LOGIN21++⚠️⚠️Bukan bacaan di bawah umur! Setiap episode mengandung konten sensitif! Harap Pembaca bijak dalam memilih bacaan! “Pak Darto, enak Pak ... terus Pak, ouh, jangan berhenti..” erangan Sarinten terdengar sampai ke luar pintu. Karena kesibukan Amina, sang istri, Darto terpaksa berselingkuh dengan Sarinten pelayan di dalam kediamannya. Sarinten yang seksi dan bahenol itu sangat menggoda bagi Darto yang selalu tidak tahan untuk tidak melakukan hubungan intim walau jeda sehari. Sarinten sendiri yang sudah lama menjanda juga bersedia melayani Darto di dalam kediaman majikannya itu hanya demi janji manis pernikahan yang hanya mimpi. Darto tak hanya memberikan uang tambahan sebagai imbalan, tapi pria itu juga memberikan belaian yang selama ini tidak dia dapatkan semenjak diceraikan oleh suaminya.
View MorePagi-pagi sekali Sarinten menyiapkan sarapan untuk keluarga Darto. Janda berusia tiga puluh dua tahun beranak satu tersebut sudah enam bulan bekerja di kediaman Darto sejak diceraikan oleh suaminya.
Darto memiliki istri sambung bernama Amina, wanita berusia empat puluh tahun pengelola empat toko perhiasan. Saat menikah dengan Amina Darto sudah memiliki dua orang anak dari istri pertamanya yang sudah meninggal, mereka bernama Wati berusia dua puluh lima tahun baru lulus kuliah dan yang satu bernama Devan. Devan sudah menikah dengan Yuyun. Saat ini Devan masih tinggal bersama Darto karena belum memiliki rumah sendiri. Di dalam kamar Darto.. Kebetulan Amina masih mandi dan bersiap-siap di dalam kamarnya, Darto yang selalu ingin mendapatkan jatah tubuh si istri belum mendapatkannya sejak semalam lantaran Amina pulang larut. Meskipun sudah berusia empat puluh tahun, tubuh Amina yang selalu rutin perawatan dan juga minum vitamin membuat wanita itu terlihat ayu dan awet muda. Amina keluar dari dalam kamar mandi dalam kamarnya hanya mengenakan sehelai handuk. Darto sudah sikat gigi dan cuci muka di westafel samping kamar mandi dalam kamarnya, melihat istrinya keluar dengan penampilan seperti itu, Darto langsung menyerbu dan menciumi lehernya. Amina sendiri juga sangat senang karena gairah suaminya tak pernah kunjung surut. Dengan napas menggebu Amina merangkul kedua bahu Darto sambil membalas ciuman Darto. “Pak, ah, nggak tahan aku.” Suara erangan nikmat Amina terdengar sampai keluar kamarnya. Devan yang memiliki kamar bersebelahan dengan Darto sering juga mendengar rengekan manja ibu dan bapaknya itu. Meski mereka sudah berumur tapi hasrat di ranjang belum surut sama sekali. Malahan semakin menggila dalam beberapa bulan terakhir. Suara erangan Darto terdengar sampai keluar kamar mereka berdua. *** Devan baru saja keluar dari dalam kamarnya, Yuyun istrinya sudah pergi ke ruang makan untuk menikmati sarapan bersama Lili dan Aldi putra-putri mereka. Karena pintu sebelah kamarnya masih terbuka sedikit, iseng-iseng Devan mengintip dalam kamar Darto. Memang dasar anak tidak tahu diri! “Apaan sih? Masa Bapak sama Ibu sudah hampir pukul setengah tujuh masih ....” Devan bergumam lalu melongo menyaksikan betapa buasnya Darto. Amina janda kaya itu bersedia dipinang Darto, mereka berdua baru menikah kurang lebih satu tahun ini. Devan terpaksa menelan ludahnya melihat ibu tirinya begitu seksi dan super hot. Devan terpaksa menelan ludahnya sendiri gara-gara melihat itu. Rupanya Amina diam-diam mengetahui kalau putra sulung tirinya sedang menyaksikan adegan tersebut. Amina membawa Darto menuju ke arah ranjang yang menghadap ke pintu. Amina membuka kedua kakinya sambil bersandar pada sandaran tempat tidur, Amina sengaja mempertontonkan adegan tersebut. Amina menggigit bibir bawahnya sendiri sambil menatap ke arah Devan yang sedang mengintip di luar pintu. Devan tanpa sengaja bertemu tatap dengan ibu tirinya tersebut, pria itu mendapatkan tatapan liar dan penuh nafsu dari sang ibu. Rupanya Amina mengetahui kalau celana yang dikenakan Devan sekarang tidak bisa dikondisikan. Tatapan liar dari sang ibu tiri membuat Devan menelan ludahnya sendiri. “Pak, aku nggak tahan.” Pinta Amina pada Darto. “Iya Bu, aku juga sudah nggak tahan, Bu," Racau Darto. Devan terus melihat tubuh Amina di atas ranjang dalam kamar tersebut. Devan sejak tadi sibuk menelan air ludahnya sendiri, dia tidak bisa melakukan hubungan intim karena istrinya Yuyun akan pergi bekerja, di sana hanya ada Amina dan juga Sarinten si pelayan dapur. Saat itu Sarinten sudah selesai menyiapkan sarapan, jadi dia ingin memanggil Amina seperti biasa untuk segera menikmati sarapan selagi hangat. Baru berjalan setengah jalan, rupanya dia dicegah oleh Devan. Sarinten kaget sekali karena Devan menarik tangannya masuk ke dalam kamar mandi yang ada di sisi samping ruang televisi. “Ten, mau ke mana? Bantuin aku dulu sebentar saja!” pintanya pada si pelayan bahenol itu. Mata Devan tertuju pada bukit kembar Sarinten yang masih terbalut daster warna ungu sepanjang lutut. Sarinten anehnya tidak menolak. Malahan wanita itu membuka kancing dasternya. “Ten, jangan bilang-bilang sama Bapak kalau aku minta bantuan kamu pagi ini.” Perintahnya. “Mas sekarang saja, aku sudah nggak tahan lagi.” “Ten, seksi sekali kamu, kamu juga sangat pandai memuaskan gairahku.” puji Devan. Sarinten memeluk kedua bahu Devan menikmati permainan. “Cepet Mas, agak cepat lagi, aku sepertinya sudah hampir anu," Sarinten sudah lupa daratan. Sejak diceraikan oleh Naryo si suami, belum pernah disentuh lagi oleh seorang pria. Keinginan Devan pagi ini membuat wanita itu melepaskan hasratnya yang sudah enam bulan dia tahan. *** Di ruang makan Yuyun ingin segera mengantar Lili dan Aldi, tapi Devan tak kunjung menunjukkan batang hidungnya sejak setengah jam yang lalu. “Mas Devan ke mana sih? Aku kan mau ke kantor masa dia tidur lagi!” Omel Yuyun seraya berdiri dari kursinya. Devan masih di dalam kamar mandi, dia mendengar suara langkah kaki istrinya menuju ke arah kamar. Dengan terburu-buru dia melepaskan Sarinten. “Ten, sudah dulu, Yuyun sepertinya nyariin aku, gawat kalau ketahuan sama dia nanti.” Ucapnya seraya buru-buru menaikkan kembali resleting celana pendek selutut miliknya. Devan mengintip melalui celah pintu. Saat Yuyun melintas dari depan pintu dia buru-buru menutup kembali pintu kamar mandi tersebut.Sampai di semak-semak, Darto langsung membuka kancing celana yang dikenakan olehnya. Pria itu mendorong Narti agar rebah di atas rerumputan. “Tuan, langsung saja,” Rengek Narti pada Darto. “Kamu nggak sabaran sekali, Nar?” Darto mengambil ancang-ancang. “Tuan!” Narti memekik seraya mengangkat wajahnya. “Kenapa, Nar? Kamu nggak senang aku jatah lagi? Nanti aku tambahin tips buat beli jajan,” bujuknya. Narti terlihat nyaman dan sangat menikmati semua sentuhan dan servis yang dia berikan. Sampai dua puluh menit lamanya, keduanya kembali melanjutkan perjalanan. “Sudah Nar, ayo ke peternakan, nanti karyawan lain lewat sini kita ketahuan bisa gawat.” Ucapnya seraya menarik diri. Darto menarik lengan Narti agar bangkit duduk untuk membenahi kembali bajunya. Narti hampir telanjang gara-gara ulah Darto barusan. “Sudah Tuan, kita harus berangkat ke peternakan.” Ajak Narti pada Darto. “Nar, aku senang sekali kamu mau melayaniku pagi ini, kapan-kapan aku minta jatah lagi, awas kalau
“Mas, aku keluar dulu. Banyak kerjaan yang belum selesai. Nanti bisa berantakan semuanya kalau aku tinggal terlalu lama di sini.” Pamitnya pada Rangga, Rangga hanya menganggukkan kepalanya. Yuyun segera berlalu dari ruangan Rangga.Sementara Rangga lupa belum membersihkan sisa-sia cairan di lantai yang tadi dia muntahkan saat tiba pada klimaksnya.Lima menit kemudian terdengar suara high heels masuk ke dalam, ternyata Mita istri Rangga.“Mas! Aku telepon sejak tadi lo! Kenapa nggak diangkat???!” Bentaknya pada Rangga. Mita terkejut melihat meja kerja Rangga terpisah dari keempat kakinya. “Mas ini kenapa berantakan sekali? Mas apain mejanya kok bisa patah begini? Pasti Mas naikin kan! Sama asisten kesayanganmu itu! Ayo buruan ngaku! Pantas saja Mas nggak mau pulang cepet! Pasti setiap hari Mas Rangga sama si Yuyun main kuda-kudaan di sini! Lihat, meja kamu saja sampai ambruk begini!” Cerocos Mita tanpa titik dan koma.Telinga Rangga sampai terasa berbusa saat mendengar celoteh Mita tan
“Pagi, juga Mbak!” Sahut Anto sambil memasang senyum manis pada bibirnya.Para gadis itu langsung berbisik-bisik di belakangnya. “Mas tongkatmu nyala, hihihihi!” Selesai berkata demikian mereka segera pergi meninggalkan Anto menuju ke dalam toko.Wajah Anto memerah, “Nyinggung-nyinggung tongkat, ntar aku hajar merintih-rintih kalian! Awas saja!” Serunya sambil menghisap rokoknya lalu mengepulkan asapnya dengan penuh rasa bangga.***Di sisi lain.. Yuyun istri Devan masih berada di dalam ruangan meeting. Wanita muda dan cantik itu terlihat sibuk mengikuti acara penting tersebut. Penampilan Yuyun yang seksi mengenakan stelan shirt ketat warna putih serta rok ketat warna hitam dengan belahan di samping, membuat atasannya terus mencuri pandang pada paha dan dada Yuyun.Yuyun sebenarnya sudah tahu sejak dulu, awalnya dia bekerja di belakang meja resepsionis dan kini dipindahkan ke dalam ruangan tertutup dan ber-ac dekat dengan ruangan bosnya itu. Tinggal di sisi manager beristri, tidak mem
Di luar Anto sudah duduk di dalam mobil, pria itu siap membawa Nyonya Majikannya ke tempatnya bekerja. Amina duduk di kursi belakang, wanita itu melambaikan tangannya melihat Darto berdiri di ambang pintu ruangan utama untuk melepas kepergiannya.“Daaaa, Bapak.. muach!” Serunya dengan sangat genit.“Sudah, bikin aku nggak tahan saja kamu itu! Cup, cup!” Bisik Darto pada Amina sambil menciumi tangan Amina dari luar jendela mobil.“Iya, sudah deh, Bapak jangan nunggu aku, mungkin aku nanti agak malam lagi pulangnya,” pesannya pada Darto.“Nggak apa-apa, asalkan dapat jatah!” balasnyapada Amina tanpa rasa malu. Anto merasa badannya panas sekali mendengar pembicaraan dari dua majikannya itu. Mereka ini ternyata memang sangat sering hok-a hok-a! Padahal aku kira cuma omongan dan gosip dari bibir karyawan semata. Masa Narti juga sampai tahu! Dan ngomong sama aku kalau di dalam ruangan kerja dalam peternakan, Pak Darto sering melakukannya dengan Bu Amina. Aku nggak bisa bayangin tubuhnya y






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.