Share

Bab 39 Penjara Pedang

Penulis: Pujangga
last update Terakhir Diperbarui: 2026-03-11 17:32:43

Tidak hanya Ki Kekes saja, tapi ketua Jalidra, Tantula, dan ketua Sona juga sangat yakin bahwa pria tinggi kekar di dekat Lintang tersebut adalah Jaya Angkara.

Mereka memang tidak pernah bertemu dengannya, tapi legenda mengatakan bahwa Jaya Angkara memiliki segel berbentuk bulan sabit di keningnya yang jika sedang bertarung akan bercahaya putih terang.

Selain ciri tersebut, dia juga memiliki energi yang aneh dan sangat besar sehingga jika Jaya Angkara berada di suatu tempat, rumput-rumput di te
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 53 Iblis Perak

    Semua penonton berdebar melihat rombongan Lintang di serang ratusan monster iblis.Hal itu karena para monster yang menyerang mereka jauh lebih banyak dari pada monster yang menyerang kelompok Samosir.Entah apa yang terjadi di sana, yang pasti semua iblis di hutan perak seperti telah dikendalikan oleh seseorang.Resi Batara Gundawarma yang melihat keganjilan tersebut merasa heran di mana seharusnya, para iblis di sana hanya dapat dikendalikan olehnya.“Ada yang menyabotase pusaka kita. Jaya, bersiaplah, kau dan 19 pasukanmu akan kukirim ke sana,” seru Resi Batara Gundawarma melalui telepati.Mendengar itu, Jaya Angkara berikut pasukannya langsung memisahkan diri dari barisan penjaga pagoda.“Baiklah sekarang!” perintah Resi Batara Gundawarma.Dia segera menciptakan portal kecil tanpa sepengetahuan orang lain, portal tersebut berbentuk lingkaran yang muncul di depan pasukan Jaya Angkara.Namun ketika Jaya Angkara dan pasukan-nya akan menembus portal, tubuh mereka tiba-tiba kembali ter

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 52 Bantuan Lintang

    Di dalam kubah penghalang, Lintang menciptakan banyak serangga kecil dari energi sihirnya.Kemudian serangga-serangga tersebut dilepaskan agar masuk ke lantai pertama untuk mencari semua peserta.Dalam waktu singkat, Lintang bisa menemukan mereka. Dengan kehendaknya, satu serangga masuk dalam kepala setiap peserta membuat mereka bisa mendengar dan berbincang dengan Lintang.Beruntung kubah cermin gaib di luar hanya menampilkan gambar saja, sehingga suara apa pun di dalam pagoda tidak bisa terdengar ke luar.“Tuan Lintang?” gumam Palwa.“Benar, ikuti suaraku maka kau akan terlepas dari labirin. Buka saja matamu karena cermin penghisap tidak akan lagi bisa menghisap energi kehidupanmu,” jelas Lintang.“Ba-baik tuan,” Palwa mengangguk cepat sembari tersenyum senang.Dia sungguh tidak menyangka Lintang ternyata akan membantunya di situasi sulit seperti itu.Dan tidak hanya Palwa, tapi Lintang menyelamatkan semua peserta yang masih berada di dalam labirin membuat semua penonton bahkan Resi

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 51 Lantai Satu Pagoda

    Waktu terus berjalan di dunia luar, sementara di dalam pagoda 3 iblis waktu tidak berarti di mana di sana memiliki waktu sendiri.Di dalam pusaka waktu selalu terkesan lambat, terutama pada pusaka alam dewa.Seperti sekarang, dalam hitungan dunia luar, Lintang dan para peserta lain sudah memasuki pagoda selama 2 hari. Tetapi di dalam pagoda, Lintang merasa waktu baru saja beberapa menit.Tragedi pembantaian dari kelompok pendekar berpakaian hitam telah mengurangi jumlah peserta secara signifikan.Sehingga yang mengikuti ujian di dalam pagoda hanya sekitar 120 orang saja di mana peserta yang lain tewas bersama rombongan perguruan mereka.Termasuk para penonton, banyak penonton dari penduduk Ganestaloka yang juga tewas di malam itu, membuat jumlah penonton menurun tiba-tiba.Ujian dimulai sore hari, berbeda dengan ujian sebelumnya. Ujian kali ini dikawal dan dijaga oleh semua pilar sekte. Bahkan Resi Batara Gundawarma sendiri turut menghadirinya.Tentu saja, selain untuk memastikan keam

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 50 Pertemuan Dua Sahabat

    “Hahaha, tentu saja Tari, bangunlah! Selama ratusan ribu tahun, selain aku hanya dirimu yang mampu menyelesaikan tahap akhir dari jurus pedang kita. Aku sangat senang,” Dewi Betari tertawa.“Ini berkat bimbingan guru,” ucap Anantari.“Kau selalu saja merendah, ini semua tentu berkat kerja kerasmu,” ujar Dewi Betari tersenyum lembut.“Salam pendekar Anantari,” sapa Seruni Taji.“Anda?” Anantari kembali berdiri dengan mengerutkan kening.“Dia adalah utusan dari perguruan besar Sekte Pedang Kahuripan, pendekar muda ini memiliki urusan denganmu Tari,” ungkap Dewi Betari.“Denganku?” Anantari masih tidak mengerti.“Aku Seruni Taji membawa pesan untuk anda pendekar Anantari, silakan!” Seruni Taji menyodorkan satu gulungan kertas yang tersegel kain merah.“Kanda?” Anantari langsung melebarkan mata mengenali segel kain tersebut dalam sekali pandang.“Kanda?” kini Dewi Betari yang mengerutkan kening.“Ini segel milik suamiku guru, maaf selama ini aku tidak pernah bercerita,” ungkap Anantari.“

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 49 Perguruan Dewi Surya

    Jaka Bawana dan Samhu telah berhasil menerima pesan, sementara Kelenting Sari dan Limo tidak mungkin mendapatkan pesan karena sudah lebih dulu berkelana jauh sebelum Lintang tiba di Sekte Pedang Kahuripan.Dari ke 6 sahabat Lintang yang belum mendapat pesan kini hanya tinggal dua orang lagi, yakni Anantari dan Putri Adia.Anantari Nurendra adalah seorang putri kerajaan Daha di dunia Narapada, dunia tempat Lintang di besarkan dahulu.Dia sama seperti Lintang, merupakan keturunan setengah lelembut dan manusia. Hanya saja bukan manusia biasa di mana Anantari merupakan keturunan inti dari dewa kuno yang mewarisi kekuatan Taya.Anantari pernah menderita selama 80 tahun, perasaannya hancur kala kerajaan Daha dimusnahkan oleh pasukan kaisar iblis.Ayahnya tewas, dan pemuda yang sangat dia cintai menghilang entah ke mana.Waktu itu Anantari diselamatkan oleh patih Jaya dibawa ke alam lelembut bangsa Halimun Putih.Sebuah alam halus yang berada di kaki gunung Merapi arah barat perguruan Awan S

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 48 Kawah Candradimuka

    Berbeda dengan wilayah kerajaan Salaka Tungga yang terang benderang.Di Alam Para Dewa terdapat sebuah tempat yang selalu diliputi kegelapan seakan tempat itu adalah wilayah kutukan yang tidak boleh dimasuki.Penerangan di sana hanya berupa bias cahaya bara dari kawah luas yang selalu bergejolak setiap saat.Benar, tempat itu berupa gunung Merapi maha tinggi dengan danau kawah selebar puluhan kilo meter.Bukan kawah biasa di mana kawah itu memiliki panas ribuan kali lipat dari panasnya api biasa.Baja yang masuk ke kawah itu akan langsung lebur dalam hitungan detik, sementara asap dari bara magmanya mampu melelehkan batuan dalam satu sentuhan.Tempat tersebut dinamakan Kawah Candradimuka, wilayah sakral para dewa yang sangat berbahaya.Asap magma di sana tidak pernah stabil sehingga sewaktu-waktu selalu keluar meluluh lantahkan apa pun yang dilewatinya.Bahkan saking berbahayanya, Batara Guru sampai menurunkan pelarangan untuk bangsa dewa agar tidak pernah masuk ke sana.Selain asap m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status