Home / Romansa / Luapan Gairah Panas Ayahmu / Bab 351. (++) Bujuk Rayu Revan.

Share

Bab 351. (++) Bujuk Rayu Revan.

Author: Ucing Ucay
last update Huling Na-update: 2026-01-03 08:51:02

Udara di kamar itu terasa seperti kepompong, tebal dan sunyi, hanya diterangi oleh pantulan samar cahaya kota dari balik gorden yang tersibak sedikit. Di luar, malam telah menelan semua kegaduhan, semua beban pahit dari pertemuan yang mencekik di gerbang rumah sakit. Namun, di dalam, di tempat tidur Zira, satu jenis kegaduhan lain baru saja dimulai, sebuah badai yang lebih lembut namun sama menuntutnya. Deru napas Revan yang berat, kini menggantikan irama monoton monitor jantung Alesha dan Rayhan yang masih terngiang di benak Zira, menjadi satu-satunya realitas yang ingin ia percayai.

Zira menenggelamkan wajahnya di dada bidang Revan. Rasanya seperti tiba di sebuah garis pantai setelah berenang melintasi samudra badai. Rasa sakit dan frustrasi yang memuncak, yang terasa dingin dan tajam di gerbang rumah sakit, kini perlahan mencair, diserap oleh kehangatan kulit Revan.

“Aku merasa seperti tidak bisa bernapas, Van,” bisik Zira, suaranya teredam, sebuah pengakuan jujur tentang bagaimana
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 361. Aku Tidak Mau Kehilanganmu. 

    Setelah konfrontasi sengit antara Rayhan dan Arif semalam, yang berakhir dengan gencatan senjata yang dipaksakan oleh ancaman medis, suasana di kamar suite VVIP itu berubah menjadi sangat dingin dan sunyi. Udara terasa tegang dan beku, seolah-olah ruangan itu diselimuti lapisan es tipis, hasil dari ledakan emosi yang ditahan. Arif, terikat oleh peringatan tajam dari dokter Dian dan kehadiran Laura, terpaksa pergi ke kantornya, meninggalkan dua bodyguard yang berdiri kaku di luar pintu, menambah suasana penjara mewah.Alesha terbangun perlahan. Kepalanya terasa berat, dan ia merasakan ketegangan yang pekat, menempel seperti kabut dingin di dinding ruangan. Meskipun Rayhan, Laura, dan dokter Dian—yang sesekali masuk untuk pemeriksaan—berusaha keras menampilkan wajah yang normal dan menenangkan, mata Alesha yang sensitif tidak bisa dibohongi. Ia melihat kelelahan yang mendalam di bawah mata Rayhan, pria yang biasanya selalu memancarkan aura keyakinan dan kendali penuh. Garis-garis halus

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 360. Pengorbanan Terakhir.

    ​"Cucu?" Arif menunjuk Rayhan dengan jijik. "Cucu dari pria yang menghancurkan masa depan putriku? Aku tidak akan membiarkan bayi ini lahir membawa aib ini. Alesha akan dipindahkan ke London, dan dia akan tinggal di sana sampai dia melupakan pria ini."​Ancaman itu menusuk Rayhan. Pindah ke London berarti ia akan kehilangan Alesha, janinnya, dan Zira selamanya, tanpa ada jalan kembali.​"Kamu tidak bisa memindahkannya tanpa persetujuan ku, Arif," kata Rayhan.​"Kamu pikir surat janji nikahmu yang tidak sah itu bernilai di pengadilan internasional, Dokter?" Arif menyeringai. "Aku bisa membeli setiap pengacara di dunia. Kamu sudah kehilangan kariermu. Apa lagi yang tersisa darimu untuk melawanku?"​Rayhan menatap Alesha, yang mulai gelisah karena suara keras itu. Wajahnya yang pucat dan lemah membuat Rayhan sadar: satu-satunya hal yang ia miliki, satu-satunya alasan ia bertarung, adalah Alesha dan janin itu.​Ia tahu, jika ia memilih melawan Arif di rumah sakit ini, ia akan dipaksa kelu

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 359. Keputusan Rayhan. 

    ​"Aku akan mengutus Zira untuk menemuimu! Kamu harus mengirimkan Zira semua bukti yang bisa mengikatmu dan Alesha secara hukum: surat janji nikah, dan surat pengunduran dirimu yang belum ditandatangani. Simpan semua itu sebagai senjata pamungkas di luar rumah sakit. Aku akan menghadapi Arif di sini!" perintah Laura dengan suara bergetar namun tegas.​Rayhan kembali ke kamar suite. Alesha sudah bangun, wajahnya terlihat cemas karena ekspresi Rayhan yang tegang. Rayhan duduk di sampingnya, memegang tangannya. Ia harus menyembunyikan kehancuran kariernya dan ultimatum dewan.​"Sayang, jangan khawatir," kata Rayhan, suaranya dipaksa tenang. "Aku hanya perlu mengurus beberapa dokumen penting. Kamu aman di sini. Dokter Dian dan Laura menjagamu. Tidak ada yang bisa memindahkanmu tanpaku." Rayhan merasakan dilema yang luar biasa. Ia adalah sumber krisis terbesar Alesha, tetapi juga satu-satunya jangkar ketenangannya. Membawa lari Alesha adalah solusi yang paling buruk; itu hanya akan memicu k

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 358. Kehancuran di Mata Kolega.

    ​Dampaknya instan, masif, dan mematikan. Reputasi Rayhan yang dibangun selama dua puluh tahun sebagai ahli bedah ortopedi terkemuka runtuh dalam hitungan jam. Tuan Bimo, salah satu Dewan Direksi, menelepon Rayhan dengan nada suara yang dipenuhi kekecewaan dan amarah yang dingin. "Dokter Rayhan! Anda menjamin tidak ada kehamilan! Anda berbohong kepada kami! Ini bukan lagi penangguhan; ini adalah ancaman pemecatan segera! Anda telah mencoreng nama rumah sakit dengan tuduhan kriminal yang serius! Anda harus segera meninggalkan rumah sakit!"​Seketika, bisnisnya hancur. Puluhan pasien yang telah dijadwalkan operasi membatalkan janji, menuntut berkas medis mereka dikembalikan. Reputasi unit ortopedi Rayhan luluh lantak, menyebabkan kerugian finansial yang tak terhitung bagi rumah sakit. Di media sosial, Rayhan dibanjiri komentar kebencian, meme, dan cap "pedofil" dan "pelanggar sumpah Hippocrates" di semua platform. Tuduhan pengguguran kandungan membuat publik sangat marah. Rayhan bahkan m

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 357. Bujuk Zira. 

    ​Ia harus menjalankan perannya sebagai agen ganda yang cerdik. Zira menelepon Livia, yang sedang merayakan kemenangan karena memiliki foto bukti kehamilan Alesha.​"Mama, aku lihat fotonya. Alesha benar-benar hamil," kata Zira dengan nada sedih yang dibuat-buat, menyembunyikan rencana sebenarnya. "Tapi kita tidak bisa langsung merilis foto itu ke media sekarang!"​"Kenapa tidak? Ini senjata kita! Kita bisa menghancurkan Rayhan!" seru Livia, kegirangan.​"Tidak, Ma! Ini akan membuat citra Mama menjadi pemburu gosip yang kejam. Appa sudah ditangguhkan dari jabatannya. Kita harus bersabar. Biarkan Papa dan Om Arif saling menghancurkan dulu di rumah sakit. Kita harus tampil sebagai korban yang dewasa, yang menunjukkan kesabaran, bukan pemburu gosip," jelas Zira.​Zira berhasil meyakinkan Livia untuk menahan diri dari merilis foto itu ke media, dengan alasan strategi citra publik. Zira membeli waktu yang sangat berharga bagi Rayhan dan Alesha. Ia kini semakin mahir memanipulasi Ibunya send

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 356. Aliansi Ibu dan Ayah Terlarang.

    ​Setelah momen keintiman yang terlarang di kamar VVIP, Rayhan tahu betul ia harus kembali ke peran dokter profesional. Tidak ada ruang untuk keraguan atau kelemahan. Ia harus menggunakan keahlian medisnya, bukan emosinya, untuk memenangkan hati Laura, yang kini menjadi kunci strategis mereka.​Kabar baiknya, Arif yang keras kepala kini sedang sibat di kantornya, sibuk mengendalikan kerusakan citra yang disebabkan oleh foto-foto Livia di UGD—sebuah blunder yang merugikan. Ia meninggalkan pengawasan penuh kepada Laura dan bodyguardnya. Rayhan memanfaatkan jeda perang ini.​Di hadapan Laura, Rayhan mengambil alih komando profesional. Ia memerintahkan dokter Dian untuk memberikan laporan medis yang sangat rinci kepada Laura. "Laura," kata Rayhan tegas, menjauh dari pendengaran Alesha, suaranya dipenuhi otoritas seorang dokter. "Alesha mengalami threatened abortion, ancaman keguguran. Kondisi ini dipicu oleh stres berat yang berkepanjangan. Jika ia dipindahkan atau dipaksa melakukan hal ya

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status