/ Fantasi / Legenda Tongkat Semesta / Bab 371 Pulau Asing

공유

Bab 371 Pulau Asing

작가: Pujangga
last update 최신 업데이트: 2026-01-06 20:14:17

Bab 371 Pulau Asing

“Apa kau merasakan-nya?” tanya Asgar pada Lintang.

“Ya, batas ruang dan waktu selalu berbeda setiap kali kita memasukinya,” jawab Lintang.

“Pasti ada yang salah dengan ini,” ungkap Asgar.

“Apa ini dikendalikan oleh para dewa?” tanya Lintang.

“Tidak mungkin, alam biasanya berjalan sendiri sesuai kodratnya, para dewa hanya menguasai saja, tidak mengatur,” jelas Asgar.

“Kalau begitu cepatlah, jangan sampai kita salah lagi mengambil jalan,” pinta Lintang.

“Aku tahu cerewet, kau sendiri dapat melihat tanda energi bukan, jaraknya semakin menjauh dari tempat semula,” ujar Asgar.

“Jagat! bawa kami secepatnya kesana,” seru Lintang.

Mendengar itu tongkat semesta segera melesat membawa Lintang dan Asgar menuju pintu gerbang dunia Narapada.

Tiba di sana, Jagat lantas merobek ruang itu dan membawa keduanya masuk melompati gerbang dimensi.

Suasana berubah gelap seketika dimana Lintang dan Asgar tidak mampu melihat apa pun, dan sadar-sadar mereka telah terlempar pada hutan lebat
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 385 Rencana Bangsa Iblis

    Jauh di pesisir pantai Benua besar, sesosok panglima iblis baru saja lewat terbang membelah langit dari arah barat.Dia adalah Bala, salah satu panglima tertinggi Kaisar Iblis yang diberi tugas untuk mencari keberadaan Lintang.Saat dirinya tengah menyusuri langit barat, Bala melihat ada satu rombongan pendekar sakti yang terbang ke arah timur, dengan penuh kehati-hatian panglima iblis tersebut mengikuti mereka secara diam-diam.Bala tidak berani menampakkan diri apa lagi mencegat mereka, dimana pada rombongan musuh terdapat 5 makhluk kuat, bahkan hampir setara dengan kekuatan dirinya.Mencegat mereka sama saja dengan bunuh diri, membuat Bala tidak dapat berbuat banyak, selain mengintai dari kejauhan.Setelah mengetahui arah perjalanan mereka yang menuju padang pasir selatan, Bala segera berbalik arah menuju Istana Kaisar iblis untuk memberikan laporan.Untuk sampai di Istana kekaisaran bangsa iblis, panglima Bala membutuhkan waktu setidaknya 3 hari dari pesisir pantai.Sepanjang jala

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 384 Asgar Sang Alih Menentukan Arah

    “K-ke-kenapa dia masih hidup? Bu-bukankah siluman itu telah tewas bersamamu?” tanya Silah.Lintang sedari awal memang tidak menceritakan Asgar, membuat mereka tidak mengetahui sedikit pun tentang ular tengik itu.“Sialan, manusia mana yang mengatakan aku telah mati, dasar makhluk lemah, brengsek,” maki Asgar yang segera keluar dari balik pakaian Lintang, menampilkan sosok ular hijau dengan penuh kesombongan.Sehingga Bangga Sora, Misantanu, Tanwira dan yang lain segera melompat mundur karena merasakan aura membunuh yang sangat kuat.“M-ma-maafkan aku, a-aku tidak bermaksud menyinggungmu, tuan ular hijau,” ucap silah dengan terbata.“Sial, dia ternyata masih seperti dulu, dasar makhluk haus darah,” umpat Silah dalam hati.Tidak hanya Silah, tetapi semua teman Lintang juga serentak mengumpati Asgar, dimana ular itu masih saja menyebalkan seperti dulu.Namun baik Silah ataupun Bangga Sora, mereka tidak berani mengucapkannya.Merasakan auranya saja, ke 6 teman Lintang sudah sulit untuk be

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 383 Menjelang Keberangkatan Perang

    Dengan kemampuan Lintang, dia dapat menghasilkan 4000 pil dalam satu hari seorang diri.Keahlian tabib yang sangat mengerikan, Bangga Sora menjulukinya sebagai dewa obat sejati.Bersama Lintang, maka dalam 8 hari ke depan mereka akan mendapatkan 51.000 pil merah.Jumlah itu jika dibagi ke dalam jumlah pasukan, maka setiap prajurit akan mendapat 1 pil merah sebagai bekal pertahanan, jumlah yang sangat sedikit dan hanya dapat digunakan dalam sekali pakai.Namun beruntung karena Lintang dan Bawana sebelumnya telah memiliki banyak pil, maka jika di satukan, jumlah pil mereka akan cukup untuk membekali pasukan.Setidaknya setiap prajurit nantinya akan mendapat 4 pil merah sebagai pelindung diri, mereka dapat menggunakan pil tersebut dalam keadaan terdesak saat terluka parah.“Jika kalian sudah lelah, maka istirahatlah sejenak, terlalu memaksakan energi secara berlebihan akan berakibat buruk pada tubuh,” seru Lintang.“Kami mengerti teman, terimakasih,” seru Misantanu.“Selain dirimu, siapa

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 382 Api Hitam milik Lintang

    Bawana tidak membawa semua pasukan ke medan perang dimana di wilayah istana juga harus tetap ada sebagian pasukan yang jaga.Dia meninggalkan 1000 pasukan kerajaan untuk berjaga mengamankan wilayah istana, ibu kota dan penduduk baru di lahan pertanian.Di Istana kerajaan juga ada Ki Cokro yang memilih tetap tinggal menunggu kepulangan Lintang dari medan perang.Dia tidak dulu kembali ke Goa Limo, karena merasa bertanggung jawab harus menjaga kerajaan Manarah.Putri Turangga Dewi sebagai seorang pemimpin memilih masuk ke dunia dimensi merah bersama pasukannya.Setelah mengetahui mereka sedang berjuang dan berlatih keras, gadis itu berniat ikut serta dalam latihan agar di masa depan dapat selalu berdampingan dengan Tresna Ayu.Sementara yang melakukan perjalanan bersama Bawana di antaranya ialah, Madu Lanang, Samhu, Tresna Ayu, Putri Sri Pati Citaloka, Patih Angga, Warok, Anantari, Kelenting Sari, Mosir, Kuna, Sasana, Waleh dan Limo. Seperti biasa, beruang gendut itu di gendong oleh Anan

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 381 Dunia Dimensi Merah

    Jauh di arah barat tepatnya di pulau kerajaan Manarah, Ki Cokro dan semua makhluk yang ada di kerajaan tersebut begitu sangat senang ketika mendapatkan kabar Lintang telah kembali.“Raja kalian telah berhasil membawa pasukan kerajaan siluman ular, bersiap untuk berperang,” seru Ki Cokro menyampaikan isi pesan dari Lintang kepada seluruh pemimpin pasukan.Membuat semua makhluk yang ada di Istana segera berlutut meminta restu kepada dirinya.“Hahaha, restuku selalu bersama kalian, berjuanglah dan raih kemenangan, pesanku, selalu jaga satu sama lain agar kalian tidak kehilangan arah,” ucap KI Cokro.“Baik guru besar, pesan Anda adalah perintah bagi kami,” seru semua orang serentak, termasuk Madu Lanang dan Bawana yang ada di sana.“Lintang meminta kalian berkumpul di tempat Sugi, tepatnya di arah timur benua besar, ada Bawana dan Tresna Ayu yang akan menunjukan jalan,” tambah Ki Cokro.Selesai menyampaikan pesan, Ki Cokro meminta Tresna Ayu, Putri Turangga Dewi, Anantari, dan Kelenting S

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 380 Dewa Obat

    Setelah melalui proses panjang dan melelahkan, Bangga Sora dan teman yang lain akhirnya dapat mencapai tingkat api Jingga.Sebuah pencapaian tertinggi dalam dunia medis di Narapada. Lelah, tentu saja mereka lelah, karena mengendalikan energi dalam waktu lama membutuhkan konsentrasi dan fisik yang kuat.Namun begitulah manusia, ketika berhasil dalam satu pencapaian, mereka akan semakin bersemangat, hingga lelah tidak lagi dirasa, yang ada hanyalah tekad untuk terus berkembang.Meski Lintang telah menyarankan beristirahat, mereka tetap melanjutkan pelatihan, membuat pemuda itu menggeleng seraya tersenyum bangga.“Dasar para lelaki tua keras kepala,” umpat Lintang.Untuk menjaga keseimbangan tubuh teman-teman-nya, Lintang memberikan sedikit energi keemasan kepada mereka, hingga Bangga Sora dan yang lain tetap dapat berlatih tanpa takut mengalami luka dalam.Sampai memasuki hari ke 2, ke 6 orang tua itu benar-benar berhasil menciptakan api biru, membuat mereka begitu sangat bahagia.“A-ap

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status