Meski tidak sangat yakin, Sabella ingat jika gadis mungil itulah yang memberinya seikat mawar merah. Hadiah kejutan untuk kemenangan Sabella sebagai juara. “Mas, siapa dia?” tanya Sabella memastikan. Senyum bocah itu perlahan mengembang lagi meskipun malu-malu. “Bulan, putrinya Samuel. Dia akan menjadi putrimu juga jika kalian menikah,” ucap Ryker datar. Namun, ada senyum di wajahnya meskipun tampak samar. “Mas …! Aku bukan bola!” tegur Sabella mendadak kesal. Merasa dirinya seperti objek yang bisa dioper kesana dan kesini. Sebentar disebut dengan Ben, sebentar disebut juga dengan Samuel. Meski memang tidak salah, tetapi jadi terasa sensitif baginya. Lagipula, Bulan ternyata hanya bocah kecil. Jika Ryker pun belum berkeluarga, kenapa lelaki itu seolah cuci tangan dengan perjodohan warisan itu. Padahal namanya disebut juga. Apa alasannya? Mungkin sudah punya wanita yang dicinta …? “Sabella, jangan lupa, waktumu kurang tiga bulan. Sampai di Semarang, ayahku pasti mendesak,
Last Updated : 2026-02-19 Read more