Home / Romansa / Luapan Gairah Panas Ayahmu / Bab 484. Wisuda dan Langkah Baru. 

Share

Bab 484. Wisuda dan Langkah Baru. 

Author: Ucing Ucay
last update Last Updated: 2026-02-08 15:50:52

​Pagi itu, udara di sekitar gedung auditorium utama universitas terasa begitu berbeda, penuh dengan vibrasi semangat dan aroma keberhasilan yang menyeruak dari setiap sudut. Ribuan orang berkumpul, menciptakan lautan jubah hitam dengan toga yang melambai-lambai ditiup angin pagi yang sejuk. Di tengah kerumunan itu, keluarga Mahardika tampil dengan aura yang begitu memikat dan penuh wibawa. Rayhan berdiri dengan gagah mengenakan setelan jas formal berwarna gelap, tangannya dengan sigap mendorong
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 488. Rasa Syukur yang Tak Terhingga. (TAMAT). 

    ​Sore itu, taman belakang kediaman Mahardika kembali disulap menjadi area pertemuan yang santai. Laura, yang memutuskan untuk menetap lebih lama di Indonesia demi membantu persiapan pernikahan Zira, tampak sibuk mengatur letak hidangan di atas meja panjang. Di sampingnya, Arif Sasongko tampak sedang berbincang serius namun santai dengan Rayhan mengenai ekspansi lahan untuk klinik. Pemandangan dua pria yang dulu sempat bersitegang ini kini menjadi pemandangan yang paling menyejukkan bagi Alesha. Luka lama telah benar-benar sembuh, digantikan oleh persaudaraan yang lahir dari rasa saling menghargai.​"Ayo semuanya, makanannya sudah siap!" seru Laura dengan suara yang riang.​Mereka semua berkumpul di meja makan luar ruangan. Suasana makan malam itu sangat hangat. Zira dengan semangat menunjukkan desain undangan pernikahannya kepada Alesha, sementara Revan sibuk menjelaskan konsep dekorasi yang lebih modern kepada Rayhan. Di tengah pembicaraan itu, Karin yang duduk di kursi tingginya sese

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 487. Cahaya di Ujung Jalan. 

    ​Waktu berlalu seperti aliran sungai yang tenang namun pasti, membawa pergi sisa-sisa lumpur masa lalu dan menyisakan kejernihan yang menyejukkan. Beberapa bulan setelah hari wisuda yang bersejarah dan malam-malam penuh keintiman yang mengukuhkan cinta mereka, suasana di kediaman Mahardika kini telah benar-benar berubah. Tidak ada lagi bayang-bayang kesedihan atau ketegangan yang dulu sempat menghinggapi setiap sudut ruangan. Kini, setiap inci rumah mewah itu dipenuhi dengan tawa bayi, percakapan hangat, dan rencana-rencana masa depan yang cerah. Cahaya matahari pagi yang masuk melalui jendela besar di ruang tengah seolah-olah membawa pesan bahwa badai telah benar-benar usai, digantikan oleh pelangi yang tak akan pernah pudar.​Klinik Rayhana, yang kini telah berganti nama menjadi Rayhana Specialty & Wellness Center, telah menjadi buah bibir di kalangan medis dan masyarakat luas. Berkat tangan dingin Rayhan yang kembali berpraktik dengan integritas yang jauh lebih kuat, serta sentuhan

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 486. (++) Ahhh, Mas! 

    ​Rayhan kemudian mengangkat tubuh Alesha dengan mudah, membawanya menuju tempat tidur besar yang sudah menunggu. Ia membaringkan Alesha dengan sangat hati-hati, seolah ia sedang meletakkan porselen yang paling mahal. Rayhan segera menyusul, berada di atas Alesha dengan kedua lengan sebagai penyangga. Rambutnya sedikit berantakan, dan matanya menggelap oleh gairah yang meluap.​"Panggil aku lagi, Alesha. Aku ingin mendengarnya berkali-kali," bisik Rayhan, suaranya kini terdengar seperti geraman rendah yang seksi.​"Mas ... Mas ... Ahhh!" Alesha memekik kecil saat tangan Rayhan mulai menjelajah area sensitif di pahanya. Sentuhan itu begitu berani namun penuh dengan teknik yang membuat Alesha menggeliat di bawahnya.​"Ohhh ... Mas Rayhan ... Eughhh ... rasanya ... ssshhh ...." Alesha mencengkeram bahu Rayhan yang berotot, kuku-kukunya sedikit menekan kulit pria itu. Rintihan dan desahan mulai memenuhi ruangan, bersahut-sahutan dengan suara napas mereka yang semakin memburu.​Rayhan mulai

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 485. Dari "Om" Menjadi "Mas".

    ​Malam itu, kediaman Mahardika terasa begitu sunyi, namun kesunyian itu tidak lagi mencekam seperti masa lalu, melainkan penuh dengan kehangatan yang menjanjikan. Di dalam kamar utama yang luas, aroma lilin aromaterapi dengan wangi kayu cendana dan mawar merah menguar lembut, menciptakan suasana yang begitu intim dan privat. Cahaya lampu tidur yang temaram memberikan semburat keemasan pada seprai sutra berwarna putih tulang yang membungkus tempat tidur besar di tengah ruangan. Di sudut kamar, boks bayi Karin tampak kosong karena malam ini si kecil sengaja dititipkan di kamar Laura, memberikan kesempatan bagi orang tuanya untuk menikmati waktu berdua setelah rentetan acara wisuda dan resepsi yang melelahkan.​Alesha berdiri di depan meja rias, jemarinya yang lentik perlahan melepaskan kancing-kancing kecil pada gaun malamnya. Ia menatap pantulan dirinya di cermin, seorang wanita yang kini sudah sah menjadi istri sepenuhnya dari pria yang selama ini ia puja dari kejauhan. Namun, ada sat

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 484. Wisuda dan Langkah Baru. 

    ​Pagi itu, udara di sekitar gedung auditorium utama universitas terasa begitu berbeda, penuh dengan vibrasi semangat dan aroma keberhasilan yang menyeruak dari setiap sudut. Ribuan orang berkumpul, menciptakan lautan jubah hitam dengan toga yang melambai-lambai ditiup angin pagi yang sejuk. Di tengah kerumunan itu, keluarga Mahardika tampil dengan aura yang begitu memikat dan penuh wibawa. Rayhan berdiri dengan gagah mengenakan setelan jas formal berwarna gelap, tangannya dengan sigap mendorong kereta dorong bayi Karin yang tampak tenang dalam balutan gaun mungil berwarna putih. Di sampingnya, Laura dan Arif Sasongko berdiri berdampingan, menunjukkan kekompakan yang luar biasa sebagai orang tua meskipun masa lalu mereka penuh dengan lika-liku. Namun, bintang utama hari ini adalah dua wanita hebat yang berdiri dengan anggun mengenakan jubah wisuda lengkap dengan samir yang melingkar di leher mereka: Alesha dan Zira.​Bagi Alesha, momen ini terasa seperti sebuah keajaiban yang nyata. Ia

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 483. Penuh Kebahagiaan.

    Bagi Alesha, kelulusan ini adalah pembuktian diri bahwa menjadi seorang ibu muda tidak menghalanginya untuk tetap berprestasi. Bagi Zira, ini adalah langkah awal menuju kemandirian yang selama ini ia cita-citakan.Namun, kebahagiaan itu ternyata belum mencapai puncaknya. Saat suasana mulai tenang kembali, Revan melangkah maju dari kerumunan tamu. Pria itu tampak sangat rapi dan tegang. Ia meminta izin kepada Rayhan untuk naik ke atas panggung. Rayhan mengangguk sambil tersenyum penuh arti, seolah ia sudah mengetahui apa yang akan terjadi.​Revan menerima mikrofon dari tangan Rayhan. Ia menarik napas panjang, lalu matanya mencari sosok Zira di antara kerumunan. Tidak butuh waktu lama sosok yang dia cari langsung terlihat. "Zira ... aku tahu hari ini adalah hari yang luar biasa untuk keluargamu. Tapi aku tidak ingin melewatkan momen di mana seluruh keluarga besarmu berkumpul di sini untuk menyatakan sesuatu yang sangat penting bagiku."​Revan turun dari panggung dan berjalan perlahan m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status