بيت / Fantasi / Legenda Dewa Pedang / Ending : Benua Terlarang

مشاركة

Ending : Benua Terlarang

مؤلف: Zhu Phi
last update تاريخ النشر: 2026-04-30 13:17:38

Benua Terlarang...

Nama itu bergaung seperti kutukan di kalangan para Cultivator Song Selatan.

Sebuah daratan luas yang jarang disebut tanpa nada takut—tempat yang oleh sebagian orang dijuluki Benua Dewa. Bukan karena kedamaiannya… melainkan karena para penghuninya yang melampaui batas manusia biasa.

Tak banyak yang berani pergi ke sana.

Bukan karena tak ingin.

Tapi karena tahu—sekali melangkah ke wilayah itu, hidup dan mati bukan lagi milik sendiri.

Di Benua Terlarang, kekuatan adalah hukum.

Sosok yang lemah… hanya bahan pijakan.

Langit di sana terasa lebih berat, seolah tekanan energi spiritual menindih siapa pun yang belum cukup kuat. Bahkan cultivator tingkat Inti Emas... yang di Song Selatan sudah dianggap elite... hanyalah lapisan terbawah di tempat itu.

Lebih tinggi lagi... ada mereka yang telah menyentuh ambang keabadian.

Immortal.

Makhluk-makhluk yang tak lagi terikat sepenuhnya oleh hukum fana.

Sekte-sekte pedang terkenal menjamur di sana.

Transaksi sepenuhnya menggunakan batu roh yang masing-masing memiliki tingkatan energi tertentu.

Cultivator bisa saling bunuh untuk menunjukkan siapa yang terkuat di antara mereka.

Hukum rimba masih berlaku di benua ini.

Dan di atas semua itu, Benua Terlarang dipimpin oleh satu sosok.

Seorang cultivator yang kekuatannya hampir menyentuh tahap Immortal. Namanya menggema seperti legenda yang hidup… sekaligus mimpi buruk yang nyata.

Shiang Kui Long.

Penguasa yang berdiri di puncak kekuatan.

Namun bahkan kekuatan sebesar itu… tidak mampu menghindari satu hal—Takdir.

Sebuah kitab kuno pernah muncul di tangan para petinggi Benua Terlarang.

Kitab Ramalan Surgawi.

Ramalan di dalamnya singkat… tapi cukup untuk mengguncang seluruh kekuasaan.

Kejatuhan Shiang Kui Long… akan ditentukan oleh seorang cultivator pedang yang terhebat.

Ia yang kelak akan memerintah Song Selatan.

Dan namanya bermarga Shu.

Sejak saat itu, bayangan ancaman itu tidak pernah hilang.

Kui Long tidak menunggu takdir menghampirinya.

Ia bergerak lebih dulu.

Zhao Shin—Pangeran Ketiga Song Selatan... menjadi alatnya. Ambisi pria itu dimanfaatkan, dipelihara, dan diarahkan untuk merebut tahta kekaisaran.

Boneka kekuasaan.

Jika Zhao Shin berhasil… maka Song Selatan akan jatuh ke dalam kendali Benua Terlarang tanpa perlawanan.

Namun, Kui Long tidak bodoh.

Ia menyiapkan cadangan.

Jika Zhao Shin gagal, maka ia akan menciptakan pengganti.

Dan untuk itu… ia menahan Shu Tian dan istrinya.

Menjadikan mereka sandera dan umpan.

Agar suatu hari nanti, Shu Jin—putra mereka... tidak punya pilihan selain tunduk… dan menjadi boneka berikutnya.

Ironis.

Karena pada saat yang sama, Kui Long tahu kalau Shu Jin… adalah ancaman terbesar bagi kehancurannya.

Sementara itu, angin takdir terus bergerak.

Zhao Shin, yang mulai menyadari bahwa Wu Chao-Xing hanya berpura-pura berkhianat demi melindungi Shu Jin… tidak memberi kesempatan kedua padanya.

Ia melarikan diri dan membawa gadis itu bersamanya.

Menuju satu tempat—Benua Terlarang.

Tempat di mana kebenaran dan kebohongan akan bercampur.

Tempat di mana cinta bisa menjadi kelemahan… dan juga kekuatan.

Dan jauh di belakang, dtanah yang masih dipenuhi sisa darah dan abu... seorang pemuda mengangkat kepalanya.

Shu Jin.

Sang Dewa Pedang.

Di sampingnya, Guo Xiang berdiri dengan tatapan tajam, siap menghadapi apa pun yang menanti di depan.

Perjalanan mereka belum berakhir.

Justru baru saja dimulai.

Benua Terlarang terlalu luas.

Lebih luas dari seluruh Song Selatan.

Dipenuhi rahasia, kekuatan, dan bahaya yang tak terhitung jumlahnya.

Namun satu hal sudah pasti... saat Shu Jin menginjakkan kaki di sana…

Benua Terlarang… tidak akan pernah sama lagi.

*** TAMAT ***

Sampai jumpa di petualangan Shu Jin bersama Guo Xiang berikutnya di Benua Terlarang.

Terima kasih kepada sobat readers yang telah mengikuti kisah ini sampai tamat.

Terima kasih untuk dukungannya, hadiahnya, gems-nya, komentarnya, dan semuanya.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Legenda Dewa Pedang    Ending : Benua Terlarang

    Benua Terlarang...Nama itu bergaung seperti kutukan di kalangan para Cultivator Song Selatan.Sebuah daratan luas yang jarang disebut tanpa nada takut—tempat yang oleh sebagian orang dijuluki Benua Dewa. Bukan karena kedamaiannya… melainkan karena para penghuninya yang melampaui batas manusia biasa.Tak banyak yang berani pergi ke sana.Bukan karena tak ingin.Tapi karena tahu—sekali melangkah ke wilayah itu, hidup dan mati bukan lagi milik sendiri.Di Benua Terlarang, kekuatan adalah hukum.Sosok yang lemah… hanya bahan pijakan.Langit di sana terasa lebih berat, seolah tekanan energi spiritual menindih siapa pun yang belum cukup kuat. Bahkan cultivator tingkat Inti Emas... yang di Song Selatan sudah dianggap elite... hanyalah lapisan terbawah di tempat itu.Lebih tinggi lagi... ada mereka yang telah menyentuh ambang keabadian.Immortal.Makhluk-makhluk yang tak lagi terikat sepenuhnya oleh hukum fana.Sekte-sekte pedang terkenal menjamur di sana.Transaksi sepenuhnya menggunakan bat

  • Legenda Dewa Pedang    Pertempuran Lembah Hantu - Pesan Terakhir

    “Kenapa… ia tidak melawan?”Suara Shu Jin terdengar serak, nyaris tak dikenali. Ia berdiri membeku di tengah sisa panas yang masih beriak di udara. Abu halus beterbangan di sekelilingnya... sisa tubuh Wu Chao-Ming yang baru saja lenyap dilahap api. Bau hangus masih menempel di tenggorokan, pahit, menyesakkan.Tangannya gemetar.Untuk pertama kalinya sejak pertarungan dimulai… ia ragu.Langkah tertatih terdengar dari belakang.Tetua Wu Chao-Pei muncul dari antara reruntuhan tubuh murid-murid Wu. Napasnya berat, darah masih menetes dari sudut bibirnya, tapi matanya tetap jernih—penuh kelelahan… dan sesuatu yang lebih dalam.Guo Xiang langsung bergerak ke depan. Pedangnya terangkat, siap kapan saja menebas jika pria tua itu mencoba sesuatu.Namun Wu Chao-Pei hanya berhenti beberapa langkah dari Shu Jin.Tidak ada niat menyerang.Hanya satu gerakan pelan... ia mengeluarkan sebuah surat yang sudah kusut dari balik jubahnya.“Ini… dari ayahmu, Shu Jin,” ucapnya lirih. “Bacalah… maka kau akan

  • Legenda Dewa Pedang    Pertempuran Lembah Hantu - Rahasia Besar

    Wu Chao-Ming sudah menyadarinya.Sebelum Shu Jin dan Guo Xiang benar-benar tiba, sebelum ujung serangan mereka menyentuh sasaran—mata pria tua itu telah terbuka perlahan, seperti seseorang yang memang telah menunggu momen ini sejak lama.Dalam satu tarikan napas, dua bayangan menerjang.Namun yang mereka hantam… hanya ruang kosong.Energi pedang mencabik udara tanpa mengenai apa pun.Shu Jin langsung memutar tubuhnya ke belakang.Wu Chao-Ming kini telah berdiri di belakang mereka.Tegak dan tenang. Seolah perpindahan barusan hanyalah langkah biasa yang tak berarti.Jubahnya bergoyang pelan, wajahnya tetap datar, namun sorot matanya… dalam. Terlalu dalam untuk dibaca.“Aku sudah tahu hari ini akan datang…” suaranya berat, mengandung sesuatu yang tak mudah dijelaskan. “Tapi, Shu Jin… apa yang kau lihat… belum tentu adalah kebenaran yang sebenarnya.”Ucapan itu membuat suasana semakin memanas.Mata Shu Jin langsung menyala.“Bandot tua sialan!” suaranya pecah, penuh amarah yang tak lagi t

  • Legenda Dewa Pedang    Pertempuran Lembah Hantu – Menghancurkan Keluarga Besar Wu

    Shu Jin dan Guo Xiang melesat maju tanpa ragu.Kaki mereka tidak benar-benar menyentuh tanah... keduanya melayang rendah, menapak udara dengan kecepatan yang memecah angin. Hantu-hantu kelaparan di bawah mereka mengangkat tangan-tangan busuk, mencoba meraih, namun yang tertangkap hanya bayangan yang sudah melintas.Desingan udara berdengung di telinga.Satu… dua… puluhan sosok hantu terlewati dalam sekejap.Dan tiba-tiba... pemandangan berubah.Mereka mendarat di sebuah tempat yang kontras dengan neraka di belakang: sebuah dataran yang tenang, hampir indah. Tanahnya bersih, udara terasa lebih ringan, seolah wilayah ini dilindungi oleh sesuatu yang tak kasat mata.Namun ketenangan itu semu.Karena di sana... Keluarga Besar Wu telah menunggu.Ratusan murid berdiri berlapis, membentuk barisan kokoh yang menghadang jalan. Mata mereka tajam, penuh kewaspadaan, sebagian menyimpan keraguan, sebagian lagi menyala dengan niat membunuh.Dan di belakang mereka, seorang pria tua duduk bersila.Wu

  • Legenda Dewa Pedang    Pertempuran Lembah Hantu - Pasukan Hantu

    Kebingungan itu bahkan belum sempat mengendap di benak Shu Jin—baru saja ia menyadari ada sesuatu yang janggal... ketika teror berikutnya datang tanpa memberi ruang untuk bernapas.Kabut Lembah Hantu yang sebelumnya menutup pandangan kini telah tersibak sepenuhnya.tapi apa yang tersembunyi di baliknya… membuat udara seakan membeku.Ratusan sosok muncul.Mereka tidak berjalan tapi mereka meluncur. Bergerak cepat, tak beraturan, dengan aura membunuh yang begitu pekat hingga membuat dada terasa ditekan. Tanah bergetar pelan setiap kali gelombang hantu itu mendekat, seperti gelombang kematian yang tak bisa dihentikan.Mata Shu Jin menyipit tajam.Hantu-hantu itu bukan sekadar roh gentayangan.Mereka dikendalikan.Namun… oleh siapa?Beberapa di antara mereka memiliki cakar panjang, hitam, berkilat seperti logam basah... racun menetes dari ujungnya, menguap saat menyentuh tanah. Hantu yang lain diselimuti kobaran api hijau kebiruan, nyalanya tidak memberi cahaya hangat, justru memancarkan h

  • Legenda Dewa Pedang    Pertempuran Lembah Hantu – Sekte Pedang Surgawi

    “Tiarap!”Suara Shu Jin meledak memecah sunyi, tajam seperti petir yang menyambar di tengah kabut tebal. Dalam detik yang sama, ribuan anak panah berujung api melesat dari balik kabut dingin—menderu, berdesing, menyayat udara dengan panas yang langsung menggigit kulit.Shu Jin menjatuhkan tubuhnya tanpa ragu. Tanah lembap menyambut dengan dingin yang menusuk. Di kanan kirinya, Guo Xiang dan Zhang Yin bergerak seirama, tubuh mereka menghantam permukaan tanah hampir bersamaan. Lima wanita iblis di belakangnya juga bereaksi cepat—menjatuhkan diri, menempel pada tanah, napas tertahan.Namun di barisan belakang, ratusan murid dan anggota Gobi Pay tidak seberuntung itu.Teriakan keras terdengar menyayat hati..Beberapa bahkan belum sempat memahami perintah ketika hujan panah itu tiba. Api menyambar pakaian, menembus daging, membakar kulit. Bau gosong langsung memenuhi udara—campuran antara kain terbakar dan darah yang mendidih. Tubuh-tubuh berjatuhan, sebagian menggeliat kesakitan, sebagian

  • Legenda Dewa Pedang    Perjalanan Ke Kota Ganzhou

    Pagi menyingsing dengan dingin yang menusuk tulang di Kota Jiuquan.Kabut pucat menggantung rendah, menelan atap-atap batu dan lorong sempit, meninggalkan embun tipis yang berkilau seperti serpihan kaca. Paviliun Lotus Merah yang semalaman menahan gejolak energi kini kembali tenang—seolah baru saja

    last updateآخر تحديث : 2026-03-28
  • Legenda Dewa Pedang    Godaan Wanita Iblis

    Kereta kuda akhirnya menembus gerbang Kota Ganzhou ketika matahari condong ke barat, menumpahkan cahaya jingga ke dinding kota yang tinggi dan berlumut. Suara lonceng penjaga bercampur riuh pedagang sore, bau debu jalanan berpadu dengan wangi daging panggang dan rempah panas yang menguar dari dalam

    last updateآخر تحديث : 2026-03-28
  • Legenda Dewa Pedang    Terkepung

    Ketika jarak mereka dengan Oasis Hitam tinggal beberapa puluh langkah, dunia seolah menarik napas—lalu menghembuskannya kembali dengan kasar.DUM—!Tanah di bawah kaki Qing Jian bergetar hebat. Pasir berloncatan, retak-retak halus menjalar seperti urat pecah di permukaan gurun. Air pekat yang semula

    last updateآخر تحديث : 2026-03-26
  • Legenda Dewa Pedang    Tiga Pilar Pondasi Qi

    Qing Jian menjejakkan kakinya ke tanah gua.BUMM—!!Getaran menghantam dinding batu seperti gempa mendadak. Retakan merambat di lantai, pasir berloncatan, dan tekanan udara berubah drastis. Kegelapan milik Rong Hai bergetar—retak, terbelah sedikit demi sedikit.Qing Jian mengangkat kepalanya.“Tiga

    last updateآخر تحديث : 2026-03-26
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status