Home / Fantasi / Legenda Dewa Pedang / Mencari Tabib Iblis

Share

Mencari Tabib Iblis

Author: Zhu Phi
last update publish date: 2025-12-11 21:21:54
Angin sore Kota Lin’an berembus pelan, membawa aroma pasar, wangi rempah, dan suara riuh penduduk yang memenuhi jalanan. Di antara keramaian itu, Qing Jian berjalan tanpa suara, menyembunyikan aura kultivasinya serendah mungkin. Langkahnya mantap namun hatinya berat meninggalkan Gunung Yunhua dan kembali ke Kota Lin’an.

Ia menengadah sebentar, memandang ke arah barat—arah Sekte Racun Hitam.

Bayangan Yi Xue muncul jelas dalam ingatannya.

“Maafkan aku, Yi Xue… setelah semua urusanku beres, aku pa
Zhu Phi

Bab Utama : 3/3 Selesai. Bab terakhir hari ini... selamat beristirahat.

| 18
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
sangat sedikit
goodnovel comment avatar
Hwat703
menarik dan bagus
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Legenda Dewa Pedang    Jebakan Tak Terlihat

    Matahari baru saja muncul di langit Kota Lin’an, tetapi cahaya keemasan pagi itu gagal mengusir ketegangan yang menggantung di udara. Jalan-jalan utama yang biasanya ramai kini dipenuhi bisik-bisik cemas. Warga menyingkir ke tepi, sebagian menutup pintu, sebagian lagi mengintip dari celah jendela saat barisan besar melintasi kota. Di garis terdepan, pasukan Penyamun Gurun Gobi bergerak seperti badai pasir yang tak terlihat—rapi, disiplin, dan memancarkan aura liar yang membuat bulu kuduk berdiri. Di antara mereka, sosok Aylin Qara berjalan dengan langkah mantap, matanya tajam menyapu setiap sudut kota, seolah menantang siapa pun yang berani menghalangi. Debu tipis terangkat setiap langkah mereka menghantam tanah. Denting senjata yang beradu pelan, gesekan kulit dan logam, serta derap kaki ratusan orang berpadu menjadi irama yang menekan dada. Di belakang mereka, ratusan murid Gobi Pay mengikuti dalam formasi sempurna. Jubah mereka berkibar tertiup angin pagi, sementara Madam Yao She

  • Legenda Dewa Pedang    Kembali Ke Rumah

    Halaman luas Keluarga Besar Shu terbentang seperti luka lama yang tak pernah benar-benar sembuh. Rumput liar menjalar liar di antara batu-batu retak, menjepit sisa-sisa kemegahan yang dulu berdiri angkuh. Pilar-pilar kayu yang dahulu dipahat dengan indah kini miring, sebagian hangus, sebagian lagi lapuk dimakan waktu. Angin berhembus pelan, membawa aroma lembap bercampur debu dan sisa darah yang seolah masih menempel di tanah—jejak bisu dari tragedi yang pernah mengguncang tempat ini.Langkah kaki Shu Jin terhenti begitu ia menginjak halaman itu. Sepasang matanya membeku, menatap lurus ke arah bangunan utama yang kini tinggal kerangka. Dindingnya runtuh sebagian, atapnya bolong, dan pintu besarnya tergantung miring, berderit setiap kali angin menyentuhnya.Guo Xiang dan Zhang Yin tiba hampir bersamaan di sisinya, diikuti oleh Mei Shia dan Lian Hua yang bergerak tanpa suara di belakang mereka, seperti bayangan yang setia mengikuti tuannya.“Sadis juga mereka…” suara Guo Xiang memecah k

  • Legenda Dewa Pedang    Persaingan Panas

    Yi Xue menghentakkan kakinya pelan, tapi cukup keras untuk membuat ujung jubahnya berayun. Bibirnya mengerucut, matanya menyipit tajam ke arah pintu aula yang masih terbuka—tempat dua sosok baru saja pergi dengan penuh percaya diri.Liang Mei menyilangkan tangan di dada, kuku-kukunya menekan lengan sendiri seolah menahan kesal yang menggelegak. Sementara itu, Shin Ling hanya berdiri diam, tetapi sorot matanya dingin dan tajam seperti bilah pisau yang baru diasah.Di sisi lain aula, suara langkah ringan dan tenang milik Guo Xiang dan Zhang Yin masih terngiang, seakan sengaja meninggalkan jejak yang menyebalkan.“Seluruh anggota Gobi Pay akan tiba sebentar lagi untuk membantu kita menyerang Lembah Hantu,” ujar Guo Xiang sebelumnya. Nada suaranya mantap dan penuh keyakinan.Kata-kata itu seperti bara yang dilempar ke dalam dada Yi Xue.“Kabar bagus,” sahut Zhang Yin, melanjutkan dengan nada serius, “pasukan Jenderal Wei Qilin tidak akan sampai dengan cepat ke ibu kota. Aku khawatir Zhao S

  • Legenda Dewa Pedang    Kejutan Tak Terduga

    Langkah kaki bergema pelan di lantai batu istana yang dingin. Shu Jin yang berdiri di sisi aula langsung mengenali suara itu—tegas, mantap, dan tak asing lagi di telinganya. Suara Zhang Yin. Sosok yang telah berkali-kali bertarung bersamanya di garis depan, menembus dinginnya perbatasan, menghabisi pasukan Jurchen tanpa ragu. Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Saat bayangan Zhang Yin muncul di ambang pintu aula, Shu Jin tidak hanya melihat seorang rekan seperjuangan… tapi juga seseorang di sampingnya. Seorang gadis. Langkahnya ringan, nyaris tanpa suara. Rambut hitamnya panjang, jatuh seperti aliran sutra di punggungnya, berkilau tertimpa cahaya obor istana. Wajahnya halus, lembut, dengan aura yang tidak biasa—bukan sekadar cantik, tapi anggun… seperti seseorang yang memang dilahirkan untuk berada di dalam tembok istana. Jantung Shu Jin berdegup sedikit lebih cepat. Aku… pernah melihatnya. Perasaan itu muncul begitu saja, samar tapi mengganggu. Ia mengenali wajah itu—ata

  • Legenda Dewa Pedang    Menuju Lembah Hantu

    Kembali ke Istana Kekaisaran Song Selatan—bau darah dan asap masih menggantung tipis di udara.Halaman yang tadi bergemuruh kini sunyi.Mayat berserakan, sebagian hangus, sebagian terbelah. Batu-batu marmer retak, bekas benturan energi masih terasa hangat di telapak kaki.Di aula utama, suasana jauh dari tenang.“Kenapa Zhao Shin tidak ikut menyerang?” tanya Shin Ling, suaranya rendah namun tajam, memecah keheningan.Ia berdiri tegak, matanya menatap ke arah pintu besar yang terbuka—seolah berharap sosok musuh itu muncul kapan saja.“Perempuan iblis itu juga tidak muncul,” sambung Mei Shia, alisnya berkerut. Udara di sekitarnya masih dingin. Embun tipis kembali muncul di lantai.Shu Jin berdiri di tengah mereka.Sikapnya tetap tenangNamun sorot matanya berbeda—tajam dan penuh perhitungan.“Zhao Shin…” gumamnya pelan.Ia melangkah satu langkah, ujung jubahnya menyapu lantai yang dingin.“…sedang mengujiku.”Semua mata langsung tertuju padanya.“Mengujimu?” ulang Yi Xue. Nada suaranya p

  • Legenda Dewa Pedang    Strategi Pangeran Ketiga

    Wu Chao-Ming berdiri diam di tepi danau jernih itu. Aliran air terjun di belakangnya menggemuruh pelan seperti bisikan panjang yang tak pernah berhenti. Namun di balik wajah tenangnya, pikirannya berputar cepat—menghitung, menimbang, mencium bahaya yang belum terlihat jelas.Alisnya berkerut.“Apa kita juga akan ikut menyerang ke dalam Istana Kekaisaran Song Selatan?” tanyanya akhirnya, suaranya berat, penuh kehati-hatian.Zhao Shin, yang berdiri tak jauh darinya, justru terkekeh pelan.“Tentu saja tidak.”Jawaban itu datang dengan cepat.Ia berbalik perlahan, menatap Wu Chao-Ming dengan sorot mata dingin.“Melihat bagaimana Lima Wanita Iblis itu bergerak…” lanjutnya, nada suaranya merendah, tajam seperti bilah tersembunyi, “aku yakin ada seseorang di balik mereka. Seorang penasihat perang… yang jauh lebih berbahaya dari yang kita bayangkan.”Udara di sekitar mereka terasa berubah.Beberapa murid Sekte Pedang Surgawi berhenti berlatih, diam-diam memasang telinga.“Apa maksud Pangeran?”

  • Legenda Dewa Pedang    Lebah Roh Bulan

    Malam selalu turun lebih cepat di sisi utara Lembah Rahasia Kultivasi—seolah kegelapan sengaja dipanggil lebih awal oleh sesuatu yang berdiam di sana.Langit berubah menjadi biru kelam. Bulan setengah lingkaran menggantung rendah, memercikkan cahaya emas pucat seperti kain sutra yang ditarik perlaha

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Legenda Dewa Pedang    Perebutan Fragmen Jiwa Naga Kuno

    Fragmen Jiwa Naga tidak mengeluarkan suara.Namun denyutnya menyebar.Getaran halus menjalar dari kristal itu... menembus akar bumi, merayap di sela batu, menyusup ke setiap aliran qi di Lembah Rahasia Kultivasi. Seperti detak jantung purba yang memanggil darahnya kembali. Setiap denyut membuat udar

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Legenda Dewa Pedang    Naga Menantang Api Abadi

    Kawah itu bernapas.Bukan kiasan... dinding batu hitamnya mengembang dan mengempis perlahan, seolah perut raksasa yang menelan dan memuntahkan panas dunia. Lautan magma bergolak di bawah kaki Shu Jin; arus pijar merah-oranye berputar lambat, memercikkan cahaya ke kristal api yang tumbuh liar di sepa

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Legenda Dewa Pedang    Kebangkitan Qi Naga Purba

    Langit bergetar.Bukan karena tabrakan jurus. Bukan karena jerit kematian yang memekakkan telinga. Melainkan oleh sesuatu yang kembali pulang.Udara di jantung lembah berubah dalam sekejap. Tekanan itu turun dari langit seperti telapak naga raksasa yang perlahan menekan dunia. Nafas para cultivato

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status