Share

Pilihan Sulit

Author: Zhu Phi
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-19 20:27:33
Cahaya pagi menyusup dari sela-sela jendela penginapan, memantul di lantai kayu yang masih lembab oleh embun malam. Aroma teh hangat dan kayu basah bercampur di udara, menandai awal hari di Kota Huayin—hari yang seharusnya tenang, namun justru dipenuhi bahaya.

Qing Jian berdiri tegak di tengah ruangan. Sinar matahari pagi jatuh di bahunya, namun wajahnya tetap dingin, seolah tidak tersentuh kehangatan fajar.

Sekte Tengkorak Hitam.

Nama itu kembali menghantam pikirannya.

Mereka memburunya.

Bukan
Zhu Phi

Bab Utama : 2/3. Bab tertunda kemarin.

| 13
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin penasaran
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Legenda Dewa Pedang    Kembalinya Dewa Pedang

    “Shu Jin!” “Qing Jian!” “Tuan Muda!”Tiga nama berbeda menggema hampir bersamaan—namun semua mata tertuju pada satu sosok yang kini berdiri tenang di tengah aula.Kabut energi yang sebelumnya menekan ruangan perlahan mereda, memperlihatkan wajah yang begitu familiar. Jubahnya berkibar pelan, rambutnya tergerai sedikit berantakan, namun sorot matanya… tajam, dalam, dan membawa wibawa yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.Tanpa banyak kata, ia melangkah maju.Setiap langkahnya mantap, bergema di lantai marmer yang masih dilapisi embun tipis akibat aura dingin sebelumnya.Lalu—duk!Ia berlutut di hadapan Kaisar Gaozong. Kepalanya menunduk dalam.“Hormat, Yang Mulia! Maaf… hamba datang terlambat.”Suaranya rendah, namun penuh kendali.Sejenak hening.Kemudian...“Hahaha!”Tawa Kaisar pecah, menggetarkan suasana tegang yang sejak tadi menyesakkan dada.“Bangunlah!” katanya. Wajahnya kini berseri. “Aku sudah yakin kau akan kembali tepat waktu!”Tatapannya tajam meneliti Shu Jin, seolah ing

  • Legenda Dewa Pedang    Perintah Kaisar

    “Kenapa tidak boleh, Yang Mulia?” Suara Shin Ling terdengar tegas, memecah ketegangan yang menggantung di udara. Tatapannya lurus, tajam, tak gentar. “Bukankah kita semua di sini untuk memberantas pemberontak?”Keberanian Shin Ling agak mengejutkan keempat wanita iblis lainnya.Kaisar bisa saja menghukum mati yang dianggap melawan perintahnya.Di singgasananya, Kaisar Gaozong menarik napas dalam. Cahaya obor memantul di matanya yang mulai dipenuhi bayangan kecemasan.“Aku tidak akan membiarkan nyawa kalian hilang sia-sia… setelah kalian berhasil menyelamatkan Kerajaan Song Selatan,” ucapnya perlahan, namun penuh tekanan.Kata-kata itu ada benarnya dan tak terbantahkanNamun, Yi Xue sudah tak mampu menahan diri. Ia melangkah maju, ujung jubahnya berkibar halus, matanya menyala oleh amarah yang tertahan.“Tapi, kita akan mati di sini jika hanya diam!” balasnya tajam. “Anak buahku sedang bertarung mati-matian di luar sana… menahan pasukan pemberontak agar tidak masuk ke dalam istana!”Seo

  • Legenda Dewa Pedang    Konflik di Istana

    Sementara itu, di pusat Istana Kekaisaran Song Selatan, malam belum sepenuhnya turun, namun aula utama sudah bermandikan cahaya lampu minyak yang bergetar pelan. Bayangan para pejabat dan tamu terhormat menari di dinding berlapis ukiran naga, sementara aroma hidangan mewah masih menggantung di udara—hangat, gurih, namun mulai terasa getir.Di tengah jamuan itu, Kaisar Gaozong duduk tegak di singgasananya. Di hadapannya, lima wanita dengan aura mencolok—Shin Ling, Yi Xue, Liang Mei, Lian Hua, dan Mei Shia—masih menikmati sisa hidangan, meski percakapan mereka telah meredup menjadi bisik-bisik penuh kewaspadaan.Tiba-tiba...BRAK!Pintu aula terbuka kasar. Seorang pengawal istana berlutut dengan napas tersengal, keringat mengalir deras di pelipisnya.“Lapor, Yang Mulia… pasukan Pangeran Ketiga mengepung istana!”Suasana seketika membeku.Sendok perak berhenti di udara. Suara napas terasa lebih berat. Bahkan nyala lampu seolah ikut meredup.Tatapan Kaisar Gaozong menajam, meski wajahnya t

  • Legenda Dewa Pedang    Serangan Jenderal Song Selatan

    WUUUSSSHHH!!!Kilatan dingin golok panjang membelah udara—langsung mengarah ke leher Shu Jin!Mata Shu Jin menyipit.Tubuhnya miring sedikit untuk menghindar tapi...SRET!!!Angin tajam mengenai pipinya, meninggalkan goresan tipis.Darah menetes tapi ia selamat.Kuda perang itu meringkik keras, berputar dengan gesit di udara hancur itu seolah tanah masih utuh. Di atasnya, Jenderal Wei Qinling menatap tajam.Tanpa sepatah kata.Tanpa ragu.Ia menusukkan tombak panjang yang entah kapan sudah berpindah ke tangannya...TUSSSHHH!!!Serangan kedua datang secepat kilat.Shu Jin mengangkat Pedang Dewa Ilahi...TRAAANG!!!Benturan keras mengguncang udara.Gelombang kejut menyapu darah dan debu di sekitar mereka.“Jenderal, tunggu…” Shu Jin membuka suara.WUUUSSHH!!!Tombak itu berputar.Menusuk lagi.Lebih cepat dan mematikan.“Tidak perlu bicara!” suara Wei dingin seperti baja.“Buktikan!”DUAARRR!!!Serangan bertubi-tubi datang tanpa jeda.Tusukan lurus.Sapuan horizontal.Putaran dari atas.

  • Legenda Dewa Pedang    Perang Song Selatan - Seratus Ribu Pasukan Song Selatan

    BOOOOOM!!!Dunia seperti runtuh untuk kesekian kalinya.Tanah sudah lama hancur—yang tersisa hanya kehampaan bergetar, dipenuhi gelombang energi yang saling mencabik.Di pusat kehancuran itu—dua sosok bertabrakan lagi.Shu Jin dan Wanyan Wu Di.TRAAANG!!!Infinity Sword menghantam gelang emas... kali ini bukan sekadar benturan.KRAAAAAAK!!!Suara retakan menggema.Satu gelang emas pecah oleh kekuatan Infinity Sword.Fragmennya beterbangan, berubah menjadi serpihan cahaya yang memudar di udara.Mata Wanyan Wu Di membelalak.Namun, belum sempat bereaksi, Shu Jin sudah masuk lebih dalam.Matanya dingin.Tanpa ragu dan belas kasihan.Infinity Sword memanjang lalu berubah menjadi badai bilah tak terbatas.SRET! SRET! SRET!Serangan datang dari segala arah tanpa batas.Wanyan bertahan.Gelang-gelang emasnya berputar gila untuk bertahan dan menyerang.Tapi semua itu terlambat.SRET!!!Satu tebasan menembus pertahanan.Dada Wanyan tercabik.Kabut darah memenuhi udara.Ia mundur tapi Shu Jin ti

  • Legenda Dewa Pedang    Perang Song Selatan – Tabib Seribu Wajah dan Harimau Hitam

    Angin gurun mengamuk.Bukan lagi sekadar badai yang berputar tanpa arah—melainkan kegilaan yang lahir dari dua kehendak yang saling menolak untuk tunduk. Udara bergetar, berat, panas, dan tajam. Pasir beterbangan liar, menampar wajah, mengiris kulit seperti ribuan bilah halus.DUUUUM!!!Sisa benturan terakhir masih menggulung medan perang. Gelombang kejut merayap di atas tanah, menghantam apa pun yang berdiri terlalu lama di satu tempat. Butiran pasir berubah menjadi hujan pisau yang menyambar tanpa ampun.Di tengah kekacauan itu...Aylin Qara berdiri tegak.Pedangnya masih terangkat, bilahnya berkilau merah keemasan, memantulkan badai yang ia kendalikan. Rambutnya berkibar liar, matanya menyala—tajam, hidup, dan haus akan pertarungan.Di seberangnya...Wanyan Qianmian tersenyum.Namun kali ini… ada sesuatu yang berbeda.Napasnya sedikit lebih berat. Dada naik turun lebih dalam. Senyumnya masih ada—tapi tidak lagi santai seperti sebelumnya.“Menarik…” gumamnya pelan.Suaranya hampir te

  • Legenda Dewa Pedang    Formasi Tengkorak Sekte Tulang Naga

    Kabut merah Lembah Kabut Darah belum sempat menjilat ujung sepatu Qing Jian—ketika bau kematian yang jauh lebih tua menghantam inderanya lebih dulu.Bukan bau darah segar. Bukan pula racun yang masih hidup. Ini adalah bau tulang yang telah lama terkubur, digerus waktu, dilupakan dunia… lalu dipaksa

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • Legenda Dewa Pedang    Godaan

    Ling Mei tidak menunggu jawaban dari Qing Jian.Seolah waktu bukan lagi miliknya saat ini.Dengan satu tarikan napas yang bergetar, jemarinya bergerak—tenang, pasti—melepaskan lapisan demi lapisan pakaian yang selama ini menjadi pelindung antara hidup dan kematian. Tidak ada rasa ragu dalam gerakann

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • Legenda Dewa Pedang    Kekuatan Naga Iblis Medis

    “Raungan Naga Iblis Medis,” ucap Yao Shi Kui tenang. “Cukup untuk menghancurkan cultivator Ranah Pemurnian Tubuh—”“Hanya dengan suara.”Naga itu membuka mulut.Api perak-merah menyembur.Api itu tidak membakar udara. Ia membakar energi.Batu altar yang tersentuh api itu langsung menghitam, retak,

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • Legenda Dewa Pedang    Kecantikan Tabib Iblis Darah

    Kabut darah yang sempat tercerai perlahan menggumpal kembali.Kabut ini tidak mengalir melainkan merayap, berputar, dan menyatu seperti makhluk hidup yang dipanggil pulang oleh tuannya.Api sisa Rubah Api Darah meredup satu per satu. Nyala merahnya tersedot ke pusat lembah, menyusut, lalu padam tanp

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status