LOGINSetelah berpamitan, Lin Feng langsung melesat menaiki Hui San. "Hui San, pelan-pelan saja! Aku sambil berkultivasi," perintah Lin Feng. "Baik tuan," jawab Hui San. Lin Feng kemudian mengambil sebuah pil dari cincin ruang dimensi yang diberikan oleh Xie Gong. Pil itu adalah pil daun biru yang pastinya akan sangat bermanfaat bagi kultivasi Lin Feng karena pil itu merupakan pil tingkat tinggi, mungkin hanya kultivator tahap petapa yang dapat menyerap pil tersebut. Saat Xie Gong memberikan cincin ruang dimensinya kepada Lin Feng, Lin Feng sudah mengetahui ada pil daun biru yang bermanfaat baginya. Ketika putri Luo Ning mengatakan bahwa raja siluman berada ditahap langit tingkat lima, Lin Feng sudah memikirkan cara agar kultivasinya meningkat yaitu dengan menyerap pil daun biru tersebut. Lin Feng duduk dengan posisi lotus di kepala Hui San, lalu menelan pil daun biru dan mulai menyerapnya. Sementara Hui San terus melesat menuju Kekaisaran Luo. Lin Feng merasa tubuhnya bergejola
"Tidak perlu meminta maaf! Jika ingin memasok sumberdaya ke menara bulan, maka pasoklah dengan tanpa syarat!" kata Lin Feng. "Baik tuan muda Feng," jawab Kaisar Wen. Kaisar Wen dan Wen Qingchen kemudian berpamitan pergi untuk kembali menuju Kekaisaran Wen. Mereka terlihat sedikit ketakutan kepada Lin Feng. Lin Feng juga merupakan penolong Kekaisaran Wen sehingga mereka tidak berani memprovokasinya. Mereka tidak ingin berlama-lama karena takut mengganggu urusan Lin Feng bersama Kaisar Qilin dan Qio Yinsi. "Feng'er, kenapa mereka terlihat sangat takut padamu?" tanya Kaisar Qilin. "Aku pernah menolong rakyat Kekaisaran Wen dari racun yang sangat mematikan sehingga mereka menghormatiku," jawab Lin Feng dianggukkan oleh Kaisar Qilin. Sementara itu, Qio Yinsi dan putri Luo Ning saling menatap. "Kenapa kamu bersama Feng gege?" "Bukankah kamu seharusnya senang melihatku? Sudah lama kita tidak bertemu," balas putri Luo Ning. "Aku senang melihatmu, namun aku takut kamu merebut Fen
Mereka terus berbincang hingga hubungan mereka semakin dekat. Setelah setengah jam terbang, merekapun akhirnya sampai di ibukota Kekaisaran Qilin. Warga ibukota sangat terpana melihat seekor naga dan poenik yang terlihat sangat luar biasa, pasalnya naga dan poenik hanya berada dalam legenda. "Lihat itu! Itu naga dan poenik." "Siapa yang menaiki kedua binatang luar biasa itu?" tanya warga ibukota. "Bukankah itu penyelamat ibukota Kekaisaran Qilin dari serangan assassin? Dia tuan bercadar hitam," kata warga lain. "Benar, dia memang tuan bercadar hitam," sahut yang lain. Lin Feng dan putri Luo Ning terus terbang menuju istana Kekaisaran. Saat sudah mendekati istana, ribuan pasukan dengan menaiki pedang menghadang mereka. Pasukan tersebut adalah murid elit sekte pedang api yang berjaga di wilayah udara ibukota Kekaisaran Qilin. Dulu, Lin Feng memberikan teknik pedang terbang kepada patriark Zhen Li. Dan Patriark Zhen Li ternyata sudah melatih murid-murid sekte pedang api terba
Setelah melakukan penghormatan kepada Xie Gong, Lin Feng kemudian berbicara kepada putri Luo Ning bahwa dia akan menuju ke Kekaisaran Luo untuk menghadapi bangsa siluman. Namun, dia terlebih dahulu akan menuju ibukota Kekaisaran Qilin untuk bertemu Qio Yinsi. Kebetulan, jalan menuju Kekaisaran Luo juga melewati ibukota Kekaisaran Qilin. "Apakah kamu mengenal Qio Yinsi?" tanya putri Luo Ning. "Tentu saja, dialah kekasihku," jawab Lin Feng. Putri Luo Ning mengangguk mengerti. "Jika aku ingin menikah denganmu bukankah aku harus meminta izin kepadanya?" "Siapa yang mau menikah denganmu? Aku tidak mau," kata Lin Feng sedikit menggoda putri Luo Ning. Pada kenyataannya, dia juga tidak bisa berbuat apapun karena putri Luo Ning ditakdirkan untuknya seperti perkataan Hui San dan Yona. Putri Luo Ning mendengus kesal. "Apa kamu tidak mendengarkan penjelasan Hui San dan Yona? Mungkin aku tidak bisa menikah dengan orang selain dirimu karena jiwa beladiri kita terikat takdir." "Apa itu b
"Baiklah, aku akan menerimanya." Lin Feng menerima cincin ruang dimensi yang diberikan oleh Xie Gong. "Tuan, aku sangat berterimakasih karena anda membantu Kekaisaran Luo," putri Luo Ning angkat bicara. "Siapa kamu?" tanya Xie Gong. "Aku Luo Ning, putri Kekaisaran Luo," jawab Luo Ning. "Kenapa tuan putri bisa berada disini?" tanya Xie Gong. Putri Luo Ning kemudian menjelaskan jika bangsa siluman hendak menghancurkan Kekaisaran Luo. Mereka berbuat onar disana sini dan berusaha memporak-porandakan Kekaisaran Luo. Putri Luo Ning diperintah untuk menyelamatkan diri dan dia meninggalkan Kekaisaran Luo bersama pamannya. Pamannya gugur saat melawan siluman yang mengejar mereka. Putri Luo Ningpun terus berlari dan sampailah di hutan kegelapan. "Bagaimana kondisi Kekaisaran Luo sekarang?" tanya putri Luo Ning. "Meskipun pasukanku kalah melawan bangsa siluman, namun kami berhasil mendesak mereka mundur dan kembali ke hutan siluman. Mungkin mereka sedang memulihkan diri dan Kekai
"Tuan putri, aku ingin memberimu hadiah," kata Lin Feng kepada putri Luo Ning. "Apa kamu berniat menyuapku agar mau berkultivasi ganda denganmu?" Luo Ning curiga dengan kebaikan Lin Feng. "Tidak, tidak, aku tidak bermaksud seperti itu. Ini hanya hadiah kecil saja untukmu sebagai lambang pertemanan kita," jawab Lin Feng. Sementara itu, Yona terlihat sangat muram karena akan dijadikan hadiah pertemanan. Namun, dia cukup senang karena Luo Ning memiliki jiwa beladiri petir hitam dan Yona juga merupakan poenik petir sehingga sangat cocok jika mereka menjadi pasangan dan saling bekerja sama. "Yona, keluar!" perintah Lin Feng kepada Yona. Yonapun keluar dari dunia jiwa, dia membuat putri Luo Ning, hantu rimba dan pendekar mabuk sangat terpana. "I... ini," putri Luo Ning tergagap, "Ini binatang spirit tercantik yang pernah aku lihat." "Apa kamu suka?" tanya Lin Feng. Putri Luo Ning mengangguk, "Aku sangat menyukainya." "Kalau begitu, buatlah kontrak darah dengannya," kata Li
Li Wang kemudian menjelaskan kepada kedua tetua itu untuk menyampaikan kepada Patriark Shao Long dan Patriark Zhen Li untuk mengumpulkan para patriark aliansi keadilan di ibukota kekaisaran. Salah satu tetua diperintah menuju ke sekte lembah berangin, sementara tetua yang satunya diperintah menuju
Di sekte bulan darah, setelah bertemu dengan Wu Liem, Lian Yu telah berhadapan dengan pasukan misterius yang berada di bawah tanah. Pasukan misterius itu berjumlah sekitar seribu dan merupakan pasukannya yang menelan pil darah suci. Pasukan itu dipersiapkan oleh Lian Yu untuk melancarkan pemberonta
Selain di paviliun merak, aliansi keadilan di istana bintang juga memburu sekte-sekte aliran hitam. Mereka berhasil menumpas sangat banyak sekte aliran hitam hingga wilayah istana bintang menjadi wilayah yang aman dan damai seperti paviliun merak. Sementara itu, Wu Liem yang melarikan diri, kembali
Muo Jin dan pasukannya berpikir untuk melarikan diri. Mereka merasa melawan aliansi keadilan paviliun merak merupakan hal yang sia-sia. Apalagi ada Lin Feng yang mereka anggap sebagai monster mengerikan. Selain itu, mereka juga sudah kelelahan dan banyak yang terluka akibat peperangan di perbatasan







