Brak! Saking terburu-buru sampai terdengar gebrakan keras di pintu. Sarinten bersembunyi di belakang punggung Devan, wanita itu malah merangkul pinggang Devan.Yuyun mendengar suara pintu terbuka dan tertutup kembali langsung berbalik dan mengetuk pintu kamar mandi. “Mas! Mas Devan di dalam? Buruan keluar, anak-anak harus ke sekolah. Aku mau pergi ke kantor!” Teriak istri Devan dari luar pintu.“Ukh! Keras Yun, aku masih buang air ini, keras sekali, uukhh!” Devan memencet batang hidungnya sambil berpura-pura mengejan.“Ya sudah, nanti pokoknya jangan lupa anter anak-anak!”“Iya Yun, kamu berangkat saja dulu, akh, aku sudah mau selesai!” Sahutnya dari dalam kamar mandi.“Mas, pinter banget ngeles,” bisik Sarinten sambil mencubit mesra pipi Devan.“Ten, nanti malam kalau ada waktu aku datang ke kamar kamu ya?” Pinta Devan pada Sarinten.“Mas nggak tahan ya? hihihi!” Sarinten terkekeh geli. “Iya, habisnya kamu seksi sekali. Dadamu juga lebih besar dari Yuyun, apalagi bagian bawahmu in
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-13 อ่านเพิ่มเติม