Share

Bab 112. Hanya berdua saja

Penulis: Ralonya
last update Terakhir Diperbarui: 2026-03-15 23:55:11

“Erin, kirim seseorang ke rumah ibuku. Katakan padanya aku akan datang menemuinya,” ujar Madeleine dengan nada tenang.

“Baik, Yang Mulia,” jawab Erin singkat sebelum segera pergi melaksanakan perintah itu.

Pesan itu dikirim malam itu juga. Keesokan harinya Madeleine berangkat ke rumah keluarga Moore di distrik bangsawan lama ibu kota. Bangunan batu itu tampak tenang dari luar dan dikelilingi taman yang terawat rapi.

Begitu memasuki aula depan, Madeleine langsung berpapasan dengan Rocella.

Wanit
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
gecoteh480
thorr lagiiiii
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 112. Hanya berdua saja

    “Erin, kirim seseorang ke rumah ibuku. Katakan padanya aku akan datang menemuinya,” ujar Madeleine dengan nada tenang.“Baik, Yang Mulia,” jawab Erin singkat sebelum segera pergi melaksanakan perintah itu.Pesan itu dikirim malam itu juga. Keesokan harinya Madeleine berangkat ke rumah keluarga Moore di distrik bangsawan lama ibu kota. Bangunan batu itu tampak tenang dari luar dan dikelilingi taman yang terawat rapi.Begitu memasuki aula depan, Madeleine langsung berpapasan dengan Rocella.Wanita itu berdiri di dekat tangga utama dan menatap Madeleine dengan ekspresi kesal yang sama seperti terakhir kali mereka bertemu. Jelas ia masih menyimpan kemarahan tentang pembicaraan perjodohan yang sempat terjadi sebelumnya.“Kau datang untuk membicarakan calon suamiku lagi bersama ibumu?” tanya Rocella dengan nada tajam.Madeleine menatapnya sekilas, ekspresinya tetap datar seolah pertanyaan itu tidak berarti apa-apa baginya. “Tidak,” jawabnya tenang. “Lagipula urusan pernikahanmu bukan hal ya

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 111. Yang dibutuhkan

    “Tapi, Yang Mulia, bisakah Anda memastikan bahwa ibu saya tidak akan ikut terseret dalam rencana ini?” tanya Madeleine dengan tenang.Kaisar Philip tidak langsung menjawab. Ia memandang Madeleine beberapa saat sebelum akhirnya berkata dengan nada tegas, “Keselamatan ibumu adalah tanggung jawabmu. Pastikan itu dengan caramu sendiri.”Madeleine mengangguk pelan. “Menurut Yang Mulia, apa yang seharusnya saya lakukan agar ibu saya benar-benar aman?”“Pindahkan dia ke tempat yang tidak bisa dijangkau oleh rencana ini,” jawab kaisar singkat, tanpa keraguan.Madeleine terdiam, menimbang kemungkinan yang ada. Setelah beberapa saat, ia berkata hati-hati, “Maksud Yang Mulia … membawanya kembali ke keluarganya?”“Calveris hampir tidak bisa disentuh oleh siapa pun,” kata Kaisar Philip dengan nada datar namun pasti. “Mereka adalah bangsawan tua yang dihormati oleh seluruh kaum bangsawan. Banyak orang memilih untuk tidak mengusik mereka, karena semua orang tahu bagaimana keluarga itu berdiri dan ap

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 110. Tawaran untuk Kaisar

    “Pasti ada sesuatu yang penting sampai kau datang menemuiku,” ujar Kaisar Phillip.Ia duduk di balik meja kerjanya yang besar, sorot matanya tajam memperhatikan Madeleine yang berdiri di hadapannya. Sang Kaisar tidak terburu-buru berbicara lagi, seolah memberi waktu agar wanita itu menjelaskan sendiri maksud kedatangannya.Madeleine maju selangkah dan meletakkan sebuah kotak kecil di atas meja.“Saya membawa wewangian dari tanah kelahiran ibu saya,” katanya tenang. “Beliau berkunjung beberapa hari lalu dan menitipkannya untuk Anda. Katanya aroma ini baik untuk kesehatan.”Kaisar Phillip tidak langsung menyentuh kotak itu. Ia justru menatap Madeleine dengan lebih dalam.“Aku tahu ibumu datang,” katanya datar. “Dan aku juga tahu Duke Alaric beberapa kali terlihat bersamamu.”Ruangan itu mendadak terasa lebih sunyi.“Kalian tampaknya mulai cukup dekat setelah rapat dewan terakhir.”Kaisar Phillip memperhatikan setiap perubahan kecil pada wajah Madeleine, seolah menilai reaksinya. Namun

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 109. Kepercayaan Alaric

    “Saya akan segera memesankannya untuk Anda. Namun pengiriman dari luar Auvreliss biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama—”“Dua minggu,” potong Madeleine tenang. “Saya membutuhkan semua perhiasan itu dua minggu dari sekarang, Duchess.”Duchess Rowan sedikit menaikkan alisnya. “Itu waktu yang sangat singkat, Yang Mulia,” ujarnya jujur. Perhiasan dari luar kekaisaran biasanya harus melewati pedagang perantara dan perjalanan panjang sebelum tiba di istana.Namun ketika ia melihat tatapan Madeleine yang tegas, Duchess Rowan akhirnya mengangguk pelan.“Baiklah. Saya akan mengusahakannya. Dua minggu dari sekarang perhiasan itu akan tiba di istana.” Ia berhenti sejenak, lalu tersenyum sopan. “Namun sebelum itu, kita perlu membicarakan harganya.”Madeleine tidak tampak ragu sedikit pun. “Berapa pun harganya akan saya bayar.”Ia melirik ke arah Erin. “Siapkan surat pembayaran sekarang.”Erin segera menunduk hormat sebelum bergerak menyiapkan dokumen yang diminta oleh Madeleine.Setelah doku

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 108. Pesankan semuanya untukku

    “Saya akan membawa jawaban yang Anda inginkan.”Ucapan Alaric itu masih terngiang di kepala Madeleine bahkan setelah pria itu pergi. Ia sudah memberinya tiga informasi penting, namun tampaknya itu masih belum cukup untuk membuat sang duke benar-benar percaya. Pria itu jauh lebih berhati-hati daripada yang ia duga.Madeleine berjalan perlahan menyusuri jalur taman istana, sementara Erin mengikutinya beberapa langkah di belakang.“Harga yang cukup mahal untuk mendapatkan kepercayaan seseorang, bukan begitu, Erin?” katanya akhirnya.Erin mengangguk kecil. “Ya, Yang Mulia. Kepercayaan memang jarang datang tanpa harga.”Madeleine berhenti melangkah. Ia menengadah, memandang langit yang perlahan menggelap di atas halaman istana. Awan tebal mulai berkumpul, tanda hujan akan segera turun.Pikirannya kembali berputar pada kemungkinan lain. Rocella kemungkinan besar sudah menceritakan pada ayah mereka bahwa ia beberapa kali bertemu dengan Duke Alaric. Jika itu benar, ayahnya pasti mulai mencuri

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 107. Menunggu terlalu lama

    Rocella mengepalkan tangannya erat. Dari sudut matanya ia menyadari para dayang dan pelayan di sekitar mereka diam-diam memperhatikan, meskipun berpura-pura tetap sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Madeleine tahu Rocella berada dalam posisi yang sulit. Jika wanita itu bereaksi terlalu keras, orang-orang yang mendengar bisa saja menilai bahwa ia memang menyukai pria yang sudah beristri. Tapi jika ia menyangkalnya, Madeleine justru memiliki alasan untuk segera menanyakan siapa pria yang dimaksud dan menentukan waktu pernikahan mereka.“Jadi bagaimana, Lady?” tanya Madeleine dengan nada tenang. “Siapa pria yang kau maksud? Apa aku mengenalnya?”Mata Rocella memerah menahan rasa malu yang tiba-tiba menyeruak, namun ia tetap mengangkat dagunya dengan keras kepala. “Yang Mulia, tetap saja kau tidak bisa memaksaku menikah dengan pria pilihanmu!” balasnya.Madeleine tidak terpancing oleh nada itu. Ia hanya menatap Rocella dengan tenang sebelum berkata, “Kalau begitu katakan saja siapa or

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status