Share

BAB 33

Author: Svara Laksmi
last update publish date: 2026-03-30 06:00:24

Di jalan, pria itu berperang dengan pikirannya. Antara membawa Mila pulang ke apartemennya yang bisa memicu pertanyaan dari satpam dan petugas lobby, atau membawanya pulang ke rumahnya.

Riven menghela napas berat lalu melirik kaca spion sebelum membelokkan mobilnya masuk ke area perumahannya. Perlahan berhenti di depan rumahnya.

Mesin dimatikan, disambut sepi. Hanya suara napas Mila yang pelan di sampingnya.

Riven menole, melihat Mila yang tertidur pulas. Kepalanya miring

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Luka Mila   BAB 58

    Mila hanya ingin melupakan apa yang Riven lakukan padanya.Oleh karena itu, Mila hanya pasrah ketika Hans membuat tubuh Mila berlutut di atas kasur. Pria itu pun lalu mendekat, memposisikan diri dibelakang Mila dan mendorong tubuh Mila pelan sehingga tangannya di atas kasur menopang tubuhnya.Hans mendekati Mila dari belakang, Mila harus memejamkan mata menahan sensasi ketika kedua tangan pria itu mengusap sisi tubuh Mila lembut sebelum mencengkram pinggangnya. Menempatkan posisinya sambil condong ke depan.“Lo mau yang keras?” bisik Hans di telinga Mila dengan nada dingin.Mila hanya mengangguk, tidak mampu menjawab. Matanya terpejam ketika bagian bawah tubuhnya merasakan dorongan itu. Otot-otonya menegang lagi ketika perlahan milik Hans yang sudah mengeras itu masuk dengan cepat ke bagian intimnya.Hans mengerang pelan di belakang Mila. Mila ingin menarik tubuhnya ketika ada rasa perih yang sebenarnya sudah biasa. Tapi tangan Hans menahannya dengan kencang. Napas Mila tertahan ketik

  • Luka Mila   BAB 57

    Namun, sesaat setelah Mila mengatakan itu, Riven menjulurkan tangannya secara perlahan ke belakang kepala Mila, jemarinya menyelip diantara rambutnya yang halus. Mila diam tapi matanya menatap lekat pada pria itu. Gerakan Riven berhenti sebentar untuk memastikan Mila memberinya ijin.Lalu dengan lembut bibir pria itu bertemu dengan bibir Mila. Menekannya dalam. Refleks, Mila membuka mulutnya, membalas ciuman Riven dan membiarkan lidahnya bertaut.Mila bisa merasakan, tangan Riven perlahan turun ke bahunya lalu ke lengannya, dan berhenti. Mila meraih tangan pria itu, tanpa melepaskan ciumannya, lalu membawanya ke depan dadanya. Perlahan Mila membiarkan tangan pria itu meremasnya pelan, menekannya lembut, lalu mengusapnya.Hal itu membuat napas Mila tercekat dan membalas ciuman Riven semakin dalam. Dengan hati yang penuh, Mila menarik iramanya, membelai pria itu dengan gerakan bibirnya. Ketika ritmenya semakin intens, tangan pria itu pun turun dan menyusup ke balik kaos yang Mila pakai.

  • Luka Mila   BAB 56

    Udah beres Mil? Gue jemput ya.Mila melirik jam tangannya. Malam sudah larut, memang ini jamnya ia biasa selesai kerja. Mila pun membalas pesan dari Riven.Ok, gue tunggu.Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti di depannya. Mila melangkah mendekat, membuka pintu, lalu duduk di kursi penumpang.“Tumben tadi pesan gue langsung lo balas,” kata Riven tanpa menoleh, tangannya tetap di setir.Mila menarik sabuk pengaman. “Gue sebenernya lagi libur.”Riven akhirnya melirik sekilas. “Libur?”“Iya,” jawab Mila santai. “Lagi sering malah.”Mobil mulai melaju membelah jalanan yang mulai lengang.“Sering?” ulang Riven, nadanya tipis, seperti menimbang sesuatu. “Enak dong.”Mila mengangkat bahu. “Harusnya sih. Tapi… ya aneh aja. Biasanya gue yang ngejar jam kerja, sekarang malah kayak disuruh libur mulu.”“Lo udah tanya?”Mila mendengus pelan. “Males. Selama masih digaji, ya udah.”Riven tidak langsung membalas. Tatapannya masih lurus ke depan. Namun Mila bisa melihat perubahan raut wajahnya men

  • Luka Mila   BAB 55

    Pria itu menjulurkan tangannya yang disambut Mila sambil tersenyum.“Lex,” sapa Mila singkat.Senyum Alex semakin lebar lalu menoleh pada Hans, “Ini sih sayang kalau dilepas.”Hans tidak menjawab, hanya mengangkat alisnya sambil mengangguk setuju.“Kita mulai sekarang?” ajak Hans pada Alex seraya gesture pada pria itu untuk melangkah bersamanya.“Bye, Mila,” lambai Alex.Sementara Hans pamit dengan menepuk bahunya sekilas sebelum melangkah dengan Alex di sampingnya menuju ruang meeting di lantai dua. Mila pun kembali memutar kursinya menghadap ruang dansa. Pikirannya yang sudah lama tidak bisa berhenti bertanya seolah semakin penuh.***Sebenarnya Mila masih mau menunggu Hans selesai meeting.“Lo mending pulang,” saran Toni ketika tempat itu sudah menjelang tutup. Pengunjung sudah hampir pulang semua ,tinggal beberapa yang terlihat masih bercanda dengan temannya

  • Luka Mila   BAB 54

    Malam itu Mila kembali ke apartementnya dengan pikiran yang bercampur aduk. Malam belum terlalu larut namun ia sudah menyelesaikan pekerjaannya. Sebenarnya Mila tidak keberatan, malah rasanya ringan kalau hanya seperti tadi. Yang berat baginya hanya ketika ia harus menjaga ucapannya.“Aneh juga sih ya,” kata Mila. Akhirnya ia menelepon sahabatnya Tiara yang sudah lama tidak berbincang-bincang.Di ujung sana, Tiara menarik napas panjang, “Tapi kalau bayarannya besar sih gue ngga nolak.”“Jangan tanya, Tir…” ujar Mila, “Pensiun dini bisa lebih awal kalau kerjaannya kayak gini sih.”Lalu mereka tertawa.“Menurut lo, bahaya ngga sih Mil?” tanya Tiara ketika tawanya mereda.MIla mengangkat bahu. “Entahlah. Tamu gue tadi bilang, gue yang berbahaya. Kok jadi gue ya yang bahaya?”“Jadi tadi lo cuman nemenin makan malam doang?” tanya Tiara lagi.“Iya, makan malam, ngobrol sama ibu-ibu sosialita. Udah gitu aja. Gue buka baju depan dia aja engga.. Hahhaa” cerita Mila sambil mengunyah cemilannya.

  • Luka Mila   BAB 53

    “Mila,” ujar pria di hadapannya sambil mengulurkan tangan. “Kamu ingat aku?”Mila memiringkan kepalanya sedikit, rambutnya bergerak pelan jatuh dari bahunya. Matanya menatap pria itu lalu menyambut uluran tangannya.“Rahasia,” jawabnya ringan sambil tersenyum penuh arti.Tentu saja ia ingat. Pria itu yang menjadi tamunya setelah ciuman pertamanya dengan Riven.Alex terbahak sambil mengangguk-angguk.“Iya, waktu itu kamu juga bilang rahasia. Aku suka rahasia.”Mila tidak ingat kalau dulu ia bilang rahasia. Tapi hatinya lega karena tampaknya Alex suka dengan jawaban itu. Sementara di belakang, Edo sudah keluar dari ruangan, tidak ingin mengganggu.“Kamu tambah cantik, Mil,” ujar Alex sambil menelusuri tubuh Mila dengan tatapannya.Mila tersenyum sambil sedikit mengerakkan kepalanya, membiarkan tatapan Alex jatuh lebih lama. Perlahan ia melangkah mendekat.“S

  • Luka Mila   BAB 48

    Meskipun malam itu Mila sedikit aneh dengan reaksi Riven, tapi setelah beberapa hari berlalu, Mila sudah lupa pada kejadian itu. Pikirannya masih lebih tertarik pada tatonya. Kalau pun pria itu punya masalah yang berat atau masa lalu yang kelam, bagi Mila sebenarnya tidak masalah karena hidupnya

  • Luka Mila   BAB 47

    Andin mendelik ketika Mila akhirnya kembali bekerja.“Lo jarang keliatan, Mil” ujarnya sambil menatap Mila dengan tatapan bertanya-tanya.Mila masih sibuk merapikan rambutnya. “Masa sih?”Andin mendekat. “Kemarin kata Toni, cowok lo ke sini.&rdqu

  • Luka Mila   BAB 46

    “Bilang kalau gue harus berhenti,” gumam Hans seraya mendesak Mila untuk merebahkan tubuhnya di sofa.Mila menjawab ucapan Hans dengan cengkraman tangannya yang menarik tubuh Hans mendekat. Tangan Hans bergerak mengusap tubuh Mila. Sisi tubuhnya, lalu bergerak ke buah dadanya.

  • Luka Mila   BAB 45

    Mila tidak langsung menjawab. Tangannya masih tertahan di bawah genggaman Hans. Pria itu menariknya sedikit, membuat Mila berdiri tegak, berhadapan dengannya. Mila mencoba menarik tangannya perlahan namun tidak berhasil. Tatapan Mila berhenti di pergelangan Hans, tato itu.Mila harus mendongak untuk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status