Geng gagak telah berhasil menyingkirkan salah satu geng dari rivalnya itu, tak lama aku pun terjatuh di lantai "bruk" sambil tersenyum karena telah berhasil menyingkirkan Daniel, masih ada dua geng pesaing ku yaitu geng Rudal dan piringan hitam.
Dalam waktu dekat ini aku akan menguasai seluruh perdagangan pasar gelap, sekarang seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh geng bar-bar menjadi milik ku, kini geng gagak akan menjadi geng terkuat HA HA HA "tertawa licik". Perlahan aku paksakan tubuh ini untuk berdiri, aku berjalan sambil menyeret salah satu dari kaki ku, menuju dimana Daniel menyimpan minuman, setelah menemukan minuman tersebut, aku mengambil salah satu botol koleksi minuman milik Daniel dan menuangkannya ke dalam gelas, aku pun duduk dimeja kerja Daniel sambil menaruh kedua kaki ku di tubuh Daniel yang sudah tewas. Ckrek"suara korek api" (membakar rokok) sambil menikmati segelas minuman milik Daniel aku mengabari Albert kalau aku sudah menyingkirkan kan pemimpin dari geng bar-bar. Nut... Nut... Nut "nada menunggu telepon diangkat". Albert : Halo bos, bagaimana keadaan disana? Anggoro : Infokan keseluruh anggota, kalau aku Anggoro Wibawa Harja telah menyingkirkan pimpinan dari geng bar-bar. Albert : Anda memang luar biasa bos, berapa orang saya bisa menugaskan untuk menjemput bos? Anggoro : Tidak usah nanti saya akan kesana, saya sedang menikmati minuman disini. Albert : Baik bos kami stand by bilamana anda membutuhkan bantuan. Anggoro : sudah kamu tenang saja, oh ya bagaimana kondisi Roy saat ini? Albert : Info dari Rangga, Roy terlalu banyak kehabisan darah sampai saat ini belum tersadar bos?. Anggoro : Ya sudah kalau begitu, bilang sama dokter yang mengobati Roy, kalau sampai Roy tidak bernafas aku akan membuat perhitungan dengannya. Albert : Baik bos. Nut... Nut... Nut "nada telepon ditutup" saat aku ingin menuang kembali botol minuman ke dalam gelas tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi yang cukup kencang, Oowweee... Oowwee "tangisan bayi" suara apa itu ? Apa Daniel mempunyai seorang bayi, Ha ha ha malang sekali nasib bayi itu, sudah tidak mempunyai kedua orang tua, tapi tenang saja bayi kecil setelah aku menghabiskan minuman digelas ini, aku akan mengantarkan kamu untuk bertemu ayah dan ibu kamu. Oowwee.. Oowee "tangisan bayi semakin kencang", sangat menggangu sekali tangisan bayi ini, baiklah kalau kamu ingin bertemu ibu mu, akan aku antar kan bersamanya "mengambil senjata di lantai". Sambil berjalan lemas aku mencari sumber suara tersebut, setiap ruangan yang ada aku bukakan satu persatu untuk mencari Bayi tersebut. Ternyata bayi itu diletakkan diruangan khusus karena Daniel sudah tau malam ini akan ada penyerangan jadi Daniel menyembunyikan keluarganya di dalam ruangan khusus itu, pintar juga kamu Daniel "ucap ku dalam hati". Setelah menemukan bayi tersebut aku menggendongnya menuju meja dimana tempat aku menikmati minuman milik Daniel. Hey bayi kecil coba kamu lihat kedua orang tua kamu sudah tewas kasian ya kamu sudah tidak punya orang tua "sambil menggendong bayi", yasudah akan aku antar kamu bertemu ayah sama ibu kamu "sambil meletakkan bayi di jasad Daniel dan istrinya", aku pun kembali menikmati minuman ku, sambil melihat pemandangan yang sangat memprihatinkan. Tangisan bayi pun semakin kencang Owwee... Oowwee... Aduhh bayi kecil berisk sekali, menggangu suasana ketengan ini, baik kalau kamu sudah tidak sabar. "Mengarahkan senjata ke kepala bayi" saat aku mengarahkan senjata ku mengapa hati ini terasa ada yang menahannya, "menempel kan senjata di kepala bayi" hehehe "bayi tertawa" kenapa bayi ini tertawa disaat menantikan kematiannya? Perlahan jari telunjuk ku menekan pelatuk dan bersiap menembak, wajah bayi tersebut tersenyum dan tertawa melihat wajah ku. Hey!! Bayi mengapa kamu tertawa melihat ku, kenapa diriku seperti ada yang menahannya tidak... tidak... aku sudah tidak punya hati aku bisa melakukannya, saat kembali ingin menembak lagi-lagi seperti ada yang menahan, bayi itu pun selalu tersenyum saat menatap ku, tanpa aku sadari aku ikut tersenyum AARRGGHHH "teriakan". BODOH!!! "sambil memukul kepala sendiri" hal sepele seperti ini aku tidak melakukannya, aku pun berjalan kembali kemeja dan duduk "menuang minuman", saat aku mengangkat gelas ku tiba-tiba seperti ada yang berjalan di kaki ku, "menoleh ke bawah" ternyata bayi itu sedang memeluk kaki ku dan tertawa seolah-olah dia ingin bermain dengan ku. Aku pun langsung pergi meninggalkan ruangn tersebut, sambil menuruni anak tangga dalam pikiran ku "biarkan saja bayi itu aku tinggal lama-lama dia juga akan mati kelaparan", saat aku sudah di luar markas geng bar-bar, seluruh anggota ku sudah menunggu dan menyambut ku dengan perasaan yang senang, HORE... HORE.. HIDUP BOS ANGGORO HIDUP BOS ANGGORO begitulah teriakan mereka saat menyambut ku. Albert : Bos mari aku antar kerumah sakit. Anggoro : Tidak usah. Albert : Tetapi luka di tubuh anda lumayan parah bos. Anggoro : Lebih baik kamu urus anggota kita yang terluka. Albert : Izin melapor bos, Musa tewas tertembak saat sedang melindungi ku dan Roy. Anggoro : "sambil membakar rokok" sekarang dimana jasadnya? Albert : Ada didalam mobil bos. Anggoro : Berapa banyak anggota kita yang tewas? Albert : Hampir setengahnya bos. Anggoro : "terkejut" Wow cukup banyak, bawa jasad mereka semua untuk berpesta dengan kita, lalu kamu makamkan mereka. Albert : Baik bos. Anggoro : Bagaimana dengan Jarot dimana dia? Albert : Dirumah sakit bersama Roy, Jarot terkena luka tembak di dada saat ini sedang koma. Anggoro : Baik lah besok kita datang kerumah sakit, sekarang kita pulang ke markas. Albert : Baik bos. Setelah seluruh anggota geng gagak menaiki mobil kami pun langsung tancap gas menuju markas, dalam perjalanan menuju markas isi otak di kepala ku, masih terbayang-bayang bayi itu, sampai Albert pun menanyakan kepada ku, apa anda tidak apa-apa bos "ucap Albert", karena Albert melihat ku melamun sepanjang perjalanan. STOP!!! Albert : Ada pos tiba-tiba meminta untuk menghentikan mobil ? Anggoro : Albert sekarang kamu putar balik, kita kembali ke markas Daniel. Albert : "dengan muka kebingungan" Untuk apa bos? Anggoro : Sudah kamu jangan banyak tanya, kita kembali kesana sebelum polisi datang. Albert pun langsung menancap gas dengan kecepatan penuh untuk kembali lagi ke markas geng bar-bar, setibanya di markas geng bar-bar, aku langsung berlari ke atas ruangan Daniel, Albert pun kebingungan melihat ku yang terburu-buru, setelah berada di ruang Daniel aku mencari-cari bayi tersebut, dia pun merangkak ke arah ku meminta ku untuk mengendongnya, aku pun langsung menggendong bayi tersebut untuk ku ajak bersama ku. Albert : Bayi siapa yang bos gendong itu? Anggoro : Sudah jangan banyak tanya, ayo kita jalan sebelum polisi tiba. Pada akhirnya bayi dari rival ku itu, aku bawa pulang bersama ku karena pikiran ini selalu dihantui oleh bayi tersebut, dalam hati ku berbicara apakah seperti ini perasaan hati kecil seseorang "gumam ku dalam hati. Tibalah seluruh anggota dari geng gagak di markas, kami pun bersiap untuk berpesta, semua disini merasakan kesenangan begitu juga dengan bayi kecil ini.Mentari yang perlahan memudarkan cahayanya solah-olah ia merasakan ketegangan enggan untuk menyaksikan dua kelompok yang menyimpan dendam akan berperang, di sini kekuatan lah menentukan siapa yang masih pantas menginjakan kaki di atas bumi ini, langkah senyap dari ke 16 anggota geng gagak perlahan mulai memasuki gedung terbengkalai dimana di dalam gedung tersebut kelompok Tejo yang sedang mengincar Semi, tetapi di posisi mereka juga sedang di incar oleh geng gagak, Baret seorang sniper handal mengarahkan moncong senjata api miliknya itu dan memantau pergerakan dari kejauhan, melihat ke 16 anggota geng gagak tiba di lokasi sekaligus memantau perkembangan ia segera melaporkan kepada Albert kalau anggota geng gagak yang di tugaskan sudah memasuki ke gedung terbengkalai dimana saat ini tempat Semi bersembunyi dari kejaran kelompok Tejo.Albert yang sudah mengetahui berita terkini di tempat kejadian ia segera melaporkan hal tersebut kepada pemimpin geng gagak Anggoro, bos anggota kita
Albert yang kebingungan melihat Roy yang tiba-tiba menjatuhkan ponsel miliknya dengan raut wajah panik, Albert segera menghampiri dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, baru saja Albert beranjak dari tempat duduknya itu terdengar suara pintu terbuka dari dalam kamar Anggun, ternyata itu Anggoro, melihat di teras rumahnya ada Albert dan Roy yang sedang duduk Anggoro pun segera datang menghampiri.Anggoro : Akhirnya aku bisa melihat kalian berdua lagi.Albert : Aku dan Roy tidak mati semudah itu bos.Anggoro : Bagaimana dengan Robby dan Semi?Albert : Saat kami di kejar oleh kelompok Tejo Aku dan Roy terpisah oleh mereka ber dua bos.Anggoro : Kamu kenapa Roy terlihat sangat syok begitu?Roy : "Menundukkan kepala dan terdiam".Albert : "Berteriak" Roy apa yang sebenarnya terjadi?Roy : "Nada gugup dan lemas" Baru saja aku melihat berita dari ponselku Robby terbunuh oleh kelompok Tejo.Albert : Apa!!!Anggoro : Kamu jangan bercanda Roy.Roy : "Memberikan ponsel miliknya".Anggor
Semi yang melihat rekan satu gengnya itu telah di habisi oleh kelompok Tejo, seketika membuat jantungnya berhenti sejenak, karena ia menyaksikan langsung di depan mata kepalanya, Robby yang mencoba melakukan perlawanan dengan senjata api miliknya dan beberapa kali Robby melesatkan tembakan ke arah kelompok Tejo tapi selalu meleset oleh sebab itu Tejo mengambil keputusan untuk menembak Robby di tempat yang mengakibatkan ia tewas seketika.Robby yang tak mau teman seperjuangannya itu mati terbunuh dengan sekuat tenaga mendorong Semi agar ia bisa menyelamatkan nyawanya, Semi terus berlari sambil menahan kesedihan terlihat dari air yang menggenang di matanya ia sangat terpukul, tetapi bagaimana pun yang terjadi Semi harus tetap berlari dari pengejaran kelompok Tejo, ternyata jalan yang di ambil Semi adalah gang buntu yang menyebabkan ia kebingungan, langkah apa yang harus di ambil, apa aku harus nekat berperang melawan kelompok Tejo "gumam Semi dalam hati".Anggota Tejo : Bagaimana pa
Di keramaian pusat perbelanjaan aksi kejar-kejaran antara kelompok Tejo dan kedua anggota milik Anggoro terjadi, terlihat di beberapa sudut barang-barang berserakan di lantai akibat benturan dari ke dua kelompok, hingga mereka berada di pintu keluar pusat perbelanjaan itu tetapi kelompok Tejo yang masih belum kehilangan jejak masih mengejar dua orang dari anggota geng gagak yaitu Semi dan Robi.Semi : Bagaimana ini apa yang harus kita lakukan sekarang? "Sambil berlari".Robby : Terus saja berlari.Semi : Kemana perginya Roy dan Albert?Robby : Entahlah yang terpenting bagaimana pun kita jangan sampai tertangkap oleh kelompok Tejo.Semi : Baik.Di tengah kebingungan Semi dan Robby ia tak tau ke mana tempat yang ia tuju untuk bersembunyi dalam pikiran mereka ia hanya perlu berlari cepat hingga kelompok Tejo tidak lagi melihat kemana arah ia berlari, dalam kerumunan orang banyak dan kendaraan yang berlalu lalang kelompok Tejo kebingungan mencari Semi dan Robby berlari.Anggota Tejo :
Dimana Anggoro yang sedang asik bermain dengan Anggun ia sudah menugaskan Albert untuk memantau pergerakan satu keluarga yang sudah memaki-maki Anggoro di salah satu tempat wahana bermain anak.Albert : Bos target sudah terlihat "berbicara melalui telepon".Anggoro : Segera lakukan tugas kamu Albert.Albert : Baik Bos.Albert pun segera mengikuti satu keluarga tersebut, lalu Roy dan beberapa anggota yang lain bertugas untuk mengawasi Anggoro yang sedang asik bermain bersama Anggun, ditengah asik bermain Anggun berlari menghampiri Anggoro yang sedang memperhatikan dirinya dari ke jauhan.Anggun : Papah "berteriak" maafin Anggun ya pah, atas kejadian tadi, papah jadi di marahi.Anggoro : Tidak apa-apa Anggun, sana kamu lanjut bermain kembali.Anggun : Tetapi anak tadi kasian pah, soalnya anak itu selalu mengalah untuk Anggun bermain.Anggoro : "Terdiam" Oh jadi begitu, Yah sudah Anggun main lagi habis ini kita langsung pergi makan.Mendengar pengakuan Anggun barusan seketika hati
Mentari yang sudah terbangun dari tidur nyenyak malam itu membangunkan seisi bumi, terlihat dari dalam kediaman Anggoro Rara yang sudah terbangun lebih awal dari yang lain Rara pun sudah beres menyiapkan sarapan untuk Anggoro, karena malam itu Anggoro sempat berucap saat malam pesta ulang tahun Anggun, kalau hari ini ia ingin mengajak Anggun pergi ke salah satu pusat perbelanjaan.Rara : Tok-tok (suara pintu di ketuk) maaf tuan kalau sarapan sudah saya siapkan di meja makan "ucap lembut sedikit takut".Anggoro : Ya nanti saya kesana.Rara : Baik tuan.Krek (suara pintu di buka) Anggoro yang baru keluar dari kamar tidurnya itu ia pun langsung melangkah berjalan menuju meja makan, satu persatu anak tangga di turunin oleh Anggoro, dimana dalam langkahnya sudah ada Anggun yang menanti Anggoro di meja makan bersama Rara.Anggun : Papah... (Berteriak) ayah sudah bangun.Anggoro : (hanya tersenyum senang).Rara : Silahkan duduk tuan "menarik bangku".Anggoro : Terima kasih "menatap