Share

Pertemuan (2)

Alden mengetuk-ngetukkan ujung pena pada meja. Sungguh, ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya tadi. Bagaimana mungkin perempuan yang paling Alden kagumi bisa berbuat serendah itu?

Sebenarnya tujuan Alden ke rumah sakit tadi untuk menggantikan Mahesa yang kebetulan ada acara dadakan. Padahal, Alden juga punya banyak pekerjaan di rumah singgah. Ternyata begitu sampai ke rumah sakit ia justru dihadapkan pada pemandangan kurang mengenakan.

"Al, lihat Ayya?"

Pemuda itu terlonjak saat mendengar suara berat seseorang. Lamunannya buyar seketika, berganti gugup. "Eh, Mas. Kapan datang?"

"Barusan. Ayya agak susah dihubungi. Saya pikir Ayya sibuk, jadi saya ke sini bawa makan siang."

"Teh Ayya lagi pergi, Mas. Mungkin sebentar lagi pulang. Udah dari tadi kok."

"Antar pasien?" tanya Yendra.

"Iya, cuma kontrol kok."

"Kamu udah makan? Saya bawa ba

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status