Share

ALIANSI

Penulis: PENA BERDANSA
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-19 23:17:11

Teriakan Tejo terdengar begitu lantang dan tegas ayo cepat kita akan pergi ketempat Ruben "ucap Tejo", dengan mengendari mobil bersama anak buahnya Tejo pun pergi menuju ke salah satu ketua dari geng jeruji, yaitu geng mafia yang nanti nya akan di manfaatkan Tejo untuk membentuk aliansi melawan geng gagak, ternyata Tejo sebelumnya sudah membuat janji dengan Ruben untuk bertemu disalah satu cafe, hal ini terdengar aneh untuk Ruben pemimpin dari geng jeruji, mengapa bisa seorang petugas kepolisian yang seharusnya bertugas untuk mengamankan atau membasmi kejahatan malah ingin membentuk aliansi kepada geng mafia, mengetahui hal tersebut Ruben pun berjaga-jaga takutnya pertemuan ini hanyalah jebakan saja, tak lama mobil Ruben beserta anak buahnya tiba di cafe tersebut dan di susul oleh Tejo bersama rombongan anggota kepolisian, Tejo dan Ruben memasuki cafe itu ke dua kelompok dengan status yang berbeda ini sama-sama menaruh curiga satu dengan yang lainya.

Ruben : Ada apa Tejo? kenapa seorang anggota kepolisian ingin bekerja sama dengan seorang penjahat seperti kami.

Tejo : Kamu sudah tahu bukankah Ruben beberapa anggota ku dihabisi oleh geng gagak?

Ruben : Ha ha ha Anggoro setan dari kegelapan itu yang membuat kamu kewalahan.

Tejo : Selesai kita membereskan geng gagak, kita akan kembali lagi menjadi musuh, aku pun akan tutup mata nantinya bila wilayah-wilayah dari kekuasaan geng gagak kamu ambil alih.

Ruben : Ha ha sebegitu dendamnya kamu Tejo terhadap Anggoro sampai membentuk aliansi dengan seorang penjahat.

Tejo : Bukankah kamu juga menaruh dendam kepada Anggoro juga Tejo?

Ruben : Berapa anggota geng mu yang akan kamu kerahkan untuk berperang?

Tejo : sekitar 20 orang yang akan ikut berperang dengan kita.

Ruben : Jangan bercanda Tejo, kamu tidak tahu di markas geng gagak banyak anggota yang berjaga di sana.

Tejo : Kita akan menyerang ke rumah Anggoro karena hanya beberapa orang saja yang berjaga.

Ruben : Apa kamu sudah yakin?

Tejo : Ya sangat yakin, kita akan menyerang sebelum matahari terbit.

Ruben : "memanggil salah satu dari anggotanya" Roni info kan ke markas siapkan 20 anggota untuk kita menyerang rumah anggoro sebelum matahari terbit.

Roni : Baik bos.

"Kembali ke tempat Anggoro"

Brum... Brum... "suara mobil terparkir" ternyata Albert dan Roy tiba di tempat persembunyian ku, tak lama di susul oleh beberapa anggota ku yang lainya, karena mereka tahu hari ini ada misi penyerangan kembali kepada salah satu geng baru yaitu geng jeruji, setelah berkumpul bersama beberapa geng gagak aku menyusun strategi untuk melancarkan penyerangan sebelum matahari terbit.

Albert : Bos informasi terbaru, kalau hari ini Tejo dan Ruben sedang mengadakan pertemuan.

Anggoro : Bagus lah kalau begitu.

Roy : Apa yang perlu kita lakukan bos ?

Anggoro : Duduk lah Roy, ambil gelas mu dan minumlah.

Roy : "Dengan muka kebingungan menuangkan minuman kedalam gelas".

Albert : Apa anda sudah punya rencana lain bos?

Anggoro : Kamu juga Albert ambilah gelas kamu, mari kita minum.

Albert : "Dengan muka kebingungan menoleh ke Roy".

Anggoro : Apa sampai sini kalian tidak paham?

Seluruh Anggota : "menggelengkan kepala".

Anggoro : Memang bodoh kalian semua.

Seluruh Anggota : Kami minta maaf bos.

Anggoro : Kalian tau? Tejo dan Ruben akan memikirkan dua kali untuk menyerang ke markas kita dengan jumlah anggota yang saat ini mereka punya, mereka akan mengarah kerumah saya, dan dirumah itu sudah tidak ada orang, jadi apa yang mereka dapat nantinya disana hanya hasil tangan kosong, waktu kita menyerang yaitu sama-sama sebelum matahari terbit, saat ruben kembali dia pasti akan terkejut markasnya telah hancur seolah-olah Tejo sudah menjebak Ruben ha ha ha "tertawa licik", disitulah Ruben dan Tejo saling membunuh, kita hanya menonton dengan sedikit cemilan siapa di antara mereka yang akan terbunuh lebih dulu.

Setelah aku menjelaskan maksud dan tujuan ku, seluruh anggota geng gagak sudah memahami hal tersebut, sambil menunggu penyerangan ke markas geng jeruji kami pun seperti biasa mengadakan pesta sebelum berperang, begitupun dengan Tejo dan Ruben sebelum mereka menyerang, Tejo dan Ruben mempersiapkan persenjataan.

Sekarang sudah menunjukan pukul 03.00 geng gagak bersiap melakukan penyerangan, satu persatu anggota geng memasuki mobil, Baret pun ikut dalam barisan dengan membawa mesin penembak yang di curi dari pabrik persenjataan milik Farhat, satu demi satu mereka pergi meninggalkan kediaman ku dalam misi penyerangan tanpa aku ikut menyerang, aku hanya menunggu hasil dari anggota geng gagak mati semua atau pulang membawakan hasil.

Tejo dan Ruben juga bersiap menyerang ke kediaman anggoro saat mereka tiba di sana ternyata tidak ada satu orang pun yang terlihat hanya pemandangan rumah yang tidak ada penerangan cahaya, hingga terjadilah perdebatan antara Tejo dan Ruben.

Ruben : Apa-apaan ini Tejo!! "Sedikit berteriak" apa yang kita mau serang rumah kosong seperti ini.

Tejo : Bodoh!!! "berteriak", bagaimana bisa aku tidak memikirkan hal tersebut

Ruben : Tejo... Tejo... tadi kamu menyarankan untuk menyerang kesini, apa kamu ingin menjebak kami?

Seluruh anggota Ruben mengacungkan senjata ke arah Tejo.

Seluruh anggota Tejo mengacungkan ke arah Ruben.

Tejo : Hey!! Ruben dengar baik-baik, saya bisa saja membunuh kalian semua saat tiba di cafe.

Ruben : Ini apa buktinya, kamu mau menyerang rumah kosong ini!!!

Tejo : Anggoro kau memang sangat licik.

Ruben : Tejo... Anggoro itu seorang mafia besar jadi hal-hal seperti ini sudah dia pikirkan, apa lagi beberapa hari lalu anggota kamu sudah menyerang kesini bahakan tewas semua.

Tejo : Anggoro lihat saja kamu, aku kan membunuh mu dengan tangan ku sendiri.

Ruben : Jadi bagaimana Tejo, kita mau berperang atau tetap aliansi ini berjalan.

Tejo : Begini saja besok aku temui mu Ruben di markas jeruji.

Ruben : Baik lah.

Ruben bergegas pergi meninggalkan rumah Anggoro di ikuti dengan Tejo, mereka ber dua membawa hasil tangan kosong dan rasa kekecewaan, tetapi ke dua pemimpin dengan perbedaan pola pikir ini masih membentuk aliansi untuk meruntuhkan geng gagak, Tejo sangat berambisi menghabisi Anggoro dan membalaskan dendam atas tewasnya beberapa anggota Tejo, sedangkan Ruben ingin menguasai dan memperluas wilayah kekuasaan saat menghancurkan geng gagak nantinya.

Dalam perdebatan antara Tejo dan Ruben, geng gagak hampir tiba di markas geng jeruji, saat mereka sudah sampai dengan senyap satu persatu anggota pun turun dari mobil hanya menyisakan Baret di atas mobil yang sudah di modifikasi untuk menaruh mesin penembak, Baret pun sudah bersiap melesatkan ratusan pelurunya, dengan mengendap-endap tanpa suara akhirnya anggota geng gagak semakin dekat dengan markas geng jeruji, Albert memberi isyarat dengan mengangkat lengan kananya untuk berhenti, karena terlihat ada beberapa dari geng jeruji sedang berpatroli, seluruh geng gagak menunggu aba-aba dari albert untuk melancarkan penyerangan ke markas geng jeruji.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   POLISI VS MAFIA

    Mentari yang perlahan memudarkan cahayanya solah-olah ia merasakan ketegangan enggan untuk menyaksikan dua kelompok yang menyimpan dendam akan berperang, di sini kekuatan lah menentukan siapa yang masih pantas menginjakan kaki di atas bumi ini, langkah senyap dari ke 16 anggota geng gagak perlahan mulai memasuki gedung terbengkalai dimana di dalam gedung tersebut kelompok Tejo yang sedang mengincar Semi, tetapi di posisi mereka juga sedang di incar oleh geng gagak, Baret seorang sniper handal mengarahkan moncong senjata api miliknya itu dan memantau pergerakan dari kejauhan, melihat ke 16 anggota geng gagak tiba di lokasi sekaligus memantau perkembangan ia segera melaporkan kepada Albert kalau anggota geng gagak yang di tugaskan sudah memasuki ke gedung terbengkalai dimana saat ini tempat Semi bersembunyi dari kejaran kelompok Tejo.Albert yang sudah mengetahui berita terkini di tempat kejadian ia segera melaporkan hal tersebut kepada pemimpin geng gagak Anggoro, bos anggota kita

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   Terkepung

    Albert yang kebingungan melihat Roy yang tiba-tiba menjatuhkan ponsel miliknya dengan raut wajah panik, Albert segera menghampiri dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, baru saja Albert beranjak dari tempat duduknya itu terdengar suara pintu terbuka dari dalam kamar Anggun, ternyata itu Anggoro, melihat di teras rumahnya ada Albert dan Roy yang sedang duduk Anggoro pun segera datang menghampiri.Anggoro : Akhirnya aku bisa melihat kalian berdua lagi.Albert : Aku dan Roy tidak mati semudah itu bos.Anggoro : Bagaimana dengan Robby dan Semi?Albert : Saat kami di kejar oleh kelompok Tejo Aku dan Roy terpisah oleh mereka ber dua bos.Anggoro : Kamu kenapa Roy terlihat sangat syok begitu?Roy : "Menundukkan kepala dan terdiam".Albert : "Berteriak" Roy apa yang sebenarnya terjadi?Roy : "Nada gugup dan lemas" Baru saja aku melihat berita dari ponselku Robby terbunuh oleh kelompok Tejo.Albert : Apa!!!Anggoro : Kamu jangan bercanda Roy.Roy : "Memberikan ponsel miliknya".Anggor

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   TERDESAK

    Semi yang melihat rekan satu gengnya itu telah di habisi oleh kelompok Tejo, seketika membuat jantungnya berhenti sejenak, karena ia menyaksikan langsung di depan mata kepalanya, Robby yang mencoba melakukan perlawanan dengan senjata api miliknya dan beberapa kali Robby melesatkan tembakan ke arah kelompok Tejo tapi selalu meleset oleh sebab itu Tejo mengambil keputusan untuk menembak Robby di tempat yang mengakibatkan ia tewas seketika.Robby yang tak mau teman seperjuangannya itu mati terbunuh dengan sekuat tenaga mendorong Semi agar ia bisa menyelamatkan nyawanya, Semi terus berlari sambil menahan kesedihan terlihat dari air yang menggenang di matanya ia sangat terpukul, tetapi bagaimana pun yang terjadi Semi harus tetap berlari dari pengejaran kelompok Tejo, ternyata jalan yang di ambil Semi adalah gang buntu yang menyebabkan ia kebingungan, langkah apa yang harus di ambil, apa aku harus nekat berperang melawan kelompok Tejo "gumam Semi dalam hati".Anggota Tejo : Bagaimana pa

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   PENYESALAN

    Di keramaian pusat perbelanjaan aksi kejar-kejaran antara kelompok Tejo dan kedua anggota milik Anggoro terjadi, terlihat di beberapa sudut barang-barang berserakan di lantai akibat benturan dari ke dua kelompok, hingga mereka berada di pintu keluar pusat perbelanjaan itu tetapi kelompok Tejo yang masih belum kehilangan jejak masih mengejar dua orang dari anggota geng gagak yaitu Semi dan Robi.Semi : Bagaimana ini apa yang harus kita lakukan sekarang? "Sambil berlari".Robby : Terus saja berlari.Semi : Kemana perginya Roy dan Albert?Robby : Entahlah yang terpenting bagaimana pun kita jangan sampai tertangkap oleh kelompok Tejo.Semi : Baik.Di tengah kebingungan Semi dan Robby ia tak tau ke mana tempat yang ia tuju untuk bersembunyi dalam pikiran mereka ia hanya perlu berlari cepat hingga kelompok Tejo tidak lagi melihat kemana arah ia berlari, dalam kerumunan orang banyak dan kendaraan yang berlalu lalang kelompok Tejo kebingungan mencari Semi dan Robby berlari.Anggota Tejo :

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   PUSAT PERBELANJAAN

    Dimana Anggoro yang sedang asik bermain dengan Anggun ia sudah menugaskan Albert untuk memantau pergerakan satu keluarga yang sudah memaki-maki Anggoro di salah satu tempat wahana bermain anak.Albert : Bos target sudah terlihat "berbicara melalui telepon".Anggoro : Segera lakukan tugas kamu Albert.Albert : Baik Bos.Albert pun segera mengikuti satu keluarga tersebut, lalu Roy dan beberapa anggota yang lain bertugas untuk mengawasi Anggoro yang sedang asik bermain bersama Anggun, ditengah asik bermain Anggun berlari menghampiri Anggoro yang sedang memperhatikan dirinya dari ke jauhan.Anggun : Papah "berteriak" maafin Anggun ya pah, atas kejadian tadi, papah jadi di marahi.Anggoro : Tidak apa-apa Anggun, sana kamu lanjut bermain kembali.Anggun : Tetapi anak tadi kasian pah, soalnya anak itu selalu mengalah untuk Anggun bermain.Anggoro : "Terdiam" Oh jadi begitu, Yah sudah Anggun main lagi habis ini kita langsung pergi makan.Mendengar pengakuan Anggun barusan seketika hati

  • LULUH JIWA MAFIA & BABY   KEMBALINYA JIWA MAFIA

    Mentari yang sudah terbangun dari tidur nyenyak malam itu membangunkan seisi bumi, terlihat dari dalam kediaman Anggoro Rara yang sudah terbangun lebih awal dari yang lain Rara pun sudah beres menyiapkan sarapan untuk Anggoro, karena malam itu Anggoro sempat berucap saat malam pesta ulang tahun Anggun, kalau hari ini ia ingin mengajak Anggun pergi ke salah satu pusat perbelanjaan.Rara : Tok-tok (suara pintu di ketuk) maaf tuan kalau sarapan sudah saya siapkan di meja makan "ucap lembut sedikit takut".Anggoro : Ya nanti saya kesana.Rara : Baik tuan.Krek (suara pintu di buka) Anggoro yang baru keluar dari kamar tidurnya itu ia pun langsung melangkah berjalan menuju meja makan, satu persatu anak tangga di turunin oleh Anggoro, dimana dalam langkahnya sudah ada Anggun yang menanti Anggoro di meja makan bersama Rara.Anggun : Papah... (Berteriak) ayah sudah bangun.Anggoro : (hanya tersenyum senang).Rara : Silahkan duduk tuan "menarik bangku".Anggoro : Terima kasih "menatap

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status