/ Fantasi / Legenda Dewa Pedang / Raja Hewan Roh

공유

Raja Hewan Roh

last update 게시일: 10.03.2026 21:41:59
Angin malam berdesir keras di pegunungan barat.

Awan hitam bergerak cepat di langit, sesekali menyingkap cahaya bulan yang pucat. Tebing-tebing batu berdiri menjulang seperti gigi raksasa yang menembus kabut pegunungan.

Tiba-tiba... sebuah bayangan putih melesat di udara.

WHOOSH!

Seekor harimau putih raksasa melompat dari satu tebing ke tebing lain dengan kecepatan yang hampir tak terlihat oleh mata manusia.

Tubuhnya besar seperti kereta perang.

Otot-ototnya bergerak di bawah bulu putih yang ber
Zhu Phi

Bab Utama : 2/3.

| 1
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Legenda Dewa Pedang    Perang Besar di Perbatasan Gurun Gobi

    Para jenderal elit langsung berlutut di hadapan Kaisar Gaozhong.“Siap, Yang Mulia!”Langkah kaki menggema dengan cepat dan teratur.Namun, waktu berlalu.Beberapa jam kemudian.Aula yang sama.Namun kini lebih dingin.Lebih sunyi.Seorang jenderal berlutut di tengah ruangan.Kepalanya menunduk dalam.Wajahnya pucat.“Lapor… Yang Mulia…”Suaranya serak.“…kediaman Keluarga Wu…”Ia menelan ludah.“…telah kosong.”Hening.Tidak ada ledakan.Tidak ada kemarahan langsung.Dan justru—itulah yang membuat semua orang semakin takut.“Melarikan diri…” gumam Kaisar pelan.Tangannya mengepal.KRAK!Lengan singgasana retak di bawah genggamannya.“Jadi… mereka sudah bersiap sejak awal…”Ia menarik napas panjang.Perlahan dan dalam.Ketika ia membuka mata, amarahnya tidak hilang.Namun, telah berubah menjadi sesuatu yang lebih dingin dan mematikan.“Kalau begitu…”Ia berdiri tegak.Aura kekaisarannya kembali stabil.Namun, kini seperti es yang membeku ribuan tahun.“…kita akan memukul mundur pasukan

  • Legenda Dewa Pedang    Kemurkaan Kaisar Gaozhong

    Malam di Istana Kekaisaran masih dipenuhi bayangan saat lima sosok wanita melangkah masuk ke aula utama tanpa diundang.SWOOOOSH!!!Begitu cepat… hingga mata biasa tak sempat menangkap gerakan mereka.Para penjaga bahkan belum sempat menghunus pedang.BRAK!Tubuh mereka sudah terpental, menghantam pilar dan lantai marmer. Beberapa terguling dengan napas tercekat… Dada mereka seperti ditekan gunung.Aura memenuhi udara.Dingin… beracun… mematikan.Seolah-olah seluruh aula berubah menjadi sarang kematian.Pintu utama aula terbuka paksa.BRAAAK!!!Daun pintu bergetar keras saat menghantam dinding.Di dalam—musik terhenti mendadak.Nada kecapi yang sempat berkumandang di udara mati begitu saja.Para menteri tersentak.Beberapa berdiri setengah dari kursinya. Sedangkan yang lain langsung pucat, napas mereka memburu.Semua mata… tertarik ke satu arah.Singgasana naga.Di sana, Kaisar Gaozhong berdiri perlahan.Jubah kekaisarannya bergesek pelan.Wajahnya yang biasanya tenang kini tampak tega

  • Legenda Dewa Pedang    Lima Wanita Iblis

    Namun, udara tiba-tiba terbelah.SWOOOOSH!!!Tiga bayangan melesat turun dari langit malam.Cepat.Lebih cepat dari kilat yang menyambar.Mereka menembus kabut energi dan sisa-sisa benturan Qi, lalu...BOOM! BOOM! BOOM!Tiga hentakan berturut-turut menghantam halaman istana.Lantai batu retak.Retakan menjalar seperti urat-urat hitam di permukaan tanah.Debu terangkat tinggi, berputar dalam pusaran kecil yang memekakkan pandangan.Dan bersama debu itu—muncul tekanan aura yang begitu berat hingga napas terasa tertahan di dada.Zhao Shin berhenti.Tangannya yang tadi hampir menjatuhkan vonis pada Lian Hua—tertahan di udara.Matanya menyipit.Perlahan… senyum di bibirnya memudar.Di hadapannya kini berdiri tiga sosok wanita.Aura mereka… tidak kalah mengerikan.Wanita pertama melangkah maju.Jubah lotus putihnya berkibar lembut, kontras dengan tekanan mengerikan yang terpancar dari tubuhnya.Wajahnya tenang.Nyaris tanpa ekspresi.Namun matanya… tajam.Seperti seorang jenderal yang suda

  • Legenda Dewa Pedang    Kekuatan Darah Pedang Spiritual

    BOOOOOOM!Tekanan Qi meledak ke segala arah.Angin berputar liar, membentuk pusaran dengan debu dan serpihan batu terangkat, berputar di udara dengan kencangnya.Lampion-lampion merah bergoyang keras.Beberapa padam.Beberapa pecah.Cahaya bulan—yang tadi tenang dan pucat—seakan meredup.Seolah bahkan langit pun enggan bersinar di bawah tekanan kekuatan itu.Di bawah pusaran tersebut, Mei Shia berdiri dengan tubuh sedikit condong ke depan.Matanya menyipit.Namun, ada sesuatu yang berbeda di dalam tatapannya.Sementara itu, di sisi lain, reruntuhan pilar bergeser.Debu runtuh perlahan.Lian Hua muncul dari baliknya.Ia bangkit perlahan.Satu tangan bertumpu pada batu yang retak.Darah tipis mengalir dari sudut bibirnya.Namun—senyumnya justru melebar.“Menarik…” gumamnya pelan, hampir seperti bisikan kepada dirinya sendiri.Di hadapan mereka—Zhao Shin tidak berkata apa-apa.Ia hanya berdiri diam.Namun, justru itulah yang membuat suasana semakin menekan.Karena sesuatu sedang berubah.

  • Legenda Dewa Pedang    Pertarungan di Halaman Istana

    Sementara itu di halaman istana Kerajaan Song Selatan...“Serang!”Salah satu cultivator berteriak.Dan dalam satu tarikan napas—puluhan sosok langsung menerjang.SWOOSH! SWOOSH! SWOOSH!Pedang-pedang melesat seperti hujan perak, membelah udara malam menuju Mei Shia dan Lian Hua.Tapi, mereka sudah bergerak lebih dulu.BOOM!Aura es dari tubuh Mei Shia meledak keluar seperti badai yang baru terlepas dari penjara.Udara membeku.Lantai batu retak.KRAAAAK!Gelombang dingin menyapu ke depan.Tiga cultivator di garis depan bahkan tidak sempat berteriak...Tubuh mereka langsung membeku.Lapisan es kristal menelan mereka dari kaki hingga kepala.Mata mereka membelalak.Beku.Kemudian...PRANG!Tubuh mereka hancur menjadi pecahan es yang berserakan di lantai.Darah merah berubah menjadi kristal beku yang berkilauan di bawah cahaya lampion.Namun serangan tidak berhenti.Dari sisi kanan—lima cultivator melompat bersamaan.Pedang mereka mengarah ke leher Mei Shia.Cepat, terlatih dan mematik

  • Legenda Dewa Pedang    Gobi Pay Ikut Perang

    Angin gurun berdesir pelan melewati halaman benteng batu.Butiran pasir beterbangan di udara yang mulai dingin, memantulkan cahaya jingga senja yang tersisa di cakrawala.Semua orang menunggu.Tidak ada yang berbicara.Tatapan puluhan anggota Gobi Pay kini tertuju pada satu orang—Shu Jin.Di depan mereka, Guo Xiang berdiri dengan tenang.Namun, matanya tidak pernah lepas dari wajah Shu Jin.Tatapan itu tajam.Penuh rasa ingin tahu.Sekaligus menantang.Seolah ia sedang menilai sesuatu yang lebih dalam dari sekadar jawaban.Beberapa langkah di belakang, Zhang Yin bersandar santai pada kudanya.Ia menyilangkan tangan di dada.Ekspresinya terlihat santai, bahkan hampir malas, tapi sorot matanya berbeda.Mata itu berkilat seperti seseorang yang sedang menyaksikan permainan catur tingkat tinggi.Langkah kecil tapi bisa menentukan kemenangan atau kehancuran.Di sisi lain halaman benteng, beberapa anggota Gobi Pay mulai berbisik satu sama lain.Nama yang baru saja disebut masih bergema di ben

  • Legenda Dewa Pedang    Teknik Penyatuan Energi Murni

    Tubuh Qing Jian kembali bergetar.Namun bukan getaran biasa— Ini seperti gelombang kejut yang meledak dari dalam tulangnya, mengalir ke kulitnya dalam hantaman kasar yang membuat ranjang obat berderit keras.KRAAAK—KRAAAK—!Urat-urat biru dan merah saling berbenturan di permukaan kulitnya seperti d

    last update최신 업데이트 : 2026-03-18
  • Legenda Dewa Pedang    Ledakan Tungku Alkemis

    BUUUM!!!Tubuh Qing Jian yang tadinya sudah keluar dari tungku alkemis, kini kembali terlempar masuk ke perut Tungku Alkemis Raksasa—seakan ada kekuatan yang sengaja menariknya kembali ke pusaran kematian di dalam sana.Ledakan cahaya biru itu tidak berhenti. Ia berdenyut berirama mengeluarkan suar

    last update최신 업데이트 : 2026-03-18
  • Legenda Dewa Pedang    Menghabisi Pemimpin Sekte Tombak Darah

    Tombak Pemimpin Sekte Tombak Darah mulai berdenyut pelan, seperti jantung raksasa yang terbangun dari mimpi buruk. Urat-urat merah di sepanjang gagangnya membengkak, berkedut hidup. Suara basah dug… dug… dug terdengar samar, menggetarkan udara racun di sekeliling.Kemudian—BLAAARRR—!!Seluruh tomba

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Legenda Dewa Pedang    Cambuk Racun

    Cambuk hijau dari Ang Tok Mo Kui meledak dan melesat, begitu cepat hingga mata manusia biasa hanya akan melihat garis tipis cahaya yang berkedip di udara.WHIIIPPP!Desingannya memotong keheningan kabut. Qing Jian memiringkan tubuhnya secepat refleks predator, napas tertahan di tenggorokan. Ujung ca

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status