共有

Bab 312. Rasa yang berbeda

作者: Ralonya
last update 公開日: 2026-06-01 23:11:04

Perlahan kelopak mata Madeleine terpejam. Tubuhnya yang biasanya ringan terasa jauh lebih berat malam itu, seolah setiap otot menuntut istirahat lebih lama dari biasanya.

Keesokan paginya, saat cahaya matahari menembus tirai kamar, Madeleine membuka mata dengan enggan.

Anehnya, meski semalam ia tidur cukup lama, rasa lelah itu tidak juga hilang. Kepalanya pun terasa sedikit berat.

"Apa karena akhir-akhir ini terlalu banyak urusan, ya?" gumamnya.

Ia tetap berbaring di atas tempat tidur, te
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Ros
Jangan2 Maddie hamil nih. Bagus lah…. Biar kuat kedudukkan Maddie.
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 429. Siapa istrimu?

    Nada bicaranya tidak dingin. Tidak pula tajam. Namun juga tidak disertai senyum atau kehangatan yang biasanya selalu muncul setiap kali ia berbicara kepada Lucas.Madeleine melihat Lucas terdiam beberapa saat, sebelum mengangguk pelan."Baik. Beristirahatlah."Madeleine membalas dengan anggukan singkat sebelum berbaring di sisi ranjang.Ia memejamkan mata, meski kantuk belum benar-benar datang. Beberapa waktu kemudian, ia merasakan kasur sedikit bergeser.Lengan Lucas perlahan melingkari pinggangnya dan menariknya ke dalam pelukan yang hangat.Madeleine tidak menolak. Ia hanya membiarkan dirinya berada dalam dekapan pria tersebut.Keesokan harinya, kehidupan istana kembali berjalan sebagaimana mestinya.Para pelayan sibuk menjalankan tugas mereka. Para dayang memastikan seluruh kebutuhan penghuni istana terpenuhi tanpa cela. Di halaman, para prajurit menjalani latihan rutin dengan disiplin yang tidak berubah sedikit pun.Segalanya tampak berjalan normal.Hanya hubungan Madeleine dan

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 428. Ingin beristirahat

    Perkataan itu meluncur pelan, tetapi bobotnya seolah menghantam dada Madeleine.Ia berusaha menahan harapan yang sejak tadi masih diam-diam ia genggam. Mungkin, jika Lucas menjelaskan sedikit saja, semua kegelisahan yang menggerogoti pikirannya akan berakhir.Namun jawaban yang keluar dari bibir pria itu justru membuat retakan di hatinya semakin melebar."Aku tidak keberatan jika dicurigai. Itu wajar," ucap Lucas tenang.Madeleine menatapnya tanpa berkedip. Dadanya terasa sesak."Bukankah itu sama saja dengan memintaku untuk tidak percaya padamu?"Sorot mata Lucas tidak bergeser darinya."Aku tidak bisa menjelaskan apa pun kepadamu saat ini. Memintamu untuk percaya juga rasanya bukan sesuatu yang benar."Setiap kalimat yang diucapkannya terdengar masuk akal. Justru karena itulah semuanya terasa semakin menyakitkan.Madeleine menarik napas perlahan, berusaha meredam gejolak yang memenuhi dadanya."Lalu hanya itu?" tanyanya lirih, nyaris tidak percaya. "Kau akan membiarkanku terus-mene

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 427. Mulai curiga padamu

    Madeleine melangkah memasuki ruang audiensi dengan sikap tenang. Langkahnya terukur, sementara gaun kebesarannya bergesekan pelan dengan lantai marmer yang mengilap.Setibanya di hadapan singgasana, ia membungkukkan badan memberi hormat."Salam, Yang Mulia Kaisar. Putri Mahkota Madeleine Moore datang menghadap."Kaisar Phillip membalas dengan anggukan singkat sebagai tanda menerima salamnya.Seorang pelayan segera maju dan mempersilahkannya menempati kursi di sisi kiri ruangan.Setelah duduk, Madeleine membiarkan pandangannya menyapu ruang audiensi.Enam anggota dewan telah berada di tempat masing-masing. Hanya Duke Draeven yang tidak terlihat di antara mereka. Lucas pun belum tampak hadir.Entah mengapa, pemandangan itu membuat perasaannya mulai tidak nyaman.Tatapan keenam anggota dewan seolah terpusat kepadanya, menciptakan tekanan yang tak dapat diabaikan.Di tengah keheningan itu, Elowen Frostmere melangkah maju."Yang Mulia Kaisar, izinkan saya menyampaikan tujuan pertemuan ini

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 426. Mempercayaiku bukan sebuah kesalahan

    Langkah mereka tetap seirama.Saat melirik ke samping, Madeleine mendapati wajah Lucas tetap tenang. Tak ada keterkejutan, seolah ia memang telah menduga pertanyaan itu akan datang."Itu bukan perhatian," jawab Lucas tenang. "Aku hanya memastikan dia tetap hidup.""Untuk menerima hukuman?""Itu salah satunya."Madeleine menatapnya lebih lama."Berarti masih ada alasan lain."Lucas mengangguk pelan. "Ada."Jantung Madeleine berdegup sedikit lebih cepat."Apa alasannya?"Lucas terdiam beberapa saat."Akan kuceritakan. Tapi bukan sekarang."Tepat saat itu, langkah mereka berhenti di sebuah balkon.Hamparan taman kerajaan terbentang di hadapan mereka. Di kejauhan berdiri sebuah kastil megah yang masih dalam tahap pembangunan. Dinding-dinding batu putihnya telah menjulang, meski sebagian menara masih diselimuti perancah kayu.Bangunan itu dipersiapkan Kaisar sebagai hadiah untuk calon cucunya kelak.Madeleine memandangnya cukup lama. Sebuah masa depan yang seharusnya membawa harapan.Namu

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 425. Menu makanan

    Menjelang siang, Madeleine memutuskan singgah ke dapur utama istana. Ia berniat memberikan daftar menu makanan selama seminggu pada kepala koki di sana.Begitu melangkah masuk, aroma mentega, rempah, dan roti yang baru dipanggang langsung memenuhi indra penciumannya.Namun langkahnya perlahan terhenti.Di atas meja panjang, telah tersusun sebuah nampan besar berisi berbagai hidangan yang ditata dengan begitu rapi. Sup hangat, daging panggang, sayuran, dan buah-buahan segar memenuhi nampan itu.Jumlahnya terlalu banyak untuk satu orang biasa.Madeleine mengamati hidangan tersebut beberapa saat sebelum akhirnya mengalihkan pandangan kepada Hedrick."Tuan Hedrick."Kepala koki itu segera membungkuk hormat."Untuk siapa semua hidangan ini?"Pertanyaan sederhana itu justru membuat dapur mendadak sunyi.Beberapa pelayan saling melirik.Ada yang menundukkan kepala. Ada pula yang tampak gelisah, seolah berharap orang lain yang menjawab.Madeleine mengernyit. Keheningan itu terasa jauh lebih

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 424. Semuanya telah lenyap

    Suasana istana perlahan kembali dipenuhi kehidupan.Ketegangan yang beberapa hari terakhir menyelimuti lorong-lorong istana mulai memudar. Saat Madeleine melintas, para pelayan segera membungkuk hormat sambil menyunggingkan senyum tulus.Pemandangan itu membuat sudut bibir Madeleine ikut terangkat.Setidaknya, strategi yang ia susun untuk meredakan keresahan di dalam istana mulai membuahkan hasil.Ia akhirnya bisa mengembuskan napas lega.Dengan langkah ringan, Madeleine menuruni tangga menuju penjara bawah tanah. Di tangannya tergenggam selembar surat kabar yang sengaja ia bawa.Namun, begitu tiba di depan sel, langkahnya terhenti. Alisnya terangkat tipis.Tirai hitam tebal yang sebelumnya menutupi ruangan itu sudah tidak ada. Tiang tempat Adelynn diikat kini berdiri kosong. Wanita itu juga telah mendapatkan perawatan. Perban membalut beberapa bagian tubuhnya, sementara rona wajahnya jauh lebih segar dibanding beberapa hari lalu.Tatapan Madeleine menyapu seluruh perubahan itu dal

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status