Home / Romansa / Luapan Gairah Panas Ayahmu / Bab 132. Tegang dan Terlarang

Share

Bab 132. Tegang dan Terlarang

Author: Ucing Ucay
last update Last Updated: 2025-10-21 08:48:14

​Jam praktik Dokter Rayhan sudah lama berakhir. Lorong rumah sakit mulai sepi, hanya menyisakan beberapa perawat jaga yang berlalu-lalang. Di ruang praktik yang besar dan elegan itu, hanya ada Rayhan dan Alesha. Pintu sudah terkunci, lampu dimatikan, hanya menyisakan lampu meja yang memancarkan cahaya kuning temaram.

​Alesha duduk di kursi pasien, gugup. Di depannya, Rayhan mengambil posisi yang menunjukkan fokus totalnya: ia berlutut di lantai, menundukkan kepala, menatap tangan Alesha yang tergenggam erat di pangkuannya. Posisi itu membuat wajah mereka berada di ketinggian yang hampir sama. Rayhan merasakan kehangatan kulit Alesha, aroma lembut yang selalu membuatnya mabuk, dan gemetar halus dari tubuh gadis itu.

​“Lesh …,” bisik Rayhan, nadanya rendah. Ia tidak buru-buru menyentuh, hanya menatap dalam. “Soal foto itu … aku yang akan tangani. Kamu nggak perlu khawatir Zira tahu sekarang. Aku pastikan tidak akan ada yang bocor.”

​Alesha menunduk, hati berdebar. Kekhawatiran akan anca
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 356. Aliansi Ibu dan Ayah Terlarang.

    ​Setelah momen keintiman yang terlarang di kamar VVIP, Rayhan tahu betul ia harus kembali ke peran dokter profesional. Tidak ada ruang untuk keraguan atau kelemahan. Ia harus menggunakan keahlian medisnya, bukan emosinya, untuk memenangkan hati Laura, yang kini menjadi kunci strategis mereka.​Kabar baiknya, Arif yang keras kepala kini sedang sibat di kantornya, sibuk mengendalikan kerusakan citra yang disebabkan oleh foto-foto Livia di UGD—sebuah blunder yang merugikan. Ia meninggalkan pengawasan penuh kepada Laura dan bodyguardnya. Rayhan memanfaatkan jeda perang ini.​Di hadapan Laura, Rayhan mengambil alih komando profesional. Ia memerintahkan dokter Dian untuk memberikan laporan medis yang sangat rinci kepada Laura. "Laura," kata Rayhan tegas, menjauh dari pendengaran Alesha, suaranya dipenuhi otoritas seorang dokter. "Alesha mengalami threatened abortion, ancaman keguguran. Kondisi ini dipicu oleh stres berat yang berkepanjangan. Jika ia dipindahkan atau dipaksa melakukan hal ya

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 355. Sebuah Cincin.

    ​Rayhan menarik jas dokternya yang terasa kaku dan menyesakkan, melemparkannya ke sofa. Ia melonggarkan dasi dan dua kancing kemejanya, sebuah pelepasan tekanan fisik dan emosional yang terlihat jelas. Ciuman Rayhan kembali menyentuh bibir Alesha. Ciuman itu dimulai dengan lambat, dipenuhi rasa asin dari air mata. Perlahan, ciuman itu menjadi lebih dalam, menuntut. Rayhan menggunakan satu tangan untuk menangkup pipi Alesha, ibu jarinya menyeka air mata, sementara tangan yang lain meraih belakang leher Alesha, menariknya agar ciuman itu terasa lebih dekat.​Alesha merespons dengan intensitas yang sama, sebuah kehausan emosional. Ia meremas kemeja Rayhan. "Eughhh ...," desahan tertahan keluar dari bibir Alesha. Itu adalah suara pelepasan emosi yang menyakitkan, bukan gairah, sebuah kebutuhan mendalam untuk merasakan kulit Rayhan.​Ciuman itu semakin liar, sebuah komunikasi rahasia. Rayhan menarik Alesha, membiarkan tubuhnya bersandar di tubuh Alesha, sangat hati-hati agar beratnya tidak

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 354. Keintiman di Balik Gerbang Terlarang. 

    ​Pagi itu, Rumah Sakit Medika Utama terasa seperti benteng yang tegang, sebuah pusat kekuasaan yang kini menjadi medan pertempuran pribadi. Setelah krisis pendarahan teratasi dan Alesha dinyatakan stabil, ia dipindahkan ke kamar suite VVIP di lantai eksekutif. Kamar itu memiliki dua fungsi yang ironis: tempat pemulihan yang steril dan sunyi, sekaligus penjara berlapis emas yang dijaga ketat oleh dua petugas keamanan pribadi milik Arif.​Di balik pintu kayu mahoni yang kokoh itu, pertarungan kehendak masih berlanjut. Arif, meski hatinya membara karena amarah dan penghinaan yang dirasakannya—Rayhan telah melanggar larangan teritorialnya—ia terpaksa berkompromi. Laura, ibu Alesha, telah bertindak sebagai negosiator ulung. Menggunakan kartu citra publik yang bisa ia hancurkan kapan saja, serta ancaman tuntutan hukum atas pengabaian, Laura berhasil memaksa Arif mengizinkan Rayhan mengawasi perawatan Alesha secara profesional. Namun, pengawasan yang diterapkan Arif sangat brutal: dua bodygu

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 353. (++) Puncaknya.

    “Van ... Cepat ... lebih cepat ....” Zira memohon, kepalanya bergerak ke kanan dan kiri, matanya terpejam, sepenuhnya tenggelam dalam sensasi. Rasa sakit emosional yang ia bawa dari rumah sakit kini benar-benar hilang, tergantikan oleh sensasi manis yang menyakitkan ini.Revan menjawab permintaannya, ritmenya kini cepat dan tanpa ampun. Setiap dorongan adalah pelepasan, pelepasan kegagalan, pelepasan frustrasi, pelepasan rasa takut. Mereka bergerak dalam satu kesatuan, dua jiwa yang saling mencari kepastian di tengah badai.Dialog mereka kini hanya terdiri dari erangan, rintihan, dan desahan.“Ahhh! Zira ... Kamu ... Ah ....”“Ohhh ... Revan ... Aku ... Aku mau ....”“Ya, Sayang ... Bersama ... Lihat aku ....”Revan menahan wajah Zira dengan satu tangan, memaksa mata Zira yang berkaca-kaca untuk menatap matanya. Di sana, di mata Revan, Zira melihat pantulan hasratnya, pantulan cintanya, dan yang paling penting, pantulan rasa aman.Gelombang pertama menghantam Zira, tiba-tiba dan luar

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 352 (++) Mengalihkan Rasa Kecewa Zira. 

    Zira balas merespons, mendorong Revan berbaring, mengambil kendali. Ia menciumi dadanya, lidahnya yang hangat dan nakal menjelajahi garis tulang selangka. Di tengah pergumulan emosi, sentuhan ini adalah katarsis. Zira ingin merasakan segalanya, menyentuh segalanya, hanya untuk membuktikan bahwa ia masih memiliki kendali, setidaknya atas satu hal: ikatan mereka.Pakaian mereka berjatuhan satu per satu, menjadi gumpalan tak berbentuk di lantai. Blouse Zira, kemeja Revan, lalu pakaian bagian bawah yang terasa terlalu menghalangi. Sensasi dingin sesaat dari udara kamar menyentuh kulit, dengan cepat digantikan oleh kehangatan kulit yang saling bersentuhan. Zira kini telanjang di atas Revan, membiarkan cahaya remang-remang menari di atas kulitnya.Tangan Revan bergerak cepat, penuh ketegasan namun lembut, menjelajahi punggung Zira, membelai garis pinggang hingga turun ke bokong. Ia meremasnya lembut, menarik Zira mendekat, membuat kulit mereka bergesekan, mengirimkan kejutan listrik ke selu

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 351. (++) Bujuk Rayu Revan.

    Udara di kamar itu terasa seperti kepompong, tebal dan sunyi, hanya diterangi oleh pantulan samar cahaya kota dari balik gorden yang tersibak sedikit. Di luar, malam telah menelan semua kegaduhan, semua beban pahit dari pertemuan yang mencekik di gerbang rumah sakit. Namun, di dalam, di tempat tidur Zira, satu jenis kegaduhan lain baru saja dimulai, sebuah badai yang lebih lembut namun sama menuntutnya. Deru napas Revan yang berat, kini menggantikan irama monoton monitor jantung Alesha dan Rayhan yang masih terngiang di benak Zira, menjadi satu-satunya realitas yang ingin ia percayai.Zira menenggelamkan wajahnya di dada bidang Revan. Rasanya seperti tiba di sebuah garis pantai setelah berenang melintasi samudra badai. Rasa sakit dan frustrasi yang memuncak, yang terasa dingin dan tajam di gerbang rumah sakit, kini perlahan mencair, diserap oleh kehangatan kulit Revan.“Aku merasa seperti tidak bisa bernapas, Van,” bisik Zira, suaranya teredam, sebuah pengakuan jujur tentang bagaimana

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status