Home / Fantasi / Legenda Dewa Pedang / Mencari Tabib Iblis

Share

Mencari Tabib Iblis

Author: Zhu Phi
last update publish date: 2025-12-11 21:21:54
Angin sore Kota Lin’an berembus pelan, membawa aroma pasar, wangi rempah, dan suara riuh penduduk yang memenuhi jalanan. Di antara keramaian itu, Qing Jian berjalan tanpa suara, menyembunyikan aura kultivasinya serendah mungkin. Langkahnya mantap namun hatinya berat meninggalkan Gunung Yunhua dan kembali ke Kota Lin’an.

Ia menengadah sebentar, memandang ke arah barat—arah Sekte Racun Hitam.

Bayangan Yi Xue muncul jelas dalam ingatannya.

“Maafkan aku, Yi Xue… setelah semua urusanku beres, aku pa
Zhu Phi

Bab Utama : 3/3 Selesai. Bab terakhir hari ini... selamat beristirahat.

| 18
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
sangat sedikit
goodnovel comment avatar
Hwat703
menarik dan bagus
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Legenda Dewa Pedang    Formasi Sembilan Naga

    Suara Shu Jin membelah udara lembap yang pengap. Tangannya bergerak cepat. Hanya satu kibasan ringan, hampir tak terlihat… namun energi di sekeliling mereka langsung bergetar hebat.Dalam sekejap, sembilan titik cahaya menyala di tanah, membentuk lingkaran rumit. Dari sana, perisai transparan menjulang, melengkung seperti kubah raksasa yang menyelimuti seluruh kelompok.Langit berkabut di atas mereka mendadak menyala merah.Lalu, hujan panah api turun dengan kencang.Api melesat turun seperti meteor kecil, membelah kabut dengan desisan panas yang membuat udara terasa kering dan menyengat kulit.TRANG! TRANG! TRANG!Benturan demi benturan menggema keras. Panah-panah api itu menghantam perisai cahaya dan terpental, berhamburan ke segala arah seperti percikan bunga api dari baja yang ditempa. Getarannya merambat ke kaki, membuat tanah berdenyut halus.Cahaya merah dan kilau keemasan saling bertabrakan, menciptakan kilatan yang menyilaukan mata.Di seberang kabut, suara Wu Chao-Xing terde

  • Legenda Dewa Pedang    Jebakan Tak Terlihat

    Matahari baru saja muncul di langit Kota Lin’an, tetapi cahaya keemasan pagi itu gagal mengusir ketegangan yang menggantung di udara. Jalan-jalan utama yang biasanya ramai kini dipenuhi bisik-bisik cemas. Warga menyingkir ke tepi, sebagian menutup pintu, sebagian lagi mengintip dari celah jendela saat barisan besar melintasi kota. Di garis terdepan, pasukan Penyamun Gurun Gobi bergerak seperti badai pasir yang tak terlihat—rapi, disiplin, dan memancarkan aura liar yang membuat bulu kuduk berdiri. Di antara mereka, sosok Aylin Qara berjalan dengan langkah mantap, matanya tajam menyapu setiap sudut kota, seolah menantang siapa pun yang berani menghalangi. Debu tipis terangkat setiap langkah mereka menghantam tanah. Denting senjata yang beradu pelan, gesekan kulit dan logam, serta derap kaki ratusan orang berpadu menjadi irama yang menekan dada. Di belakang mereka, ratusan murid Gobi Pay mengikuti dalam formasi sempurna. Jubah mereka berkibar tertiup angin pagi, sementara Madam Yao She

  • Legenda Dewa Pedang    Kembali Ke Rumah

    Halaman luas Keluarga Besar Shu terbentang seperti luka lama yang tak pernah benar-benar sembuh. Rumput liar menjalar liar di antara batu-batu retak, menjepit sisa-sisa kemegahan yang dulu berdiri angkuh. Pilar-pilar kayu yang dahulu dipahat dengan indah kini miring, sebagian hangus, sebagian lagi lapuk dimakan waktu. Angin berhembus pelan, membawa aroma lembap bercampur debu dan sisa darah yang seolah masih menempel di tanah—jejak bisu dari tragedi yang pernah mengguncang tempat ini.Langkah kaki Shu Jin terhenti begitu ia menginjak halaman itu. Sepasang matanya membeku, menatap lurus ke arah bangunan utama yang kini tinggal kerangka. Dindingnya runtuh sebagian, atapnya bolong, dan pintu besarnya tergantung miring, berderit setiap kali angin menyentuhnya.Guo Xiang dan Zhang Yin tiba hampir bersamaan di sisinya, diikuti oleh Mei Shia dan Lian Hua yang bergerak tanpa suara di belakang mereka, seperti bayangan yang setia mengikuti tuannya.“Sadis juga mereka…” suara Guo Xiang memecah k

  • Legenda Dewa Pedang    Persaingan Panas

    Yi Xue menghentakkan kakinya pelan, tapi cukup keras untuk membuat ujung jubahnya berayun. Bibirnya mengerucut, matanya menyipit tajam ke arah pintu aula yang masih terbuka—tempat dua sosok baru saja pergi dengan penuh percaya diri.Liang Mei menyilangkan tangan di dada, kuku-kukunya menekan lengan sendiri seolah menahan kesal yang menggelegak. Sementara itu, Shin Ling hanya berdiri diam, tetapi sorot matanya dingin dan tajam seperti bilah pisau yang baru diasah.Di sisi lain aula, suara langkah ringan dan tenang milik Guo Xiang dan Zhang Yin masih terngiang, seakan sengaja meninggalkan jejak yang menyebalkan.“Seluruh anggota Gobi Pay akan tiba sebentar lagi untuk membantu kita menyerang Lembah Hantu,” ujar Guo Xiang sebelumnya. Nada suaranya mantap dan penuh keyakinan.Kata-kata itu seperti bara yang dilempar ke dalam dada Yi Xue.“Kabar bagus,” sahut Zhang Yin, melanjutkan dengan nada serius, “pasukan Jenderal Wei Qilin tidak akan sampai dengan cepat ke ibu kota. Aku khawatir Zhao S

  • Legenda Dewa Pedang    Kejutan Tak Terduga

    Langkah kaki bergema pelan di lantai batu istana yang dingin. Shu Jin yang berdiri di sisi aula langsung mengenali suara itu—tegas, mantap, dan tak asing lagi di telinganya. Suara Zhang Yin. Sosok yang telah berkali-kali bertarung bersamanya di garis depan, menembus dinginnya perbatasan, menghabisi pasukan Jurchen tanpa ragu. Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Saat bayangan Zhang Yin muncul di ambang pintu aula, Shu Jin tidak hanya melihat seorang rekan seperjuangan… tapi juga seseorang di sampingnya. Seorang gadis. Langkahnya ringan, nyaris tanpa suara. Rambut hitamnya panjang, jatuh seperti aliran sutra di punggungnya, berkilau tertimpa cahaya obor istana. Wajahnya halus, lembut, dengan aura yang tidak biasa—bukan sekadar cantik, tapi anggun… seperti seseorang yang memang dilahirkan untuk berada di dalam tembok istana. Jantung Shu Jin berdegup sedikit lebih cepat. Aku… pernah melihatnya. Perasaan itu muncul begitu saja, samar tapi mengganggu. Ia mengenali wajah itu—ata

  • Legenda Dewa Pedang    Menuju Lembah Hantu

    Kembali ke Istana Kekaisaran Song Selatan—bau darah dan asap masih menggantung tipis di udara.Halaman yang tadi bergemuruh kini sunyi.Mayat berserakan, sebagian hangus, sebagian terbelah. Batu-batu marmer retak, bekas benturan energi masih terasa hangat di telapak kaki.Di aula utama, suasana jauh dari tenang.“Kenapa Zhao Shin tidak ikut menyerang?” tanya Shin Ling, suaranya rendah namun tajam, memecah keheningan.Ia berdiri tegak, matanya menatap ke arah pintu besar yang terbuka—seolah berharap sosok musuh itu muncul kapan saja.“Perempuan iblis itu juga tidak muncul,” sambung Mei Shia, alisnya berkerut. Udara di sekitarnya masih dingin. Embun tipis kembali muncul di lantai.Shu Jin berdiri di tengah mereka.Sikapnya tetap tenangNamun sorot matanya berbeda—tajam dan penuh perhitungan.“Zhao Shin…” gumamnya pelan.Ia melangkah satu langkah, ujung jubahnya menyapu lantai yang dingin.“…sedang mengujiku.”Semua mata langsung tertuju padanya.“Mengujimu?” ulang Yi Xue. Nada suaranya p

  • Legenda Dewa Pedang    Terkepung

    Ketika jarak mereka dengan Oasis Hitam tinggal beberapa puluh langkah, dunia seolah menarik napas—lalu menghembuskannya kembali dengan kasar.DUM—!Tanah di bawah kaki Qing Jian bergetar hebat. Pasir berloncatan, retak-retak halus menjalar seperti urat pecah di permukaan gurun. Air pekat yang semula

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Legenda Dewa Pedang    Lima Jurus Pedang Iblis Langit

    Pusaran hitam itu berputar semakin liar, mengisap udara hingga lorong labirin bergetar seperti dada raksasa yang menahan napas. Aroma besi terbakar dan hawa kegelapan menekan seperti ribuan jarum menusuk kulit.Aylin mundur satu langkah. “Shu Jin… sesuatu keluar dari sana!”Shu Jin sudah mengencang

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Legenda Dewa Pedang    Tiga Pilar Pondasi Qi

    Qing Jian menjejakkan kakinya ke tanah gua.BUMM—!!Getaran menghantam dinding batu seperti gempa mendadak. Retakan merambat di lantai, pasir berloncatan, dan tekanan udara berubah drastis. Kegelapan milik Rong Hai bergetar—retak, terbelah sedikit demi sedikit.Qing Jian mengangkat kepalanya.“Tiga

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Legenda Dewa Pedang    Labirin Roh Terkutuk

    Kegelapan itu menelan mereka tanpa ampun.Bukan seperti tenggelam ke dalam air—melainkan seperti dijatuhkan ke dalam rahang dunia lain. Tubuh Qing Jian dan Aylin meluncur ke bawah dengan kecepatan mengerikan. Tidak ada rasa cairan. Tidak ada pelambatan. Hanya tarikan brutal yang menyeret jiwa sekali

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status