Mag-log in“Kakek tua …” Lin Feng menundukkan tubuhnya sebagai tanda penghormatan. “Maaf mengganggumu, tetapi, bisakah aku sementara bersembunyi di tempat ini?”
Petapa misterius terdiam beberapa detik sebelum akhirnya hanya mengangguk menjawab Lin Feng. Dia mengamati lekat-lekat sosok bocah tidak biasa di hadapannya. Kakek tua itu masih tidak percaya bahwa Lin Feng berhasil menembus lapisan formasi yang dibuat olehnya di sekitaran gua.
Formasi yang dibuat oleh petapa misterius itu merupakan sebuah formasi pelindung yang sangat kuat. Kultivator maupun binatang spirit tingkat tinggi sekalipun tidak mungkin dapat menembusnya dan memasuki gua. Namun, tidak terjadi apa pun terhadap Lin Feng saat dia memasuki gua, membuat petapa misterius yang mendiami gua itu bingung dan heran.
Petapa misterius itu mengamati Lin Feng, sejenak kemudian dia tersentak kaget melihat Lin Feng.
‘Bocah ini memiliki jiwa beladiri naga kuno. Pantas formasi yang aku buat tidak berpengaruh kepadanya. Jika aku melatihnya, bocah ini akan sangat hebat di masa depan,’ batin petapa misterius itu.
“Siapa namamu?”
“Aku Lin Feng, siapa gerangan dirimu, kakek tua?” Dia bertanya balik, penasaran dengan sosok kakek tua yang sendirian di dalam hutan kegelapan ini. “Apa kakek juga bersembunyi di sini karena binatang spirit?” Lin Feng menyangka jika petapa misterius itu sama sepertinya, bersembunyi dari gangguan binatang spirit.
“Panggil saja kakek petapa. Binatang spirit di hutan ini hanya masalah sepele, kakek tidak bersembunyi karenanya.” balas kakek petapa. “Kenapa kamu bisa sampai di tempat ini?”
Lin Feng yang semula telah berwajah tenang, kini kembali bersedih. Dia kembali menangis hingga sesenggukan, kemudian menceritakan kejadian nahas yang menimpa desanya juga kematian kedua orang tuanya.
“Kakek turut bersedih untukmu.” Kakek petapa itu menatap penuh pada Lin Feng yang kini sudah terlihat lebih tenang. “Kalau kamu mau membalaskan dendammu, Kakek akan membantu.”
Lin Feng melebarkan matanya. “Tapi, bagaimana caranya, Kek?”
“Jadilah murid Kakek. Kakek akan menjadikanmu seseorang yang sangat hebat, hingga kamu bisa membalas perbuatan mereka dengan tanganmu sendiri, bagaimana?”
“Benarkah itu kek?” Kakek petapa mengangguk pelan. Lin Feng tersenyum dan mengangguk begitu semangat. Keajaiban yang dia harapkan nyatanya datang begitu cepat melalui kakek tua petapa misterius ini. “Kalau begitu, Feng’er mau menjadi murid kakek.”
Melihat muridnya begitu bersemangat, kakek petapa itu bergegas memberikan satu syarat. “Sebelum itu, Nak, bisakah kakek memberimu sebuah syarat?”
“Apa itu kek?”
“Ribuan tahun lalu ….” Kakek petapa kemudian menjelaskan tentang dirinya. Dia yang berada di hadapan Lin Feng sebenarnya hanyalah sebuah serpihan jiwa, bukan kakek petapa yang sesungguhnya.
Ribuan tahun yang lalu, kakek petapa yang asli telah dibunuh oleh seseorang yang dijuluki sebagai Kaisar Naga. Kemudian, dia menggunakan formasi dan segel terlarang untuk membuat sebuah serpihan jiwa yang mirip dengannya sebelum kematiannya.
Kaisar Naga sendiri dahulu merupakan satu-satunya murid dari kakek petapa yang berkhianat. “Cari dan balaslah perbuatannya sebagai bentuk baktimu padaku.” Kakek petapa meminta Lin Feng membalaskan dendamnya dengan membunuh seseorang yang dijuluki Kaisar Naga sebagai syarat untuk menjadi muridnya.
“Jadi, aku harus membunuh Kaisar Naga jika menjadi murid kakek?”
“Benar, tapi tidak perlu terlalu terbebani, kamu bisa membunuhnya jika takdir mempertemukanmu dengannya.”
“Baiklah.” ujar Lin Feng menerima syarat dari sang kakek.
“Waktu kakek hanya lima tahun lagi sampai serpihan jiwa kakek benar-benar menghilang dari dunia ini. Kakek akan membuatmu menjadi jenius beladiri sebelum serpihan jiwa kakek ini menghilang.”
Kedua mata Lin Feng mengerjap tidak percaya. “Menghilang? Kenapa serpihan jiwa kakek menghilang?”
“Formasi dan segel terlarang yang kakek gunakan saat Kaisar Naga hendak membunuh kakek ada waktunya. Dan lima tahun lagi … serpihan jiwa kakek akan menghilang selama-lamanya.”
“Fang’er mengerti Kek, terima kasih karena kakek berkenan menjadi guru Feng’er. Feng’er akan sungguh-sungguh berlatih agar dapat membalas dendam kepada sekte aliran hitam dan Kaisar Naga.”
Lin Feng dan Lin Long kemudian meninggalkan hutan, mereka melesat untuk mencari informasi tentang gunung tengkorak. Setelah beberapa saat melesat, Lin Feng dan Lin Long sampai di ibukota kerajaan nalendra. Mereka dihadang oleh penjaga gerbang saat hendak memasuki ibukota. "Tunjukkan lencana identitas kalian!" perintah penjaga. "Kami tidak memiliki lencana identitas," jawab Lin Long. "Kalau begitu, kalian harus membayar seratus koin emas untuk memasuki ibukota," kata penjaga. Lin Long tidak banyak berkomentar, dia mengambil seratus koin emas dan memberikannya kepada penjaga gerbang. Lin Feng dan Lin Long kemudian melenggang masuk ibukota. "Feng'er kita akan mencari pusat informasi," kata Lin Long. Pusat informasi adalah jasa jual beli informasi. Lin Long berpikir ibukota nalendra pasti memiliki pusat informasi tersebut. "Baik kek, aku akan bertanya kepada penduduk ibukota," balas Lin Feng. Lin Feng kemudian bertanya kepada salah satu penduduk kota. "Tuan, apa kamu menge
Setelah sampai di hutan, Lin Feng dan Lin Long langsung disambut oleh harimau iblis yang tiba-tiba muncul dari semak-semak. Harimau iblis itu mencoba menerkam Lin Feng. Namun, Lin Long langsung meninju harimau tersebut sehingga terlempar beberapa meter mengenai pohon. Lin Feng lalu bergerak secepat kilat sambil mengeluarkan pedangnya. Dia menebas kepala harimau iblis tersebut hingga harimau itupun tewas. Kekuatan harimau iblis sangat lemah sehingga Lin Feng dapat membunuhnya dengan mudah. Harimau iblis mengeluarkan kristal iblis dan Lin Feng langsung mengambilnya. Lin Feng dan Lin Long yang merasa lapar kemudian membakar daging harimau iblis. "Feng'er, apa tidak berbahaya jika kita memakan binatang iblis?" tanya Lin Long. "Kita coba saja dulu kek! Daging binatang iblis mungkin berguna untuk meningkatkan kekuatan fisik," jawab Lin Feng. Setelah daging harimau iblis matang, Lin Long mencoba memakannya sedikit. Namun, organ dalamnya tidak kuat dengan energi hitam yang dikeluark
"Dimana gunung tengkorak itu berada?" tanya Lin Long. "Sabar dulu tuan! Kita tidak perlu terburu-buru," kata Barata. "Aku hanya khawatir nasib benua malaka sama seperti benua tianlang," jawab Lin Long. "Aku juga mengkhawatirkan hal itu, namun iblis yansen setara dengan kultivator tahap legenda tingkat lima, kita tidak bisa mengalahkannya. Lebih baik kita susun strategi dan tingkatkan kekuatan terlebih dahulu," balas Barata. "Kakek, ucapan tuan Barata memang benar, kita tidak perlu terburu-buru! Lagian, rakyat benua malaka tidak terancam seperti di benua tianlang, iblis yansen hanya menginginkan rakyat benua malaka menjadi penyembahnya," sela Lin Feng. Lin Long mengangguk setuju, namun dia merasa mustahil dapat mengalahkan iblis yansen. Hal itu karena meningkatkan kultivasi sampai setara atau melebih iblis yansen sangat sulit untuk dilakukan. "Feng'er, sepertinya kita tidak mungkin dapat mengalahlan iblis yansen," kata Lin Long. "Benar, aku menyadari hal itu," sahut Barat
"Si'er tunggu Feng gege disini! Pelayan akan melayani Si'er, Feng gege akan menuju benua malaka bersama kakek Lin Long," kata Lin Feng kepada Qio Yinsi. "Hati-hati Feng gege!" jawab Qio Yinsi dianggukkan oleh Lin Feng. "Ngomong-ngomong, apakah Li Yunting dan yona selamat?" tanya Lin Feng. "Mereka berdua terluka parah saat berusaha melawan iblis yansen. Sekarang, mereka sedang memulihkan diri di pulau terlarang," jawab Qio Yinsi. "Syukurlah kalau mereka berdua selamat," balas Lin Feng. Lin Feng kemudian menemui Lin Long dan meninggalkan Qio Yinsi di rumahnya. "Kakek, apa kakek sudah siap menuju benua malaka?" "Kakek sudah siap," jawab Lin Long. Mereka berdua kemudian menuju ke menara teleportasi. Dari menara teleportasi, Lin Feng dan Lin Long memperoleh jimat teleportasi menuju ke benua malaka. Merekapun menghancurkan jimat teleportasi dan seketika sudah berpindah tempat di benua malaka. Mereka berdua tiba di sebuah hutan bambu tempat kekuasaan kerajaan nalendra. Keraja
Jiang Nan sangat senang menerima resep pil dari Lin Feng. Dia akan memproduksi pil tersebut dalam jumlah yang banyak dan menjualnya. Dalam waktu singkat, Jiang Nan yakin akan memperoleh untung yang sangat banyak dan berkali lipat dari harga pil-pil yang diambil oleh Lin Feng. Lin Feng keluar dari serikat alkemis dan kembali ke markas klan lin. Dia kemudian kembali memasukkan hantu rimba, pendekar mabuk dan cakar setan ke dalam dunia jiwa untuk berkultivasi dengan pil-pil yang telah dia dapatkan. Di rumah, Lin Long sudah menunggu Lin Feng karena mengetahui dari pelayan bahwa dia sudah selesai melakukan kultivasi tertutup. "Feng'er, darimana kamu?" tanya Lin Long. "Feng'er baru kembali dari serikat alkemis kek," jawab Lin Feng. "Ada sesuatu yang penting yang harus kakek ceritakan padamu," kata Lin Long. "Apa itu kek?" Lin Feng menjadi penasaran. Lin Long kemudian menjelaskan jika kelompok penyembah iblis pergi dari benua tianlang tiga bulan yang lalu. Mereka pergi ke benua
Di markas klan lin, Lin Long dan para petinggi sepakat untuk mengangkat Lin Feng sebagai patriark masa depan. "Feng'er, aku sudah memutuskan jika kamu akan menjadi patriark masa depan," kata Lin Long. "Aku tidak mau kek! Serahkan saja posisi patriark masa depan kepada Lin Tan atau Lin He," tolak Lin Feng. "Kenapa?" tanya Lin Long. "Aku tidak akan fokus mengurus klan lin karena aku akan berkelana. Aku memiliki janji kepada guruku sehingga tidak bisa tinggal di klan lin terlalu lama." Lin Feng teringat janji kepada kakek petapa untuk membalaskan dendamnya kepada kaisar naga. Perjalanan hidup Lin Feng mungkin akan panjang, dia harus berkelana untuk meningkatkan kekuatan dan kultivasinya. "Feng'er, kita bisa menunggumu sampai kamu siap menjadi patriark." Lin Duan angkat bicara. "Benar Feng'er," sahut Lin Ye. Lin Long mengangguk menyetujui Lin Duan dan Lin Ye. "Kakek setuju dengan Lin Duan dan Lin Ye, kakek sudah tua dan kamu yang paling pantas menjadi patriark masa depan," k
"Baiklah, aku akan menerimanya." Lin Feng menerima cincin ruang dimensi yang diberikan oleh Xie Gong. "Tuan, aku sangat berterimakasih karena anda membantu Kekaisaran Luo," putri Luo Ning angkat bicara. "Siapa kamu?" tanya Xie Gong. "Aku Luo Ning, putri Kekaisaran Luo," jawab Luo Ning. "Ken
Sementara itu, Luo Ning harus menghadapi enam pasukan darah. Meskipun Luo Ning cukup hebat, pasukan darah bukanlah manusia biasa sehingga Luo Ning terlihat sangat kualahan. Namun, dari atas ketinggian pepohonan hutan kegelapan, hantu rimba membantu Luo Ning dengan panahnya sesuai dengan perintah
"Baiklah, sembunyi saja dulu disini! Jika aku sudah membasmi siluman, kamu bisa kembali ke Kekaisaran Luo," kata Lin Feng. Sementara itu, Hui San memperhatikan Luo Ning. "Tuan, gadis ini memiliki jiwa beladiri yang sangat spesial yaitu petir hitam," katanya kepada Lin Feng. "Apakah berarti dia
Lin Feng berjalan santai menikmati keindahan kota Seribu Api. Kota itu terlihat ramai penuh dengan lalu lalang warga kota yang melakukan aktivitasnya. Banyak kedai dan kios besar maupun kecil berjejer rapi menjual berbagai pernak-pernik hasil kerajinan tangan, makanan, pakaian, herbal, senjata, sumb







