Share

Legenda Jenius Beladiri
Legenda Jenius Beladiri
Author: Alie-Afie

Penyerangan Desa

Author: Alie-Afie
last update publish date: 2023-04-14 15:55:16

“Fang’er … larilah sekencang-kencangnya ke hutan!”

Lin Feng menatap sedih pada ibunya yang kini sedang membungkukkan badan. Mereka sedang dalam misi pelarian dan menyelamatkan diri karena kampung tempat tinggal mereka diserang oleh Sekte Aliran Hitam.

Ayah Lin Feng sendiri telah tewas dengan cara keji.

“Tapi, Bu.”

Ibu Lin Feng menggeleng. Dia kemudian melepas sebuah kalung giok yang selalu dikenakan dan menyerahkannya pada Lin Feng. “Ambilah ini! Ibu akan menghalangi orang itu.”

Masih dengan lelehan air mata dan napas yang memburu, Lin Feng bertanya kebingungan. “Apa ini, Bu?”

“Tidak ada waktu untuk menjelaskannya, simpanlah baik-baik kalung ini! Suatu saat kamu akan mengetahuinya.” Dia kemudian mengepalkan tangan Lin Feng dan mendorong anak itu untuk menjauh darinya. “Lari, Feng’er! Sekarang!”

Lin Feng tidak banyak membantah dan berlari sekencang-kencangnya. Sesekali dia menengok ke belakang untuk melihat ibunya. Sama seperti sang ayah, ibunya pun terlihat merentangkan tangan untuk menghalangi para penyerang.

Namun, lagi-lagi … Lin Feng harus menyaksikan peristiwa tragis di depan mata. Sama seperti sang ayah, ibunya pun menemui ajal dengan cara yang sama.

“KEPARAT!”

Lin Feng semakin banyak meneteskan air mata melihat pembunuhan terhadap kedua orang tuanya. Hatinya tersayat perih dan menyimpan dendam yang sangat dalam kepada sekte aliran hitam.

Andai dia memiliki kultivasi dan kondisi tubuh yang baik, tentu dialah yang akan menyelamatkan kedua orang tuanya dari serangan beberapa orang dari sekte aliran hitam. Namun, semua itu hanyalah angan-angan yang tidak akan pernah dia lakukan. Lin Feng hanyalah anak laki-laki miskin biasa yang bahkan tidak bisa berkultivasi. Tidak ada yang bisa dia lakukan selain berlari sekencangnya hingga memasuki Hutan Kegelapan.

Hutan kegelapan merupakan hutan yang sangat mengerikan. Banyak binatang spirit tingkat tinggi yang tinggal di dalamnya. Tempat itu juga seakan terlarang untuk dimasuki oleh siapa pun. Para kultivator hebat bahkan akan berpikir ulang untuk memasuki hutan. Salah-salah, meraka bisa saja tersesat atau mati di dalamnya.

Begitu juga beberapa orang dari sekte aliran hitam yang memutuskan berhenti mengejar Lin Feng yang telah masuk ke dalam Hutan Kegelapan. Mereka yang tidak berani mengambil risiko kehilangan nyawa sendiri itu pun akhirnya memilih untuk membiarkan Lin Feng. “Tidak akan ada yang selamat di Hutan Kegelapan, apalagi dia hanyalah bocah biasa! Biarkan dia mati dengan sendirinya.”

**

“Apakah aku akan berakhir di sini?”

Lin Feng yang sudah memasuki area hutan kegelapan terus berlari. Dia yang hanya bocah biasa tanpa kemampuan berkultivasi itu hanya mengharap sebuah keajaiban datang menghampiri. Meski tidak memiliki apa pun lagi–keluarga, atau harta, tetapi bocah itu masih memiliki tekad balas dendam yang begitu membara, itulah yang membuatnya tidak ingin menyerah begitu saja.

Bocah berusia 10 tahun itu terus berlari sambil sesenggukan. Sesekali dia bahkan meracau karena duka dalam yang bertubi dia rasakan.

Goarrrr!

Tidak lama, terdengar bunyi raungan binatang spirit tidak jauh dari tempatnya berdiri. “Suara binatang apa itu?”

Lin Feng berkeringat dingin dan ketakutan saat melihat sesosok binatang spirit berupa macan api berekor tiga. “Ibu, Ayah … Apa aku bisa hidup di hutan kegelapan yang sangat mengerikan ini?”

Lin Feng berlari kencang, menjauh dari sumber suara raungan macan api berekor tiga.

Goarrrr.

Macan api berekor tiga itu pun turut mengejar Lin Feng.

“Ayah, ibu … apa yang harus Feng’er lakukan? Macan api itu sungguh sangat mengerikan,” gumam Lin Feng sambil menahan tangis.

Lin Feng terus berlari dari macan api berekor tiga, dan sesaat kemudian, Lin Feng melihat sebuah gua.

Lin Feng berpikir untuk sembunyi di gua itu. Saat Lin Feng sudah berada di mulut gua, macan api berekor tiga tidak lagi mengejanya. Macan itu sepertinya ketakutan dengan apa yang ada di dalam gua.

Lin Feng memasuki gua dan di dalam gua ternyata ada seorang petapa misterius. Petapa itu sangat kaget melihat kemunculan Lin Feng di dalam sana.

“Kenapa kamu bisa memasuki tempat ini?”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Legenda Jenius Beladiri   Hidup Bahagia

    Lin Feng dan Luo Ning kemudian masuk kedalam kamar mereka setelah membayar biaya penginapan kepada pelayan. "Ning'er bisa tidur di kasur, feng gege akan tidur di lantai," kata Lin Feng. "Aku ingin tidur satu kasur bersama feng gege," balas Luo Ning. Lin Feng menelan ludahnya, namun dia tidak menolak permintaan Luo Ning dan tidur bersama dalam kasur yang sama. Sebagai seorang lelaki yang normal, Lin Feng sangat bergairah dan berhasrat kepada Luo Ning. Tanpa terasa, mereka mulai memadu kasih dan melakukan pergumulan yang sangat dahsyat. Keesokan harinya, muka Lin Feng dan Luo Ning terasa segar setelah hampir satu malam melakukan pergumulan. "Feng gege, mulai sekarang Luo Ning milik Feng gege," kata Luo Ning. Lin Feng mengangguk. "Kalau begitu, ayo kita lakukan sekali lagi!" Lin Feng langsung memeluk Luo Ning dan mereka berdua kembali melakukan pergumulan. Setelah merasa puas, Lin Feng dan Luo Ning mandi dan mengganti pakaian mereka. Mereka kemudian keluar dari penginapan untuk m

  • Legenda Jenius Beladiri   Menghabisi Iblis

    "Aku masih hidup dan akan membunuhmu." Lin Feng tiba-tiba muncul dihadapan Kin Mo dan langsung mencekiknya. Kin Mo sekarang bukanlah tandingan Lin Feng sehingga dia tidak berkutik dihadapan Lin Feng. Kin Mo berusaha melepas cekikan tangan Lin Feng, namun dia tidak dapat melakukannya. "Bagaimana mungkin kamu bisa menjadi sekuat ini?" Kin Mo sangat heran dengan perkembangan Lin Feng yang sangat drastis. "Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini," jawab Lin Feng sambil mengeluarkan pedangnya. Lin Feng kemudian menusuk perut Kin Mo sehingga Kin Mo tewas begitu saja tanpa perlawanan yang berarti. Setelah berhasil menghabisi Kin Mo, Lin Feng kembali melompat dan menapakkan kakinya di gunung tengkorak. "Siapa yang datang ke tempatku?" Iblis yansen merasakan aura yang tidak bersahabat yang dikeluarkan oleh Lin Feng. Iblis yansen kemudian keluar dari istananya dan mencari aura Lin Feng tersebut hingga menjumpai Lin Feng di area padang rumput. "Siapa kamu?" tanya iblis yansen set

  • Legenda Jenius Beladiri   Pil Terlarang

    Lin Feng dan Lin Long kemudian menyantap hidangan yang disediakan oleh raja nalendra dengan sangat lahap. Setelah selesai makan, Lin Feng dan Lin Long pergi dari istana meninggalkan raja nalendra dan menteri-menterinya. Saat sedang berjalan, seorang kelompok penyembah iblis bernama Kin Mo menghadang langkah Lin Feng dan Lin Long. "Kalian telah membunuh tiga kelompok penyembah iblis, dan aku akan membalasnya," kata Kin Mo. Lin Feng dan Lin Long tidak banyak berbicara dan langsung menyerang Kin Mo. Mereka tahu jika Kin Mo adalah bagian dari kelompok penyembah iblis sehingga tidak ragu-ragu menyerangnya. "Mencari mati!" Kin Mo menepis serangan Lin Feng dan Lin Long. Kin Mo adalah bawahan langsung dari iblis yansen, kekuatannya sangat kuat sehingga berhasil membuat Lin Feng dan Lin Long kualahan menghadapinya. Tak lama, Lin Feng dan Lin Long terluka parah karena mereka bukanlah tandingan Kin Mo. "Feng'er, sepertinya kita harus kabur, dia sangat kuat dan kita tidak bisa menghadap

  • Legenda Jenius Beladiri   Pusat Informasi

    Lin Feng dan Lin Long kemudian meninggalkan hutan, mereka melesat untuk mencari informasi tentang gunung tengkorak. Setelah beberapa saat melesat, Lin Feng dan Lin Long sampai di ibukota kerajaan nalendra. Mereka dihadang oleh penjaga gerbang saat hendak memasuki ibukota. "Tunjukkan lencana identitas kalian!" perintah penjaga. "Kami tidak memiliki lencana identitas," jawab Lin Long. "Kalau begitu, kalian harus membayar seratus koin emas untuk memasuki ibukota," kata penjaga. Lin Long tidak banyak berkomentar, dia mengambil seratus koin emas dan memberikannya kepada penjaga gerbang. Lin Feng dan Lin Long kemudian melenggang masuk ibukota. "Feng'er kita akan mencari pusat informasi," kata Lin Long. Pusat informasi adalah jasa jual beli informasi. Lin Long berpikir ibukota nalendra pasti memiliki pusat informasi tersebut. "Baik kek, aku akan bertanya kepada penduduk ibukota," balas Lin Feng. Lin Feng kemudian bertanya kepada salah satu penduduk kota. "Tuan, apa kamu menge

  • Legenda Jenius Beladiri   Kristal Iblis

    Setelah sampai di hutan, Lin Feng dan Lin Long langsung disambut oleh harimau iblis yang tiba-tiba muncul dari semak-semak. Harimau iblis itu mencoba menerkam Lin Feng. Namun, Lin Long langsung meninju harimau tersebut sehingga terlempar beberapa meter mengenai pohon. Lin Feng lalu bergerak secepat kilat sambil mengeluarkan pedangnya. Dia menebas kepala harimau iblis tersebut hingga harimau itupun tewas. Kekuatan harimau iblis sangat lemah sehingga Lin Feng dapat membunuhnya dengan mudah. Harimau iblis mengeluarkan kristal iblis dan Lin Feng langsung mengambilnya. Lin Feng dan Lin Long yang merasa lapar kemudian membakar daging harimau iblis. "Feng'er, apa tidak berbahaya jika kita memakan binatang iblis?" tanya Lin Long. "Kita coba saja dulu kek! Daging binatang iblis mungkin berguna untuk meningkatkan kekuatan fisik," jawab Lin Feng. Setelah daging harimau iblis matang, Lin Long mencoba memakannya sedikit. Namun, organ dalamnya tidak kuat dengan energi hitam yang dikeluark

  • Legenda Jenius Beladiri   Pil Air Surgawi

    "Dimana gunung tengkorak itu berada?" tanya Lin Long. "Sabar dulu tuan! Kita tidak perlu terburu-buru," kata Barata. "Aku hanya khawatir nasib benua malaka sama seperti benua tianlang," jawab Lin Long. "Aku juga mengkhawatirkan hal itu, namun iblis yansen setara dengan kultivator tahap legenda tingkat lima, kita tidak bisa mengalahkannya. Lebih baik kita susun strategi dan tingkatkan kekuatan terlebih dahulu," balas Barata. "Kakek, ucapan tuan Barata memang benar, kita tidak perlu terburu-buru! Lagian, rakyat benua malaka tidak terancam seperti di benua tianlang, iblis yansen hanya menginginkan rakyat benua malaka menjadi penyembahnya," sela Lin Feng. Lin Long mengangguk setuju, namun dia merasa mustahil dapat mengalahkan iblis yansen. Hal itu karena meningkatkan kultivasi sampai setara atau melebih iblis yansen sangat sulit untuk dilakukan. "Feng'er, sepertinya kita tidak mungkin dapat mengalahlan iblis yansen," kata Lin Long. "Benar, aku menyadari hal itu," sahut Barat

  • Legenda Jenius Beladiri   Bukan Bocah Biasa

    Lin Feng menatap Huang Li dan Huang Mo. Dia melihat kultivasi Huang Li berada ditahap pemula kelima sementara Huang Mo berada ditahap pemula ketiga. “Putramu pantas mendapatkannya.” “Kurang ajar … Serangggg!” perintah Huang Li kepada Huang Mo tanpa banyak basa-basi. Huang Mo langsung mengambil ped

  • Legenda Jenius Beladiri   Tuan Muda Arogan

    “Berhenti atau kamu akan mati!” Lin Feng menghentikan langkahnya, membalik badannya menatap Tuan Muda Huang. “Aku memaafkan sikapmu barusan. Tapi, jika kamu masih bersikap bodoh, aku akan membunuhmu serta tiga pengawalmu.”Bukan terintimidasi, Tuan Muda Huang itu justru terbahak. “Hahaha … Kultiva

  • Legenda Jenius Beladiri   Balai Sumberdaya

    “Aku akan menjual kristal jiwa.”Pelayan tersebut tersenyum sinis menatap Lin Feng. “Menara Bulan tidak kekurangan kristal jiwa. Lebih baik kamu enyah dari sini! Kristal jiwa apa yang akan pemuda sepertimu jual? Kultivasimu bahkan hanya di tahap pembentukan kelima.”Pelayan Menara Bulan meremehkan

  • Legenda Jenius Beladiri   Kota Kincir

    “Tunggu!” Qio Yinsi berteriak lantang, membuat Lin Feng menghentikan langkahnya kembali. “Setidaknya jangan biarkan gadis sepertiku di hutan seperti ini seorang diri.”Meskipun tingkat kultivasi Lin Feng lebih rendah dari Qio Yinsi, Qio Yinsi berpikir lebih baik pergi berdua daripada sendirian di h

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status