LOGINSaat Lin Feng dan Gu Jin sedikit bertikai, beberapa gadis kembali melewati barak. Mereka memilih pasangan berburu dan tidak ada satupun yang memilih Lin Feng. "Untuk apa seorang sampah mengikuti kompetisi langit?" gumam para gadis merendahkan Lin Feng. Tiba-tiba, seorang gadis yang sangat cantik datang, dia adalah murid sekte pagoda bulan yaitu Wei Rue yang pernah ditolong oleh Lin Feng di dataran es utara benua tianlang. Melihat Wei Rue, beberapa pesarta mengusir pasangan mereka. Para peserta tersebut sangat ingin menjadi pasangan berburu Wei Rue. Begitupun dengan Gu Jin. "Enyah dari sini!" Gu Jin menyingkirkan Qin Suyun kemudian mendekati Wei Rue. Lin Tan dan Lin He menelan ludah melihat kecantikan Wei Rue. Wei Rue adalah dewi benua tianzun dan mereka sangat mengidolakannya. Sementara itu, Gu Jin mendekati Wei Rue. "Nona Rue, apakah kamu mau menjadi pasangan berburuku?" "Siapa kamu?" tanya Wei Rue dengan nada tegas. "Aku Gu Jin dari serikat alkemis. Jika kita saling be
Setelah dua hari perjalanan, Lin Feng, Lin Tan dan Lin He sampai di kota bukit bintang. Mereka langsung menuju ke tempat berkumpulnya pemuda pemudi yang akan mengikuti kompetisi. Setiap generasi muda yang ikut kompetisi harus menunggu di barak yang sudah disediakan, masing-masing peserta mendapatkan satu barak. Setidaknya ada sekitar 500 peserta yang ikut kompetisi dan 500 barak. Lin Feng, Lin Tan dan Lin He dihadang oleh seorang pemuda saat mereka akan menuju ke barak. Pemuda itu bernama Gu Jin dan berasal dari serikat alkemis. Serikat alkemis adalah entitas yang sangat besar di benua tianzun, banyak generasi muda hebat yang terlahir dari sana. "Lin Tan, Lin He, siapa sampah yang kalian bawa?" Gu Jin mencari gara-gara dengan merendahkan Lin Feng. "Gu Jin, tolong hormati adik Feng! Dia tuan muda ketiga klan lin." Lin Tan tidak terima Gu Jin merendahkan Lin Feng. "Ouh, jadi dia tuan muda ketiga? Klan lin ternyata menyimpan sampah," ledek Gu Jin membuat beberapa pemuda di deka
"Aku tidak bercanda," balas Lin Feng. Saat sedang berjalan-jalan, mereka bertemu dengan Lin Long. "Hormat kakek Long." Lin Tan dan Lin He membungkuk hormat, Lin Fengpun turut mengikuti mereka. Bagaimanapun, Lin Long adalah ayah dari ibu Lin Feng. "Kebetulan kalian ada disini, ayu ikuti kakek ke aula pertemuan," kata Lin Long. "Baik, Kek." jawab Lin Feng, Lin Tan dan Lin He. Di aula pertemuan, Lin Long memperkenalkan Lin Feng kepada para petinggi klan. Namun beberapa petinggi ada yang merendahkan Lin Feng karena menganggap Lin Feng merupakan sampah yang tidak dapat berkultivasi. Melihat muka beberapa petinggi yang merendahkan Lin Feng, Lin Long berkata dengan tegas, "siapa yang menghina dan merendahkan cucuku berarti sama saja menghina dan merendahkanku, aku akan menghukum mereka." Para petinggi klan hanya menunduk, mereka takut kepada Lin Long sehingga tidak ingin memancing amarahnya. Kultivasi Lin Long berada ditahap petapa tingkat delapan, dia adalah penguasa benua t
Lin Feng, Lin Long, Lin Duan dan Lin Ye kemudian duduk di ruang tamu. "Feng'er, kakek sangat menyesal karena mengasingkan ibumu ke benua tianlang," kata Lin Long. "Itu semua bukan salah kakek, aku sangat paham kenapa kakek membawa ibuku ke benua tianlang," balas Lin Feng. Lin Feng berpikir ibunya dibawa ke benua tianlang agar tidak mendapatkan gangguan dari penasehat agung klan lin. Lin Feng, Lin Long, Lin Duan dan Lin Ye kemudian terus bercakap-cakap untuk menghangatkan suasana. Mereka terlihat semakin akrab dan Lin Feng sangat senang bertemu dengan keluarga barunya tersebut. "Feng'er, kamu istirahatlah terlebih dahulu! Nanti kakek akan memperkenalkanmu pada para petinggi klan," kata Lin Long. "Baik kek," jawab Lin Feng. Lin Long kemudian pergi bersama Lin Duan dan Lin Ye meninggalkan villa lonceng emas. Lin Feng yang merasa cape kemudian istirahat di kamar yang sudah disiapkan. Keesokan harinya, pelayan mengetuk pintu kamar Lin Feng. Lin Feng membuka pintu kamarnya. "A
Hui San yang memasuki lubang cacing ternyata sampai di alam para dewa. Namun dia berusaha keras untuk kembali ke dunia bawah karena tidak ingin terpisah dari Lin Feng. Lubang cacing sangatlah berbahaya, jika Lin Feng yang memasukinya, mungkin dia belum cukup kuat dengan efek dimensi yang menghasilkan aura kematian yang sangat pekat. Namun, Hui San cukup beruntung karena kekuatannya mampu menahan beban aura kematian dari lubang cacing. Sementara itu, Lin Feng sampai di menara teleportasi. Menara teleportasi ada di benua tianzun dan merupakan tempat keluar bagi orang-orang yang menggunakan jimat teleportasi. Dua penjaga menara teleportasi melihat Lin Feng baru saja sampai di benua Tianzun. Mereka terlihat meremehkan Lin Feng karena tidak memiliki basis kultivasi. "Zaman sekarang masih saja ada seseorang yang tidak bisa berkultivasi," gumam penjaga menghina Lin Feng. Lin Feng sendiri sedikit bingung, dia tidak membalas hinaan namun justru bertanya kepada penjaga, "tuan, dimana
Hui San memikirkan perkataan manusia magma, mungkin sesuatu yang besar akan terjadi jika Lin Feng mengambil kristal magma. Manusia magma bukanlah suatu masalah yang besar baginya, namun entah kenapa Hui San merasakan sesuatu yang tidak bersahabat. Bukannya pergi, Lin Feng malah melesat ke arah manusia magma. Dia melapisi dirinya dengan elemen es agar tidak merasakan panasnya kawah magma. "Rasakan ini! Tinju Menembus Langit." Dia mencoba meninju manusia magma. Manusia magma mengangkat tangannya, dari dalam kawah kemudian muncul bola-bola magma yang menghalangi Lin Feng. Lin Feng bergerak cepat menghindari bola-bola magma. Dia lalu mengambil pedangnya kemudian meluncur ke udara. "Pedang Gelombang Kehancuran," teriaknya mengeluarkan salah satu teknik andalan. Manusia magma hanya mengibaskan tangannya, dia membuat cairan magma menjadi seperti pedang kemudian meluncur ke arah Lin Feng. Teknik Lin Feng beradu dengan teknik manusia magma. Lin Feng tidak mampu menahannya hingga dia
Selain di paviliun merak, aliansi keadilan di istana bintang juga memburu sekte-sekte aliran hitam. Mereka berhasil menumpas sangat banyak sekte aliran hitam hingga wilayah istana bintang menjadi wilayah yang aman dan damai seperti paviliun merak. Sementara itu, Wu Liem yang melarikan diri, kembali
Muo Jin dan pasukannya berpikir untuk melarikan diri. Mereka merasa melawan aliansi keadilan paviliun merak merupakan hal yang sia-sia. Apalagi ada Lin Feng yang mereka anggap sebagai monster mengerikan. Selain itu, mereka juga sudah kelelahan dan banyak yang terluka akibat peperangan di perbatasan
Di sekte bulan darah, setelah bertemu dengan Wu Liem, Lian Yu telah berhadapan dengan pasukan misterius yang berada di bawah tanah. Pasukan misterius itu berjumlah sekitar seribu dan merupakan pasukannya yang menelan pil darah suci. Pasukan itu dipersiapkan oleh Lian Yu untuk melancarkan pemberonta
Di area lain, Patriark Zhen Li berhadapan dengan salah satu tetua Sekte Gunung Petir. Dia terlihat menguasai jalannya pertarungan dengan pedang api emas di tangannya.Tetua Zhang dan tetua lainnya juga terus berhadapan dengan para tetua dari Sekte Gunung Petir. Mereka sangat bersemangat untuk memenan







