasa baru yang untuk pertama kali dia rasakan, dan ini sungguh lua

  • LANGIT penuh MELODY   115. BADAI YANG SEBENTAR LAGI MENERJANG

    Sebagian wanita ketika malam pertama pasti ingin memberikan penampilan yang terbaik untuk sang suami, seperti memakai lingerie atau tak memakai apa pun dibalik bathdrop. Tapi, kali ini Melody berbeda. Wanita itu sungguh tak tahu malu pada Langit dengan mengenakan pakaian tidur berwarna kuning motif spongebob, terlihat sexi memang dan itu membuat Langit ingin tersenyum.Tersenyum karena perpaduan sexy dan terlihat seperti anak kecil saja, tapi tak apa. Langit sangat tahu bagaimana sukanya Melody dengan warna kuning dan tentu saja dia tidak mempermasalahkan hal itu. “Lucu, ya,” ucap Melody menghampiri Langit yang duduk santai di Ranjang.“Iya, kamu lucu sekali. Saya ... aku kira kamu akan pakai lingerie,” balas Langit menepuk tempat tidur di sampingnya.“Rencana mau pakai itu, bahkan Bunda dan tante Lexa menyiapkan itu semua. Tapi, aku belum mau memakainya,” tawa Melody karena belum terbiasa memakai pakaian seperti itu, dan takut Langit menertawakan dirinya.“Tidak masalah, sesu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status