LOGINTanpa membuang-buang waktu terlalu lama, seleksi pemilihan anggota pun langsung dilakukan di hari yang sama. Ujian langsung dimulai satu per satu, uji kecepatan adalah ujian pertama yang dilakukan. 400 orang langsung dibagi ke dalam 4 tim besar, masing-masing tim terdiri dari 100 orang di dalamnya. Tian Fan ada di tim keempat, ia akan ikut semua ujian yang diadakan. "Ujian pertama adalah kecepatan. Kecepatan kalian semua akan ditentukan dengan beberapa cara, siapa yang bisa melewati ujiannya bisa langsung melangkah ke ujian selanjutnya!" Prajurit kepercayaan Kaisar Qin menoleh ke arah beberapa prajurit lain yang bertugas sebagai penguji. Mereka pun langsung bertindak untuk memulai ujiannya.Pada jarak 500 meter, mereka menancapkan beberapa tiang tinggi. Di atasnya, diletakkan beberapa bendera kecil. Hanya ada 20 tiang yang ditancapkan dengan masing-masing satu bendera yang terpasang di atasnya.Setelah semua persiapan selesai, prajurit kepercayaan Kaisar Qin kembali bersuara."Di uj
Hutan Utara - Camp Pasukan Aliansi Tian Fan melangkah dengan santai di samping seorang pria paruh baya yang tampak gagah dengan pakaian prajuritnya. Mereka berdua saat ini tengah bergerak ke arah Hutan Utara, tempat di mana orang-orang dari berbagai sekte besar dikumpulkan. Yang mengantar Tian Fan juga bukan orang sembarang. Dia adalah salah satu prajurit kepercayaan Kaisar Qin, orang yang cukup punya nama di ibukota. "Tuan Muda! Kita akan segera sampai. Di depan sana, camp perwakilan dari masing-masing sekte besar sudah didirikan, Anda hanya tinggal mengumpulkan orang yang dibutuhkan saja. Tenang saja, semua urusan pemilihan aku tidak akan ikut campur, semuanya sesuai keputusan Anda," ucap prajurit Kaisar Qin sopan. "Hm, aku mengerti. Urusan untuk memilih anggota mata-mata memang bukan urusan sepele. Tenang saja, aku akan memilih orang yang memang layak untuk dipilih." "Anda benar, Tuan Muda. Mata-mata memang terlihat sepele, tapi tanpa informasi dari mereka, jalannya perang ak
Dari balik rimbunnya pepohonan hutan, ratusan orang dengan pakaian hitam muncul. Jumlah mereka terus bertambah, wajah mereka memancarkan niat jahat yang memancar."Saudara-saudaraku! Para petinggi sudah memberikan perintah. Malam ini, kita taklukkan Kota Bulan Biru!" Kata seorang pria kekar dengan suara yang lantang."YAAA...!!!" Orang-orang yang ikut dengannya bersorak. Ini adalah hari yang mereka tunggu, hari untuk melakukan pembalasan atas kekalahan kubu mereka bertahun-tahun lalu."SERAAAANG...!!!"Dari pinggir hutan, mereka berlari, melompat dan terbang tinggi di udara. Para prajurit yang berjaga di tembok kota diserang habis-habisan, mereka semua dibunuh dengan cara yang kejam.Traaang!Traaang!Slaaash!Para prajurit kota yang hanya berada pada ranah Jiwa Baru Lahir hingga ranah Kenaikan dikalahkan dengan mudahnya oleh kelompok pemberontak ini.Setelah mengalahkan para prajurit penjaga, orang-orang itu terus masuk ke dalam kota dan mulai membantai para penduduk kota itu.Di da
Sekte Lembah Racun Seorang murid dengan pakaian khas berwarna hijau berjalan cepat ke arah kediaman Tetua Kedua. Di tangannya, murid laki-laki itu membawa secarik kertas kecil yang baru saja ia dapatkan dari rekannya di luar sekte. "Apa Tetua ada di dalam?" tanya murid itu kepada 2 orang murid yang berjaga di luar kediaman Tetua Kedua. "Tetua ada di dalam. Ada apa?" jawab salah satu murid yang berjaga. "Ada sesuatu yang ingin aku laporkan. Ini tentang orang-orang dari sekte aliran putih." "Masuklah kalau begitu." Pemuda itu pun dibiarkan masuk. Di depan pintu kamar Tetua Kedua, ia berdiri dan mengetuk pintu 3 kali. "Masuk!" suara seorang pria tua terdengar dari dalam sana setelah menunggu beberapa saat. Pemuda itu pun membuka pintu perlahan dan masuk ke dalam ruangan milik Tetua Kedua."Salam, Tetua!" Tetua Kedua Sekte Lembah Racun mengangguk."Ada apa?" "Saya ingin melaporkan ini, Tetua!" Ucap pemuda itu memberikan secarik kertas yang ada di tangannya. Tetua Kedua menerima k
"Baiklah, aku akan patuh.""Bagus. Aku suka itu. Ke depannya aku tidak akan memasak lagi.""Kenapa?""Tentu saja karna aku punya uang. Aku bisa menyewa pelayan untuk memasak.""Hahaha... logis sekali, ya. Tapi kau benar juga, kita punya uang, kalau memang tidak berbakat memasak, kita hanya perlu menyewa orang lain untuk melakukannya. Aku suka pola pikirmu."Tian Fan tidak menyangka kalau Su Yixian akan memutuskan hal seperti itu. Gadis itu sungguh menggunakan otaknya, tidak punya bakat maka cari saja orang yang punya bakat untuk dipekerjakan.Su Yixian adalah Nona Muda dari Klan Su, uang bukanlah masalah baginya. Lagi pula ia memang tidak punya bakat dalam memasak, ia hanya berbakat meramu pil kultivasi.Tian Fan menyandarkan punggungnya pada kursi, matanya kemudian dipejamkan."6 bulan tidak bertemu, bagaimana perkembanganmu selama ini?""Perkembangan? Yang mana? Meramu obat atau teknik pedang?" tanya Su Yixian."Keduanya. Bagaimana? Apa kau mengalami peningkatan? Atau, apakah kau pun
Kekaisaran Qin - Gerbang Utara Beberapa elang raksasa mendarat di sebuah lapangan luas yang megah. Elang-elang itu membawa 5-7 orang di punggungnya. Tap! Satu per satu orang itu pun melompat turun dari punggung elang dengan santai. Jumlah mereka ada lebih dari 100 orang dengan pakaian khas yang terlihat serupa. Satu orang pemuda berdiri di depan, sementara 99 orang lainnya berdiri dengan patuh menunggu arahan selanjutnya dari pemuda tangguh itu. "Hari ini kita semua akan istirahat di sini. Dirikan tenda, aku akan masuk ke Ibukota Kekaisaran untuk melaporkan kedatangan kita kepada Patriak!" ucap pemuda itu dengan suara tegas. "Baik, senior!" Pemuda itu mengangguk puas melihat sikap anggota kelompoknya. Gurunya menugaskan ia untuk datang membawa rekan-rekannya datang ke ibukota, sebab beberapa hari lagi aliansi aliran putih akan segera dibentuk. "Li Jian! Kau ikut denganku." "Baik, senior!" Dua orang itu kemudian pergi menuju ke gerbang utara ibukota. Di sana, bebera







