로그인Di abad ke-9 Masehi, Kerajaan Mataram Fiksi yang berada di kawasan sekitar pegunungan Tengger menghadapi bencana besar—kemarau panjang yang menyebabkan kegagalan panen dan serangan misterius dari makhluk gaib yang muncul dari hutan belantara. Raden Jayaningrat, pangeran muda yang menyembunyikan kemampuan istimewa untuk memahami bahasa tumbuhan, mulai menemukan bahwa dirinya terkait erat dengan Batu Akar Raja—batu sakral kerajaan yang hilang dan dipercaya bisa menyelamatkan alam serta masyarakat. Dalam perjalanan mencari kebenaran, Raden bertemu dengan Dewi Shinta Sari, penyihir alam yang menjaga gerbang menuju Bumi Akar—wilayah bawah tanah yang penuh dengan rahasia sejarah kerajaan. Bersama dengan pendeta tua Mbah Ki Semar yang menyimpan rahasia asal-usul kerajaan, mereka memulai perjalanan yang penuh rintangan ke dunia bawah tanah, menghadapi makhluk gaib dan ujian yang menguji tekad serta keikhlasan mereka. Namun, bahaya tidak hanya datang dari alam. Patih Prabu Kala, penasihat raja yang penuh keserakahan, merencanakan untuk mengambil alih kekuasaan dengan memanfaatkan kekuatan batu akar. Ia menguasai kerajaan dan menyebabkan penderitaan rakyat, membuat Raden dan kelompoknya harus berjuang untuk mengembalikan keadilan serta menyelamatkan batu dari tangan yang salah. Setelah melalui pertempuran hebat dan mengorbankan banyak hal, Raden berhasil mengalahkan Patih Kala dan memimpin kerajaan untuk memulihkan keseimbangan alam serta kehidupan masyarakat. Pada akhirnya, ia harus membuat keputusan berat—apakah akan menyimpan kekuatan batu untuk diri sendiri dan kerajaan, atau mengembalikannya ke Bumi Akar untuk menjaga keseimbangan alam semesta yang abadi. Novel ini mengangkat tema hubungan manusia dan alam, tanggung jawab kepemimpinan, konsekuensi keserakahan, serta cinta yang melampaui batas dunia dan waktu—menawarkan kisah mendalam yang menghubungkan sejarah, budaya, dan fantasi dalam karya berkualitas premium untuk pembaca yang menghargai literasi kelas atas.
더 보기Asap hitam dari rumah yang terbakar masih menggantung di udara pagi yang dingin, sementara suara tangisan dan desahan kesakitan bergema di antara reruntuhan pagar bambu dan jerami yang masih menyala berkobar. Raden berdiri di depan balai adat, gelang pelindung yang baru dikenakannya bersinar dengan pola hijau yang sama dengan tanda di dadanya, sambil menyaksikan warga desa yang sibuk membersihkan puing dan merawat yang terluka. Jaka masih terbaring lemah di tikar yang disediakan oleh Siti, ramuan herbal yang diberikan mulai bekerja namun warna kulitnya masih sedikit kebiruan akibat dampak energi hitam dari batu Prahasta.“Dia akan selamat,” ujar Siti sambil mengecek denyut nadi Jaka. “Namun dia perlu istirahat yang cukup dan ramuan tambahan dari akar pohon beringin tua yang tumbuh di lereng gunung. Hanya kekuatan alam yang paling tua yang bisa membersihkan sisa energi hitam dari dalam tubuhnya.”Shinta Sari mendekati Raden, wajahnya menunjukkan perpaduan antara kelelahan dan kebanggaa
Suara adzan subuh yang belum terasa dari kejauhan masih terhalang oleh gemuruh angin yang bergulir melintasi perbukitan desa Tengger. Namun di dalam balai adat, suasana sudah penuh ketegangan – berita tentang rencana serangan Prahasta telah menyebar dengan cepat setelah beberapa pengawal desa yang berjaga di perbatasan melihat bayangan pasukan berpakaian gelap yang mengintai di balik semak duri yang tajam. Raden berdiri di tengah ruangan, menatap naskah kuno yang masih bersinar dengan cahaya hijau lembut di atas meja kayu tua. Tanda di dadanya sudah tidak bersinar secerah tadi malam, namun dia bisa merasakan getaran energi yang terus mengalir seperti aliran sungai yang tidak pernah kering. Shinta Sari berdiri di sisinya, tangannya menyentuh permukaan tanah dengan lembut sambil merasakan getaran kaki manusia yang semakin mendekat ke desa. “Mereka datang lebih cepat dari yang saya duga,” ujar Shinta Sari dengan nada tenang namun penuh perhatian. “Pasukan mereka lebih banyak dari yang
Pola akar pohon di dada Raden semakin jelas, menyebar seperti sungai kecil yang bercabang ke arah pergelangan tangan dan lehernya. Cahaya hijau keemasan yang terpancar darinya cukup terang untuk menerangi seluruh ruangan yang hanya diterangi oleh sinar bulan yang masuk melalui celah dinding bambu. Raden terkejut tidak bisa berkata-kata, matanya terfokus pada tanda yang muncul perlahan namun pasti di kulitnya – sama persis dengan pola yang diukir di balai adat dan yang dijelaskan Ki Sastro dalam legenda. Dia mengangkat tangan dengan hati-hati, meraba permukaan pola yang terasa sedikit hangat dan bergelombang seperti getaran lembut. Setiap kali dia menyentuhnya, dia merasakan aliran energi yang hangat menyebar ke seluruh tubuhnya, seolah ada hubungan langsung antara dirinya dan alam sekitar. Bunyi daun yang bertiup angin di luar rumah tampak semakin jelas, bahkan dia bisa merasakan irama getaran akar pohon di bawah tanah yang menjalar ke arah desa. “Tidak mungkin… ini benar-benar ada
Matahari mulai memancarkan sinar kemerah-merahan di atas puncak pegunungan Tengger ketika kelompok Raden memasuki lereng bawah yang dikelilingi oleh hamparan kebun teh dan ladang jagung yang masih bisa bertahan meskipun kemarau melanda kerajaan. Udara di sini terasa lebih segar dengan aroma daun segar dan tanah lembap, berbeda dengan hawa kering yang mereka rasakan selama perjalanan dari istana. Genta, yang berada di depan barisan, mengangkat tangan untuk memberhentikan kelompok. “Lihat saja, Pangeran – Desa Tengger ada di sana,” ujarnya sambil menunjuk ke arah lembah di bawah, di mana sekumpulan rumah kayu berlantai bambu tersusun rapi di antara pepohonan jati dan waru yang rindang. Di tengah desa tampak sebuah balai adat berbentuk limas dengan atap dari ijuk pohon aren, yang jelas menjadi pusat kegiatan masyarakat. Jaka yang berada di belakang seolah tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. “Akhirnya kita sampai juga,” ujarnya dengan suara yang sedikit terlalu keras, seolah ingin






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.