Share

55. Diusir

Author: kamiya san
last update publish date: 2026-03-23 22:56:05

Mereka berpapasan tepat di depan pintu ruang kolam. Ryker baru saja datang dari luar, sementara Sabella sedang membuka pintu dengan Dena berdiri di belakangnya. Suasana yang semula tenang mendadak terasa canggung begitu ketiganya saling menatap dalam jarak dekat.

Ryker menghentikan langkahnya. Tatapannya lurus, lalu turun menyorot Dena dari atas sampai bawah. “Apa kamu baru saja berenang?” tanyanya datar, tetapi nada suaranya mengandung teguran yang samar.

Dena yang tengah membenarkan balutan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Lamaran Tiga Lelaki Hebat Warisan Kakek   139. Takdirnya Begitu

    Setelah enam bulan berikutnya, suara tangis bayi terdengar melengking dari ruang bersalin pagi itu. Wanita yang berdiri di pintu terlihat meraupkan kedua telapak tangan ke wajahnya. Bibir merahnya mengucap syukur atas kelancaran proses bersalin istri bosnya. Ia adalah Ivana. Kemudian berbalik badan meninggalkan ruang bersalin, menuju kamar VIP yang tadi sempat diurusnya di muka dan kini sudah siap ditempati. Satu tas bayi besar dia tarik dari atas sofa di depan pintu dan dan dibawanya masuk ke dalam kamar. Ivana pun dengan cekatan menatanya ke dalam lemari. Menjelang tengah hari. Kamar ibu dan anak itu sudah diisi sesuai nama pemilik sewa yang dicantumkan. Adalah keluarga kecil Tuan Ryker Idris yang telah mendapat seorang putra tampan dari istrinya yang cantik. Telah melahirkan secara normal seorang bayi sehat pagi tadi dan sekarang sedang tergolek di atas ranjang. Kedua-duanya, sang ibu dan si bayi tertidur pulas. “Sebaiknya tidak usah kemari. Jangan membuat suasana jadi tidak ko

  • Lamaran Tiga Lelaki Hebat Warisan Kakek   138. Tidak Akan Selingkuh

    Sabella baru berjemur dari balkon saat Ryker baru menutup panggilan di ponsel. Lelaki itu habis mandi dan bersiap-siap pergi ke kantor kerjanya.“Dari siapa, Mas?” tanya Sabella sambil meletakkan handuk kecil di cap stok. Ryker terlihat menghela napas. “Dari Sam. Ia sudah sampai satu jam lalu di Bangkok.” Sabella ikut lega. Merasa iba dengan Bulan. Harus memulai dari awal segalanya. Semoga ia bisa menerima kenyataan pahit itu andai suatu saat menemukan kasus ayahnya. Sabella ikut duduk di tepi ranjang. Matanya masih tertahan pada punggung Ryker yang sedang meraih celana dan kemeja dari gantungan. “Mas … Jasmin sudah sampai di Surabaya?” tanyanya pelan. Nadanya dibuat sebiasa mungkin, padahal dadanya sedikit berdebar menatap raga suaminya. Ryker berbalik setengah badan. Kemeja belum ia kenakan, memperlihatkan dada bidang yang membuat Sabella refleks menahan napas. Lelaki itu menatapnya sekilas, lalu mengangguk ringan. “Sudah,” jawabnya singkat. Sabella buru-buru mengalihkan

  • Lamaran Tiga Lelaki Hebat Warisan Kakek   137. Bukan Pedofil

    Lelaki tampan berprofesi mentereng itu sedang menyandar dengan meletak tangannya di atas dahi. Matanya terpejam rapat tetapi ponselnya masih menyala terang. “Sam!” seru Ryker saat masuk ke dalam ruangan. Lelaki yang adalah Samuel seketika menurunkan tangan dan membuka matanya. Tatapan datarnya langsung menajam saat melihat Sabella. Ia segera menegakkan punggungnya. “Kenapa kau mengajaknya? Sudah kubilang datanglah sendiri.” Samuel terlihat suntuk. Ia sempat berpesan agar Ryker datang sendiri tanpa Sabella. Dasar pengantin baru, sudah hamil pulak!“Dia istriku. Selain kerja, tentu saja kubawa. Lagipula, agar kau tak sekalipun mengharap jandanya.” Ryker menjawab datar dan duduk di depan Samuel. “Duduklah, Bel,” ucapnya menoleh Sabella. Samuel mengetatkan rahang giginya. Sabella telah duduk manis di sebelah suaminya. Ia tampak ikut menyimak dan tidak bermain ponsel. Ingin hati mengumpat tetapi lelaki beruntung yang datang bersama Sabella itu adalah harapannya saat ini. Baiklah, tida

  • Lamaran Tiga Lelaki Hebat Warisan Kakek   136. Panggilan Misteri

    Dua Minggu kemudian di suatu sore. Mama Ulfanah barusan pergi saat Ryker masuk ke dalam kamar. Suami dari Nyonya Sabella itu baru saja pulang kerja “Mas!” seru Sabella terkejut. Ia baru keluar dari kamar mandi dan mendapati Ryker tengah melepaskan baju kerja. “Terkejut? Sengaja gak ngasih pesan ke kamu, aku pulang cepat hari ini, Bel. Capek.” Ryker menatap perempuan yang di matanya terlihat makin cantik dengan kehamilan mudanya. Sabella telah menghampiri dan membantu melepaskan bajunya. “Mau aku pijat?” tawar Sabella dengan ekspresi khawatir. Ia membawa kemeja dan baju pelapis milik suaminya ke dalam keranjang kotor. “Kamu dikasih vitamin apa lagi sama Mama?” tanya Ryker dengan tatapan seksama. “Gak tau, gak nanya lagi. Aku minum saja, biar senang.” Sabella pun tersenyum. Ryker tersenyum kecil dan mengelus lembut rambut Sabella. Merasa begitu sayang pada istrinya! Ia sempat bertemu mamanya di lorong kamar dengan membawa segelas kosong yang katanya bekas minuman bervitamin unt

  • Lamaran Tiga Lelaki Hebat Warisan Kakek   135. Lambat Tiga Periode.

    Angin berhembus kencang pagi itu. Mendung tebal dengan hawa dingin menusuk yang pertanda turun hujan tidak lama lagi. Bangunan megah itu masih seperti biasanya. Lengang dengan beberapa pekerja yang sesekali berkelebat. Saat ini adalah tiga bulan setelah Ryker dan Sabella menikah. Mereka telah kembali ke rumah keluarga dan sang istri ikut tinggal di kamar suaminya. Mereka tengah sarapan bersama pagi ini. Pak Azis terlihat segar dengan ekspresi yang cerah. Ia beru mendengar pengakuan dari putranya bahwa anak menantu telah tidak datang bulan selama dua kali periode berturut-turut. Jika bulan ini pun tidak datang, maka akan masuk tiga kali periode. “Nanti sore pergi saja ke dokter kandungan. Jika Samuel, sepertinya tidak valid.” Pak Azis berbicara pada Ryker dan Sabella. “Dia pun bisa saja, Pa. Hanya bukan pakemnya.” Ryker menyahut ucapan papanya. Ia tidak lupa bagaimana kemampuan Samuel yang hebat. “Ya sudah, Ryk. Kali ini harus pergi periksa. Biar gak bikin penasaran, sudah tiga b

  • Lamaran Tiga Lelaki Hebat Warisan Kakek   134. Pamanmu Penjahat

    Kali ini, dua insan peneguk nikmat dunia sedang makan pagi bersama di balkon. Wajah perempuan cantik itu sedikit muram meski matanya berbinar. “Makan di sini kan sudah sama dengan menghirup udara luar, kan?” tanya Ryker dengan tenang. Meski terlihat senyum tipis di bibir seksinya. “Tapi kalo dilihat orang, gimana?” Sabella terlihat resah. “Di sini serba privasi. Coba di bagian mana yang kemungkinan orang bisa melihat ke arah sini?” tanya Ryker. Suapan terakhir nya sudah berakhir beberapa menit lalu. Sabella pun tersenyum. “Tiba-tiba ada pesawat terbang, gimana?” ucapnya. Ryker seketika tersenyum lebar. “Mana ada pesawat terbang serendah kamar hotel lantai sebelas?” tanyanya masih dengan senyum mengembang. Sabella pun diam. Meski masih merasa kikuk, ia pasrah dengan dressnya yang pendek. Lagi-lagi adalah Ryker yang mencabut dari tumpukan untuknya. Meski kali ini sebatas lutut tetapi bagian lengan hanya bertali. Membuatnya terlihat begitu cantik. Ryker bilang, ia harus me

  • Lamaran Tiga Lelaki Hebat Warisan Kakek   4. Dia di Balik Kaca

    Lomba renang yang diikuti hanya khusus perempuan. Ben meninggalkannya di pintu masuk National Swimming Club dan kembali ke apartemen. Dia mengantarkan sendirian. Ryker tiba-tiba mengambil part time sebagai joki pendamping pada sebuah klub kuda di kota. Mungkin semasa Kakek masih ada, lelaki itu sud

  • Lamaran Tiga Lelaki Hebat Warisan Kakek   3. Seatap dengan 2 Lelaki

    “Hanya semalam, sebelum ke Semarang!” Ryker berseru sebelum pergi menuju lobi. Sabella menelan ludah susah payah. Dari kecil terbiasa tinggal di asrama perempuan, tiba-tiba ikut para lelaki dan tinggal bersama? Ini dialaminya sungguhan atau hanya mimpi kesiangan? “Jangan ragu, Sabella. Kamu sanga

  • Lamaran Tiga Lelaki Hebat Warisan Kakek   2. Tiga Lelaki

    Sabella bahkan susah bernapas dan tidak berkedip. Tidak. Ini pasti salah alamat. Tidak mungkin kakeknya yang tinggal di rumah sederhana itu punya tabungan sebesar itu. Apalagi bisa menyediakan tiga calon suami potensial untuknya. Pasti bukan dirinya yang dimaksud oleh Bapak Edo ini–meskipun belia

  • Lamaran Tiga Lelaki Hebat Warisan Kakek   1. Kabar Mengejutkan

    "Pilih satu, atau kamu kehilangan semuanya."Sabella menatap ketiga pria di hadapannya. Hatinya terasa nyeri mendapati ia harus memilih salah satu dari ketiga pria yang ia sayangi, ketiga pria yang mengobati luka di hatinya dan membuat hidup Sabella menjadi lebih baik. Sepasang matanya menatap Sam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status