LOGINLian tidak peduli dengan obrolan dua orang itu, menurutnya bisa selamat dari kejaran klan iblis sudah membuatnya lega.
Lian melamun dan dia baru ingat kalau dia bisa saja meminta Wu’er untuk datang ke sana dan menemaninya dalam pelarian tapi sayangnya dua prajurit tersebut sudah memutuskan untuk membawanya pergi menuju ke kediaman Nyonya besar Xi.***Ketika tiba di kediaman tersebut. Lian menatap ke sekitar, taman dan halaman kediaman begitu luas. Dari sana Lian biSepertinya pertemuan antara Lian dan Putra Mahkota berjalan lancar. Tidak lama setelah mengobrol dengan Lian, Putra Mahkota pergi meninggalkan kediaman Xi. “Datanglah ke istana, besok! Aku akan meminta pelayanku menjemputmu di kediaman.”“Baik, Yang-mulia,” Lian memberikan hormat lalu pergi meninggalkan aula.Di luar pintu belakang, Hexi dan suaminya sudah menunggu.“Anxi, apa yang Putra Mahkota katakan padamu? Kenapa dia pergi begitu cepat? Apakah dia merasa tidak nyaman denganmu?” tanya Hexi dengan tidak sabar.Lian menggelengkan kepalanya. “Dia bilang pelayannya akan datang besok untuk menjemputku,”“Me-menjemputmu? Apa maksudnya?” Gaoxi terlihat bingung.“Mungkin untuk berjalan di taman istana?” tebak Lian, dia sendiri tidak tahu apa tujuan Putra Mahkota memanggilnya datang ke istana besok.“Kamu yakin tidak menyinggungnya, bukan? Atau mengatakan kata-kata pedas?” tanya Hexi dengan cemas.“Kami hanya mengobrol biasa, dia bertanya apa yang aku lakukan baru-baru ini, dan aku h
Lian belum mengambil tindakan apa pun, untuk sementara waktu dia ingin fokus memulihkan diri. Lian tahu dia tidak memiliki banyak waktu sebelum Guyin menemukan keberadaannya. Beberapa hari tinggal di kediaman keluarga Xi, Lian banyak menghabiskan waktu berkultivasi di dalam kolam giok suci. Di luar kediaman Lian, para pelayan tampak sibuk dengan pekerjaan mereka. Beberapa orang sibuk membersihkan debu di bagian luar kediaman. Mereka bergosip dan mulai membahas pernikahan antara Anxi dan Putra Mahkota.“Aku dengar sore ini Putra Mahkota akan berkunjung untuk melihat kondisi Nona Anxi, Tuan Gaoxi sudah mengabarkan tentang kepulangan Nona Anxi ke istana. Sepertinya Putra Mahkota sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Nona,”“Apakah kali ini Nona Anxi akan menikah?”“Entahlah, melihat kondisinya yang terus membaik sepertinya tidak lama lagi pesta pernikahan akan dilakukan,”“Ya, Tuan Gaoxi tidak ingin kehilangan hari baik untuk menikahkan putri satu-satunya.”Lian yang sedang berkultiva
Lian tidak peduli dengan obrolan dua orang itu, menurutnya bisa selamat dari kejaran klan iblis sudah membuatnya lega.Lian melamun dan dia baru ingat kalau dia bisa saja meminta Wu’er untuk datang ke sana dan menemaninya dalam pelarian tapi sayangnya dua prajurit tersebut sudah memutuskan untuk membawanya pergi menuju ke kediaman Nyonya besar Xi.***Ketika tiba di kediaman tersebut. Lian menatap ke sekitar, taman dan halaman kediaman begitu luas. Dari sana Lian bisa melihat bahwa penghuni kediaman tersebut bukanlah orang biasa. Pasti dia adalah pengusaha sukses atau salah satu dari pejabat istana.Salah satu dari prajurit datang melapor ke dalam tentang kedatangan mereka. Tidak lama setelah itu dua orang keluar dari dalam kediaman dan duduk di beranda.Seorang wanita bertubuh gemuk dengan tahi lalat di pelipis kanan menatap Lian dengan mata tidak berkedip. Tatapannya terlihat asing dan tidak mengenali Lian sedikit pun. Sementara di samp
***Di sisi lain, Lian berhasil melarikan diri dari istana tapi belum melewati perbatasan alam iblis. Dia beristirahat sebentar di hutan perbatasan. Kondisinya melemah. Di jalan setapak tidak jauh darinya, dia mendengar suara beberapa orang sedang berjalan. Dari baju yang mereka kenakan Lian bisa melihat mereka adalah penduduk alam spiritual. Lian merasa sedikit lega karena awalnya dia berpikir mereka adalah prajurit alam iblis yang diperintahkan untuk memburunya.Lian berdiri dan dia ikut bergabung dengan rombongan pejalan kaki tersebut. Untungnya baju yang dia kenakan tidak terlalu mencolok. Lian membawa tongkat kayu di tangannya dan menutupi kepalanya dengan kain selendang usang. Tak ada satu pun dari rombongan yang memedulikannya. Setelah berjalan cukup lama, ternyata mereka menuju ke ibukota alam spiritual.Satu-persatu melapor pada prajurit yang bertugas menjaga gerbang masuk. Mereka mengonfirmasi pelat data diri dan menunjukkan identitas b
Tidak hanya para prajurit yang Guyin tugaskan mencari keberadaan Lian. Dia sendiri turun tangan untuk menemukan keberadaannya. Guyin pergi ke kediaman yang ditinggali Lian lalu pergi ke ruang penyimpanan senjata klan. Benda yang diinginkan Lian masih di sana.“Dia pergi begitu saja dan tidak membawa tanduk monster bersamanya? Apakah tebakanku salah? Selama ini aku berpikir Lian akan pergi membawa senjata klan iblis untuk membela Long wang, ternyata dia meninggalkannya ....” gumam Guyin. Di sisi lain, Long wang sedang beristirahat di dalam kamarnya. Tidak lama kemudian dia mendengar suara ketukan pintu.Long wang mengibaskan tangan kanannya dan pintu kediaman langsung terbuka. Guyin berjalan masuk ke dalam. Pria itu menatap Long wang dengan tatapan mata penuh permusuhan.“Istana memberikan pesta sambutan, tapi Raja Long malah mengurung diri di dalam kamar!” sindirnya. Pikir Guyin mungkin saja Lian bersembunyi di dalam kamar Long wang. Se
Long wang memberikan isyarat pada Guseng untuk membawa wanita tersebut menuju kamar yang disiapkan untuknya.Guseng menganggukkan kepalanya lalu segera membawanya menuju ke kediaman yang akan digunakan Long wang selama beberapa hari di alam iblis. Sampai di dalam ruangan Lian membuka cadarnya. Wajahnya terlihat lebih pucat dari sebelumnya. Guseng menuangkan secangkir teh untuknya.“Bisakah aku meminta bantuanmu?” tanyanya. Lian berjalan terhuyung-huyung lalu duduk di kursi. “Ya?”“Aku sudah menyamar menjadi wanita yang dijadikan upeti hari ini, kamu bawa orang lain ke kamar ini untuk menggantikanku!”Guseng langsung menganggukkan kepalanya.“Lalu bagaimana denganmu?” tanyanya dengan khawatir.“Aku? Tentu saja aku akan pergi meninggalkan tempat ini,”“Apakah bisa pergi dengan aman? Kenapa tidak membiarkan semuanya berjalan begini saja?” Guseng mengukir senyum pada salah satu sudut bibirnya.“Membiarkan begini saja? Apa maksudnya?”“Tetap menjadi upeti, lagi pula siapa yang berani mem
***Di lembah obat, Lian sedang meracik beberapa resep di dapur obat. Tabib Zaocheng menggenggam tongkat di tangannya, pria itu datang menemuinya. Dia melihat Lian bekerja seorang diri. “Lian, hari sudah sore kenapa tidak beristirahat?” tanya Zaochang pada Lian.Lian tidak menjawab, dia sedang sib
'Rayuan dan tipuan'Weihong memeluk putrinya sambil berkata, “Segera!”Di istana alam dewa, Lian merasa sudah menyelesaikan tugasnya, tepat setelah pil obat selesai dikemas dia segera menghadap Long wang. Long wang sedang duduk di ruang baca, dia memeriksa beberapa laporan yang dikirimkan oleh par
Long wang masih belum selesai, dia mendengar keributan di luar. Dengan tenang dia keluar dari dalam kolam lalu memakai kembali bajunya.Rong’er melihat punggung Long wang di balik tirai kolam mandi, dia berjalan mendekat dan tanpa ragu berniat memeluk pinggang Long wang dari belakang untuk merayuny
Di kerajaan alam dewa, di kediaman Rong’er. Wanita itu mendengar kabar bahwa Long wang akan pergi ke dunia fana untuk memeriksakan kondisinya pada seorang tabib. Kasim Song’an sudah menjadwalkan perjalanan tersebut dan diikuti oleh beberapa prajurit. Guseng juga ditugaskan untuk ikut serta karena m







