分享

Bab 78 Perdebatan

作者: Jackie Boyz
last update publish date: 2026-05-11 08:41:29

Yuyun menggelengkan kepalanya. “Nggak mungkin Mas! Devan nggak tahu aku pergi ke hotel ini, dia itu pemalas dan nggak sudi ngurusi kerjaan aku.” Serunya sambil memeluk kedua bahu Rangga, “Mas, ayo genjot lagi, aku aoukh, nggak tahan!” Lanjut Yuyun pada Rangga.

Rangga menurutinya pria itu kembali menggenjot liang intim Yuyun. Baru sepuluh kali ayunan bokongnya pintu kembali diketuk dari luar.

“Siapa sih?! Rese amat! Nggak lihat aku lagi nikmati pepek kamu apa!?” Tukas Ran
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 79 Permintaan Rangga

    Yuyun mengkerut, dia mendongak menatap Rangga dengan tatapan memelas. Jelas sekali pria itu sedang marah pada dirinya karena dirinya sudah sok mengatur dan menasehati. Rangga langsung menekan kedua bahu Yuyun turun sampai wanita itu berjongkok tepat di bawah kakinya.“Kocok dan jilat!” Perintahnya pada Yuyun seraya mengeluarkan kejantanannya dari dalam baju piyama yang dia kenakan.Yuyun dengan patuh segera melumat dan mengurut kejantanan Rangga keluar masuk dari dalam mulutnya. Sesekali Yuyun memainkan sisi bawah tonggak yang sudah mengeras itu. Menambahkan liurnya dan menekan masuk ke dalam rongga dalam mulutnya.“Akhh, oukhh, terus Yun, oukhh, kamu paling lihai dalam masalah ini, ouhhh, Yun! Oukhh enak banget Yun! Oukhh!” Rangga menjambak rambut Yuyun dia menggerakkan kepala Yuyun ke belakang dan ke depan untuk mengocok organ intimnya dengan cepat, sampai Rangga tiba pada klimaksnya. Rangga memuntahkan cairannya pada wajah Yuyun.“Arghhhh Yuuun, oukhhh puas sekali

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 78 Perdebatan

    Yuyun menggelengkan kepalanya. “Nggak mungkin Mas! Devan nggak tahu aku pergi ke hotel ini, dia itu pemalas dan nggak sudi ngurusi kerjaan aku.” Serunya sambil memeluk kedua bahu Rangga, “Mas, ayo genjot lagi, aku aoukh, nggak tahan!” Lanjut Yuyun pada Rangga. Rangga menurutinya pria itu kembali menggenjot liang intim Yuyun. Baru sepuluh kali ayunan bokongnya pintu kembali diketuk dari luar. “Siapa sih?! Rese amat! Nggak lihat aku lagi nikmati pepek kamu apa!?” Tukas Rangga dengan wajah kesal seakan itu ditujukan pada Yuyun. Yuyun hanya menghela napas, “ya sudah, aku lihat dulu siapa yang datang. Mas ngumpet saja di kolong!” Omel Yuyun dengan nada tidak senang. “Bednya nggak ada kolongnya Yuuuunn!” “Ya sudah, ke kamar mandi!” “Dingin! Nggak sudi aku!” “La terus? Mas pengen kita ketahuan berduaan genjotan ah uh di dalam kamar?”Aktivitas panas berubah menjadi perdebatan. Yuyun dan Rangga segera memisahka

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 77 Tubuh Ibu tiri yang montok

    Devan tetap berdiri di sana, dan dia tidak tahu Amina sedang berjalan menuju ke arahnya yang kini sedang mengintip di celah pintu kamar Sarinten! “Dev?” Amina menyentuh bahu Devan. “Astaga setan!” Sahut Devan sambil terduduk lemas di lantai. “Aku Mami! Mamiii! Tega kamu panggil aku setan.” “Itu muka Mami hitam!” “Masker ini! Aku pakai rumput laut dari Jeju! Enak saja setan, itu mata kamu kenapa? Pakai masker juga?” “Bukan, tadi nabrak pintu depan, Mi. Jadi memar. Mami ngapain ke sini?” “Nyari Sarinten aku suruh itu beresin meja makan. Tadi katanya mau diberesin, sekarang malah ngilang orangnya! Ke kamarnya? Ada di dalam?” Amina bersiap menerobos ke dalam, Devan langsung menghalanginya. “Mi, tolongin aku Mi. Ini kompresin mataku!” Rayunya sambil menyeret lengan Amina menuju ke ruang makan. Tentu saja Amina setuju, wanita itu l

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 76 Desahan di kamar pelayan

    “Mas, aku belum selesai ngomong! Mas bisa jual jasa juga!” kejar Wati pada Devan. Gadis itu ikut berjalan masuk ke dalam rumah.Sarinten sudah selesai menata baju Devan dan Yuyun, wanita itu kini berdiri di samping Darto di sebelah meja makan. Tepat di sebelah kanan Darto ada Amina yang sedang menikmati makan malamnya. Tangan kiri Darto meraba-raba selangkangan Sarinten, terlihat jelas Sarinten berdiri di sana dengan posisi tubuh goyang ke kanan dan kiri.Wati berhenti mengejar Devan karena Devan duduk di karpet menonton televisi. Wati memilih berbalik dan kembali keluar dari dalam ruangan utama.“Pak, eemm, nggak tahan aku.” Bisik Sarinten pada telinga Darto sambil mengelus lengan Darto di dalam dasternya.Amina tidak memperhatikan, ditambah suara tayangan televisi yang kini dinyalakan Devan di ruangan tengah, beceknya suara liang intim Sarinten semakin tidak terdengar.Amina sudah kenyang menikmati makan malamnya. Wanita itu bergegas berdiri dari kursinya. Spon

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 75 Salah sasaran

    Wati ke luar rumah, begitu menginjakkan kakinya di pintu ruangan utama kedua matanya langsung bertemu tatap dengan Anto! Pria yang pagi ini mengobrak-abrik tubuhnya!“Wati?” Tegur Anto sambil bersiap mendekat ke arah Wati.Wati menatap Anto sambil menggigit bibir bawahnya, gadis itu sekarang hanya memakai baju singlet dengan tali kecil di belakang tengkuknya serta hot pants. Seksi, ramping, dan cantik dengan rambut lurus sepanjang bahu.Wati mendengar langkah kaki Devan dari belakang, gadis itu buru-buru mengibaskan tangannya agar Anto kembali duduk di atas dipan dan tidak berjalan menuju ke arah dirinya.Dasar Anto yang tidak paham malah berjalan cepat, dan saat melihat bayangan Devan Anto buru-buru melompat ke dipan langsung rebah telentang.Wati menahan tawanya melihat Anto menahan nyeri pada lututnya. Gadis itu duduk di kursi sambil menahan perutnya karena lelah tertawa.Devan menyusul Wati ke beranda depan rumah. Adiknya tersebut sedang duduk sendirian d

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 74 Rayuan Sarinten

    “Eh. Mas Dev? Mau ambil baju?” Tanya Sarinten.“Nggak!” sahutnya sambil tetap berdiri di belakang punggung Sarinten.Sarinten sama sekali tidak mengerti kenapa Devan tetap memilih berdiri di sana. Sarinten mengabaikan Devan dan tetap melanjutkan pekerjaannya. Berkali-kali Sarinten mengambil baju setrikaan dari dalam keranjang cucian lalu ditata ke dalam lemari.Yang menjadi pusat perhatian Devan sekarang tetap saja bokong Sarinten yang montok tanpa celana dalam! Belum lagi saat wanita itu membungkuk untuk mengambil baju dari keranjang, otomatis bibir organ kewanitaan Sarinten terpampang jelas di depan mata Devan bersama pernak-pernik di sekitarnya. Dari bulu-bulunya yang lebat, serta bibir yang nampak tembem dan terus berkedut-kedut. Seakan-akan meminta sodokan dari tongkat miliknya.“Mas Devan mau bobok?” Tanya Sarinten seraya menjinjing ujung dasternya sepanjang pangkal paha. Di mata Devan itu sudah pendek, terus pakai dijinjing lagi ke atas dengan gayanya sok seks

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status